cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 285 Documents
UPAYA MENINGKATKAN HUBUNGAN SOSIAL ANTAR TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 20 TASIKMALAYA Herna Sumawati
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3698.957 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.3051

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan data, bahwa terdapat siswa di SMP Negeri 20 Tasikmalaya yang tingkat hubungan sosial antar teman sebayanya rendah. Apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan hubungan sosial antar teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk bisa memperoleh data empiris tentang peningkatan hubungan sosial antar teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya melalui layanan bimbingan kelompok. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (eksperimental). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling (sampling bertujuan). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang mencerminkan tingkat hubungan sosial antar teman sebayanya rendah dibandingkan siswa yang lain. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala psikologi dengan jumlah 52 item yang sebelumnya telah diuji cobakan sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Sedangkan metode analisis data untuk mengetahui peningkatan hubungan sosial antar teman sebaya melalui layanan bimbingan kelompok adalah menggunakan uji statistik wilcoxon. Sebelum memperoleh layanan bimbingan kelompok, tingkat hubungan sosial antar teman sebaya siswa termasuk dalam kategori rendah dengan persentase skor rata-rata 51,23% dengan kriteria rendah. Sedangkan setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok, hubungan sosial antar teman sebaya memperoleh skor rata-rata 68,50% dengan kriteria tinggi. Dari uji wilcoxon diperoleh Zhitung sebesar 2,803 dan nilai Ztabel pada taraf signifikan 5% dan N=10 diperoleh Ztabel sebesar 1,96. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan hubungan sosial antar teman sebaya siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya.  Simpulannya adalah bahwa terdapat peningkatan signifikan hubungan sosial antar teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya sebelum dan setelah diberikan perlakuan layanan bimbingan kelompok. Guru pembimbing hendaknya dapat melaksaanakan layanan bimbingan kelompok untuk dapat meningkatkan hubungan sosial antar teman sebaya siswa dengan memperhatikan kesesuaian antara topik yang dibahas dengan tujuan yang ingin dicapai. Kata Kunci: Hubungan Sosial Antar Teman Sebaya, Layanan Bimbingan                         Kelompok
PENGGUNAAN MODEL CIRCLE QUESTION GAME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDERA MANUSIA Rumsikah Rumsikah
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.627 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1521

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran circle question game  dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada system koordinasi dan  alat indera manusia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas empat   teknik yaitu:  pengamatan, tes,  dokumentasi, dan angket. Objek penelitian adalah siswa kelas IX-F SMP Negeri 15 Tasikmalaya dalam materi  sistem koordinasi dan alat indera manusia (n=28). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan model pembelajaran circle question game  terbukti dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan aktifitas siswa dari prasiklus ke siklus 1  sebesar 33,34 atau meningkat sebesar 28,55% dan dari siklus 1 ke siklus 2  meningkat sebesar 13,67 atau meningkat sebesar      11,39 %. Terdapat peningkatan proses belajar menggunakan model pembelajaran  circle question game   dari prasiklus ke siklus 1 sebesar 0,8 atau meningkat  sebesar 20,5 % dan peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 0,78 atau meningkat sebesar 19,5 %. Terjadi peningkatan pada rata-rata nilai tes dari prasiklus  ke  siklus 1 pertemuan ke 1 sebesar 14,67 atau meningkat sebesar  22.56 % dan meningkat pada persentase siswa yang tuntas  sebesar 40 %. Dari siklus 1 pertemuan ke 1  ke siklus 1 pertemuan ke 2  terjadi peningkatan rata-rata  nilai sebesar 3,6 atau meningkat sebesar 3,2 %  dan terjadi peningkatan pada persentase siswa yang tuntas sebesar  6,67 % dan dari siklus 1 pertemuan ke 2 ke siklus 2 pertemuan ke 1 terjadi peningkatan rata-rata nilai sebesar 2.83 atau naik sebesar 3,4 % dan terjadi peningkatan persentase siswa yang tuntas sebesar 6,7 %  sedangkan dari siklus 2 pertemuan ke 1 ke siklus 2 pertemuan ke 2 terjadi peningkatan nilai rata-rata  sebesar 2,4 atau meningkat sebesar 2.7 % dan terjadi peningkatan pada persentase siswa yang tuntas sebesar 3.4 %. 
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS, BERPIKIR KRITIS, DAN BERPIKIR KREATIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP ZOOLOGI INVERTEBRATA Adun Rusyana
Wahana Pendidikan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.228 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i1.389

