cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 285 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS SURAT RESMI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KLUSTER PENCERITAAN S u h a, S u h a
Wahana Pendidikan Vol 5, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.755 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i4.1542

Abstract

        Kenyataan di kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya, rata-rata kemampuan siswa menulis surat resmi sambutan sangat rendah, itu semua dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata 60, di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Rendahnya kemampuan menulis surat resmi sambutan di kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya salah satu faktor penyebabnya adalah metode yang digunakan dalam pembelajaran menulis surat resmi sambutan yaitu hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan. Hal ini mengakibatkan siswa sulit mengungkapkan gagasan, sehingga tampak dalam menulis pidato banyak ditemukan kesalahan-kesalahan seperti ketidaksesuaian isi dengan tema, ketidaktepatan penggunaan kalimat dalam bagian pembukaan, isi dan penutupan surat resmi, dan masih ditemukan penggunaan ejaan yang tidak benar dalam penulisan surat resmi sambutan. Tujuan penelitian ini  adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis surat resmi setelah menggunakan model pembelajaran klusterpenceritaan pada pembelajaran bahasa Sunda di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (N= 4).  Simpulan penelitian ini adalah: (1) Perencanaan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis surat resmi melalui model pembelajaran kluster penceritaan pada pembelajaran bahasa Sunda di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya, memperoleh hasil bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I belum optimal, sedangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus II terdapat peningkatan kinerja guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatkan hasil belajar siswa tentang kemampuan siswa menulis surat resmi sambutan; (2)  Proses pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis surat resmi melalui model pembelajaran kluster penceritaan pada pembelajaran bahasa Sunda di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya, bahwa aktivitas guru dalam pembelajaran siklus I belum optimal, sedangkan pada siklus II aktivitas guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan; (3) Hasil belajar siswa tentang kemampuan siswa menulis surat resmi melalui model pembelajaran kluster penceritaan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa; (4)  Kemampuan siswa menulis surat resmi setelah menggunakan model pembelajaran kluster penceritaan pada pembelajaran bahasa Sunda di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya terbukti mengalami peningkatan yaitu hasil belajar siswa siklus I yaitu 69,8 meningkat menjadi 81 pada siklus II.
PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAPAT MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI THINGS AROUND US (PTK DI KELAS VII-B SMP NEGERI 14 TASIKMALAYA) Hayani, Nurida
Wahana Pendidikan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.45 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i1.923

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi Things around us. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, tes hasil belajar dan angket.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan model kooperatif tipe jigsaw terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang  mencapai KKM dibandingkan dengan pra tindakan. Proses pembelajaran pada siklus I pertemuan ke-2 meningkat sebesar 76% menjadi 86% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 26% menjadi 90 % pada akhir siklus II pertemuan ke-2. hasil belajar dan kemampuan siswa dengan menggunakan kooperatif tipe jigsaw pada siklus I pertemuan ke-1 sebesar 32 % meningkat sebesar 33 % menjadi 65% pada siklus I pertemuan ke-2. Demikian pula, hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus I pertemuan ke-2 meningkat sebesar 13 % menjadi 78 % pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula, hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 14% menjadi 92 % pada siklus II pertemuan ke-2. Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan Model Kooperatif Tipe Jigsaw. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran melalui tindakan  Model Kooperatif Tipe Jigsaw pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-1 sebesar 37% meningkat sebesar 26 % menjadi 63% pada siklus I pertemuan ke-2. Kata Kunci: Pemahaman, Things around us, Model Pembelajaran, Cooperatf Jigsaw 
FUNGSIONALISASI SUPERVISI PENDIDIKAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER KEJUJURAN GURU DALAM PENINGKATAN KUALITAS PROFESI GURU DAN PEMBELAJARAN Kusnandi, Kusnandi
Wahana Pendidikan Vol 7, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.312 KB) | DOI: 10.25157/wa.v7i1.3252

