Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Permainan Tradisional Sebagai Sarana Mengembangkan Kemampuan Fisik Motorik Anak Usia Dini Nurwahidah; Sri Maryati; Wulan Nurlaela; cahyana
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 02 (2021): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v4i02.6422

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepunahan permainan tradisional yang mulai tergantikan dengan adanya beragam permainan game di dalam gadget Khususnya di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya orang tua untuk senantiasa melestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya sekaligus media bermain untuk perkembangan khususnya fisik motorik pada anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin menumbuhkan dan melestarikan kembali permainan tradisional yang hampir/sudah punah dengan memperkenalkan pada anak usia dini sebagai generasi penerus bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan partisipan dari semua kalangan usia dari <20 tahun sampai usia >80 dan 2 orang dari unsur pemerintah yang menangani kebudayaan dan olahraga. Instrumen yang dipergunakan peneliti adalah dengan menggunakan pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu berupa data yang menyatakan bahwa ada 33 jenis permainan tradisional yang masih dimainkan di Kota Tasikmalaya. Dan ada beberapa rekomendasi permainan tradisional yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di PAUD yang dapat menstimulus perkembangan fisik motorik anak usia dini yaitu permainan pecle, lompat tinggi, sapintrong dan main bola. Kata Kunci: Bermain; Kemampuan Fisik Motorik; Permainan Tradisional
HUBUNGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI Andang Rohendi; Hendra Rustiawan; Sri Maryati
Wahana Pendidikan Vol 7, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.729 KB) | DOI: 10.25157/wa.v7i1.3068

Abstract

The purpose of this research is to find out the relationship between body fat percentage and physical fitness level. This study used a correlational method which was carried out in a cross to link one variable to another without taking so much time. The population in this study was students on the basketball class at the State Senior High School in Ciamis, Indonesia. The samples were 30 students. The data were taken from high school level physical fitness tests and measurement of body fat percentage with skinfold/fat caliper. The data collection and process used SPSS 22 series. The results showed that there was no relationship between body fat percentage and physical fitness level. Based on probability values, if probability> 0.05, H0 is accepted, and if chance <0.05, H0 is rejected. Based on the results of calculations for physical fitness variables with a percentage of body fat (% Fat), the significance number obtained was 0.601, the figure was above 0.05 then H0 is accepted. Thus, although there was a relationship between physical fitness with a percentage of body fat, the link was not significant. Keywords:   Body fat percentage, Physical fitness, and Sports class. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan persentase lemak tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani. Penelitian ini menggunakan metode korelasional yang dilakukan secara cross sectional dengan tujuan untuk menghubungkan satu variabel dengan variabel lain tanpa memperhitungkan waktu. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas olahraga pada cabang olahraga Bolabasket SMA N 3 Kabupaten Ciamis. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 orang. Pengambilan data menggunakan tes kebugaran jasmani tingkat SMA dan pengukuran persentase lemak tubuh dengan skinfold/fat califer. Pengolahan dan analisis data menggunakan aplikasi statistika SPSS serie 22. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak adanya hubungan antara persentase lemak tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani. Adapun ketentuannya berdasarkan nilai probabilitas yaitu : jika probabilitas > 0.05,H0 diterima, dan jika probabilitas < 0.05, H0 ditolak. Berdasarkan pada hasil perhitungan untuk variabel kesegaran jasmani dengan persentase lemak tubuh (% Fat) angka signifikansi diperoleh sebesar 0.601, angka tersebut di atas 0.05 maka H0 diterima. Dengan demikian walaupun ada hubungan antara kesegaran jasmani dengan persentase lemak tubuh, tetapi hubungannya tidak signifikan. Kata Kunci:     Persentase lemak tubuh, Kebugaran jasmani, Kelas olahraga
Kepemimpinan Pelatih Wanita dalam Cabang Olahraga Beladiri: Tantangan dan Hambatan dalam Kontek Kearifan Lokal Nana Ganda; Heri Yusuf Muslihin; Sri Maryati; Lutfi Nur
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 5 No 2 (2020): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.557 KB) | DOI: 10.33222/juara.v5i2.895

Abstract

Tujuan penelitian ingin mengungkap bagaimana kepemimpinan pelatih wanita dikaitkan dengan kearifan lokal. Metode penelitian menggunakan studi kasus, dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kearifan lokal yang menyatakan bahwa wanita adalah mahluk yang penuh kelembutan adalah benar. Namun dalam aktivitas pelatihan dan pelaksanaan pertandingan hal ini tidak berlaku. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemimpinan wanita dalam sisi ketegasan sangat tegas, dengan menerapkan aturan dengan ketat. Dari aspek budaya lokal kelembutan wanita dalam bertindak bukan hambatan dalam melaksanakan kepemimpinan dalam latihan.
Dampak Latihan 40-Yard Sprint dan 40-yard Lateral Shuffel Terhadap Kelincahan Siswa Ekstrakurikuler Futsal Krisna Aji Nugraha; Sri Maryati; Hendra Rustiawan
Jurnal Keolahragaan Vol 7, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.904 KB) | DOI: 10.25157/jkor.v7i2.5509

