cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 191 Documents
Bukan Sekadar Logo: Mengurai Kepercayaan Konsumen dan Persepsi Risiko terhadap Produk Halal Self-Declare pada Usaha Mikro. Devi Ernantika
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v14i1.6502

Abstract

Abstrack Implementasi kebijakan sertifikasi halal Self-Declare mengubah mekanisme jaminan produk dari berbasis verifikasi saintifik menjadi berbasis kepercayaan sosial, yang berpotensi memicu persepsi risiko pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program Self-Declare ditinjau dari perspektif psikologi konsumen, khususnya terkait bagaimana konsumen memitigasi risiko dan mengonstruksi kepercayaan terhadap produk tanpa audit laboratorium. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap konsumen muslim urban dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama: (1) adanya fenomena Halal Agnosticism, di mana konsumen mengabaikan detail mekanisme verifikasi; (2) terjadinya substitusi kepercayaan dari sistem legal ke kredibilitas personal penjual (trust substitution); dan (3) penggunaan mekanisme koping teologis (transfer of responsibility) untuk mereduksi ketakutan akan dosa. Studi ini menyimpulkan bahwa penerimaan pasar terhadap produk Self-Declare bersifat rapuh karena tidak didasarkan pada kepastian sistem negara, melainkan pada permisivitas sosial dan keyakinan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan pasca-pasar (post-market surveillance) untuk menjamin legitimasi substantif produk. Kata Kunci: Sertifikasi Halal, Self-Declare, Kepercayaan Konsumen, Persepsi Risiko, UMKM.