cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 285 Documents
PENGGUNAAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG Yuyun Yuniar Agustini
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.248 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1526

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model Picture and Picture dapat meningkatkan kemampuan siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan  tes hasil belajar. Hasil enelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Picture and Picture terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang melampaui KKM dibandingkan dengan pra tindakan.Proses pembelajaran pada siklus I  pertemuan ke-2 meningkat sebesar 22% menjadi 68% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 14% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.Hasil belajar dan kemampuan siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung  pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 51% meningkat sebesar 25% menjadi 76% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar  6% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 5% meningkat sebesar 58% menjadi 63% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula perentase ketuntasan klasikal  pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 10% menjadi 75% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.Pada  mumnya siswa merespon dengan baik penggunaan model Picture and Picture. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 50% meningkat sebesar 15% menjadi 65% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula aktivitas siswa pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar  6% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) METODE INQUIRI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Ciamis) Ilah Ilah
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.68 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.738

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan zaman yang mengharuskan siswa memiliki keterampilan berpikir kritis untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan berpikir kritis siswa tidak diperoleh begitu saja, akan tetapi siswa harus dilatih dan dibiasakan dengan pola-pola pembelajaran tertentu yang menuntut siswa untuk berpikir lebih dalam. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti bermaksud untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning (pbl) metode inquiri dengan keterampilan berpikir kritis siswa yang menggunakan metode ceramah. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan dan teknik tes.Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran problem based learning metode inquiri terdapat perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI TEKNIK CLUSTERING DENGAN MEDIA FOTO JURNALISTIK (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya) Lilis Lilis
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2991.644 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2972

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan diketahui bahwa kemampuan menulis puisi siswa kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya Somagede masih kurang. Kurangnya kemampuan siswa dalam menulis puisi disebabkan oleh tiga faktor yaitu faktor dari guru, siswa, dan lingkungan. Faktor dari guru yaitu kurangnya penggunaan teknik dan media yang bervariasi dalam pembelajaran menulis. Faktor dari siswa yaitu siswa merasa kesulitan untuk mengungkapkan ide-ide yang ada dalam pikiran mereka, kesulitan menemukan kata yang sesuai untuk dirangkai menjadi puisi, dan kesulitan untuk berimajinasi. Adapun faktor dari lingkungan yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah. Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini mengkaji dua masalah yaitu (1) bagaimanakah peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya setelah dilakukan pembelajaran melalui teknik clustering dengan media foto jurnalistik, dan (2) bagaimanakah perubahan perilaku siswa kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya dalam pembelajaran menulis puisi menggunakan teknik clustering dengan media foto jurnalistik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu siklus I, dan siklus II dengan subjek penelitian siswa kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes dan nontes. Data nontes diperoleh dari observasi, dan wawancara meliputi data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya melalui teknik clustering dengan media foto jurnalistik. Nilai rata-rata kelas pada siklus I 69,64 dengan kategori cukup baik. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 76,00 dengan peningkatan sebesar 6,36 % dan termasuk kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan kepada guru agar pembelajaran melalui teknik clustering dengan media foto jurnalistik dapat dijadikan alternatif bagi guru untuk mengajar materi lain. Bagi peneliti disarankan agar melakukan penelitian serupa tetapi dengan teknik pembelajaran yang lain
PENGGUNAAN TEKNIKKECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMBACA CEPAT DALAM MENYIMPULKAN SUATU TEKS (PTK DI KELAS VII-CSMP NEGERI 20 TASIKMALAYA) Yayat Sutaryat
Wahana Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v6i1.2027

Abstract

Berdasarkan data di lapangan, permasalahan yang muncul di kelas VII-CSMP Negeri 20 Tasikmalaya, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, guru mengalami kesulitan dalam meningkatkan kemampuan membaca cepat. Hal tersebut berdasarkan data yang diperoleh penulis dari guru kelas VII-CSMP Negeri 20 Tasikmalaya.Bahwa siswa kelas VII-CSMP Negeri 20 Tasikmalaya masih belum mampu menyimpulkan suatu teks dan memahami isi bacaan dengan cepat. Selain itu,guru pun menyadari bahwa dalam pelaksanaan pembelajaranBahasa Indonesia, guru belum pernah menggunakan metode dan teknik pembelajaran secara bervariasi. Teknik pembelajaran yang digunakan guru masih bersifat konvensional karena pembelajaran masih berpusat pada guru. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia dalam keterampilan membaca cepat. Sasaran utama yang diharapkan sebagai tujuan umum dari kegiatan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa membaca cepat melalui penggunaan teknik KEM di kelas VII-C SMP Negeri 20 Tasikmalaya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran Bahasa Indonesia melalui teknik KEM  berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam membaca cepat. Hal ini dapat terlihat dari hasil evaluasi yang diperoleh siswa pada siklus Idengan rata-rata sebesar 64 atau 64%, sedangkan pada siklus II sebesar 77,8 atau 77,8%.
THE USE OF DIGITAL STORY IN TEACHING WRITING NARRATIVE TEXT Lilies Youlia Friatin; Umi Jauharoh
Wahana Pendidikan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.351 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i1.382

