cover
Contact Name
Johannis Siahaya
Contact Email
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Phone
+6281322661998
Journal Mail Official
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Editorial Address
Ds. Daratan 2, Sendang Arum, Kec. Minggir, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55562
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TERUNA BHAKTI
ISSN : 2622514X     EISSN : 26225085     DOI : 10.47131
Jurnal Teruna Bhakti merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agam Kristen Teruna Bhakti, Yogyakarta, dengan Scope: Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Pendidikan Agama Kristen, Kepemimpnan Kristen, Teologi Praktika.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: Pebruari 2024" : 10 Documents clear
Ekumenisme dan Praksis Gereja Lokal: Memperkuat Kesatuan dan Keragaman dalam Bingkai Teologi Kristen Sidabutar, Hamonangan
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.126

Abstract

Ecumenism in the life of mature churches has become an important aspect and priority in efforts to strengthen the state of the church that is full of unity and respect for dogmatic diversity in the discourse of contemporary Christian theology. Local churches play an important role in achieving the goal of a united church. This study examines the relationship between ecumenism and practical actions for local churches to build and maintain unity and diversity within church denominations. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that collaboration between local churches is essential in deepening the experience of Christian faith amid the complexity of today's world. So, the critical role of local churches in strengthening unity and respecting diversity in the Christian community must be a top priority in building unity and diversity in Christian theology. Christianity needs to open a paradigm towards the study of ecumenism in a biblical perspective that brings Christianity to realize the role of the local church in building unity and, of course, the practical actions of local churches in synergy to build diversity. Abstrak Ekumenisme dalam kehidupan gereja-gereja dewasa telah menjadi aspek penting dan prioritas dalam upaya memperkuat keadaan gereja yang penuh dengan persatuan dan menghormati keberagaman dogmatis dalam wacana teologi Kristen kontemporer. Gereja lokal memang memainkan peran penting dalam mencapai tujuan yaitu keregaman yang dipersatukan, Penelitian ini mengkaji hubungan antara ekumenisme dan tindakan praktis bagi gereja-gereja lokal dalam mengupayakan untuk membangun dan memelihara persatuan dan keberagaman dalm denominasi gereja-gereja. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa pentingnya kolaborasi antar gereja local dalam memperdalam pengalaman iman Kristen di tengah kompleksitas dunia saat ini. Sehingga peran penting gereja lokal dalam memperkuat persatuan dan menghormati keberagaman dalam komunitas Kristen harus menjadi prioritas utama membangun kesatuan dan keragaman dalam teologis Kristen. Di mana kekristenan perlu membuka paradigma terhadap kajian ekumenisme dalam perspektif Alkitabiah yang hal itu membawa kekristenan mewujudkan peran gereja lokal dalam membangun kesatuandan tentunya adanya tindakan praktik gereja lokal bersenergi membangun keragaman.
Sinergitas Pemimpin Gereja Menuju Kepemimpinan Transformatif di Era Disruptif Lizardo, Jimmy; Chendralisan, Lenny H. S.; Sumakul, Nicolien Meggy
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.155

Abstract

Synergistic leadership is one of the keys to success in building an organization. Despite the reality on the ground, a leader is generally still often associated with seniority or gender status. Still, in the current era of disruption, the stigma of leadership based on seniority and gender must be eliminated because today's leaders place more emphasis on personal competence. To achieve remarkable goals, church leaders must build leadership that synergizes with subordinates, such as church ministers. The synergy referred to here is the collaboration of leadership teams between generations and genders. This study aims to explore the benefits of leadership synergy in an organization and provide direction for leaders on building optimal leadership synergy. Use literature reviews (books and journals) to analyze leadership synergies, transformative leaders, and technological disruption. The author proposes several steps to build leadership synergy to be optimal, including shepherds, creating a clear framework regarding the duties and responsibilities of each leader; generations of leaders respect each other's roles and authorities, strengthen communication in an attitude of mutual respect, and respect; establish a shared vision, mission, and goals; Develop a culture of collaborative work between leaders. Abstrak Kepemimpinan yang sinergis merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam membangun suatu organisasi. Sekalipun realita di lapangan, pada umumnya seorang pemimpin masih sering dikaitkan dengan status senioritas atau gender, namun di era disrupsi saat ini stigma kepemimpinan berdasarkan senioritas dan gender harus dihilangkan, karena soal pemimpin masa kini lebih ditekankan pada kompetensi pribadi. Untuk mencapai tujuan yang besar, pemimpin gereja perlu membangun kepemimpinan yang bersinergi dengan bawahannya dalam hal ini pelayan-pelayan gereja. Bersinergi yang dimaksud di sini adalah kolaborasi tim kepemimpinan antargenerasi; dan antargender. Penelitian ini bertujuan menggali manfaat sinergitas kepemimpinan dalam sebuah organisasi dan memberi arah bagi pemimpin bagaimana cara membangun sinergitas kepemimpinan yang optimal. Menggunakan kajian literatur (buku dan jurnal) untuk menganalisis sinergitas kepemimpinan, pemimpin transformatif dan disrupsi teknologi. Penulis mengusulkan beberapa langkah membangun sinergitas kepemimpinan agar optimal, di antaranya: gembala membuat kerangka kerja yang jelas mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing pemimpin; generasi pemimpin saling menghargai peran dan kewenangan masing-masing; memperkuat komunikasi dalam sikap saling menghormati dan menghargai; menetapkan visi, misi dan tujuan bersama; mengembangkan budaya kerja kolaboratif antar pemimpin.
Kepemimpinan Mentoring dalam Meningkatkan Pertumbuhan Gereja Welikinsi, Welikinsi; Budiman, Sabda
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.197

