cover
Contact Name
Warseto Freddy Sihombing
Contact Email
asafremel@gmail.com
Phone
+62813-6174-2074
Journal Mail Official
asafremel@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bunga Malem VI/ Jalan Jamin Ginting Km 13 Kelurahan Laucih Kecamatan Medan Tuntungan 20141
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kerugma
ISSN : 27147592     EISSN : 27147592     DOI : -
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristien merupakan wadah publikasi hasil penelitian para dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Tehologia Injili Indonesia, Medan, dan STT lain di seluruh nusantara. KERUGMA diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Medan, dengan Focus dan Scope penelitian pada bidang: 1. Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Pastoral 4. Pendidikan Agama Kristen
Articles 81 Documents
Pengaruh Perencanaan Anggaran dan Komitmen Pegawai di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Damanik, Jonsen E
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v6i1.144

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena penyerapan anggaran yang tidak merata dan menumpuk di akhir tahun. Terlambatnya serta tidak proporsionalnya penyerapan anggaran belanja menjadi suatu fenomena yang masih menjadi persoalan bagi instansi pemerintah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui : 1) Pengaruh perencanaan anggaran terhadap penyerapan anggaran Triwulan, Semester dan Tahunan di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, 2)Pengaruh komitmen pegawai terhadap penyerapan anggaran Triwulan, Semester dan Tahunan di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, 3)Pengaruh perencanaan anggaran dan komitmen pegawai terhadap penyerapan anggaran Triwulan, Semester dan Tahunan di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Responden penelitian adalah Dosen dan Pegawai yang memiliki tugas tambahan sebagai pejabat fungsional pada Institut Agama Kristen Negeri Tarutung sebanyak 40 responden. Penelitian ini menggunakan data primer. Alat analisa yang dipakai adalah SEM–PLS. Uji Coba instrumen penelitian dilakukan kepada Tenaga Kependidikan/Pegawai dengan status ASN Sebanyak 30 Orang. Hasil penelitian menunjukkan uji hipotesa X1 terhadap Y diperoleh nilai t hitung > dari t tabel = 2,100 > 1,96 dan P-Values sebesar 0,012 < 0,05 sehingga H01 ditolak dan ha1 yang berarti  perencanaan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Uji hipotesa X2 terhadap Y diperoleh nilai t hitung > dari t tabel = 3,141 > 1,96 dan P-Values sebesar 0,022 < 0,05 sehingga H02 ditolak dan Ha2 yang berarti komitmen pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Uji hipotesa X1X2 terhadap Y diperoleh nilai f hitung > dari f tabel = 3,651 > f tabel sebesar 3.24 dan P-Values  0,001 < 0,05 sehingga H03 ditolak dan Ha3 yang berarti perencanaan anggaran dan komitmen pegawai secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Diketahui nilai R-Square dari Penyerapan Anggaran (Y) adalah 0,724, yang berarti Perencanaan Anggaran (X1) dan Komitmen Pegawai (X2) mampu menjelaskan atau mempengaruhi Penyerapan Anggaran (Y) sebesar 72,4%.
Kristologi Yohanes: Suatu Perlawanan Terhadap Kristologi Docetisme Panggabean, Lenny Susi R.
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v6i1.145

Abstract

Salah satu isu yang sampai hari ini selalu masih hangat diperdebatkan adalah mengenai “ke-Manusiaan dan ke-Ilahian Yesus”.  Ada yang mengakui ke-Ilahian Yesus, tetapi menyangkal ke-ManusiaanNya; ada yang menerima ke-ManusiaanNya tetapi menolak ke-IlahianNya; ada yang menerima keduanya yaitu ke-Ilahian dan ke-Manusiaan Yesus, tetapi menyatakan kedua sifat itu bercampur menjadi satu atau menyatakan Yesus setengah Manusia dan setengan Allah.Salah satu bidat yang sangat terkenal yang muncul pada abad pertama dan kedua adalah Gnostisisme yang sangat membahayakan Gereja pada saat itu.  Khususnya Gereja pada waktu pelayanan Yohanes, kira-kira 70 tahun setelah Yesus disalib. Bidat yang dilawan oleh Yohanes ini secara spesifik dikenal dengan nama Docetisme/Doketisme. Aliran ini adalah salah satu aliran yang paling menentang ke-Manusiaan Yesus. Docetisme berasal dari bahasa Yunani dokein yang berarti menyerupakan. Jadi  Docetisme adalah suatu pandangan yang tidak menerima kemanusiaan Yesus. Docetisme mengajarkan bahwa Yesus adalah sosok Ilahi yang hanya seolah-olah menjadi manusia.Doktrin mengenai Kristus mencakup suatu penelitian tentang pribadiNya dan juga karyaNya dengan mempergunakan literature buku-buku dan Alkitab sebagai sumber yang paling tepat dan benar. Maka,  melalui tulisan ini penulis membuktikan bahwa Kristologi Doketis adalah sesat/bidat, dan kebenaran Kristologi Yohanes lah yang benar,
ETIKA KRISTEN DAN KAITANNYA DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER KRISTIANI Purba, Vivi May Christi; Sibuea, Hesty Martini; Imeldawati, Tiur; Nainggolan, Regina BM
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v6i1.147