Abstract

This study deals with investigating of the use of digital story in teaching writing narrative text. Furthermore, in conducting this study the researchers used qualitative research in which case study was employed to collect the data from participants in this research that was English teacher who used digital story in teaching writing narrative text. This study used purposive as a sampling technique. There were two instruments used by the researchers in conducting the study such as observation and interview. The results showed that teacher’s ways in teaching writing narrative text by using digital story were implemented as follows. Firstly, the teacher explained the material concerning the theme on that day, and then the teacher presented the example of narrative text by using digital story, after that the teacher instructed the students to work in group in order to make thenarrative text script and search images, audio, and background from internet that relevant with their topic of the story. The next activity, the teacherinstructed the students to sit with their group to make a digital story with the script and images, audio, and background that was students search. Finally, teacher instructed the students to present their digital story in front of the class and then asked the other group to comment the performance of group who perform in front of the class. In addition, digital story can be used to motivate students writing, improve presentation skill or academic performance in front of the class, and improve their understanding of teacher’s material. Besides, digital story let students own their creative work, taking the narrative process to them. The use of digital story in teaching writing narrative text also makes the students felt fun and not bored in the classroom. Based on the results of this study, the writer concludes that digital story is one of appropriate teaching media that can be used by the teachers. Keywords:Teaching writing, teaching media, digital story, digital storytelling,                       narrative text.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI BIANTARA (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IX-B SMP Negeri 19 Tasikmalaya) Neni Susyeni
Wahana Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v6i1.2051

Abstract

Tujuan penelitian ini dalah untuk melihat proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) dan untuk mengetahui peningkatkan pemahaman siswa pada materi Biantara menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan terdiri atas dua  siklus pembelajaran dengan langkah-langkah planning, actuating, observing, dan reflecting. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep berupa uraian dan lembar observasi. Tes pemahaman konsep dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep sesudahditerapkanmodel pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT). Lembar observasi digunakan untuk mengamati proses pembelajaran oleh guru dan aktivitas siswa. Proses belajar menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) pada siklus 1 terlaksana sebesar 81,33% termasuk kategori baik dan meningkat pada siklus 2 sebesar 91,33 % termasuk kategori baik sekali. Aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus 1 meningkat pada kemampuan bertanya sebesar 33 % kategori kurang, menjawab pertanyaan 66 % kategori baik, mengemukakan gagasan 66 % kategori baik dan mengungkapkan pengetahuan awal 50 % kategori cukup. Kemudian meningkat lagi pada siklus 2 dengan kemampuan bertanya sebesar 50% kategori cukup menjawab pertanyaan 83,3 % kategori sangat baik, mengemukakan gagasan 76,6 % kategori baik dan mengungkapkan pengetahuan awal 66 % kategori baik. Pemahaman siswa pada materi Biantara meningkat dari nilai rata-rata hasil tes pra siklus 71.50 menjadi 81,50 pada siklus 1 dan lebih meningkat pada siklus 2 menjadi 88,25.Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi Biantara.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS TEKS BERBENTUK PROCEDURE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH (Penelitian Tindakan Kelas di KELAS IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya) Iis Ismayanti
Wahana Pendidikan Vol 5, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.638 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i4.1549

Abstract

Penguasan  materi pelajaran Bahasa Inggris dalam jenjang SMP meliputi empat keterampilan berbahasa, yaitu: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Semua itu didukung oleh unsur-unsur bahasa lainnya, yaitu: kosa tata, tata bahasa dan pronunciation sesuai dengan tema sebagai alat pencapai tujuan. Dari ke empat keterampilan berbahasa di atas, writing (menulis)  merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang dirasa sering menjadi masalah bagi siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa tentang mengungkapkan makna dalam langkah retorika dalam essai pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk procedure pada semester 2 sebanyak 60% siswa masih berada di bawah KKM (kriteria ketuntasan minimal). Permasalahan tersebut sangat menarik perhatian penulis untuk mencoba memaparkan topik analisa terhadap kemampuan siswa menulis teks berbentuk posedur melalui model pembelajaran make a match.Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa untuk menyusun teks procedure, mengembangkan strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan, Siswa dapat melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan komunikasi dengan mengemukakan gagasan, pendapat dan perasaannya secara sederhana baik lisan maupun tertulis. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan observasi/ pengamatan dan pemberian test performance siswa dengan bentuk test tulis. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, hasil pengamatan mengindikasikan bahwa 29 dari 41 siswa (70,73%) terlihat aktif dalam proses pembelajaran. Nilai siswa hasil dari evaluasi test tulis hanya 1 orang siswa (0,22%) saja yang masih belum mencapai KKM (kriteria ketuntasan minimal). Nilai post test siswa berupa evaluasi individu melalui Lembar Kerja Siswa menunjukan Sebanyak 3 siswa (0,07%) mendapat nilai C ‘good’, 17 siswa (0,41%) mendapat nilai D ‘fair’, 20 siswa (0,49%) mendapat nilai E ‘poor’. Akhirnya penulis menyimpulkan berdasarkan penjelasan pada pembahasan diatas bahwa tujuan penelitian yang telah dilaksanakan mengalami keberhasilan. Dengan kata lain, impelmentasi tindakan pembelajaran melalui model pembelajaran make a match dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berbentuk prosedur dan meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED PROBLEMS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Agi Angkasa; Adun Rusyana; Euis Erlin
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.406 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1515

