cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016)" : 7 Documents clear
GANGGUAN PSIKOGENIK ORANG “ALAY” Hermawan, Nur Fadly
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3880.731 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2635

Abstract

Abstrak: Gangguan psikogenik adalah variasi cara berbahasa yang normal, yang merupakan ungkapan dari gangguan di bidang mental. Modalitas mental yang terungkap oleh cara berbicara sebagian besar ditentukan oleh nada, intonasi, dan intensitas suara, lafal, dan pilihan kata. Ujaran yang berirama lancar atau tersendat-sendat dapat juga mencerminkan sikap mental si pembicara. Berdasarkan hasil analisis, bahasa alay tidak memiliki keberaturan. Bahasa alay cenderung mempalatalisasikan fonem [s], dan merubah fonem [r] menjadi fonem [l] ataupun [y]. ini menandakan bahwa bahasa alay cenderung seperti bahasa anak kecil atau bahasa bayi yang mengalami kesulitan dalam menyebutkan fonem [r] dan [s]. dengan kecenderungan tersebut itu menunjukkan bahwa bahasa itu ingin memperlihatkan kemanjaan bagi penuturnya. Para penutur yang menggunakan bahasa alay dapat dikatakan mengalami gangguan psikogenik khususnya berbicara manja, karena dengan menggunakan bahasa alay seseorang itu disadari maupun tidak, dia ingin mencari perhatian orang lain.   Kata Kunci: Gangguan Psikogenik, Bahasa Alay, Orang Alay
SEJARAH PERKAMUSAN BAHASA ARAB DI INDONESIA Busro, Muh. Muh.
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3815.676 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2636

Abstract

Abstrak: Saat ini terdapat berbagai ragam karya leksikografi yang berkembang di Indonesia, baik itu termasuk kamus ekabahasa maupun dwibahasa untuk menjelaskan makna bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia, seperti Jepang, Perancis, Italia, Mandarin, Inggris, Arab, Spanyol dan lain- lain. Demikian pula dengan kamus Arab-Indonesia, kamus yang sejarah kemunculannya diawali oleh kamus Arab-Melayu. Adapun beberapa faktor yang menjadi dasar penyusunan kamus bahasa Arab adalah mayoritas bangsa Arab masih ummy (buta huruf), tradisi nomadisme dan perang, kemudian kebiasaan mereka yang lebih senang dengan bahasa lisan. Sejarah perkamusan bahasa Arab di Indonesia diawali oleh tiga kamus pemula yaitu, Kamus Al Inarah Al Tahzibiyah, Kamus Idris Al Marbawi, dan Kamus al Zahabi. Selanjutnya diikuti oleh munculnya kamus Arab-Indonesia yang baru antara lain Kamus Indonesia-Arab Al Kalali, Kamus Al Munawwir, dan Kamus Berbasis Teknologi.Kata Kunci: Sejarah kamus, Bahasa Arab, Indonesia.
علم الصرف: نشأته وتطوره Nafi'i, Wildan Wildan
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.456 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2637

Abstract

Abstrak: Shorof telah menjadi bagian dari ilmu linguistic Arab yang mempelajari tentang struktur kata dan perubahan-perubahan yang terjadi padanya. Pada pertengahan abad pertama Hijriyah, shorof tumbuh bersama ilmu nahwu, sebagai  satu macam ilmu bahasa. Selanjutnya ilmu shorof berkembang sendiri secara terpisah dari ilmu nahwu. Perkembangan tersebut terus berlanjut hingga abad ke empat belas Hijriyah, hingga linguistic Arab klasik bertemu dengan ilmu linguistic modern dari Barat. Maka muncullah banyak kemiripan antara istilah pada linguistic Arab klasik dengan linguistic modern. Banyak kaidah-kaidah dalam linguistic modern yang mempengaruhi kaidah ilmu linguistic Arab klasik. Dalam ilmu shorof klasik diketahui bahwa kalam dibagi menjadi tiga: ism, fi’il, dan huruf. Sedangkan para linguis modern membaginya dalam: isim (kata benda), sifat, fi’il (kata kerja), kata ganti, imbuhan, keterangan (waktu dan tempat), dan kata penghubung. Para linguis modern menganggap metodologi ilmu shorof klasik masih tumpang tindih dalam klasifikasi kalam dan batasannya. Sedangkan linguis Arab klasik memandang bahwa metodologi shorof modern masih rancu dan tak lain hal tersebut hanya akan mempersulit  pembelajar bahasa dalam mempelajarinya   Kata Kunci: Shorof, Pertumbuhan, Perkembangan, Ilmu Shorof Klasik, Ilmu                        Shorof Modern.
UPAYA MASYARAKAT DALAM MEMBINA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KELURAHAN BANGSAL KECAMATAN PESANTREN KOTA KEDIRI Makhmudah, Siti Siti
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.423 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2638