Abstract

The purpose of this studied was to determine the level of students' agility in futsal extracurricular activities from the 40-yard sprint training group and the 40-yard lateral shuffel training group. The research method used was the experimental method. The population used was SMK Miftahussalam Ciamis. The sample used was 30 people who were divided into two research groups. The test instrument used was the lateral change of direction test. The results of this studied proved that 40-yard sprint training and 40-yard lateral shuffel training have a significant effect of increased the agility of futsal extracurricular students. The 40-yard sprint was better than the 40-yard lateral shuffel but the difference was slight and could be said to be insignificant. The authors hope that the 40-yard sprint exercise and the 40-yard lateral shuffel group exercise will be make one of the recommendations in improving body agility.Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelincahan siswa pada ekstrakurikuler futsal hasil dari kelompok latihan 40-yard sprint dan  kelompok latihan 40-yard lateral shuffel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi yang digunakan adalah SMK Miftahussalam Kabupaten Ciamis. Sampel yang digunakan sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi dua kelompok penelitian. Instrumen tes yang digunakan adalah lateral change of  direction test. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa latihan 40-yard sprint  dan latihan 40-yard lateral shuffel memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan siswa ekstrakurikuler futsal. Latihan 40-yard sprint lebih baik dibandingkan dengan latihan 40-yard lateral shuffel namun perbedaannya sedikit dan dapat dikatakan tidak signifikan. Harapan penulisbahwa latihan 40-yard sprint dan  kelompok latihan 40-yard lateral shuffel menjadi salah satu rekomendasi dalam meningkatkan kelincahan tubuh.
Tingkat Akselerasi yang Tergabung dalam Ekstrakurikuler Sepakbola di MAN 3 Kabupaten Ciamis Ilham Muhamad Sidiq; Sri Maryati; Hendra Rustiawan
Jurnal Keolahragaan Vol 7, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.639 KB) | DOI: 10.25157/jkor.v7i2.5628

Abstract

This studied aims to determined the level of acceleration of soccers extracurricular members at MAN 3 Ciamis. This studied used a survey method with tests and measurements. The population of this research was the male students of MAN 3 Ciamis which operates as many as 35 students. The research instrument used to collect data was a 30 meter acceleration test. Based on data analysis using SPSS 24 series, the results of data processing consist of the average test result of 30 meters acceleration test is 4.78 seconds. The result of the normality test is 0.112, which is greater than 0.05, which means that it is normally distributed. The percentage of agility consists of perfect category reaching 1 student or 2.86%, good category reaching 10 students or 28.57%, category enough to visit 6 students or 17.14%, category less visiting 6 students or 17.14 %, and the very poor category found 12 students or 12%. The conclusion was that the level of acceleration ability of players who were members of soccer extracurricular at MAN 3 Ciamis was included in the category of less and less. Suggestion. This instrument test could be recommended for alternative agility testsPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akselerasi anggota ekstrakurikuler sepakbola di MAN 3 Kabupaten Ciamis. Sesuai dengan tujuan penelitian di atas, maka penulis menggunakan metode survei dengan tes dan pengukuran. Populasi penelitian ini adalah siswa putra MAN 3 Kabupaten Ciamis yang berjumlah sebanyak 35 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes 30 metre acceleration test. Berdasarkan analisis data menggunakan SPSS serie 24, hasil pengolahan data terdiri dari rata-rata hasil tes 30 metre acceleration testadalah 4,78 detik. Hasil uji normalitas adalah 0,112 lebih besar dari 0,05 artinya berdistribusi normal. Persentase kelincahan terdiri dari kategori sempurna mencapai 1 orang siswa atau 2,86 %, kategori baik mencapai 10 orang siswa atau 28,57 %, kategori cukup mengunjungi 6 orang siswa atau 17,14 %, kategori kurang mengunjungi 6 orang siswa atau 17,14 %, dan kategori kurang sekali menemukan 12 orang siswa atau 12%. Kesimpulannya adalah tingkat kemampuan akselerasi pemain yang tergabung dalam ekstrakurikuler sepakbola di MAN 3 Kabupaten Ciamis termasuk dalam kategori kurang dan kurang sekali. Saran. Tes instrumen ini dapat direkomendasikan untuk alternatif tes kelincahan.
Dampak Latihan Simple Circuit dan Running Circuit Terhadap Peningkatan Daya Tahan Kardiovaskular Dan Kelelahan Cece Maulana; Hendra Rustiawan; Sri Maryati
Jurnal Keolahragaan Vol 7, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.743 KB) | DOI: 10.25157/jkor.v7i1.6563