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menerapkan  model pembelajaran open ended problems. Objek penelitian adalah siswa kelas X MIPA SMAN 1 Rancah (n= 28). Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sample. Metode yang digunakan adalah  quasi experiment dengan teknik pengolahan data menggunakan uji Z (uji pengaruh) dan N-gain (untuk mengetahui kategori pengaruh). Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis tes tertulis dalam bentuk uraian (essay). Simpulan dalam penelitian ini adalah:  penerapan model pembelajaran open ended problems berpengaruh secara signifikan terhadapn peningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan kategori sedang (N-gain=0,65)
PERANAN KESATUAN AKSI MAHASISWA INDONESIA DAN KESATUAN AKSI PELAJAR INDONESIA DALAM PROSES PERALIHAN KEPEMIMPINAN NASIONAL TAHUN 1965-1968 Terra Erlina
Wahana Pendidikan Vol 7, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.845 KB) | DOI: 10.25157/wa.v7i1.3253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aksi mahasiswa indonesia dan kesatuan aksi pelajar indonesia dalam proses peralihan kepemimpinan nasional tahun 1965-1968. Perjuangan peranan aksi-aksi mahasiswa sebagai “pressure group” sangat besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian histori meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (1). Heuristik (2). Kritik, (3). interpretasi (4). Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supersemar dan gerakan aksi mahasiswa telah membawa kemenangan bagi Orde Baru melalui proses konstitusional terhadap penyelewengan ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya.Kata Kunci : Aksi Mahasiswa, Peralihan KepemimpinanABSTRACTThis study aims to explain the actions of Indonesian students and the unity of Indonesian student action in the process of transitioning the national leadership in 1965-1968. In the struggle the role of student actions as a "pressure group" is very large. The method used in this research is historical research including the following steps: (1). Heuristics (2). Criticism, (3). interpretation (4). Historiography. The results showed that Supersemar and the student action movement had brought victory for the New Order through a constitutional process of ideological, political, economic, social and cultural distortion.Keywords: Student Action, Leadership Transition
PENGGUNAAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LINGKARAN Toni Husni Taupik
Wahana Pendidikan Vol 5, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.104 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i4.1540

Abstract

         Dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika selama ini masih dilaksanakan secara konvensional seperti ekspositori atau ceramah sehingga anak cenderung pasif dan hanya menerima materi saja, anak kurang aktif dan tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga hasil yang dicapai kurang memuaskan. “Guru sering kecewa melihat hasil ulangan pada pembelajaran materi lingkaran dengan rata-rata nilai 64, karena Kriteria Ketuntasan Minimal Matematika di Kelas VIII-H SMP Negeri 20 Tasikmalaya sebesar 75”. Berdasarkan temuan di lapangan tersebut, ternyata selama ini pembelajaran Matematika kurang dapat mengaktifkan siswa dan kurang menantang, siswa hanya menerima informasi, siswa tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan tidak dilibatkan dalam menemukan sendiri dalam memahami materi lingkaran, hal ini dibuktikan dengan hasil belajar baik latihan di sekolah maupun di rumah umumnya. Salah satu faktor penyebab masalah di atas diantaranya guru belum menggunakan metode yang tepat, sehingga proses pembelajaran kurang efektif dan efisien, serta pengaruh karakteristik siswa. Tujuan penelitian secara umum yaitu untuk meningkatkan prestasi atau hasil pembelajaran Matematika dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran materi lingkaran di Kelas VIII-H SMP Negeri 20 Tasikmalaya rangpari melalui penggunaan metode Problem Based Learning (N= 38). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK),Simpulan yang diperoleh berdasarkan pembahasan hasil penelitian, adalah sebagai barikut: Hasil belajar siswa setelah menggunakan metode Problem Based Learning dalam pembelajaran Matematika tentang materi lingkaran melalui metode Problem Based Learning mengalami peningkatan, pada siklus I rata-rata nilai siswa sebesar 69,3, pada siklus II meningkat menjadi 74,3.

Page 2 of 29 | Total Record : 285