Abstract

: This article attempts to explain the role of mentoring leadership as an approach to addressing church growth challenges. Through qualitative research methods, the study explores how mentoring leadership affects church growth, the critical elements of effective mentoring leadership, and its impact on individuals and congregations. The results highlight the importance of church growth in quantity and quality, focusing on the vital role of mentoring leadership. The research discusses that the pastor, as a mentor, must act as an example, teacher, and guide. An example is modeling Christ's life, a teacher providing understanding and training, and a mentor directing the congregation to biblical truth. The conclusion of this article highlights the crucial role of mentoring leadership in enhancing church growth. Practical recommendations are given for church leaders to integrate mentoring leadership in church development strategies, in line with the efforts of churches worldwide to overcome challenges and advance the congregation's spiritual growth. Abstrak Artikel ini mencoba menjelaskan peran kepemimpinan mentoring sebagai pendekatan untuk mengatasi tantangan pertumbuhan gereja. Melalui metode penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan mentoring mempengaruhi pertumbuhan gereja, elemen-elemen kunci dalam kepemimpinan mentoring yang efektif, dan dampaknya terhadap individu dan jemaat. Hasil penelitian menyoroti pentingnya pertumbuhan gereja baik secara kuantitas maupun kualitas, dengan fokus pada peran vital kepemimpinan mentoring. Penelitian ini membahas bahwa gembala sebagai mentor harus berperan sebagai teladan, pengajar, dan pembimbing. Teladan dalam memberikan contoh kehidupan Kristus, pengajar dalam memberikan pemahaman dan pelatihan, serta pembimbing dalam mengarahkan jemaat ke kebenaran Alkitab. Kesimpulan dari artikel ini menyoroti kepemimpinan mentoring dalam meningkatkan pertumbuhan gereja. Rekomendasi praktis diberikan kepada pemimpin gereja untuk mengintegrasikan kepemimpinan mentoring dalam strategi pengembangan gereja, sejalan dengan upaya gereja-gereja di seluruh dunia untuk mengatasi tantangan dan memajukan pertumbuhan spiritual jemaat.
Persahabatan dalam Perspektif Platonis: Sebuah Refleksi bagi Pemuda Kristiani Tanto, Wignyo; Sabdono, Erastus; Daniel, Albertus; Takain, William; Erastus, Stephanie
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.202

Abstract

Young people who exist and interpret their relationships horizontally really need to understand the meaning of their relationships, of course, in their friendships. The fundamental problem is that young people prioritize reciprocity in their friendly relations rather than the value of "kindness." In Plato's view, friendship can be likened to a triangle, where the level of interchange between actors is relative, not primary. To find out vague problems, researchers used the Gap Method and a literature study approach. This discussion results in young Christians interpreting their existence in relationships as free of horizontal relationships alone. Still, instead, they pursue the vertical relationship of "God" together. Christian youth who involve God in their friendship relationships will go beyond epithumia and thumos relationships; their relationships will be at the logistic level. Abstrak Pemuda yang bereksistensi dan memaknai relasinya secara horizontal, sangat perlu memahami makna dari relasinya, tentu dalam persahabatannya. Permasalahan mendasarnya adalah pemuda lebih memprioritaskan resiprositas di dalam relasi persahabatannya, ketimbang nilai “Kebaikan”. Persahabatan dalam pandangan Platon dapat diibaratkan sebagai suatu segitiga “triangular”, di mana tingkat resiprositas antar pelaku memiliki sifat yang relatif, bukan yang utama. Untuk mengetahui permasalah yang samar-samar, peneliti menggunakan Metode Gap dan pendekatan studi kepustakaan. Hasil dari pembahasan ini, pemuda Kristen yang memaknai eksistensinya dalam berelasi, ia tidak terbelenggu dalam relasi horizontal semata, melainkan mereka bersama-sama mengejar relasi vertikal “Tuhan”. Pemuda Kristen yang melibatkan Tuhan di dalam relasi persahabatannya akan melampaui relasi epithumia dan thumos, relasi mereka akan berada pada level logistikon.
Pastoral Counseling Care for People with Depression Impacts Self-harm and Suicidal Ideation Taroreh, Christina Cynthia; Brek, Yohan; Wagiu, Meily Meiny; Luma, Subaedah
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.195