Abstract

ABSTRACTThe quality of the performance teaching profession and the quality of learning affect the success of the teaching and learning process. Teacher honesty character will support the quality of teacher professional performance more effectively. Efforts to improve the ability to carry out the learning process require attention from the person in charge of the education system continuously, among others, through the functionalization of educational supervision. The implementation of educational supervision with standard technical strategies will be better if the function is more focused on developing the character of teacher honesty in learning. The job of a supervisor is to help, encourage, and give teachers confidence that the teaching-learning process can and must continue to be better. Supervision activities are carried out through various processes of teaching problem solving and aim to improve the effectiveness and efficiency of the teaching-learning process. Supervision is a help to the teacher in improving the teaching-learning situation. The results will be better if it focuses on internalizing the character of honesty in the teacher in carrying out the main tasks and functions in school. Keywords: Functionality, Supervision, Honesty, Teachers, Education ABSTRAKKualitas kinerja profesi guru dan kualitas pembelajaran mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar. karakter kejujuran guru  akan mendukung kualitas kinerja profesi guru lebih efektif. Upaya meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan proses pembelajaran memerlukan perhatian dari penanggung jawab sistem pendidikan secara terus menerus antara lain melalui fungsionalisasi supervisi pendidikan. Pelaksanaan supervisi pendidikan dengan strategi teknik yang sudah baku akan lebih baik bila fungsinya lebih fokus pada pengembangan karakter kejujuran guru dalam pembelajaran. Tugas seorang supervisor adalah untuk membantu, mendorong, dan memberikan keyakinan kepada guru bahwa proses belajar-mengajar dapat dan harus terus lebih baik. Kegiatan supervisi terlaksana melalui berbagai proses pemecahan masalah pengajaran dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar-mengajar. Supervisi merupakan bantuan kepada guru dalam perbaikan situasi belajar-mengajar, akan lebih baik hasilnya bila memfokuskan pada internalisasi karakter kejujuran pada diri guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di sekolah. Kata kunci: Fungsionalisasi, Supervisi, Kejujuran, Guru, Pendidikan 
UPAYA MENINGKATKAN KESEGARAN JASMANI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI (PENELITIANTINDAKAN KELAS DI KELAS VII-G SMP NEGERI 14 TASIKMALAYA) Sesfao, Ahmad
Wahana Pendidikan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.296 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i3.1532

Abstract

Kemampuan siswa kelas VII-G  SMP Negeri 14 Tasikmalaya pada Mata Pelajaran Penjas Orkes masih dianggap kurang, sehingga perlu diupayakan oleh guru untuk peningkatanya. Salah satu upaya yang penulis anggap tepat yaitu pendekatan bermain untuk meningkatkan kesegaran jasmani dalam pembelajarn pendidikan jasmani , olah raga dan kesehatan. Di kelas VII-G semester 1.. Penelitian pada Siswa kelas VII-G SMP Negeri 14 Tasikmalaya.Setelah diadakan penelitian tindakan kelas tentang upaya meningkatkan kesegaran jasmani siswa membuktikan bahwa dengan pendekatan bermain pembelajaran untuk meningkatkan kesegaran jasmani siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan lebih termotivasi karena mereka dapat belajar sambil bermain. Untuk itu penulis berkesimpulan bahwa model pembelajaran dengan pendekatan bermain dapat diterapkan dalam pendidikan jasmani untuk semua jenjang pendidikan agar tingkat kebugaran jasmani siswa dapat ditingkatkan.
PENGGUNAAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGELOMPOKAN MACAM-MACAM TULANG PADA RANGKA MANUSIA (PTK DI KELAS VIII-K SMP NEGERI 1 RAJAPOLAH) Haryaman, Harid
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.414 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.745

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model Picture and Picture dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelompokkan macam-macam tulang pada rangka manusia. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan  tes hasil belajar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Picture and Picture terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelompokkan macam-macam tulang pada rangka manusia. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang melampaui KKM dibandingkan dengan pra tindakan.Proses pembelajaran pada siklus I  pertemuan ke-2 meningkat sebesar 22% menjadi 68% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 14% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2. Hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengelompokkan macam-macam tulang pada rangka manusia pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 51% meningkat sebesar 25% menjadi 76% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar  6% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.          Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 5% meningkat sebesar 58% menjadi 63% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula perentase ketuntasan klasikal pada siklus pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 10% menjadi 75% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan model Picture and Picture. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 50% meningkat sebesar 15% menjadi 65% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula aktivitas siswa pada siklus pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar  6% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MEMAHAMI STRUKTUR CONTENT Rusyana, Adun
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2866.757 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.3052

