cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 181 Documents
Tinjauan maqashid syariah terhadap implementasi bantuan padat karya tunai Dwi Runjani Juwita; Budi Suwarno
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v11i2.5644

Abstract

Abstrak : Penelitian ini membahas tentang Tinjauan Hukum Islam terhadap penerima manfaat bantuan sosial (padat karya tunai). Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana kriteria penerima bantuan sosial padat karya tunai dan bagaimana hukum penerima bantuan jika tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan padat karya tunai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sistem bantuan sosial (padat karya tunai) dan hukum penerima bantuan jika tidak sesuai dengan kriteria penerima manfaat bantuan sosial (padat karya tunai). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen dari penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dengan menggunakan panduan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan kriteria atau syarat penerima manfaat bantuan program padat karya tunai berdasarkan secara umum dimana kriteria yang pertama yaitu masyarakat miskin atau masyarakat rawan miskin, masyarakat menganggur atau setengah menganggur, wanita kepala keluarga, dan masyarakat difabel atau berketerbatasan khusus dan dengan telaah pada landasan filosofis maqasid syariah diharapkan kesalahan persepsi dan pandangan penerima program bantuan sosial padat karya yang telah eksis di kalangan masyarakat dapat diluruskan dan dimaknai sebagai upaya pendorong masyarakat dari tingkat pengangguran yang telah menerima bantuan program bantuan dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup guna mengantisipasi dan menanggulangi ketidakmampuannya untuk terus mampu berjuang dan tidak hanya sekedar mengharapkan uluran bantuan yang telah diberikan pemerintah tersebut, yakni berupa program bantuan sosial padat karya tunai sehingga masyarakat juga ikut serta dalam pembuatan infrastruktur yang dibutuhkan oleh desa, selain dapat mengurangi tingkat pengangguran masyarakat tertunya juga dapat menerima upah atau penghasilan yang lebih layak dari hasil kerjanya tersebut. Kata Kunci: Hukum Islam, Bantuan Padat karya Tunai
Implementasi Pesan Komunikasi Multikultural Film Jejak Langkah 2 Ulama pada Gen Z Muhammad Asfa Naja Izzuddin; Muhammad As’ad
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i2.5719

Abstract

Abstrak : Penelitian ini mengeksplorasi pemahaman Generasi Z tentang komunikasi multikultural dalam konteks pembangunan Indonesia, khususnya melalui film "Jejak Langkah 2 Ulama". Fokusnya adalah pada bagaimana Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Jombang memaknai dan menerapkan pesan-pesan komunikasi multikultural yang terdapat dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui analisis film dan wawancara dengan enam Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Jombang. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih responden yang memiliki pemahaman mendalam tentang dakwah multikultural. Analisis data menggunakan metode analisis coding dengan bantuan perangkat lunak Atlas.ti. Hasil penelitian mengungkapkan dua temuan utama. Pertama, film "Jejak Langkah 2 Ulama" mengkomunikasikan pesan-pesan komunikasi multikultural dengan pendekatan yang ramah, damai, dan bijaksana, tercermin dalam tiga pesan utama: menciptakan suasana tenang, senang, dan bahagia. Kedua, implementasi pesan-pesan tersebut oleh Mahasantri Ma'had Aly Tebuireng Jombang menghasilkan tiga temuan utama: kultivasi sikap ketenangan batin, penghormatan terhadap beragam budaya, dan sikap toleransi. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi komunikasi multikultural film "Jejak Langkah 2 Ulama" pada Generasi Z Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Jombang sesuai dengan nilai-nilai yang disampaikan dalam film tersebut. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pemahaman dan implementasi komunikasi multikultural dalam konteks dakwah, khususnya di lingkungan multikultural seperti Ma’had Aly Tebuireng Jombang. Kata kunci: film, komunikasi, multikultural, atlas.ti, coding.
Filosofi Dasar Etika Berbisnis dalam Islam Mushlih Candrakusuma; Rudi Purnomo; Bambang Wahrudin
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i2.5720