Abstract

People with depression have potential and symptoms that lead to acts of self-harm and a desire to end life. Conventional approaches in this regard, medical and psychological approaches, can overcome depression but have limitations, so there is a crucial need to expand interventions, including in spiritual contexts. People with depression must be helped holistically so that Pastoral Counseling Assistance can be the answer. This paper aims to describe pastoral counseling assistance as an indispensable effort for sufferers (victims) of depression impacting self-harm and suicide to get complete and sustainable recovery by restoring themselves, reasoning, and having hope and enthusiasm to live the reality of life. This research uses qualitative methods with a literature-review approach to obtaining relevant data. The results of this study show that holistic pastoral counseling assistance and using an integrated approach based on conditions and needs is effective in helping people with depression overcome depression and negative impulses.
Strategi Membangun Integritas Guru Pendidikan Agama Kristen: Sebuah Studi Persepsi Dosen STT Bethel Indonesia, Jakarta Sirait, Jannes Eduard
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.199

Abstract

This research is intended to find and describe appropriate and relevant strategies and follow appropriate principles in building the integrity of Christian religious teachers as teachers and heralds of the Kingdom of God. This research began with the erosion of teacher integrity in their professional duties. So, the main research problem is the decline in the integrity of Christian religious teachers in carrying out their work. The research uses literature data and field data. This research is qualitative-phenomenological. Data collection techniques were carried out through semi-structured interviews with predetermined research informants. They are the people who are considered the most knowledgeable and have the most information about teacher integrity. The research conclusion is that Christian religious teachers must consistently develop self-integrity and be sustainable. Increasing self-integrity can be achieved with five strategies, namely: understanding the urgency and importance of building the self-integrity of Christian religious teachers, following and establishing rules for building self-integrity, having the essential capital or ability to build personal integrity, and continuously increasing knowledge of hard skills and soft skills so that they are experts in their scientific competencies, building networks with people in the same profession is necessary. Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan dan menguraikan strategi-strategi yang tepat dan relavan serta mengikuti kaidah-kaidah yang tepat dalam membangun integritas dari guru agama Kristen sebagai pengajar dan pewarta Kerajaan Allah. Penelitian ini berawal dari fenomena terjadinya erosi integritas guru dalam tugas profesi. Jadi, masalah utama penelitian adalah tentang kemerosotan integritas guru agama Kristen dalam melakukan pekerjaan. Penelitian menggunakan data-data literatur dan data lapangan. Penelitian ini adalah kualitatif-fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan model semiterstruktur kepada informan-informan penelitian yang sudah ditentukan. Mereka adalah orang-orang yang dianggap paling paham dan memiliki banyak informasi seputar integritas guru. Kesimpulan penelitian bahwa guru agama Kristen harus konsisten mengembangkan integritas diri dan berkelanjutan. Peningkatan self-integrity dapat dilakukan dengan lima strategi, yaitu: memahami urgensi dan kepentingan membangun integritas diri guru agama Kristen, mengikuti dan menetapkan kaidah-kaidah dalam membangun integritas diri, memiliki modal pokok atau kemampuan dalam membangun integritas diri, meningkatkan pengetahuan hard skill dan soft skill secara kontinyu sehingga ahli dalam kompetensi keilmuannya, dan membangun jejaring dengan orang-orang yang seprofesi.
Mengintegrasikan Nilai-nilai Kristiani dalam Proses Pembelajaran: Upaya Gereja dalam Pendekatan Holistik Mereduksi Radikalisme Pasaribu, Elintaria
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.129