Abstract

Abstrak: Dalam kehidupan sosial keagamaan di masyarakat Kelurahan Bangsal adalah suatau hal yang sangat diperlukan untuk menyangkut tentang nilai atau keyakinan yang tertanam dalam diri setiap individu. Kerukunan umat beragama merupakan bagian penting dari kerukunan nasional, sehingga akan menjadi faktor-faktor pendukung apabila kerukunan umat beragama maupun kerukunan nasional terus untuk ditingkatkan, dan akan menjadi faktor-faktor penghambat apabila kerukunan umat beragama maupun kerukunan nasional tidak dapat ditingkatkan dengan baik dan benar. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian riset lapangan, menggunakan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian ini adalah bersifat deskriptif (gambaran). Hasil penelitian ini mengungkapkan: 1) Kehidupan sosial keagamaan di masyarakat Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri sangatlah baik. Masyarakat memandang bahwa kegiatan sosial keagamaan yang seringkali dilakukan oleh masyarakat adalah semata-mata hanya untuk ingin mendapatkan kerukunan, kedamaian dan kesadaran masyarakat untuk saling bekerjasama dan bergotong royong dalam bidang apapun, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya, serta dalam hal sosial keagamaan dan peribadatan. (2) Upaya dalam membina kerukunan antar umat beragama yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Bangsal, adalah: (a) Kesadaran untuk saling bergotong royong dalam membangun tempat-tempat peribadatan. (b) Kesadaran masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain. (c) Apabila bertemu dengan masyarakat yang non muslim maupun berbeda agama, maka saling kenal-mengenal, bertatap muka, dan bersilaturrahmi diantara satu sama lain tanpa memandang agama. (d) Melakukan hal baik terhadap anggota masyarakat yang sedang merayakan Hari Raya pada hari-hari besar keagamaan. (e) Kalau misalkan ada tetangga ataupun anggota masyarakat yang sedang tertimpa musibah, maka turut berduka cita dan berbela sungkawa. (f) Membiasakan diri untuk berdiskusi dan bertukar pikiran terhadap sesama umat beragama secara kultural. (g) Selalu mengadakan kegiatan bersama pada hari-hari tertentu. (3) Faktor-faktor yang menjadi pendukung upaya masyarakat dalam membina kerukunan antar umat beragama di Kelurahan Bangsal, adalah: (a) Adanya organisasi FKUB-PAUB & PK (Forum Kerukunan Umat Beragama-Paguyuban Antar Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan) sekaligus dukungan dari Pemerintah. (b) Adanya sikap saling menghormati dan menghargai di antara sesama pemeluk agama. (c) Kesadaran masyarakat untuk hidup bersama. (d) Sikap pluralitas dan toleransi antar umat beragama. (e) Sikap untuk saling bergotong royong dan bekerja sama. Sedangkan faktor-faktor penghambatnya adalah: (a) Karena ingin menang sendiri. (b) Merasa ajarannya paling benar. (c) Tidak suka bergaul dengan masyarakat sekitar. (d) Terjadinya pertentangan diantara sesama umat beragama. (e) Terjadinya percekcokan dan saling curiga diantara sesama umat beragama. (f) Sering terjadi teror di mana saja.Kata kunci: Upaya, Masyarakat, Kerukunan Antar Umat Beragama
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 ASEMBAGUS Hadi, Samsul Samsul
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.076 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2639

