Journal of Educational Chemistry (JEC)
Journal of Educational Chemistry (JEC) is a journal managed by Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang (the Chemistry Education Department of Science and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University). This Journal aims to accommodate all the writings of theoretical studies and research in the field of chemical education. This journal is published twice a year. Researchers and educational practitioners are welcome to disseminate their writings through this journal. Scope of writings published in this journal include: Learning chemistry Evaluation of chemistry education Chemistry education policy Integrating islamic value in chemistry education
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2019)"
:
14 Documents
clear
PENGEMBANGAN BLOG PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) MATERI REAKSI OKSIDASI-REDUKSI
Sulistyani, Yeni;
Nirwana, Ratih Rizqi
JEC: Journal of Educational Chemistry Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.781 KB)
|
DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3936
Pelaksanaan pembelajaran harus mampu menyesuaikan diri agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Kegiatan pembelajaran peserta didik tidak hanya dapat dilakukan di sekolah dan pada jam pelajaran saja. Kemudahan akses internet seharusnya dapat dimanfaatkan peserta didik sebagai salah satu sumber belajar. Saat ini sudah tersedia banyak situs yang menampilkan materi-materi pelajaran, namun masih banyak informasi yang tidak sesuai. Sehingga diperlukan pengembangan secara optimal agar bahan ajar yang diakses siswa tepat. Penggunaan blog sebagai media diharapkan dapat memudahkan peserta didik untuk mengakses materi pelajaran. Materi konsep reaksi oksidasi reduksi merupakan salah satu materi yang dianggap sulit peserta didik. Pengembangan blog pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep reaksi oksidasi reduksi. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Research and Development (R n D), dengan model Reisser dan Molenda (1990-an) yaitu model ADDIE yang meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Blog pembelajaran yang telah dikembangkan mempunyai kategori sangat tinggi atau sangat efektif berdasarkan hasil belajar peserta didik yang meliputi kognitif sebesar 80,04%, afektif sebesar 85,8 %, psikomotorik sebesar 84%, dan tanggapan peserta didik sebesar 85,83 %. Blog pembelajaran ini layak digunakan sebagai media pembelajaran penunjang pembelajaran kimia berbasis contextual teaching and learning pada materi konsep reaksi oksidasi-reduksi
ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU KIMIA YANG MENGKUTI MGMP MIPA
Habibi, Amanda Alif;
Firmansyah, R. Arizal
JEC: Journal of Educational Chemistry Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (939.884 KB)
|
DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3743
Penelitian ini berdasarkan survei guru kimia di MAN Kota Tegal dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar guru meliputi keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan bertanya, dan keterampilan mengadakan variasi yang masih kurang. Padahal keterampilan dasar mengajar guru merupakan keterampilan yang sangat penting diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method dalam bentuk konkuren dengan model strategi Embendded konkuren yaitu penelitian kualitatif menginduk di dalam penelitian kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian di MAN Kota Tegal tentang keterampilan dasar mengajar guru kimia yang mengikuti MGMP MIPA menunjukkan bahwa persentase skor rata-rata dalam ketiga keterampilan dasar mengajar (keterampilan membuka dan menutup, keterampilan bertanya, dan keterampilan mengadakan variasi) sebesar 54% dengan kategori kurang sekali. Keterampilan yang dinilai yaitu keterampilan membuka pelajaran sebesar 61% (cukup), keterampilan bertanya sebesar 56% (kurang), keterampilan mengadakan variasi sebesar 53% (kurang sekali), dan menutup pelajaran 44% (kurang sekali). Kemudian berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa sebagian besar keterampilan dasar mengajar guru kimia masih kurang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keterampilan dasar mengajar guru kimia yang mengikuti MGMP MIPA di MAN Kota Tegal selama proses pembelajaran guru masih kurang dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar.