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya pola ketidakteraturan antara keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemahaman konsep pada Zoologi Invertebrata (Rusyana, 2013). Subjek penelitian adalah mahasiswa calon guru Biologi semester III Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tahun akademik 2012/2013 pada salah satu PTS di Priangan Timur  (N=34). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis dan teknik analisis jalur dengan model satu persamaan struktural (a single equation path model).Hipotesis penelitian: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan berpikir logis, berpikir kritis dan berpikir kreatif; (2) Kemampuan berpikir logis, berpikir kritis, dan berpikir kreatif berpengaruh baik secara parsial maupun bersama-sama terhadap pemahaman konsep Zoologi Invertebrata. Simpulan penelitian ini adalah: (1) Kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif saling berhubungan secara tidak signifikan (Pada α=0,01 diperoleh sign >0,05). (2) Kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif berpengaruh secara signifikan baik secara parsial (akan tetapi tidak berpengaruh langsung) maupun bersama-sama terhadap pemahaman konsep Zoologi Invertebrata. Kata Kunci: berpikir logis, berpikir kritis, berpikir kreatif, pemahaman konsep                       Zoologi Invertebrata
PENGARUH IKLIM SEKOLAH TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU Terra Erlina
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4254.827 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2968

Abstract

Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa iklim organisasi memiliki hubungan erat dengan kepuasan kerja pegawai, khususnya dalam lingkungan pendidikan, lingkungan sekolah merupakan aspek yang utama untuk menciptakan kondisi dan kondusifnya suatu kegiatan pelaksanaan tugas rutin yang terkadang menjenuhkan. Oleh karena itu, iklim sekolah memegang peranan sangat penting untuk menciptakan kepuasan dan kelancaran kerja yang sukses
PENERAPAN COOPERATIF LEARNING TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENULIS IKLAN BARIS (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IX-B SMP Islam Cisumur Tasikmalaya) Tetet Herawati
Wahana Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v6i1.2024

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah: (1) hasil belajar iklan baris dalam pembelajaran Bahasa Indonesia (rata-rata 64,33) kurang dari dari KKM (75); (2) pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia selama ini masih dilaksanakan secara konvensional (ekspositori dan  ceramah) sehingga anak cenderung pasif/tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga hasil yang dicapai kurang memuaskan. Tujuan penelitian ini adalah  untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada menulis iklan baris di Kelas IX-B SMP Islam Cisumur Kota Tasikmalaya melalui penerapan cooperatif learning tipe team assisted individualization. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Simpulan yang diperoleh berdasarkan pembahasan hasil penelitian, adalah sebagai barikut: Hasil belajar siswa pada materi menulis iklan baris setelah menggunakan cooperatif learning tipe team assisted individualization mengalami peningkatan (pada siklus I rata-rata nilai siswa sebesar 74, pada siklus II meningkat menjadi 78,25).
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA KONSEP INTERNET DAN INTRANET MELALUI METODE KERJA KELOMPOK (Penelitian Tindakan Kelasdi Kelas VIII-E SMP Negeri 15 Tasikmalaya) Tria Sugiarto
Wahana Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v6i1.2037

