cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 285 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN TEKNIK LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU TALI RINTANGAN (PTK di kelas VIII-B SMP Negeri 14 Tasikmalaya) Dani Haryono
Wahana Pendidikan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.412 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i1.921

Abstract

Keterampilan lompat jauh merupakan salah satu cabang atletik yang harus diberikan kepada peserta didik kelas VIII SMP. Kemampuan faktor kognitif peserta didik dalam memahami teknik-teknik gerakan yang harus dilakukan dalam lompat jauh sangatlah memberikan konstribusi terhadap pencapaian hasil lompatan yang optimal. Keterampilan lompat jauh peserta didik kelas VIII-F SMP Negeri 14 Tasikmalaya sangat rendah, keadaan seperti ini sangat jauh dari harapan penulis selaku guru olahraga dengan melihat skor perolehan peserta lompat jauh pada Porseni yaitu 460 cm, hal tersebut membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Teknik Lompat Jauh Gaya Jongkok dengan Menggunakan Alat Bantu Tali Rintangan (PTK di kelas VIII-B SMP Negeri 14 Tasikmalaya)”. Berdasarkan fungsi pendidikan jasmani, untuk mencapai tujuan yang diharapkan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan  penyampaian pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan  karakteristik  siswa SMP.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  penelitian tindakan kelas yang terdiri tinggi  dua siklus dan pada setiap siklus terdiri dari satu tindakan pembelajaran. Objek  penelitian ini adalah siswa kelas VIII-F SMP Negeri 14 (N=34). Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2012-2013.  Simpulan dalam penelitian adalah: (1) pada siklus 1 data hasil lompat jauh gaya jongkok didapat rata-rata 290 cm dan pada siklus 2 rata-rata 314 cm, (2) terdapat peningkatan hasil pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan menggunakan alat bantu tali rintangan. Kata Kunci : Alat Bantu Tali Rintangan, Teknik Lompat Lompat Jauh Gaya Jongkok
HUBUNGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI Andang Rohendi; Hendra Rustiawan; Sri Maryati
Wahana Pendidikan Vol 7, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.729 KB) | DOI: 10.25157/wa.v7i1.3068

Abstract

The purpose of this research is to find out the relationship between body fat percentage and physical fitness level. This study used a correlational method which was carried out in a cross to link one variable to another without taking so much time. The population in this study was students on the basketball class at the State Senior High School in Ciamis, Indonesia. The samples were 30 students. The data were taken from high school level physical fitness tests and measurement of body fat percentage with skinfold/fat caliper. The data collection and process used SPSS 22 series. The results showed that there was no relationship between body fat percentage and physical fitness level. Based on probability values, if probability> 0.05, H0 is accepted, and if chance <0.05, H0 is rejected. Based on the results of calculations for physical fitness variables with a percentage of body fat (% Fat), the significance number obtained was 0.601, the figure was above 0.05 then H0 is accepted. Thus, although there was a relationship between physical fitness with a percentage of body fat, the link was not significant. Keywords:   Body fat percentage, Physical fitness, and Sports class. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan persentase lemak tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani. Penelitian ini menggunakan metode korelasional yang dilakukan secara cross sectional dengan tujuan untuk menghubungkan satu variabel dengan variabel lain tanpa memperhitungkan waktu. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas olahraga pada cabang olahraga Bolabasket SMA N 3 Kabupaten Ciamis. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 orang. Pengambilan data menggunakan tes kebugaran jasmani tingkat SMA dan pengukuran persentase lemak tubuh dengan skinfold/fat califer. Pengolahan dan analisis data menggunakan aplikasi statistika SPSS serie 22. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak adanya hubungan antara persentase lemak tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani. Adapun ketentuannya berdasarkan nilai probabilitas yaitu : jika probabilitas > 0.05,H0 diterima, dan jika probabilitas < 0.05, H0 ditolak. Berdasarkan pada hasil perhitungan untuk variabel kesegaran jasmani dengan persentase lemak tubuh (% Fat) angka signifikansi diperoleh sebesar 0.601, angka tersebut di atas 0.05 maka H0 diterima. Dengan demikian walaupun ada hubungan antara kesegaran jasmani dengan persentase lemak tubuh, tetapi hubungannya tidak signifikan. Kata Kunci:     Persentase lemak tubuh, Kebugaran jasmani, Kelas olahraga
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PADA MATERI PEOPLE AROUND ME (Penelitian Tindakan Kelas di kelas VII-A SMP Negeri 15 Tasikmalaya) Ratu Ana Lindana
Wahana Pendidikan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.036 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i3.1530