Abstract

This research aims to explain Christian ethics and its relationship to the formation of Christian character. What should be done to form Christian character in the current generation of young Christians as successors to the future of the church and the future of the nation? What things can be done as an effort to form Christian character as taught in the Bible? This research was carried out using qualitative methods and is useful for Christian educators who are involved in Christian ministry. Apart from educators, this research is also useful for Christian pupils and students who continue to study and strive to have Christian character as taught by Jesus.Key words: ethics, generation, Christian character
Pengaruh Pelatihan dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Naibaho, Nelliana
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v6i1.148

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja pegawai yang masih rendah di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, yang berdampak pada kurangnya kinerja organisasi dan kesulitan mencapai tujuan organisasi dengan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) pengaruh pelatihan pada kinerja pegawai di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, 2) pengaruh kepuasan kerja pada kinerja pegawai di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, 3) pengaruh simultan pelatihan dan kepuasan kerja pada kinerja pegawai di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dan melibatkan responden, yaitu Pegawai Aparatur Sipil Negeri di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung yang telah mengikuti pelatihan, dengan jumlah responden sebanyak 45. Penelitian ini menggunakan data primer dan menggunakan alat analisis SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hipotesis X1 terhadap Y menghasilkan t hitung yang lebih besar daripada nilai t tabel, yaitu 2,302 > 1,96, dan P-Values = 0,022 < 0,05. Oleh karena itu, H01 ditolak, dan Ha1 yang menyatakan bahwa pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung diterima. Demikian pula, uji hipotesis X2 terhadap Y menghasilkan t hitung yang lebih besar daripada nilai t tabel, yaitu 2,514 > 1,96, dan P-Values = 0,012 < 0,05. Sehingga, H02 ditolak, dan Ha2 yang mengindikasikan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung diterima.Kemudian, uji hipotesis X1X2 terhadap Y menghasilkan nilai f hitung yang lebih besar daripada nilai f tabel, yaitu 13,113 > 3.21, dan P-Values = 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, H03 ditolak, dan Ha3 yang menyiratkan bahwa pelatihan dan kepuasan kerja secara simultan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung diterima.
Parousia dalam Eskatologi Paulus: Analisis Teologis Surat-surat Paulus Lumban Raja, Bonar; Munthe, Amos Putra Gara
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v6i1.150

Abstract

Abstract:Parousia in Paul’s eschatology was a crucial issue. It was even the interesting issue in early Chistianity. What is Paul’s concept of Parousia? And how do we know on that issue? The article tries to figure out the consept of Paul’s parousaia in his eschatology by focusing on his letters to Thessalonian and Corinthian churches. This article mainly Explores the aspect his Parosusia such as salvation, resurrection, and judment. Keywords: Parousia, Eschatology, Salvation, Resurrection, Judgment. AbstraksiParouisa dalam Eskatologi Paulus merupakan isu krusial. Isu ini bahkan isu menarik dalam Kekristenan awal. Apakah konsep parosuia Paulus? Dan bagaiman kita dapat mengetahui isu tersebut? Artikel ini berupaya menguraikan konsep praousia Paulus dalam pemikiran eskatologinya, dengan berfokus pada surat-surat Paulus secara khusus kepada jemaat di Tesalonika dan Korintus. Tulisan ini mengeksposisi aspek yang terkait yaitu keterkaitan Parosuia dengan keselamatan, kebangkitan dan penghakiman. Kata Kunci: Parousia, Eskatologi, Keselamatan, Kebangkitan, dan Penghakiman
The Davidic Covenant and Messianic Hope: Exploring Divine Faithfulness in 2 Samuel 7:12-16 and Psalm 89:30-37 Laoly, Nepho
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v6i2.160