Abstract

The research in this article study explores the efforts of churches and Christianity to integrate Christian values in the learning process as a holistic approach to reduce radicalism. Utilizing a holistic approach, the church not only focuses on aspects of religious doctrine but also considers character development and good values and morals. A deep understanding of Christian values and morality by knowing the nature of Christian values so that there is a role for learning as an integration of teachings to be applied by the church in facing its challenges, namely radicalism. Using a qualitative research method with a literature study approach, it can be concluded that the church has implemented the value of Christianity in the context of reducing violent attitudes. Must be aligned with a holistic approach in Christian education. Christian education effectively forms a deeper understanding of Christian values to strengthen self-identity as a person who loves God and others and reduce the potential for radicalism in the community. Abstrak Penelitian dalam kajian artiel ini mengeksplorasi upaya gereja dan kekristenan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dalam proses pembelajaran sebagai pendekatan holistik untuk mereduksi radikalisme. Dengan memanfaatkan pendekatan holistik, gereja tidak hanya fokus pada aspek doktrin agama, tetapi juga mempertimbangkan pengembangan karakter dan nilai serta moral yang baik. Pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai dan moralitas Kristen dengan mengetahui Hakikat Nilai-nilai kristiani, sehingga adanya peran Pembelajaran sebagai Integrasi Ajaran untuk diterapkan gereja dalam menghadapi tantangannya yaitu radikalisme. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkana bahwa nilai kekristenan yang telah diimplementasikan oleh gereja dalam konteks mereduksi sikap kekerasan. Harus selaras dengan pendekatan holistik dalam pendidikan Kristen. Dimana pendidikan Kristen efektif dalam membentuk pemahaman yang lebih dalam terhadap nilai-nilai Kristen, sehingga dapat memperkuat identitas diri sebagai seorang yang mengasihi Tuhan dan sesama, serta mengurangi potensi radikalisme di kalangan masyarakat.
Konseling sebagai Kepedulian Pastoral Berbasis Cinta Kasih terhadap Penanganan Kekerasan dalam Rumah Tangga Arifianto, Yonatan Alex
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.204

Abstract

Domestic violence is a social problem that has a devastating impact not only on the individuals involved but also on the family and society as a whole. In this context, a pastoral approach provides a holistic and love-oriented solution to assist the recovery process for victims of violence. The purpose of this study is to explore the role of pastoral counseling in assisting the healing and reconciliation process for victims of domestic violence, with an emphasis on the love aspect of the pastoral approach. This research used a qualitative descriptive method by analyzing literature and case studies to strengthen the understanding of pastoral efforts in addressing this issue. The results show that a pastoral approach that prioritizes love can create a safe environment for victims to overcome trauma and recover. Pastoral counseling sensitive to Biblical values and norms in spiritual morality provides a strong foundation in the healing process. In addition, a loving approach in pastoral counseling promotes reconciliation and transformation, helping victims and abusers to form healthier relationships in the context of family and society. This article emphasizes the importance of the care effort in pastoral counseling, highlighting the need for deep concern and empathy towards victims of domestic violence, as well as an emphasis on the love approach as a critical foundation in facilitating the healing process. Abstrak Kekerasan rumah tangga menjadi sebuah permasalahan sosial yang memiliki dampak yang merusak, tidak hanya terhadap individu yang terlibat, tetapi juga terhadap keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam konteks ini, pendekatan pastoral memberikan solusi yang menyeluruh dan berorientasi pada cinta untuk membantu proses pemulihan bagi korban kekerasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran konseling pastoral dalam membantu proses penyembuhan dan rekonsiliasi bagi korban kekerasan rumah tangga, dengan penekanan pada aspek kasih dalam pendekatan pastoral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis literatur dan studi kasus untuk memperkuat pemahaman tentang upaya pastoral dalam menangani permasalahan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pastoral yang mengutamakan kasih mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi korban untuk mengatasi trauma dan memulihkan diri. Konseling pastoral yang sensitif terhadap nilai-nilai alkitabiah dan norma dalam moralitas spiritual memberikan fondasi yang kuat dalam proses penyembuhan. Selain itu, pendekatan kasih dalam konseling pastoral mendorong rekonsiliasi dan transformasi, membantu korban dan pelaku kekerasan untuk membentuk hubungan yang lebih sehat dalam konteks keluarga dan masyarakat. Artikel ini menekankan pentingnya upaya kepedulian dalam konseling pastoral, yang menyoroti perlunya perhatian yang mendalam dan empati terhadap korban kekerasan rumah tangga, serta penekanan pada pendekatan kasih sebagai landasan utama dalam memfasilitasi proses penyembuhan.
Agama dan Pembentukan Karakter Generasi Alfa di Era Postdigital Sakoan, Siskawaty
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.201