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurang dipahaminya materi people around me pada siswa kelas VII-A.  Rumusan masalah  pokok dalam penelitian  ini adalah: “Apakah  penggunaan model picture and picture   dapat meningkatkan kemampuan  siswa pada   materi  people around me ? “.  Tujuan  penelitian ini adalah  untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran  picture and  picture dapat meningkatkan kemampuan siswa  kelas VII-A pada  materi  people around me. Penelitian  ini menggunakan  metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan  2 (dua)  siklus tindakan,  yang pada tiap siklus dilakukan melalui tahapan  perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi.   Pengumpulan data dilakukan dengan cara melaksanakan  tes dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa  penggunaan  model picture and picture terbukti dapat meningkatkan  pemahaman siswa  pada materi  people around me.  Hal ini dibuktikan  dengan adanya  peningkatan proses belajar,  aktifitas siswa   dan  pemahaman siswa  dibandingkan dengan pra tindakan.  Proses belajar  pada siklus I  pertemuan ke–2  meningkat sebesar  78.13 %  menjadi  91. 19 %  pada  siklus  II. Demikian   pula pada aktifitas siswa mengalami  peningkatan   pada pra siklus tentang kemampuan mengemukakan alasan sebesar  20% meningkat pada siklus I   menjadi  35% dan meningkat pada siklus II menjadi 80%,  keberanian mengemukakan alasan pada     pra siklus  sebesar 40% meningkat pada siklus I menjdi  50% dan meningkat  pada    siklus II sebesar 90%.  Menyimpulkan  materi dengan bantuan gambar pada pra siklus sebesar  10% meningkat pada siklus I menjadi 25% dan meningkat lagi pada siklus II menjadi  70% pada siklus II.  Demikian  pula, hasil belajar siswa pada pra siklus siswa yang tuntas  KKM sebanyak  16 orang atau  60 %  dengan rata – rata  71.75 meningkat pada siklus I siswa yang tuntas KKM sebanyak   25 orang atau  65% dengan rata – rata 78.75 dan meningkat pada siklus II sebanyak  34 orang atau  90%  dengan    rata – rata   85. 
PENGGUNAAN KARTU MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBEDAKAN JENIS-JENIS ADAPTASI Ade Ipin Supriatin
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.876 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.743

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kartu make a match yang telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam  membedakan jenis-jenis adaptasi makhluk hidup di kelas IX-G SMP Negeri 1 Rajapolah. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan pra tindakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Proses belajar terjadi peningkatan rata –rata skor 2,4 pada pra siklus  menjadi 3 pada siklus 1 atau meningkat 0,6 atau 15,92 % .Proses pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata skor menjadi 3,77 atau dengan kata lain meningkat 0,77 atau 19,32% .Penggunaan kartu make a match juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siawa dalam membedakan jenis-jenis adaftasi makhluk hidup, peningkatan rata-rata skor dari 67,11 pada pra tindakan menjadi 79,24 pada siklus 1 atau dengan kata lain hasil belajar siswa meningkat 12,13 atau 12,63 % .Hasil belajar siswa dalam pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata menjadi 85,26 atau dengan kata lain meningkat 6,02 atau 5,52%. Demikian pula siswa merespon dengan baik penggunaan kartu make a match . Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran melalui tindakan penggunaan kartu make a match pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I  sebesar  77,25% meningkat sebesar 16,12% menjadi 93,37% pada siklus  2.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK Lilis Lisnawati
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2904.77 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.3050

