cover
Contact Name
YOHANES BARE
Contact Email
bareyohanes@gmail.com
Phone
+6281353570849
Journal Mail Official
spizaetus.bio@gmail.com
Editorial Address
JL. KESEHATAN, NO 03, KELURAHAN BERU, KECAMATAN ALOK TIMUR, KABUPATEN SIKKA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 86111
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : 2716151X     EISSN : 2722869X     DOI : http://dx.doi.org/10.55241/spibio
Jurnal ini fokus pada bidang kajian biologi sains dan pendidikan biologi. Kami menerima artikel berupa hasil penelitian maupun kajian pustaka yang original dan belum pernah dipublikasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 392 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik SMP Kelas VIII Yosefina Sizi; Yohanes Bare; Rofinus Galis
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 1 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i1.30

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick terhadap keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik materi system gerak manusia kelas VIII SMP. Kajian penelitian yang diadaptasi adalah Quasi Eksperimen dengan rencangan Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, kelas VIII D yang berjumlah 30 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E berjumlah 30 orang sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi keaktifan peserta didik dan tes hasil belajar berupa tes pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan presentase keaktifan peserta didik pada kelas eksperimen yaitu 83,38 dengan kriteria tinggi dan pada kelas kontrol yaitu 65,59 dengan kriteria sedang. Analisis data kedua kelompok menggunakan uji–t, memperoleh hasil 0,001
Keanekaragaman Arthropoda Musuh Alami Hama Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) Pada Perkebunan Polikultir Di Desa Hokeng Jaya Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur Maria Mardiana Nona Wangge; Oktavius Yoseph Tuta Mago
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 1 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i1.32

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh produktivitas tanaman kakao (Theobromacacao  L.)  yang rendah, akibat hama dan penyakit yang menyerang tanaman kakao (Theobroma cacao  L.) Penelitian bertujuan untuk menghitung indeks kelimpahan, menganalisis indeks keanekaragaman, menentukan indeks kemerataan, dan mengetahui indeks dominansi arthropoda yang berpotensi sebagai musuh alami hama tanaman kakao (Theobroma cacao  L.) di Desa Hokeng Jaya Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur. Metode sampling dengan cara menelusuri wilayah gugus sampling menggunakan transek garis pada dua stasiun dan setiap stasiun ditarik 5 transek. Sampel dikumpulkan menggunakan teknik perangkap jebak dan teknik koleksi langsung. Data yang dianalisis berupa data kualitatif yaitu jenis arthropoda dan data kuantitatif yaitu indeks kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, indeks dominansi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 14 spesies arthropoda Delapan (8) spesies yang ditemukan termasuk dalam kelompok arthropoda yang berpotensi sebagai musuh alami. Arthropoda yang berpotensi sebagai musuh alami hama tanaman kakao (Theobroma cacao L.) yaitu, semut rangrang (Oechopylla smaradigma), semut hitam (Dolichoderus thoracicus), semut merah (Solenopsis), laba-laba serigala (Aranea sp.), laba-laba penenun sutra (Nephila pilipes), capung (Anax junius), jangkrik (Gryllodea), kelabang (Scolopendra gigantae). Semut rangrang (Oechopylla smaradigma) memiliki populasi tertinggi yaitu dengan indeks kelimpahan 25,766%. Sedangkan laba-laba penenun sutra (Nephila pilipes) memiliki indeks kelimpahan terendah 0,365%.Indeks keanekaragaman pada stasiun I memiliki nilai indeks 2,103 dan stasiun II dengan nilai indeks 2,063 menunjukan indeks keanekaragaman sedang. Indeks kemerataan pada stasiun I memiliki nilai indeks 0,796 dan stasiun II dengan nilai indeks 0,781 menunjukan indeks kemerataan stabil. Indeks dominansi pada stasiun I memiliki nilai indeks 0,164 dan pada stasiun II dengan nilai indeks 0,172 menunjukan indeks dominansi rendah. Kata Kunci  : Arthropoda; Hokeng Jaya; Kakao; Musuh Alami
Pemanfaatan Daun Bambu (Bambusa sp) dan Daun Kakao (Theobroma cacao L.) Sebagai Mulsa Alami Untuk Mendukung Pertumbuhan dan Produktivitas Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Di Desa Nitakloang Kecamatan Nita Klotilda Yunita Marlin; Oktavius Yoseph Tuta Mago; Sukarman Hadi Jaya Putra
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 2 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i2.34