Abstract

Generation Alfa is a demographic group that follows Generation Z, a generation (born 2010-onwards) growing up in an all-digital world and facing significant challenges in character formation. The phenomenon of gadget addiction and lack of social interaction in children raises concerns about hampering their emotional and spiritual development. Religion and the development of digital technology have an essential role in shaping the character of Generation Alfa. The digital era has significantly impacted how Generation Alfa understands values, ethics, and social interactions. As a moral and ethical filter, religion also influences this generation's character formation. This article aims to explain the role of religion in shaping the character of alpha-generation children to control digital addiction and strengthen their social-emotional intelligence. This research uses qualitative methods and a literature review approach. Where researchers collect data and information regarding character formation in the postdigital era in early childhood, sourced from various research journals, both national and international, magazines, various supporting books, and newspapers. This research shows that religious education plays a vital role in shaping the children's character of the digital generation by instilling empathy, caring, and responsibility as wise, intelligent, and ethical digital filters. Abstrak Generasi Alfa adalah kelompok demografi yang mengikuti generasi Z, generasi yang (lahir 2010-seterusnya) tumbuh besar dalam dunia serba digital dan menghadapi tantangan besar dalam pembentukan karakter. Fenomena kecanduan gadget dan kurangnya interaksi sosial pada anak menimbulkan kekhawatiran akan terhambatnya perkembangan emosi dan spiritual mereka. Agama dan perkembangan teknologi digital memiliki peran penting dalam membentuk karakter Generasi Alfa. Era digital membawa dampak signifikan terhadap cara Generasi Alfa memahami nilai, etika, dan interaksi sosial. Agama, sebagai filter moral dan etika, turut memengaruhi pembentukan karakter generasi ini. Tulisan ini bertujuan menguraikan peran agama dalam dalam membentuk karakter anak generasi alpha untuk mengendalikan kecanduan digital dan menguatkan kecerdasan sosial-emosi mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan literature review. Dimana peneliti melakukan pengumpulan data dan informasi mengenai pembentukan karakter di era postdigital pada anak usia dini yang bersumber dari berbagai jurnal penelitian baik nasional maupun internasional, majalah, berbagai buku penunjang maupun surat kabar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan agama berperan penting membentuk karakter anak generasi digital melalui penanaman nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai filter digital yang bijak, cerdas, dan beretika.
Pendidikan Kristiani Sebagai Core Value Dalam Pembentukan Karakter Remaja Generasi Z Nainggolan, Tio Nursarida
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.200

Abstract

With its uniqueness, Generation Z often presents a challenge for parents in assisting them. Generation Z is in a transitional period, and the digital context of abundant information and communication media often carries them away with negative currents. Therefore, Christian education is needed to direct Generation Z to Christian values. And Generation Z teenagers have a positive character, forming a solid character; adolescents can distinguish between good and bad actions, enabling them to make the right decisions in every situation, especially His character, just like the example of Christ. This paper uses a qualitative approach to studying relevant literature. The results of this study are: provide solutions so that Generation Z teenagers are strong in facing worldly challenges and their faith does not waver, have a strong understanding of the values of Christian education, understand the concept of character building of Generation Z teenagers and PAK as a Core Value in shaping the character of Generation Z teenagers. The recommendation of this paper is the attitude of parents and Christian educators in schools in assisting Generation Z. Abstrak Generasi Z dengan keunikannya sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua dalam mendampingi mereka. Generasi Z dalam masa transisi dan konteks digital yang berlimpah media informasi dan komunikasi seringkali membuat mereka terbawa arus negatif. Oleh sebab itu dibutuhkan peran pendidikan kristiani yang dapat mengarahkan generasi Z ke nilai-nilai kristiani dan anak remaja generasi Z memiliki karakter yang positif, membentuk karakter yang kuat, remaja akan memiliki kemampuan untuk membedakan antara tindakan yang baik dan buruk, memungkinkannya untuk membuat keputusan yang tepat dalam setiap situasi dan terlebih karakterNya sama seperti teladan Kristus. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang relevan. Hasil dari penelitian ini yaitu: memberikan solusi agar remaja generasi Z kuat menghadapi tantangan duniawi serta iman percaya mereka tidak goyah, memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai pendidikan kristen, memhami konsep pembentukan karakter remaja generasi Z dan PAK sebagai Core Value Dalam membentuk karakter anak remaja Generasi Z. rekomendasi tulisan ini ialah sikap orang tua dan pendidik kristen di sekolah dalam mendampingi generasi Z.

Page 1 of 1 | Total Record : 10