Abstract

Abstrak : Agama Islam sangat menganjurkan penganutnya untuk berbisnis. Berbisnis merupakan sebab pokok yang memungkinkan manusia memperoleh rezeki. Allah melapangkan bumi dan seisinya, supaya manusia dapat memanfaatkannya. Manusia diberikan kebebasan untuk mendapatkan dan mendayagunakannya, selama berada dalam koridor syariat. Pada zaman kontemporer saat ini, aktivitas bisnis cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta sebanyak-banyaknya, meski bertentangan dengan nilai-nilai yang ada. Praktik bisnis tersebut mengakibatkan aktivitas ekonomi yang kian dangkal, kotor dan brutal. Bisnis yang miskin etika mulai dianggap sesuatu yang problematik bagi kemajuan zaman, bahkan dianggap sebagai anomali yang harus dicarikan solusi. Islam sebagai agama dengan sistem yang komprehensif memberikan jawaban terhadap problematika tersebut. Dalam bisnis, Islam mengombinasikan nilai-nilai spiritual dan material dalam kesatuan yang seimbang sebagai dasar etika yang bertujuan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat (falāh). Tulisan ini berupaya menguraikan nilai-nilai/filosofi dasar dalam etika bisnis yang dapat menjadi alternatif yang solutif terhadap ekonomi yang problematis. Dalam kajian fikih, filosofi dasar dalam etika bisnis diurai dalam pembahasan fikih muamalah adabiyah, yang membahas aturan-aturan Allah yang berkaitan dengan aktivitas manusia dalam hidup bermasyarakat yang ditinjau dari subjeknya, yaitu manusia sebagai pelaku muamalah. Semua perilaku manusia dalam bermuamalah harus memenuhi prasyarat etis-normatif sebagai filosofi dasar etika dalam bisnis Islam yang terdiri dari kesadaran atas hak dan kewajiban, pengetahuan tentang konsep harta dan hak milik, serta pemahaman tentang skema akad dalam Islam. Kata Kunci: filosofi, nilai dasar, etika bisnis, fikih
Perbankan Syariah : Prinsip yang Diamal dan Manfaat yang Didapat Erly Rizky Kamalia
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i2.5724

Abstract

Abstrak : Perbankan syariah memiliki prospek yang menjanjikan. Selain sebagai lembaga simpan pinjam, juga merupakan lembaga pengelolaan keuangan yang dijalankan berdasarkan prinsip humanis, adil dan berorientasi pada kemaslahan bersama sesuai norma syariat Islam agar terhindar dari unsur-unsur yang dilarang dalam Islam. Tidak diperbolehkan adanya riba merupakan salah satu prinsip yang telah menyelamatkan Bank Syariah dan nasabahnya dari krisis moneter. Dalam Islam bunga dilarang sehingga seluruh transaksi berdasarkan pola jual beli. Di samping itu, semua aspek perbankan yang baik sebagai mana terdapat pada pengelolaan perbankan konvensional seperti prinsip 5 C (capital, collateral, capacity, character, and condition) dijalankan dengan sebaik-baiknya mengingat ada aspek ukhrawi dalam pengelolaan dana perbankan syariah. Secara umum lembaga keuangan perbankan syariah memiliki produk untuk menghimpin dana (funding), menyalurkan dana (lending), dan layanan jasa (service). Kata kunci : Bank Syariah, prinsip, manfaat
Perceraian dari Sudut Pandang Agama dan Negara Dwi Runjani Juwita; Roisul Malik
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i2.5865

Abstract

Abstrak : Perceraian atau disebut juga dengan talak. Perceraian atau sering disebut talak dalam Islam, adalah berakhirnya hubungan perkawinan yang sah antara seorang pria dan seorang wanita menurut aturan Islam dan perceraian adalah terjadinya suatu peristiwa hukum berupa putusnya perkawinan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan karena sebab-sebab hukum, tata cara hukum tertentu, dan akibat hukum tertentu, yang dinyatakan secara tegas di muka sidang pengadilan menurut negara. Perceraian diperbolehkan dalam islam, namun tidak disukai oleh Allah SWT. Perceraian banyak terjadi pada masyarakat untuk saat ini dan meskipun perceraian dibenci oleh Allah dalam Islam tetapi masih banyak masyarakat yang memilih untuk bercerai. Kata Kunci : Perceraian, Agama, Negara
Kisah Nabi Adam dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam di Indonesia Ummu Habibah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i2.6041

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kisah Nabi Adam dalam Al-Qur’an serta relevansinya dengan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya dalam membentuk karakter dan moralitas peserta didik. Melalui pendekatan kepustakaan, penelitian ini mengkaji ayat-ayat yang berkaitan dengan penciptaan Nabi Adam, ujiannya sebagai khalifah, serta interaksinya dengan malaikat dan iblis, untuk menggali nilai-nilai pendidikan yang bisa diterapkan dalam konteks pendidikan karakter. Hasil analisis menunjukkan bahwa kisah Nabi Adam mengandung berbagai sikap dan perilaku positif seperti religiusitas, tanggung jawab, pemaaf, dan kemampuan untuk belajar dari kesalahan. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan pola dasar pendidikan Islam di Indonesia yang menekankan pentingnya moralitas, akhlak mulia, dan pengelolaan alam semesta sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter yang berlandaskan pada kisah Nabi Adam dapat menjadi referensi yang kuat dalam mendidik generasi penerus bangsa agar memiliki karakter yang berakhlak, bertanggung jawab, dan menghargai alam semesta. Dengan demikian, kisah Nabi Adam dapat menjadi teladan dalam pembentukan moral dan etika yang diperlukan untuk menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat. Kata kunci: Pendidikan Islam, Kisah Nabi Adam, Pendidikan Karakter, Relevansi, Moralitas.
Game-Based Learning : Cara Menyenangkan Belajar Bahasa Arab di Era Digital Kuswoyo
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i2.6042