Abstract

Mulsa merupakan bahan yang dihamparkan di atas permukaan tanah untuk menjaga kandungan air di dalam tanah, melembabkan tanah, menahan atau mengurangi hempasan air hujan dan menekan evaporasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemanfaatan ketersediaan daun bambu (Bambusa sp.) dan daun kakao (Theobroma cacao L.) sebagai mulsa alami untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas sawi hijau (Brassica juncea L.). Penelitian di laksanakan di desa Nitakloang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap siap panen pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2020. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga di peroleh 35 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah mulsa B0:K0, B0:K100, B25:K75, B50:K50, B75:K25, B100:K0 dan MPHP. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman dan bobot bersih tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan taraf 5% (α = 0,05) yang dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil penelitian menujukkan bahwa mulsa alami daun bambu dan daun kakao berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.), dan tidak berpengaruh pada parameter jumlah daun, bobot basah dan bobot bersih tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Hasil terbaik dari penelitian ini diperoleh dari perlakuan P5 dengan jenis dan taraf mulsa B100:K0. Kata kunci : Sawi hijau, Mulsa daun bambu dan daun kakao, Pertumbuhan, Produktivitas
Pengembangan LKPD Dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Maumere. Fransiska Aurelia Yusvin; Yohanes Nong Bunga
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 3 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i3.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan pedekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi struktur jaringan tumbuhan yang dikembangkan, mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan LKPD hasil pengembangan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4-D. Prosedur yang diadaptasi meliputi 4 tahap: (1) Define, (2) Design, (3) Develop, dan (4) Disseminate. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kelayakan LKPD dilihat dari hasil penilaian validator, yaitu memperoleh nilai 192 yang temasuk dalam kategori sangat baik. Kemampuan berpikir kritis peserta didik yaitu sebesar 70 % dengan kategori cukup kritis, berdasarkan skor pretest-postest diperoleh gain score sebesar 0,6yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil belajar peserta didik meningkat sebesar 66 % dari kategori sangat kurang menjadi baik. Oleh karena itu lembar kerja peserta didik pada materi struktur jaringan tumbuhan layak untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah.Kata Kunci: Berpikir Kritis, CTL, Hasil Belajar, Lembar Kerja Peserta Didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Jigsaw Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA N 2 Maumere Lusia Katarina Nona Ertin; Yohanes Nong Bunga; Rofinus Galis
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 3 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i3.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Jigsaw Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA N 2 Maumere. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa. Hasil observasi di SMA Negeri 2 Maumere diperoleh bahwa sebagian siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design dengan bentuk desain berupa Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi pada penelitian ini, yaitu siswa kelas X SMA Negeri 2 Maumere tahun pelajaran 2020/2021. Sampel dalam penelitian ini, yaitu siswa kelas X IPA1 dan kelas X IPA2 SMA Negeri 2 Maumere. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata persentase keaktifan siswa sebesar 78,55%. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan siswa dengan rata-rata persentase keaktifan sebesar 73,55%. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dengan nilai rata-rata Posttest sebesar 74,80%. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dengan nilai rata-rata Posttest sebesar 65,96%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan Jigsaw berpengaruh secara signifikan terhadap keaktifan dan hasil belajar kognitif siswa pada materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA N 2 Maumere.Kata Kunci: Hasil Belajar Kognitif; Jigsaw; Keaktifan; Numbered Head Together
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA Pada Materi Sistem Gerak SMAS St. Petrus Kewapante. Aprianus Pani Pili; Sukarman Hadi Jaya Putra
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 2 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i2.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelalajan kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas satu siklus dengan dua kali pertemuan. Data berupa hasil tes dan observasi akan dianalisis untuk mengetahui tingkat kesuksesan peserta didik Nilai hasil pretes yang diberikan, memperoleh rata-rata 52,25, sedangkan nilai posttes yang diberikan pada akhir pertemuan kedua memperoleh rat-rata 90,5. Nilai keaktifan peserta didik dilihat dari data hasil observasi yang diamati pada saat pelajaran yakni pada pertemuan pertama dengan pertemuan kedua. Dari hasil pengamatan peneliti pada pertemuan pertama memperoleh nilai rata-rata 62,6, pada pertemuan kedua meningkat menjadi 86,65. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMAS St. Petrus Kewapante.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Materi Ekologi Kelas X di SMAS Katolik St. Gabriel Maumere Elfrida Peni Beribe; Rofinus Galis; Yohanes Boli Tematan
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 1 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i1.40

