cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2016)" : 7 Documents clear
PENERAPAN MANAJEMEN ZAKAT DENGAN SISTEM REVOLVING FUND MODELS SEBAGAI UPAYA EFEKTIFITAS PENYALURAN ZAKAT PRODUKTIF (STUDI PADA LEMBAGA MANAJEMEN INFAQ MADIUN) Ningrum, Ririn Tri Puspita
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3832.291 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2347

Abstract

Penelitian ini  dilatarbelakangi  oleh  fakta bahwa  lembaga zakat  sebagai  salah  satu bentuk lembaga ekonomi umat memiliki peran yang sangat besar dalam menyelesaikan masalah kemiskinan serta menguatkan ekonomi umat. Hal tersebut dapat dilakukan oleh lembaga zakat dengan mendistribusikan zakat baik bersifat konsumtif maupun produktif. Namun dalam pelaksanaanya, pendistribusian zakat konsumtif maupun produktif tersebut memiliki banyak perbedaan misalnya adalah terkait penerapan manajemen dalam menentukan karekteristik penerima zakat (mustahiq). Khusus untuk zakat produktif, pemberian zakat jenis ini merupakan sebuah upaya untuk memberdayakan  mustahiq  agar  lebih  produktif,  mandiri  dan  mampu meningkatkan  kehidupannya  melalui  potensi  yang masih  dimilikinya.  Sebagai salah satu lembaga ekonomi umat, LMI Madiun juga memegang peranan penting dalam hal penguatan umat dengan cara memberikan zakat produktif kepada para mustahiq. Namun demikian, dalam memberikan zakat produktif tersebut, LMI Madiun harus berpedoman pada manajemen zakat agar zakat produktif bisa didistribusikan tepat sasaran dan efektif sehingga tujuan pemberdayaan dan ekonomi ummat dapat terealisasi. Adapun pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini untuk ditemukan jawabannya antara lain terkait bagaimana penerapan manajemen zakat produktif dengan sistem revolving fund models dalam rangka penguatan ekonomi mustahiq yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Madiundan bagaimana efektifitas penyaluran zakat produktif dengan sistem revolving fund models sebagai upaya penguatan ekonomi mustahiq pada Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Madiun. Penelitian merupakan jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan normatif empiris. Hasil dari penelitian ini antara lain: pertama, penerapan manajemen zakat produktif dengan sistem revolving fund models dalam rangka penguatan ekonomi mustahiq yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Madiun belumlah optimal. Kedua, efektifitas penyaluran zakat produktif dengan sistem revolving fund models sebagai upaya penguatan ekonomi mustahiq pada Lembagan Manajemen Infaq (LMI) Madiun sudah cukup efektif karena telah mampu memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) mustahiq  seperti  menambah  jumlah  pendapatan,  meningkatkan produktivitas kerja dan meningkatkan kecukupan pangan.  Kata Kunci: Manajemen Zakat Produktif, Revolving Fund Models, LMI Madiun, Penguatan Ekonomi Mustahiq
PEMBERLAKUAN HUKUM SYARIAT BAGI WARGA NON MUSLIM DI DAERAH NANGROE ACEH DARUSSALAM (PERSPEKTIF ISLAM DAN HAM) Juwita, Dwi Runjani
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3827.463 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2348

Abstract

Perdebatan mengenai pemberlakuan hukum syariat bagi non- muslim di Aceh merupakan masalah yang mendatangkan banyak reaksi dari masyarakat. Pro dan kontra mengenai masalah tersebut tetap menjadi perbincangan yang serius di kalangan ahli hukum, kriminolog, tokoh agama, dan aktivis HAM. Sejak syariat Islam secara kaffah dideklarasikan pada tahun 2001, banyak sekali kritikan dan kecaman yang dilontarkan terhadap pemerintah daerah. Apalagi ketika hukum syariat tersebut diberlakukan bagi warga non- muslim yang melakukan pelanggaran terhadap tindak pidana atau jarimah Kata Kunci: HAM, Hukum Syar’i, Non Muslim
ISTIFHAM DALAM AL-QUR’AN: STUDI ANALISA BALAGHAH Nurdiyanto, Ade Nurdiyanto
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3966.231 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2349