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengukur kategori berpikir mahasiswa; (2)  menganalisis kemampuan mahasiswa dalam memahamai struktur content;(3) menguji pengaruh kategori berpikir terhadap pemahaman struktur content.  Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa Prodi. Biologi semester VI pada salah satu PTS Swasta di wilayah Provinsi Jawa Barat tahun akademik 2019 (n=28). Metoda penelitian ini adalah deskriptif analitik dan uji korelasi bivariat. Simpulan penelitian ini adalah: (1) indeks berpikir subjek penelitian berada pada kisaran 1-2 (=superior berpikir kreatif); (2) secara umum mahasiswa superior berpikir kreatif berkemampuan memahami srtuktur content sebesar 34 % (judul content=40 %, struktur makro= 50%, struktur mikro= 35 %); (3) superior berpikir kreatif tidak berpengaruh terhadap pemahaman struktur content. Kata Kunci: Struktur Content, Superior Berpikir Kreatif
PENGGUNAAN KARTU MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBEDAKAN JENIS-JENIS ADAPTASI Rukiati, Ikeu
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.298 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1522

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kartu make a match dalam membedakan jenis-jenis adaptasi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengobservasi proses pembelajaran guru, mengobservasi aktivitas siswa, memberikan tes hasil belajar siswa, dan mewawancara siswa.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kartu make a match yang telah dimodifikasi terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membedakan jenis-jenis adaptasi di kelas IX-A SMP Negeri 15 Tasikmalaya. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan pra tindakan. Proses belajar pada siklus I pertemuan ke-1  meningkat sebesar 18%  pada siklus I pertemuan ke-2 dan meningkat 11.5% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula  meningkat sebesar  2.25 % pada akhir siklus II pertemuan ke-2. Hasil belajar dan kemampuan siswa dalam membedakan jenis-jenis adaptasi (yang mencapai KKM= 75) pada siklus I pertemuan ke-1 meningkat sebesar 5.71 % pada siklus I pertemuan ke-2 dan meningkat pula sebesar 5.24% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula, hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 0.92% pada siklus II pertemuan ke-2.Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan kartu make a match yang telah dimodifikasi. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA melalui tindakan penelitian pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-1 meningkat sebesar 6.25%  pada siklus I pertemuan ke-2 dan meningkat sebesar 17% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula aktivitas siswa pada siklus II meningkat sebesar 8%  pada siklus II pertemuan ke-2.
UPAYA MENINGKAKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR PRINSIP-PRINSIP HEREDITAS MELALUI PENDEKATAN ANALOGI DI KELAS XII IPA 1 SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 CIAMIS Hetty Hasanah, Iis
Wahana Pendidikan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.803 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i1.390

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh karena: (1) prinsip-prinsip hereditas sifat materinya  abstrak atau materi tersebut termasuk sains yang tidak bisa diobservasi langsung di dalam kelas; (2) berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan bahwa ketika guru sedang memberikan pembelajaran di kelas ternyata respon positif para siswa kurang dan sebagian besar siswa  mengalami kesulitan dalam mempelajari materi prinsip-prinsip hereditas.    Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk membantu memmpercepat pemahaman  siswa dalam  mempelajari  prinsip-prinsip hereditas dan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.  Prosedur yang ditempuh dalam penelitian ini adalah penelitian ini terdiri dari dua siklus. Ciri khas tindakan guru pada masing-masing siklus adalah: (1) pada siklus pertama diberikan  pembelajaran dengan metode analogy dengan diskusi kelompok besar (kelas)  (2) sedangkan pada siklus kedua adalah pembelajaran dengan metode-analogy dengan diskusi kelompok kecil. Tindakan yang diberikan oleh guru hanya dua silklus karena refleksi pada siklus kedua telah menunjukkan hasil yang positif dan terbatasnya waktu/jam belajar.    Kesimpulan yang diperoleh pada penelitian ini adalah: (1)  Metode analogy dapat meningkatkan ilkim belajar siswa ke arah yang lebih positif sebesar 44,25 % dan menurunkan respon negatif sebesar 9,67 %; (2) Metode analogy dapat meningkatkan    prestasi    belajar   siswa pada  materi prinsip-prinsip hereditas sebesar  16,67 %. Kata Kunci: pendekatan analogy, prinsip-prinsip hereditas, presatasi belajar siswa 
PENGGUNAAN METODE KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI INTERAKSI ANTARRUANG NEGARA-NEGARA DI BENUA ASIA DI KELAS IX.A SMPIT ISHLAHUL UMMAH TASIKMALAYA Harudin, Kakang
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6066.805 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2970