Abstract

Kemampuan siswa kelas VIII-C  SMP YPI Al-Huda Tasikmalaya pada Mata Pelajaran Matematika masih dianggap kurang, sehingga perlu diupayakan oleh guru untuk peningkatanya. Salah satu upaya yang penulis anggap tepat yaitu penggunaan Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman siswa pada Materi  Kubus dan Balok  sebagai bagian dari Materi pelajaran Matematika kelas VIII-C semester 2.. Penelitian pada Siswa kelas VIII-C SMP YPI Al-Huda, nilai tes pemahaman materi sebelum diberi tindakan adalah 71,50 belum memenuhi KKM yaitu 75. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan untuk melihat proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan untuk mengetahui peningkatkan pemahaman siswa pada Materi  Kubus dan Balok  menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini menggunakan methode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  dalam 2 siklus pembelajaran dengan langkah-langkah planning, actuating, observing,dan reflecting. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman materi berupa pilihan ganda dan lembar observasi. Tes pemahaman materi dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan pemahaman materi sesudah diterapkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Lembar observasi digunakan untuk mengamati proses pembelajaran oleh guru dan aktivitas siswa. Proses belajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada siklus 1 terlaksana sebesar 81,33% termasuk kategori baik dan meningkat pada siklus 2 sebesar 91,33 % termasuk kategori baik sekali. Aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus 1 meningkat pada kemampuan bertanya sebesar  33 % kategori kurang, menjawab pertanyaan 66 % kategori baik, mengemukakan gagasan 66 % kategori baik dan mengungkapkan pengetahuan awal 50 % kategori cukup. Kemudian meningkat lagi pada siklus 2 dengan kemampuan bertanya sebesar 50% kategori cukup menjawab pertanyaan 83,3 % kategori sangat baik, mengemukakan gagasan 76,6 % kategori baik dan mengungkapkan pengetahuna awal 66 % kategori baik. Pemahaman siswa dalam konsep sistem pernapasan pada manusia meningkat dari nilai rata-rata hasil tes pra siklus 71.50 menjadi 81,50 pada siklus 1 dan lebih meningkat pada siklus 2 menjadi 88,25. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada Materi  Kubus dan Balok . Kata Kunci : Numbered Head Together (NHT), Pemahaman, Kubus dan Balok
HUBUNGAN ANTARA GAYA MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas VII MTs Negeri 2 Ciamis) Dian Yulianti
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.399 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1520

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya mengajar guru, prestasi belajar bahasa Indonesia siswa, dan mengetahui hubungan antara gaya mengajar guru dengan prestasi belajar bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalan penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dan analisis korelasi. Penelitian ini dilakukan terhadap 70 siswa. Data yang diperoleh dari jawaban terhadap  angket dari 70 orang responden dikorelasikan dengan nilai rapor siswa. Penelitian berkesimpulan: (1) Gaya mengajar guru yang meliputi,variasi suara termasuk dalam kategoti sangat baik, penekanan termasuk dalam kategori baik, pemberian waktu termasuk dalam kategori baik, kontak pandang termasuk dalam kategori baik, gerakan anggota tubuh termasuk dalam kategori baik dan perpindahan posisi juga termasuk dalam kategori baik; (2) Prestasi  belajar bahasa Indonesia siswa kelas VII MTs Negeri 2 Ciamis termasuk kategori baik. Hal ini tampak pada nilai rapor dengan rata-rata nilai 78 yang melebihi nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 65; (3) Terdapat hubungan yang sangat kuat antara gaya mengajar guru dengan prestasi belajar bahasa Indonesia.  
SEJARAH DIPLOMASI ROEM-ROIJEN DALAM PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1949 Agus Budiman
Wahana Pendidikan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.894 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i1.388