Abstract

This research aims to determine the simple circuit training method with running circuits to increase cardiovascular endurance and fatigue. The research method used was experimental. The research design used was a two-group pre-test-post-test design. The study was male students in the fourth semester of the 2019-2020 academic year. The sampling technique used was the stratified random sampling technique. The instruments used in this research were the multi-stage fitness test (MSFT) for the cardiovascular endurance test (vo2max) and the flamingo balance test for fatigue. Test data analysis using hypothesis testing, namely paired sample t-test. The results showed that increased cardiovascular endurance in the simple circuit training method was 2.06%; the percentage of increased cardiovascular endurance in the running circuit training method was 15.02%. While fatigue research results on the simple circuit method were 22.36%, the rate of increased fatigue in the running circuit training method was 9.58%. The conclusion is the simple circuit training method and running circuit have a significant effect on cardiovascular endurance, while the fatigue variable increases negatively. The author suggests that there should be further research on the duration of giving exercise in both training methods. The research results obtained are better.Metode latihan simple circuit dengan running circuit dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan daya tahan kardiovaskular dan kelelahan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Desain penelitian yang dugunakan adalah two-group pre-test-post-test design. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra tingkat empat semester genap tahaun ajaran 2019-2020.Teknik pengambilan sampel adalah teknik stratified random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah multi-stage fitness test (MSFT) untuk tes daya tahan kardiovaskular (vo2max) dan flamingo balance tes. Uji analisis data menggunakan uji hipotesis yaitu paired sample t-test. Hasil penelitian diperoleh persentase peningkatan daya tahan kardiovaskular pada metode latihan simple circuit sebesar 2.06%, Persentase peningkatan daya tahan kardiovaskular pada metode latihan running circuit sebesar 15.02%. Sedangkan hasil penelitian kelelahan pada metode simple circuit sebesar 22.36%, Persentase peningkatan kelelahan pada metode latihan running circuit sebesar 9.58%. Kesimpulannya adalah metode latihan simple circuit dan running circuit berpengaruh secara signifikan terhadap daya tahan kardiovaskular, sedangkan pada variabel kelelahan meningkat secara negatif. Penulis menyarankan agar adanya penelitian lanjutan bagian durasi pemberian latihan pada ke-dua metode latihan tersebut agar hasil penelitian yang didapatkan lebih baik.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENJAS DI SMK NEGERI KAWALI Dedeh Dedeh; Sri Maryati; Ilah Ilah; Rini Agustin Eka Yanti
Wahana Pendidikan Vol 9, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v9i2.7623

Abstract

Manajemen Sarana dan Prasarana Penjas di SMK Negeri Kawali” sebagai upaya peningkatan pengelolaan pihak sekolah terkait sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal satu bulan februari tahun 2022 yang diikuti oleh 98 orang terdiri dari 10 Guru, 1 Wakil Kepala Sekolah, dan 87 peserta didik SMK Negeri Kawali. Kegiatan ini dilakukan melaui beberapa tahapan, yaitu : mengurus survei izin surat penelitian, studi kepustakaan, pengumpulan data, analisis data, dan pembuatan laporan. Kegiatan penelitian ini berhasil memberikan pemahaman kepada guru khususnya dan kepada peserta didik umumnya tentang pentingnya manajemen sarana dan prasarana mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Hal tersebut sebagai upaya sekolah dalam mengelola sarana dan prasarana penjas supaya bisa mencapai hasil yang optimal dalam mencapai tujuan pendidikan. Management of Physical Education Facilities and Infrastructure at Kawali State Vocational School” as an effort to improve the management of schools related to physical education facilities and infrastructure which was carried out on Tuesday the first of February 2022 which was attended by 98 people consisting of 10 teachers, 1 Deputy Principal, and 87 students of Kawali State Vocational School. This activity is carried out through several stages, namely: administering a research letter permit survey, literature study, data collection, data analysis, and report generation. This research activity succeeded in providing an understanding to teachers in particular and to students in general about the importance of facilities and infrastructure management starting from planning, organizing, implementing, and supervising. This is an effort by schools in managing physical education facilities and infrastructure so that they can achieve optimal results in achieving educational goals.
SOSISIALISASI MANAJEMEN PERMAINAN TRADISIONAL PADA GURU GURU PENJAS SE-KECAMATAN SINDANG KASIH KABUPATEN CIAMIS DI MASSA PANDEMI Sri Maryati; Dedeh Dedeh; Dede Iman Suhendra
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.7751