Abstract

Artikel ini mengkaji eksplorasi teologis dan eksegetis mengenai Perjanjian Daud sebagaimana dipaparkan dalam 2 Samuel 7:12-16 dan Mazmur 89:30-37. Perjanjian Daud menandai momen penting dalam Alkitab Ibrani, di mana Allah menjanjikan kerajaan kekal melalui garis keturunan Daud. Studi ini menyoroti bagaimana perjanjian ini mengubah konsep kerajaan di Israel dari institusi temporal menjadi peran ilahi dengan implikasi eskatologis. Dengan menganalisis istilah Ibrani kunci seperti kisse (takhta) dan zera (keturunan), tulisan ini memeriksa sifat kekal dari janji Allah dan harapan mesianik yang berakar pada garis keturunan Daud. Sifat tanpa syarat dari perjanjian ini mengungkapkan kasih setia (chesed) Allah dan kedaulatan-Nya yang melampaui kegagalan manusia. Selain itu, hubungan antara kasih karunia ilahi dan tanggung jawab manusia dikaji, memberikan wawasan mendalam tentang interaksi antara inisiatif ilahi dan kewajiban moral keturunan Daud. Studi ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang kesetiaan ilahi dalam Alkitab Ibrani, membentuk ekspektasi teologis Israel akan kedatangan seorang mesias yang akan menegakkan kerajaan kebenaran dan keadilan.
Rekulturisasi Empat Titik Forma dan Meaning pada Epistemik Suku Murba di Indonesia: Sebuah Pendekatan bagi Misi Kontekstual Belay, Yosep
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v6i2.162

Abstract

Upaya manusia memahami realitas dirinya, lingkungan dan Yang Ilahi menghadirkan semacam wawasan dunia sebagai panduan hidup. Usaha-usaha ini sudah hadir dalam pola kehidupan masyarakat primal melalui berbagai sumber yang dipercaya mampu memberikan tuntunan bagi dirinya. Secara khusus di Indonesia, pola pengetahuan masyarakat primal memiliki ciri yang hampir sama dimana bentuk pengetahuan mula-mula yang diklaim tersebut kemudian diwariskan dalam berbagai bentuk kepada komunitas suku sebagai panduan hidup. Tulisan ini bertujuan menganalisis pola pengetahuan masyarakat primal di Indonesia kemudian berusaha mengkonstruksikan pendekatan teologi dan misi kontekstual melalui pola pendekatan kritik rekulturisasi empat titik forma dan meaning untuk menemukan signifikansi yang dapat digunakan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan studi komparasi. Adapun hasil yang ditemukan pada bagian titik temu dijumpai beberapa bagian dalam konten kultur yang dapat digunakan sebagai instrumen misi dan teologi kontekstual. Beberapa lainnya yang tidak memungkinkan untuk diakomodasikan, perlu dilakukan rekulturisasi pada forma dan meaning dengan tetap mempertahankan karakter dari kultur lokalnya. Kata Kunci: Konsep Pengetahuan, Suku Murba Indonesia, Teologi dan Misi Kontekstual.
Janganlah Padamkan Roh: Studi Eksegesis terhadap 1 Tesalonika 5:19 Simamora, Freddy
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v6i2.172

Abstract

This article aims to find out the original meaning of “ Do not quench the Spirit” (1 Thessalonians 5:19). The research applies the descriptive method by elaborating any literatures regarding this topic which could contribute the exegesis task. This research find out the result that the issue was interpreted in any different ways. “Do not quench the Sprit” must be viewed in the context of 1 Thessalonians 5:19-22. The main purpose of the advice is to help Thessalonian church to be not avoiding the manifestation of the spiritual gift such as mocking any prophecies, intead to to test them. By doing the test of any spritual gifts, the reader of Thessalonians could hold the good things, avoiding the wicked and persevering the the kindness. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan maksud asli dari teks 1 Tesalonika 5:19, “Janganlah memadamkan Roh.” Penelitian ini memakai metode deskriptif, artinya data-data dikumpulkan sebagai fakta-fakta yang benar dari sumber-sumber literatur yang dapat memberikan kontribusi dalam studi eksegesis atas teks yang diteliti. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa ayat ini telah ditafsirkan secara beragam dalam sejarah umat percaya. Sikap dan tindakan “memadamkan Roh” harus dilihat dalam bingkai teks 1 Tesalonika 5:19-22. Maksud dari nasihat adalah agar jemaat Tesalonika tidak menghalangi manifestasi dan karunia-karunia Roh yaitu penolakan dengan sikap menghina akan nubuat-nubuat. Namun, setiap karunia-karunia Roh itu harus diuji karena sangat rentan untuk dipalsukan. Pengujian di sini akan menuntun pembaca surat Tesalonika agar memegang yang baik, menjauhkan diri dari segala bentuk kejahatan, dan giat melakukan hal-hal yang baik.
Studi Intertextuality (Kejadian 22:18 dan Galatia 3:8 Tentang Iman) Tarigan, Ertina
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v6i2.180