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan Model Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa pada Materi Ekologi kelas X di SMAS Katolik St. Gabriel Maumere. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode kualitatif yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refeleksi. Sampel dalam penelitian ini adalah 27 orang pada kelas X IPS 2. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data berupa Observasi, Tes Hasil Belajar dan Dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi untuk mengukur aktivitas siswa dan tes hasil belajar kognitif siswa berupa pre-test dan post-test. Hasil Belajar Kognitif Siswa setelah menerapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) lebih tinggi dari hasil belajar kognitif siswa sebelum menerapkan model pembelajaran Think Pair Share. Data tes hasil belajar kognitif siswa menunjukan rata-rata nilai Posttest sebesar 87,03 sedangkan nilai Pretest sebesar 48,88. Hasil analisis data Observasi aktivitas siswa menunjukan bahwa nilai rata-rata sebesar 3,48 dan hasil tersebut tergolong sangat aktif. Kondisi ini memberikan informasi bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa pada materi Ekologi kelas X di SMAS Katolik St. Gabriel Maumere. Kata Kunci : Aktivitas; Hasil Belajar Kognitif; Think Pair Share
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Class-Wide Peer Tutoring Dilihat Dari Aktivitas dan Hasil Belajar Kognitif Pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas X di Sma Swasta Katolik St. John Paul II Maumere Monalita Krisyanti Bang; Yohanes Boli Tematan; Yohanes Nong Bunga
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 3 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i3.42

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Class-Wide Peer Tutoring dilihat dari aktivitas dan hasil belajar kognitif pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas X SMAS Katolik St. John Paul II Maumere. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel ditentukan menggunakan teknik Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA2 sebagai kelas eksperimen dan X IPA1¬ sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengukur aktifitas dan tes hasil belajar siswa dalam bentuk soal pilihan ganda. Instrument ini telah dilakukan pengujian validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda soal. Hasil analisis data observasi aktifitas belajar siswa menunjukan bahwa rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 3,45 sedangkan kelas kontrol sebesar 2,26. Hasil uji t menunjukan bahwa 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Class-Peer Tutoring efektif dalam meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas X SMAS Katolik St. John Paul II Maumere.Kata Kunci: Aktifitas; Hasil Belajar; Model Pembelajaran Class-Wide Peer Tutoring
PENGARUH PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI IPA DI SMA ST. GABRIEL MAUMERE Maria Patrisia Ivonie Babang
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 1 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i1.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan keterampilan proses terhadap keterampilan proses sains siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain non equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa SMA St. Gabriel Maumere kelas XI IPA berjumlah 57 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random samplling. Sampel penelitian masing-masing berjumlah 19 orang untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa tes dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Ancova dan Mancova. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan pendekatan keterampilan proses sains terhadap keterampilan proses sains.
Etnobotani Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum Annum L.) Di Desa Waiwuring, Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur Nurul Imaniyah Ahmad; Yohanes Nong Bunga; Yohanes Bare
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 2 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i2.46

Abstract

Cabai merah keriting (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan. Selain pemanfaatan sebagai zat adiktif dalam pengobatan tradisional cabai merah keriting (Capsicum annum L.), juga digunakan untuk pengobatan batuk, sakit gigi, radang tenggorokan, parasite, rematik, dan juga digunakan sebagai antiseptik, kontrairitasi, nafsumakan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengetahuan masyarakat terhadap etnobotani tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum L.) di Desa Waiwuring, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur. Metode Yang digunakan adalah metode wawancara pengetahuan tradisional masyarakat desa Waiwuring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabai merah keriting (Capsicum annum L.) dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Beberapa cara pengolahan sebagai obat diantaranya diambil beberapa helai daun cabai merah keriting, dicuci, dihaluskan dan kemudian ditempelkan pada bagian yang terkena bisul. Sedangkan untuk pengobatan sakit gigi dengan cara diambil biji cabai merah keriting, kemudian dibakar, lalu di uapkan menggunakan bambu yang berukuran sangat kecil. Setelah itu, asap cabai yang berada di dalam bambu di tiup dan di saring menggunakankapas, kemudian dari kapas tersebut di simpan dibagian gigi yang sakit (berlubang).