Abstract

Pada kegiatan ini penulis bertujuan untuk memperkenalkan kembali kepada guru-guru Penjas di Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis mengenai manajemen permainan tradisional, memberi informasi akan pentingnya mengelola dan melestarikan permainan tradisional yang sarat akan manfaat,dan juga menumbuhkan kembali minat dan rasa cinta, rasa bangga masyarakat dan guru Penjas terhadap salah satu warisan budaya yaitu permainan tradisional, selain itu dengan diadakan kegiatan sosialisasi ini agar bisa meningkatkan pengetahuan dan guru-guru Penjas terkait manajemen permainan tradisional. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan di atas adalah dengan menyelenggarakan sebuah sosialisasi manajemen permainan tradisional pada guru-guru Penjas se-Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis di masa pademi. Sosialisasi tersebut akan diadakan selama tiga hari di SDN Sukasenang Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis. Kegiatan sosialisasi ini akan dikemas secara menarik dan setelah penyampaian materi sosialisasi selesai selanjutnya akan dilakukan demonstrasi beberapa permainan tradisional yang melibatkan guru Penjas yang hadir dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Pengabdian ini akan dipublikasikan melalui media massa dan jurnal pengabdian.In this activity, the author aims to reintroduce Physical Education teachers in Sindangkasih Subdistrict, Ciamis Regency regarding the management of traditional games, provide information on the importance of managing and preserving traditional games that are full of benefits, and also regenerate interest and love, a sense of community pride. and Physical Education teachers on one of the cultural heritages, namely traditional games, in addition to this socialization activity was held in order to increase the knowledge of Physical Education teachers regarding the management of traditional games. The method used to achieve the above objectives is to organize a traditional game management socialization to Physical Education teachers throughout Sindangkasih District, Ciamis Regency during the epidemic. The socialization will be held for three days at SDN Sukabagus, Sindangkasih District, Ciamis Regency. This socialization activity will be packaged in an attractive manner and after the delivery of the socialization material is complete, there will be demonstrations of several traditional games involving physical education teachers who are present while maintaining health protocols. This service will be published through mass media and service journals.
Profil Aktivitas Latihan Fisik Dilihat Pada Body Mass Index Atlet Bola Voli Putra SMP Negeri 8 Tasikmalaya Dhimas Nugraha; Risma Risma; Sri Maryati
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v8i2.9629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan tubuh para siswa ekstrakurikuler bola voli serta evaluasi program latihan di SMP Negeri 8 Tasikmalaya. Populasi yang digunakan adalah siswa SMP Negeri 8 Tasikmalaya. Sampel yang digunakan adalah siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler bola voli yang berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan adalah deskriptif ex-post facto (causal comparative). Desain penelitian yang digunakan adalah one group one test design. Instrumen penelitian menggunakan penghitungan Body Mass Index (Mackenzie, 2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan persentase body mass index terdiri dari kategori sempurna tidak ada atau 0 %, kategori baik sekali tidak ada atau 0 %, kategori baik berjumlah 8 orang siswa atau 26,7 %, kategori cukup berjumlah 11 orang siswa atau 36,7 %, kategori kurang berjumlah 9 orang siswa atau 30 %, dan yang terakhir kategori kurang sekali berjumlah 2 orang atau 6,6 %. Maka dapat disimpulkan bahwa profil hasil tes pengukuran body mass index pada atlet bola voli putra masuk pada kategori normal. Saran: Instrument test yang digunakan yaitu body mass index bisa dijadikan oleh pelatih sebagai salah satu alternatif dalam menghitung ideal keseimbangan tubuh.
The Effect of Problem Based Learning (PBL) and Cognitive Ability on Learning Outcomes of Sprint Running in Students of SMP Negeri 8 Tasikmalaya Arif Rahman Hakim; Ayi Suherman; Anggi Setia Lengkana; Sri Maryati
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 7 No 1 (2023): MARCH (ACCREDITED SINTA 3)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v7i1.25890

Abstract

This study aims to determine: (1) differences in learning outcomes for students who are taught by PBL and direct teaching methods, low and high cognitive abilities. (2) the interaction between learning methods and cognitive abilities on learning outcomes of sprints. (3) differences in learning outcomes of sprinting with the PBL and direct teaching methods in terms of high cognitive ability. (4) the difference in learning outcomes of sprinting with the PBL and direct teaching methods in terms of low cognitive ability. This research is a quasi-experimental research with a factorial design. The research sample was taken using random sampling technique, the number of samples used was 50 students of SMP Negeri 8 Tasikmalaya. Analysis of the data used is the requirements test and hypothesis testing. The results of the study show: (1) there are differences in learning outcomes between students taught by PBL and direct teaching methods, (2) there is an interaction between learning methods and cognitive abilities on learning outcomes of sprints. (3) there are differences in learning outcomes between students who are given learning using the PBL Model and the Direct Instruction Model in groups of students who have high cognitive, (4) there is no difference in the learning outcomes of sprints between students who are given learning using the PBL Model and the Direct Instruction Model in groups of students who have low cognitive abilities.