Abstract

Abstrak: Sehubungan dengan Pengembangan konsep dasar dan terapan Pendidikan Agama Islam ke depan, ada dua hal penting. Pertama, Mengclearkan Pendidikan Agama Islam sebagai konsep dasar dan terapan. Konsep dasar Pendidikan Agama Islam yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah merupakan ajaran normatif, sehingga ketika mengkaji Pendidikan Agama Islam di Indonesia berarti mengkaji terapan ajaran normatif tentang Pendidikan di Indonesia, yang Kedua, mengenai fokus kajian dan pengembangannya. Ini penting diclearkan guna memberikan potret nuansa yang lebih jelas akan kelangsungan Pendidikan Agama Islam, sehingga umat kreatif, sering melakukan eksperimen gagasan-gagasan, dan bias mendesain institusi Pendidikan yang bermutu bagi Pengembangan pendidikan Islam ke depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and development (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk Pendidikan. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Asembagus dengan sumber data adanya semua unsur-unsur yang terkait dengan desain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran Pendidikan Agama Islam Teknik pengumpulan datanya adalah: Metode Observasi, Wawancara (interview) dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah panduan desain pembelajaran dengan model CTL pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP kelas VII. Media yang digunakan antara lain: Buku Pelajaran Pendidikan Agama Islam, LKS Pendidikan Agama Islam. Evaluasinya dengan tes tulis, ulangan harian yang dilakukan diakhir pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan menentukan Langkah-Langkah : Studi pendahuluan, Perencanaan,Mengembangkan Produk Awal, uji coba awal, Revisi untuk menyusun produk utama, Uji lapangan utama, Revisi untuk menyusun produk operasional,Uji coba untuk produk operasional, Revisi produk Final, Desiminasi dan Implementasi produk hasil Pengembangan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menyiapkan desain pembelajaran dengan model CTL pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pelaksanaan Pengembangan desain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VII SMP Negeri 2 Asembagus dikembangkan dalam empat tahap, yakni : 1) Melakukan analisis kebutuhan (need assasemen), 2) merancang dan mengembangkan produk awal dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan desain  pembelajaran dan unsur-unsur desain pembelajaran, 3) melakukan uji coba lapangan, tetapi sebelum melakuka uji coba, produk divalidasi oleh ahli, 4) evaluasi dan revisi desain pembelajaran. Hasil pengembangan ini dapat dijadikan acuan dan rujukan dalam proses mendesain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran pendidikan agama Islam kelas VII SMP Negeri 2 Asembagus semester satu khususnya dan sekolah SMP Negeri maupun swasta lainya yang memiliki karakteristik yang sama pada umumnya.    Pengembangan yang dilakukan telah menghasilkan satu produk bahan pembelajaran, yang berjudul, “panduan desain pembelajaran dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya kelas VII. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, desain   pembelajaran ini secara umum sudah baik. Berdasarkan tanggapan dan penilaian yang telah dilakukan dapat simpulkan bahwa desain pembelajaran ini dapat membantu dan memudahkan guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Perhitungan SPSS 16.0 dengan  uji t tehadap rata-rata skor awal (pretest) dan uji akhir (post test) kelas eksperimen dan kontrol menguatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil pembelajaran model CTL dengan pembelajaran  model lama. Dari hasil pengembangan yang dilakukan di SMP Negeri 2 Asembagus tentang bagaimana mendesain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah guru memberikan pertanyaan yang mangaitkan dengan dunia nyata siswa atau dengan melakukan praktik secara langsung. Dengan penelitian ini guru tidak lagi menerapkan pembelajaran yang bisa bikin bosan siswa.Kata Kunci: Pengembangan, Desain Pembelajaran, Model CTL, Pendidikan Agama Islam
INSTRUMEN PENILAIAN MUFRADÄ€T Kuswoyo, Kuswoyo Kuswoyo
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.045 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2640

Abstract

Abstrak: Penilaian merupakan bagian dari evaluasi dan salah satu tahapan guna mengetahui kemampuan siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran mufradāt adalah salah satu pembelajaran yang dilakukan dalam mencapai kemampuan bahasa Arab, yang selanjutnya dilakukan evaluasi berupa penilaian untuk melihat keberhasilan pembelajaan tersebut. Jenis penilaian dapat menggunakan tes dan non tes, dalam melakukan tes supaya akurat dibutukan alat tes atau instrumen tes yang baik, dalam hal ini yaitu dapat mengukur kemampuan mufradāt para siswa. Pembahasan lebih jelas dalam tulisan ini akan dibahas tentang konsep mufradāt, tingkatan tes, tingkat kesulitan tes, indikator penilaian mufradāt dan instrumen penilaian mufradāt.Kata Kunci: Mufradāt, Instrumen, Tes
PENGAJARAN KOMUNIKATIF KONTEKSTUAL DALAM KONTEKS PERENCANAAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Suryani, Tina Zulfa
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3729.328 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2641

Abstract

Abstrak: Salah satu tugas guru dalam pembelajaran adalah menciptakan pembelajaran yang efektif. Karena dengan tercapainya pembelajaran yang efektif akan menghasilkan lulusan yang bermutu. Dan dalam menciptakan pembelajaran yang efektif ini diperlukan perencanaan yang optimal. Perencanaan yang optimal ini akan terwujud apabila guru memahami betul terkait prinsip- prinsip perencanaan pembelajaran. Aspek perencanaan ini mencakup berbagai komponen pembelajaran yakni mencakup aspek berbagai instrument pembelajaran, di antaranya adalah perencanaan dalam model pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai merupakan salah satu aspek yang berpengaruh dalm menciptakan mutu lulusan. Model pembelajaran komunikatif kontektual dipandang sebagai salah satu model yang sesuai dalam pembelajaran bahasa arab. Mengingat pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran yang memperhatikan prinsip belajar bahasa yakni mencakup aspek: (1) kebermaknaan  (meaningfull) dalam setiap bentuk bahasa yang dipelajari, (2)  bentuk, ragam dan makna bahasa sangat terkait dengan situasi dan konteks berbahasa.Kata kunci: Perencanaan Pembelajaran, Model Pembelajaran, Model Pembelajaran Komunikatif Kontekstual

Page 1 of 1 | Total Record : 7