Abstract

Penelitian tindakan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep dari materi interaksi antarruang negara-negara di Benua Asia. Padahal, materi ini sangat penting mengingat berbagai indikator ketertinggalan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain di Benua Asia, bahkan di kawasan Asia Tenggara. PTK ini dilaksanakan pada Agustus s.d September2018. Subjeknya adalah siswa kelas IXA dan objek penelitian adalah kompetensi yang diupayakan peningkatan hasil belajarnya. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Analisis data kuantitatif dan kulitatif dengan alat uji statistik deskriptif komparatif hasil pengamatan, wawancara, observasi dan refleksi dari tiap-tiap siklus.Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi kenaikan hasil belajar dari KBM siklus 1 yaitu nilai rata- rata kelas 75 menjadi nilai rata-rata 80. Aktivitas siswa dalam kegiatan edukatif meningkat dengan meningkatnya prosentase ketuntasan belajar dari 64% meningkat menjadi 100% pada siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada rekan guru untuk mengimplementasikan berbagai teknik dari model pembelajaran kooperatif dalam kegiatan pembelajaran. Teknik-teknik dari model ini yang bisa digunakan diantaranya jigsaw, think-pair-share, three-step interview, numbered heads together dan team pair solo. Penggunaan masing-masing teknik ini disesuaikan dengan kondisi dan materi pembelajaran
PENGGUNAAN MODEL CIRCLE QUESTION GAME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VII-A SMP Islam Cisumur Tasikmalaya) Rohayati, Hilda
Wahana Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v6i1.2025

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran circle question game  dalam meningkatkan hasil belajar pada materi Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan melakukan 2(dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini terdapat empat   teknik yaitu  pengamatan, tes,  dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran circle question game terbukti dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan aktifitas siswa dari prasiklus ke siklus 1  sebesar 33,34 atau meningkat sebesar 28,55% dan dari siklus 1 ke siklus 2  meningkat sebesar 13,67 atau meningkat sebesar 11,39 %. Terdapat peningkatan proses belajar menggunakan model pembelajaran  circle question game   dari prasiklus ke siklus 1 sebesar 0,8 atau meningkat  sebesar 20,5 % dan peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 0,78 atau meningkat sebesar 19,5 %. Terjadi peningkatan pada rata-rata nilai tes dari prasiklus  ke  siklus 1 pertemuan ke 1 sebesar 14,67 atau meningkat sebesar  22.56 % dan meningkat pada persentase siswa yang tuntas  sebesar 40 %. Dari siklus 1 pertemuan ke 1  ke siklus 1 pertemuan ke 2  terjadi peningkatan rata-rata  nilai sebesar 3,6 atau meningkat sebesar 3,2 % dan terjadi peningkatan pada persentase siswa yang tuntas sebesar  6,67 % dan dari siklus 1 pertemuan ke 2 ke siklus 2 pertemuan ke 1 terjadi peningkatan rata-rata nilai sebesar 2.83 atau naik sebesar 3,4 % dan terjadi peningkatan persentase siswa yang tuntas sebesar 6,7 %  sedangkan dari siklus 2 pertemuan ke 1 ke siklus 2 pertemuan ke 2 terjadi peningkatan nilai rata-rata  sebesar 2,4 atau meningkat sebesar 2.7 % dan terjadi peningkatan pada persentase siswa yang tuntas sebesar 3.4 %.Penggunaan model pembelajaran circle question game dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Islam Cisumur Kota Tasikmalaya pada materi   Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia. Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan model pembelajaran  circle question game.

Page 8 of 29 | Total Record : 285