ANALISIS TEXTBOOKS-FOR-HIGH-SCHOOL-STUDENT- STUDYING-THE SCIENCES-CHEMISTRY MATERI POKOK HIDROKARBON DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM 2013
rizqiana, fika atina;
Siddiq, Mahfudz;
Rahmawati, Atik
JEC: Journal of Educational Chemistry Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (295.843 KB)
|
DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3940
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sajian materi hidrokarbon (kelengkapan materi, akurasi, pemecahan masalah, komunikasi, koneksi, dan penyampaian) pada bahan ajar Textbooks For High School Students Studying The Sciences Chemistry yang diterbitkan oleh FHSST Author Afrika Selatan serta relevansinya dengan kurikulum 2013 untuk SMA Kelas X. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis dokumen (documentary analysis) atau analisis isi (content analysis). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kelengkapan materi 62,5% (cukup); akurasi 58,3% (kurang); pemecahan masalah sebesar 75% (baik); komunikasi 62,5% (cukup); koneksi (keterkaitan) 50% (kurang); penyampaian (represent) 62,5% (cukup). Adapun relevansi materi hidrokarbon pada Textbooks For High School Students Studying The Sciences Chemistry dengan kurikulum 2013 adalah sebesar 31,2 % (sangat kurang). Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa materi pokok hidrokarbon pada Textbooks For High School Students Studying The Sciences Chemistry terbitan FHSST Authors dari Afrika Selatan tidak memenuhi dari segi isi materi, relevansi dengan kurikulum, dan pembahasannya belum lengkap untuk pembelajaran di SMA kelas X.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA BERBASIS INTEGRASI ISLAM-SAINS MATERI MINYAK BUMI SEBAGAI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
faeha, ana;
Wahid, Abdul;
Udaibah, Wirda
JEC: Journal of Educational Chemistry Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.831 KB)
|
DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3937
Rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi hidrolisis khususnya pada level mikroskopik dan proses pembelajaran yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional di MA Uswatun Hasanah, sehingga dilakukan penelitian ini. Model POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) bermuatan Multiple Level Representation diharapkan dapat mengetahui tingkat penguasaan konsep dan retensi peserta didik MA Uswatun Hasanah pada materi hidrolisis. Metode: Penelitian ini menggunakan satu sampel untuk memperoleh data penelitian yaitu kelas XI jurusan IPA. Data penelitian diperoleh dengan metode dokumentasi untuk mendapatkan daftar nama-nama peserta didik kelas XI jurusan IPA MA Uswatun Hasanah dan metode tes untuk memperoleh data hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari nilai pretest, posttest, dan retest. Hasil penelitian : Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui model POGIL bermuatan Multiple Level Representation dapat meningkatkan tingkat penguasaan konsep dan retensi peserta didik kelas XI IPA MA Uswatun Hasanah. Terdapat 30% peserta didik mengalami peningkatan penguasaan konsep kategori tinggi, 40% peserta didik mengalami peningkatan penguasaan konsep kategori sedang, dan 30% mengalami peningkatan penguasaan konsep kategori rendah. Adapun tingkat retensi peserta kelas XI IPA MA Uswatun Hasanah adalah 92,7% yang tergolong tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran dengan menggunakan model POGIL bermuatan Multiple Level Representation dapat meningkatkan tingkat penguasaan konsep dan retensi peserta didik kelas XI IPA MA Uswatun Hasanah.
KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS X UNGGULAN BILINGUAL CLASS SYSTEM (BCS) PADA PRAKTIKUM LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
Nuzul, Ilyana Rohmatin;
Nirwana, Ratih Rizqi;
Kholiq, Abdul
JEC: Journal of Educational Chemistry Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.388 KB)
|
DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3780
Perkembangan ilmu di bidang sains tidak luput dari kegiatan observasi (pengamatan), penelitian, dan uji coba. Kegiatan ini disebut juga sebagai keterampilan proses sains dalam dunia pendidikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui deskripsi keterampilan proses sains peserta didik kelas X unggulan Bilingual Class System (BCS) MAN 2 Kudus pada praktikum larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik kelas X unggulan Bilingual Class System (BCS) mempunyai keterampilan proses sains dasar pada aspek mengamati sebesar 77% (Baik), keterampilan mengukur sebesar 82% (Baik), keterampilan mengklasifikasi sebesar 92% (Sangat Baik), keterampilan mengkomunikasi sebesar 87% (Sangat Baik), dan keterampilan menyimpulkan sebesar 69% (Cukup). Sedangkan keterampilan proses sains terpadu pada aspek merencanakan percobaan sebesar 88% (Sangat Baik), keterampilan menganalisis data sebesar 70% (Cukup), dan keterampilan memperoleh dan menyajikan data sebesar 72% (Cukup). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Persentase tertinggi keterampilan proses sains dasar adalah keterampilan mengklasifikasi, sedangkan persentase terendah adalah keterampilan menyimpulkan. Persentase tertinggi keterampilan proses sains terpadu adalah keterampilan merencanakan percobaan, sedangkan persentase terendah adalah keterampilan menganalisis data.
PENGUASAAN KONSEP DAN RETENSI MELALUI POGIL (PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING) BERMUATAN MULTIPLE LEVEL REPRESENTATION
Khulliyah, Khulliyah;
Fadlan, Andi
JEC: Journal of Educational Chemistry Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1079.101 KB)
|
DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3942
Rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi hidrolisis khususnya pada level mikroskopik dan proses pembelajaran yang masih menggunakan metode pembelajaran konvesional di MA Uswatun Hasanah. Melalui model POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) bermuatan Multiple Level Representation diharapkan dapat mengetahui tingkat penguasaan konsep dan retensi peserta didik MA Uswatun Hasanah pada materi hidrolis. Data penelitian diperoleh dengan metode dokumentasi untuk mendapatkan daftar nama-nama peserta didik kelas XI jurusan IPA MA Uswatun Hasanah dan metode tes untuk memperoleh data hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari nilai pre-test, post-test, dan retest. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui model POGIL bermuatan Multiple Level Representation dapat meningkatkan tingkat penguasaan konsep dan retensi peserta didik kelas XI IPA MA Uswatun Hasanah. Terdapat 30% peserta didik mengalami peningkatan penguasaan konsep kategori tinggi, 40% pada kategori sedang, dan 30% pada kategori rendah. Adapun tingkat retensi peserta didik adalah 92,7% yang tergolong tinggi.
PENERAPAN MODEL BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP TERMOKIMIA SISWA
Subagiyo, Sidiq
JEC: Journal of Educational Chemistry Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.265 KB)
|
DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3830
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model blended learning untuk meningkatkan pemahaman konsep termokimia pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi experimental dengan Randomized Posttest Only Control Design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Lasem. Data penelitian yang diambil berupa pemahaman konsep siswa melalui hasil belajar kognitif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara dan observasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis uji t-test related (Independent-Sample T-Test) dari hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan model blended learning efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep termokimia siswa. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai evaluasi pemahaman konsep termokimia kelas eksperimen sebesar 77,3 dan kelas kontrol sebesar 69,7 dan pada pengujian juga didapatkan hasil yaitu thitung = -4,672 dan ttabel = -2,037 (? = 5%) sehingga thitung < ttabel.