Abstract

Mohammad Roem dan Dr. J.H. van Roijen merupakan dua nama wakil delegasi antara Indonesia dan Belanda yang menandatangani sebuah persetujuan yang diwakili oleh KTN (Komisi Tiga Negara) diantaranya Belgia sebagai wakil dari Belanda, Australia sebagai wakil dari Indonesia, dan Amerika sebagai penengah antara keduanya. Setelah melalui perundingan yang berlarut-larut, maka akhirnya pada tanggal 7 Mei 1949 tercapai persetujuan, yang kemudian dikenal dengan nama “Roem-Royen Statements”. Pada awalnya Persetujuan Roem-Roijentersebut ternyata tidak dapatditerima begitu saja oleh sebagian besar kalangan politisi maupun petinggi militer dari kedua belah pihak (Republik Indonesia dan Belanda),keduanyasama-sama berasumsi bahwa jika menerima hasil Perundingan Roem-Roijen berartimenerima suatu kekalahan. Namun demikan, akhirnya baik pemerintah Belanda maupun pihak R.I.mau menerima hasil persetujuan tersebut.Adapun inti dari Persetujuan Roem-Roijen adalah pelaksanaan gencatan senjatadan pengembalian Pemerintahan R.I ke Ibukota Yogyakarta, disertai dengan penarikanmundur pasukan Belanda di bawah pengawasan UNCI (United Nations Commission forIndonesia).Setelah Ibukota Yogyakarta sepenuhnya dikosongkan dari pasukanBelandamaka pada tanggal 29 Juni 1949, Tentara Republik Indonesia (TRI)danPresiden,Wakil Presiden, beserta para pemimpin Republik Indonesia lainnya, kembali ke Ibukota Yogyakarta sehingga merekadapat menjalankan kembali tugas dan wewenang dalam pemerintahannya seperti semula.Terjadinya peristiwa Perundingan Roem-Roijenadalah merupakan salah satu caraperjuangan Bangsa Indonesia guna mempertahankan kemerdekaannya melaluistrategi diplomasi, sehingga kembalinya kekuasaan Pemerintahan Republik Indonesia keIbukota Yogyakarta adalah suatu realitas yang pada gilirannya dapat memulihkan kembali sistem keamanan, ketertiban, dan perdamaian di seluruh tanah air Indonesia,dan akan menjadi daya dorong kuat bagi terselenggaranya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, NegeriBelanda. Kata kunci: Diplomasi, Roem-Roijen, dan Kemerdekaan.
STUDENTS’ VOICE: APPLYING BRAIN-WRITING IN WRITING RECOUNT TEXT Widya Agustina; Lilies Youlia Friatin
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3838.489 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2967

Abstract

This study was aimed at finding out thestudents’ perceptions about the implementation of brain-writing in teaching writing recount text.In order to support the data analysis, the writers used the theory from Sadker and Ellen (2007, p. 6)about the steps in implementing brain writing technique in teaching recount text. Furthermore, in conducting this study the writers used qualitative research in which case study was employed to collect the data from participants in this research that was English teacher who taught recount text through brain-writing technique. Moreover, interview was the instrument used by the writers in collecting the data, then the data analyzed qualitatively. Based on the research findingsthe writersconcluded that the teacher did some steps in implementing brain-writing including. Overall, the steps in implementing brain-writing was relevant with the theory from Sadker, Ellen (2007, p. 6).The second conclusion was about student’s perception in implementing brain-writing technique in teaching writing recount text, the writers concluded that the students viewed the teaching-learning process of recount text through brain-writing technique was enjoy activities that not only improve students’ motivation and students’ achievement.Moreover, the writers suggests that the further researcher to investigate students’ difficulties on the use brain-writing technique in teaching writing
MENGARTIKULASIKAN PERENCANAAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Kusnandi Kusnandi
Wahana Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v6i1.2023