Abstract

Alkitab firman Allah yang hidup sebagai wahyu Tuhan kepada Abraham dab Israel, disebarkan kepada bangsa-bangsa mendengar janji yang Tuhan turunkan kepada bangsa Israel. Nenek moyang bangsa Israel, Abraham, disebut sebagai bapak orang percaya dan kisah hidupnya menjadi landasan awal pemberitaan firman Tuhan hingga perkembangannya di Galatia kata tersebut masih terus menjadi tokoh Abraham perantara kepada orang-orang Galatia. Sebagai penegasan Paulus kepada jemaat Galatia dalam surat Paulus kepada jemaah Galatia 3:8. Paulus jelas menunjukkan konteks argumentasinya orang-orang Galatia berdasarkan sejarah dalam konteks Kejadian 22:18 ditujukan kepada jemaat Galatia, tenang “dibenarkan oleh Allah karena kasih karunia-Nya dan ketaatan Abraham” disebut bapa orang percaya, dan kaum keturunanya. Abraham adalah bapa bagi bangsa-bangsa akan menerima janji-janji Allah, “Abraham” mempunyai perananan penting dalam sejarah, penemuan makna konteks pentateukh surat Galatia. 3:8 berdasarkan penegasan Intertextuality dalam konteks makna yang terkandung dalam surat Paulus kepada orang Yahudi dan bangsa lain berdasarkan ketentuan sejarah nenek moyang orang percaya, dituangkan melalui nenek moyang orang Yahudi. Mengetahui tokoh penting pada konteks kitab Perjanjian Lama, maka surat Paulus kepada jemaat di Galatia secara sistematis menjelaskan pandangan Paulus dalam melaksanakan ketaatan Abraham (Gal. 3:8) adalah sikap seseorang yang beriman kepada Tuhan, dan dibenarkan oleh iman kepada Tuhan. Paulus berpandangan tentang kehidupan Abraham konteks Kejadian 22:18, Abraham disebut bapaorang percaya menjadi keselamatan, menurut ketaatan ditunjukkan kepada pribadi yang benar, yaitu orang yang taat kepada Tuhan saat harus menghadapi tantangan sulit sekalipun, Abraham menuruti kehendak Tuhan dalam hidupnya bersama Tuhan, ujian yang lebih sulit dijelaskan dalam Kejadian 22 sebelum ayat 18 telah terlewati, disaat memerintahkan Abraham untuk mengambil Ishak, putra satu-satunya dikasihinya untuk mengorbankan Ishak, sebagai korban bakaran, konteks menunjukkan kesetian Abraham teruji ketika Ishak anaknya yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham dengan penantian panjang, namun dijanjikan seperti bintang di langit banyaknya.
Mesianik Markus: Analisis Naratif terhadap Pelayanan dan Kesengsaraan Yesus Lumban Raja, Bonar; Br Sinaga, Daniela Anggina
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v6i2.169

Abstract

Abstract: The Messianic concept of Jesus is a debatable issue. Some New Testament scholars have discussed on Messianic Mark in different perspectives. One of the classic thoughts was the Messianic secrect by Wrede. This article proposes a natrative approach on Jesus’s ministry and His death to view the Mesianic Mark. By using the narrative genre approach this article focuses on analising the teaching of Jesus, His miracle ministry and His suffering-death. Key words: Messianic, Ministry, Teaching, Miracle, Suffering, Death Abstrak: Konsep Mesianik Yesus adalah isu yang terus diperdebatkan. Beberapa sarjana Perjanjian Baru telah mendiskusikan Mesianik dalam Injil Markus dengan beragam perspektif. Salah satu pemikiran yang klasik yaitu mengenai Messianic secrect oleh Wrede. Artikel ini mengusulkan pendekatan naratif terhadap pelayanan dan kesengsaraan-kematian Yesus untuk melihat isu Mesias dalam Markus. Dengan menerapkan genre narasi, artikel ini fokus menganalisis pengajaran, mujizat dan kesengsaraan-kematian Yesus. Kata kunci: Mesianik, Pelayanan, Pengajaran, Mujizat, Kesengsaraan, Kematian