Pengembangan Blog Pembelajaran Kimia Berbasis Contextual Teaching Learning (CTL) Materi Reaksi Oksidasi-Reduksi
Yeni Sulistyani;
Ratih Rizqi Nirwana
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3936
Pelaksanaan pembelajaran harus mampu menyesuaikan diri agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Kegiatan pembelajaran peserta didik tidak hanya dapat dilakukan di sekolah dan pada jam pelajaran saja. Kemudahan akses internet seharusnya dapat dimanfaatkan peserta didik sebagai salah satu sumber belajar. Saat ini sudah tersedia banyak situs yang menampilkan materi-materi pelajaran, namun masih banyak informasi yang tidak sesuai. Sehingga diperlukan pengembangan secara optimal agar bahan ajar yang diakses siswa tepat. Penggunaan blog sebagai media diharapkan dapat memudahkan peserta didik untuk mengakses materi pelajaran. Materi konsep reaksi oksidasi reduksi merupakan salah satu materi yang dianggap sulit peserta didik. Pengembangan blog pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep reaksi oksidasi reduksi. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Research and Development (R n D), dengan model Reisser dan Molenda (1990-an) yaitu model ADDIE yang meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Blog pembelajaran yang telah dikembangkan mempunyai kategori sangat tinggi atau sangat efektif berdasarkan hasil belajar peserta didik yang meliputi kognitif sebesar 80,04%, afektif sebesar 85,8 %, psikomotorik sebesar 84%, dan tanggapan peserta didik sebesar 85,83 %. Blog pembelajaran ini layak digunakan sebagai media pembelajaran penunjang pembelajaran kimia berbasis contextual teaching and learning pada materi konsep reaksi oksidasi-reduksi
Analisis Keterampilan Dasar Mengajar Guru Kimia yang mengkuti MGMP MIPA
Amanda Alif Habibi;
R. Arizal Firmansyah
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3743
Penelitian ini berdasarkan survei guru kimia di MAN Kota Tegal dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar guru meliputi keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan bertanya, dan keterampilan mengadakan variasi yang masih kurang. Padahal keterampilan dasar mengajar guru merupakan keterampilan yang sangat penting diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method dalam bentuk konkuren dengan model strategi Embendded konkuren yaitu penelitian kualitatif menginduk di dalam penelitian kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian di MAN Kota Tegal tentang keterampilan dasar mengajar guru kimia yang mengikuti MGMP MIPA menunjukkan bahwa persentase skor rata-rata dalam ketiga keterampilan dasar mengajar (keterampilan membuka dan menutup, keterampilan bertanya, dan keterampilan mengadakan variasi) sebesar 54% dengan kategori kurang sekali. Keterampilan yang dinilai yaitu keterampilan membuka pelajaran sebesar 61% (cukup), keterampilan bertanya sebesar 56% (kurang), keterampilan mengadakan variasi sebesar 53% (kurang sekali), dan menutup pelajaran 44% (kurang sekali). Kemudian berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa sebagian besar keterampilan dasar mengajar guru kimia masih kurang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keterampilan dasar mengajar guru kimia yang mengikuti MGMP MIPA di MAN Kota Tegal selama proses pembelajaran guru masih kurang dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar.
Analisis Textbooks-for-High-School-Student- Studying-the Sciences-Chemistry materi Pokok Hidrokarbon dalam Perspektif Kurikulum 2013
fika atina rizqiana;
Mahfudz Siddiq;
Atik Rahmawati
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3940
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sajian materi hidrokarbon (kelengkapan materi, akurasi, pemecahan masalah, komunikasi, koneksi, dan penyampaian) pada bahan ajar Textbooks For High School Students Studying The Sciences Chemistry yang diterbitkan oleh FHSST Author Afrika Selatan serta relevansinya dengan kurikulum 2013 untuk SMA Kelas X. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis dokumen (documentary analysis) atau analisis isi (content analysis). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kelengkapan materi 62,5% (cukup); akurasi 58,3% (kurang); pemecahan masalah sebesar 75% (baik); komunikasi 62,5% (cukup); koneksi (keterkaitan) 50% (kurang); penyampaian (represent) 62,5% (cukup). Adapun relevansi materi hidrokarbon pada Textbooks For High School Students Studying The Sciences Chemistry dengan kurikulum 2013 adalah sebesar 31,2 % (sangat kurang). Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa materi pokok hidrokarbon pada Textbooks For High School Students Studying The Sciences Chemistry terbitan FHSST Authors dari Afrika Selatan tidak memenuhi dari segi isi materi, relevansi dengan kurikulum, dan pembahasannya belum lengkap untuk pembelajaran di SMA kelas X.