Abstract

Mengartikulasikan perencanaaan pendidikan dapat dimaknai sebagai upaya untuk merumuskan kembali secara kekinian tentang definisi, teori, konsep, dan strategi perencanaan pendidikan yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih dan cepat. Prinsip akselerasi, efisiensi, efektifitas dan jaminan kualitas dalam perencanaan pendidikan sudah merupakan sebuah  keniscayaan, di era digital.Atas kehendak Alloh SWT, perkembangan teknologi semakin cepat dan semakin canggih dan telah berdampak pada berbagai sektor kehidupan manusia. Dengan teknologi, manusia semakin dipermudah dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya dengan munculnya teknologi digital, semua ada di ujung jari. Hampir semua pemenuhan kebutuhan hidup manusia (makanan, minuman, pakaian, listrik, air, telekomunikasi, transportasi, pengobatan, pendidikan, dll) cukup dengan menggunakan tekanan jari di atas smartphone dan komputer melalui akses internet.Para pendidik di semua umur tak bisa mundur untuk menguasai teknologi digital, kalau tidak akan terpental. Bagaimana membuat perencanaan pendidiakn di era digital, diperlukan sebuah artikulasi perencanaan pendidikan di era digital karena tidak bisa lepas dari pengaruh berbagai faktor, antara lain: reformasi, demokrasi, sosial budaya, globalisasi, dan humanisasi yang tetap menempatkan manusia pada porsi yang bernilai tinggi. Apa manfaat dan ancaman dari kemajuan teknologi dalam bidang perencanaan pendidikan di era digital tidak dapat dihindarkan lagi.Artikulasi perencaan pendidikan di era di gital merupakan komponen yang berupa kesatuan untuk mengantisipasi  hal tersebut. Mengartikulasikan perencanaan pendidikan merupakan salah satu  upaya untuk melakukan filter derasnya era digital, agar pendidikan tetap on the tracksesuai dengan tujuan pendidikan yaitu  membentuk manusia seutuhnya, bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bekerja sama,  membentuk bangsa mempunyai jiwa patriotik, suka menolong sesama, bangsa yang dinamis dan mengawal kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mengantarkan manusia Indonesia beriman dan bertaqwa kepada Alloh SWT.
PENERAPAN MODEL THINK-TALK-WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN TAHARAH (Penelitin Tindakan Kelas di Kelas VII-E SMP Negeri 15 Tasikmalaya) Jajang Rahmansyah
Wahana Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v6i1.2036

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model Think-Talk-Write (TTW) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Taharah. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan  tes hasil belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Think-Talk-Write (TTW) terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Taharah. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang melampaui KKM dibandingkan dengan pra tindakan.   Proses pembelajaran daripra siklus meningkat sebesar 20% menjadi 66% pada siklus I. Demikian pula dari siklus I meningkat sebesar 10% menjadi 76% padasiklus II.    Hasil belajar  siswa pada materi Taharah  dari Pra Siklus sebesar 66.51% meningkat sebesar  11.25 % menjadi 77.81% pada siklus I. Demikian pula hasil belajar siswa dari siklus 1 meningkat sebesar  5.64% menjadi 83.45% pada siklus II.      Persentase ketuntasan klasikal dari pra siklus sebesar 12.5% meningkat sebesar 47.5% menjadi 60% pada siklus I. Demikian pula prentase ketuntasan klasikal  dari siklus I meningkat sebesar 17.5% menjadi 87.5% pada Siklus II. Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan model Think-Talk-Write (TTW). Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran pada siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa dari pra siklus sebesar 50% meningkat sebesar 15% menjadi 65% pada siklus I. Demikian pula aktivitas siswa dari siklus Imeningkat sebesar  10% menjadi 75% padasiklus II.

Page 3 of 29 | Total Record : 285