Abstract

Penelitian ini berangkat dari latar belakang perlunya pembaharuan  dalam penigkatan kreativitas mengajar guru dalam pengelolaan proses pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi di SMP sebagai respons semakin melemahnya kualitas belajar siswa. Penelitian ini dilakukan  di SMP Negeri 15 Tasikmalaya dengan tiga siklus . Pada siklus pertama sebagian siswa  belum terbiasa dengan kondisi belajar metode kerja kelompok sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada siswa  tentang  langkah-langkah  metode kerja kelompok. Di pihak lain guru sebagai kolaborator dalam PTK ini belum maksimal dalam mengimplementasikan pembelajaran dengan metode kerja kelompok. Dalam siklus ke dua guru  (kolaborator) dan siswa sudah memahami implementasi pembelajaran metode kerja kelompok dan menunjukan hasil yang cukup memuaskan.Hal ini dapat di lihat dari hasil observasi terhadap guru (kolaborator) dan siswa mulai terbiasa menciptakan suasana pembelajaran  yang mengarah kepada metode kerja kelompok dari hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran meningkat dari 52,27% pada siklus kesatu menjadi 81,81% pada siklus kedua  dan 91% pada siklus ketiga begitu juga dengan aktivitas siwadari 61,45 pada siklus kesatu menjadi 79,88% pada siklus kedua  dan 84,37% pada siklus ketiga. Sementara itu hasil ulangan harian kelompok juga meningkat yaitudari 62 pada siklus kesatu menjadi 78 pada siklus kedua  dan 82,50% pada siklus ketiga. Dari hasil pelaksanaan PTK siklus pertama, kedua dan ketiga dapat disimpulkan  bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar  mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi pada konsep internet dan intranet kelas VIII-E di SMP Negeri 15 Tasikmalaya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PELUANG (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IX-G SMP Negeri 4 Tasikmalaya) Iis Fatimah
Wahana Pendidikan Vol 5, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.519 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i4.1546

Abstract

         Dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika selama ini masih dilaksanakan secara konvensional seperti ekspositori atau ceramah sehingga anak cenderung pasif dan hanya menerima materi saja, anak kurang aktif dan tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga hasil yang dicapai kurang memuaskan. Berdasarkan temuan di lapangan, ternyata selama ini pembelajaran Matematika kurang dapat mengaktifkan siswa dan kurang menantang, siswa hanya menerima informasi, siswa tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan tidak dilibatkan dalam menemukan sendiri dalam menyelesaikan soal peluang, hal ini dibuktikan dengan hasil belajar baik latihan di sekolah maupun di rumah umumnya. Tujuan penelitian secara umum yaitu untuk meningkatkan prestasi atau hasil pembelajaran Matematika dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran materi peluang di Kelas IX-G SMP Negeri 4 Tasikmalaya  melalui  penerapan model pembelajaran konstruktivisme. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Objek penelitian adalah siswa Kelas IX-G SMP Negeri 4 Tasikmalaya (N=41). Simpulan yang diperoleh berdasarkan pembahasan hasil penelitian, adalah sebagai barikut: Hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dalam pembelajaran Matematika tentang materi peluang melalui model pembelajaran konstruktivisme mengalami peningkatan, pada siklus I rata-rata nilai siswa sebesar 74, pada siklus II meningkat menjadi 78.
ANALIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF PADA MAHASISWA BERKEMAMPUAN TINGGI, SEDANG, DAN RENDAH (Studi Deskriptif Analitik pada Mahasiswa Pendidika Biologi FKIP Unigal) Dedeh Rukaesih
Wahana Pendidikan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.027 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i1.928