Abstract

Uslub istifham dalam ilmu ma'ani memiliki makna-makna tertentu mengikuti siyaq atau konteks kalimat. Istifham yang dipahami dengan mencari pengetahuan tentang sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui mengandung pengertian bahwa sebuah pertanyaan diberikan hanya untuk mencari tahu dari orang yang ditanya. Akan tetapi, bila ditinjau dari ilmu ma'ani, tidak semua fungsi istifham menunjukkan arti mencari tahu, namun dapat berarti perintah (amr) yang tergolong uslub thalab  serta makna-makna yang lainnya. Sehingga hal ini menjadi titik permasalahan tersendiri. Ada beberapa hal cukup menguntungkan, ketika Al-Qur’an menggunakan redaksi istifham seperti itu, pertama, Al-Qur’an dengan demikian mengakomodir persoalan-persoalan mendasar yang itu menjadi ganjalan di sebagian besar manusia kala itu. Kedua, sebuah pembuktian bahwa Al-Qur’an adalah ajaran Tuhan yang menyentuh ranah imanensi, sampai-sampai harus menjawab hal-hal yang—menurut sebagian manusia—adalah remeh. Ketiga, pembuktian bahwasanya Al-Qur’an adalah ajaran Tuhan yang peduli dengan manusia, bukan ajaran yang betul-betul lepas.  Kata Kunci: Istifham, Balaghah, Bahasa Arab
ARGUMEN A PORTIORI (MAFHUM MUWAFAQAH) DAN ARGUMEN A CONTRARIO (MAFHUM MUKHALAFAH) (SEBUAH STUDI PERBANDINGAN HUKUM ISLAM DENGAN HUKUM POSITIF) Mahsun, Mahsun Mahsun
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2908.694 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2350

Abstract

ABSTRAK 
GENDERISASI DALAM TERJEMAHAN QUR’AN A REFORMIST TRANSLATION: STUDI PERBANDINGAN Alindah, Lutfiyah Alindah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5044.581 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2351

Abstract

Penerjemahan adalah proses panjang antara teks, pengarang teks (bahasa sumber) dan pembaca (penerjemah). Ketiganya memiliki jaringan yang tidak pernah terputus dan pada akhirnya berimplikasi pada makna sebuah teks. Hal yang sama juga terjadi pada al-Qur’an. Walaupun al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang selalu terjaga kesuciannya, tidak demikian halnya dengan makna yang terkandung dalam al-Qur’an. Teks al-Qur’an yang diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Inggris ataupun ke dalam bahasa Indonesia tentu saja telah melahirkan variasi antara teks sumber dengan teks-teks terjemahannya. Variasi dalam sebuah teks merupakan salah aspek yang berkaitan dengan makna. Salah satu variasi yang terjadi dalam penerjemahan adalah penerjemahan gender yang erat kaitannya dengan kajian budaya. Terjemahan Qur’an A Reformist Translation masih berada pada standar ekuivalensi dalam proses penerjemahannya. Hal tersebut bisa dilihat perbandingan variasi antara terjemahan Qur’an A Reformist Translation dengan versi terhemahan Yusuf Ali dan versi Kemenag yakni 3:4:0. Akan tetapi, yang membedakan antara terjemahan Qur’an A Reformist Translation dengan versi-versi yang lain adalah pilihan makna yang dipakai yakni cenderung pada pemakaian akar kata dan lebih mengedepankan pada kesetaraan gender (gender equality). Kata Kunci: Al-Qur’an, Gender, Terjemah
HAK CIPTA DALAM EKONOMI ISLAM Cholifah, Umi Cholifah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3744.737 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2352

Abstract

Hak cipta dari sudut pandang Islam merupakan bagian dari hak milik yang dikategorikan huquq maliyyah (hak kekayaan) sehingga berlaku padanya ketentuan- ketentuan tentang harta dan juga perlindungan terhadapnya. Hak cipta juga memiliki lapangan tersendiri dalam sifat hak individualis dan sosialisnya dengan adanya pembatasan terhadap masa/ waktunya. Namun, selayaknya mal yang dapat difungsikan dalam objek akad, maka ciptaan yang memiliki hak haruslah ciptaan yang bersifat halal. Hak cipta memiliki pengaruh terhadap ekonomi Islam karena secara prinsip dan implementasi ia telah dilindungi oleh Undang- undang Hak Cipta Nomor 19 tahun 2002 untuk dikomersilkan sehingga memberikan manfaat bagi pencipta maupun pemegang haknya. Kata Kunci:Hak Cipta, Ekonomi Islam
KRITIK EPISTIMOLOGI NALAR ARAB MUHAMMAD ABED AL-JABIRI Khairina, Arini Izzati
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3679.749 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2353

Abstract

Muhammad Abed Al-Jabiri adalah tokoh filsafat epistimologi yang concern terhadap kajian kritik epistimologi nalar Arab. Al-Jabiri  menganggap epistimologi nalar Arab sebagai sebagai “titik kunci” untuk memasuki semesta peradaban Arab yang membentuk secara keseluruhan bangunan keislaman yang berkembang, bukan hanya di wilayah Arab, tetapi seluruh dunia.  Dari asumsi epitimologis ini, al-Jabiri melakukan anilis-analisi historis, yang memungkinkan terbentuknya nalar bayani, ‘irfani dan burhani beserta seluruh rangakain yang terjalin di dalamnya. Ia membagi epistimologi kebudayaan nalar Arab menjadi tiga yaitu bayani, irfani dan burhani.                                    Kata Kunci: Kritik, Nalar, Bayani, Burhani, Irfani.

Page 1 of 1 | Total Record : 7