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah: (1) selama ini para pemerhati pendidikan lebih mengutamakan hasil belajar kognitif dari pada hasil belajar berupa keterampilan berpikir kritis dan kreatif; (2) para pemerhati pendidikan  beranggapan bahwa keterampilan berpikir itu berkorelasi positif dengan hasil belajar kognitif, sedangkan pernyataan tersebut belum didukung oleh hasil kajian empirik. Hipotesis penelitian ini adalah: (1) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kretaif dan kritis  pada mahasiswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah; (2) Terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kreatif dan kritis pada mahasiswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Metode penelitian ini adalah studi deskriptif analitik. Objek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (N=27) yang sedang menempuh mata kuliah Zoologi Invertebrata. Kelompok kemampuan mahasiswa tinggi, sedang, dan rendah ditentukan berdasarkan skor tes pemahaman mahasiswa pada materi Zoloogi Invertebrata (Filum Protozoa, Porifera, dan Coelenterata). Intrumen keterampilan berpikir kritis terdiri tinggi tes inferensi, assumsi, dan integrasi masalah. Instrumen keterampilan berpikir kreatif terdiri tinggi tes essay terbuka (mengukur kemampuan mahasiswa dalam membuat tatanan unik dan bertingkat antara faktor-faktor yang kelihatannya tidak berhubungan). Data diolah dengan menggunakan Test T (Program SPSS). Simpulan dalam penelitian ini adalah: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa pada kelompok tinggi/sedang/rendah; (2) Terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada kelompok tinggi/sedang/rendah; (3) Tidak selamanya kemampuan kognitif mahasiswa rendah memiliki keterampilan berpikir rendah; (4) Diprediksi bahwa tidak ada korelasi positif antara keterampilan berpikir kritis dengan keterampilan berpikir kreatif Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Berpikir, Kemampuan Kognitif 
MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL CONTROVERSIAL ISSUES PADA PEMBELAJARAN IPS (Penelitian tindakan kelas VIII B SMP Negeri 2 Ciamis) Edi Supriadi
Wahana Pendidikan Vol 7, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.509 KB) | DOI: 10.25157/wa.v7i1.3229

Abstract

The purpose of this study is to determine the critical thinking skills of students in class VIII B of SMP Negeri 2 Ciamis, Indonesia which emerged through a controversial issue model in social studies learning. This study used a qualitative and quantitative approach. 33 students in class VIII B were taken as the subject of this study. The four stages of classroom action research were planning, action, observation, and reflection which carried out in two cycles, and each cycle consists of two meetings. The data collection techniques used tests, observations, documentation, and field notes. The data analysis techniques used qualitative and quantitative descriptive analysis. The results of the study were: 1) social studies learning by means of a controversial issue model includes four steps, namely: (a) the teacher or student presented a case or issue related to the learning to be carried out, (b) the teacher made a group of students so that they were able to discuss problems or issues that had been presented. (c) the group representatives either as the defenders or the attackers of an opinion on a controversial issue, (d) then the teacher and students concluded and gave suggestions from the activity. 2) the implementation of the controversial Issue model in social studies learning could improve students' critical thinking skills. This can be seen from the average ability developed by each action reached 12.8 which was enough categories in cycle I, then changed to 16.8 which was good categories in cycle II. Keywords: Critical Thinking, Controversial Issues, Social Studies LearningABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ciamis yang muncul melalui model controversial issues dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ciamis yang berjumlah 33 orang. Empat tahapan penelitian tindakan kelas meliputi: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, studi dokumen dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang di peroleh adalah: 1) Bahwa pembelajaran IPS dengan menerapkan model controversial issue meliputi empat langkah yaitu : (a) guru atau siswa menyodorkan suatu kasus atau isu yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan di laksanakan, (b) guru membentuk kelompok siswa agar mampu membahas masalah atau isu yang telah di sajikan. (c) perwakilan kelompok dapat menjadi pembela atau penyerang suatu  pendapat tentang isu kontroversial di sertai alasan. (d) kemudian guru dan siswa menyimpulkan serta memberi saran terhadap pembelajaran yang telah terjadi. 2) Implementasi model controversial Issue dalam pembelajaran IPS mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata kemampuan yang dikembangkan setiap tindakan mencapai 12,8 berkategori cukup pada siklus I, kemudian berubah menjadi 16,8 berkategori baik pada siklus II. Kata kunci : Berpikir Kritis, Controversial Issues, Pembelajaran IPS
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENDENGARKAN BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA AUDIO-VISUAL Yayah Sopiyah
Wahana Pendidikan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.081 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i3.1536

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakngi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam mendengarkan Bahasa Inggris.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Audio-Visual dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus tindakan. Objek penelitian adalah siswa  Penelitian ini VIII-I SMP Negeri 15 Tasikmalaya.          Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif analitik.  Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa             Audio-Visual dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa.

Page 6 of 29 | Total Record : 285