Abstract

Abstrak: Bosan dengan metode pembelajaran bahasa Arab yang itu-itu saja? Game-based learning hadir sebagai angin segar dalam dunia pendidikan bahasa Arab. Pendekatan ini tidak hanya menjadikan proses belajar lebih menarik, tetapi juga mendorong partisipasi siswa secara aktif. Dengan memanfaatkan elemen-elemen permainan, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif. Melalui permainan, mereka tidak hanya diajak untuk memahami tatabahasa dan kosakata, tetapi juga berlatih berbicara dan mendengarkan dalam konteks yang lebih praktis. Keterlibatan emosional dan motivasi yang tinggi yang dihasilkan dari permainan dapat membantu siswa lebih mudah mengingat materi yang telah dipelajari. Misalnya, penggunaan aplikasi edukatif yang menawarkan kuis interaktif ataupun permainan papan yang bisa dimainkan kelompok, membuat siswa dapat belajar sambil bersosialisasi. Melalui tips yang disajikan, para pendidik juga diajak untuk merancang kegiatan yang kreatif dan kolaboratif, sehingga lingkungan belajar menjadi lebih dinamis. Dengan demikian, game-based learning bukan hanya merubah cara belajar, tetapi juga menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih berkesan dan efektif bagi siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Kata kunci: game-based learning, pembelajaran bahasa Arab, motivasi belajar, teknologi pendidikan, game edukasi
TRANSFORMASI PENDIDIKAN NUR MUHAMMAD DALAM MEMBANGUN GENERASI BERKUALITAS Faizudin; Umi Kultsum; Dayan Fithoroini
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6131

Abstract

Transformasi Pendidikan Nur Muhammad mencakup pendekatan holistik yang mencirikan karakteristik pendidikan akal, makrifat, Arsy, dan di bawah Arsy. Proses ini tidak hanya menitikberatkan pada pengetahuan akademis, tetapi juga bertujuan membentuk generasi berkualitas dengan fondasi kuat dalam kecerdasan, spiritualitas, dan pemahaman mendalam tentang hakikat eksistensi serta hubungan dengan Tuhan. Pendidikan Akal memberikan keahlian intelektual dan kritis, sementara Pendidikan Makrifat menitikberatkan pada pemahaman mendalam tentang Tuhan dan hubungan spiritual. Pendidikan Arsy menyampaikan konsep kebesaran Allah dan nilai-nilai agama, sementara Pendidikan Dibawah Arsy membimbing dalam pencerahan spiritual dan nilai-nilai moral. Diharapkan bahwa generasi hasil dari transformasi ini tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, keberanian, dan kesadaran spiritual yang dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Pendidikan Nur Muhammad menjadi sarana efektif untuk membentuk generasi yang mampu memberikan dampak positif pada lingkungan sekitarnya.
IMPLEMENTASI PEMIKIRAN MUHAMAD ABDUH PADA PEMBELAJARAN AL QUR’AN HADIST DI MTSN 2 KOTA MAGELANG Muhamad Fahmi Ridho Auliya
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh pemikiran Muhammad Abduh terhadap gagasan islamisasi berbasis modern dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian mencakup biografi singkat Muhammad Abduh, prestasinya, serta konsep pembaharuan pendidikan Islam yang meliputi modernisasi pendidikan formal, bidang kurikulum, metode pengajaran, dan pendidikan untuk wanita. Pemikiran Abduh juga mempengaruhi aspek modernisasi dan pemurnian ajaran Islam dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang. Pembelajaran tersebut bertujuan untuk memahami, menghafal, dan mengamalkan isi Al-Qur'an dan Hadits, serta mengembangkan karakter religius pada peserta didik. Selain itu, pembelajaran Al-Qur'an Hadits juga mengadaptasi penggunaan media elektronik untuk mengembangkan pengetahuan, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai dasar Al-Qur'an dan Hadits. Kesimpulannya, implementasi pemikiran Muhammad Abduh dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap gagasan islamisasi berbasis modern.
ROLE MODEL ULAMA PEREMPUAN DALAM MEWUJUDKAN KEMASLAHATAN KELUARGA DAN UMAT MELALUI MAJLIS TA’LIM Ulin Na’mah; Moh Ilham Haqiqi
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6133

Abstract

Problem dekadensi moral, krisis ekonomi, ataupun radikalisme atau problem transnasioanal lainnya sebagai imbas dari globlasisasi yang mengancam tergerusnya skat budaya antar bangsa meniscayakan gerak cepat untuk menanggulangi maupun mencegah keterulangan maupun keparahan kondisi. Semua itu membutuhkan upaya dalam bentuk sosialisasi, edukasi, penyadaran, dan pencerahan individunya yang tak lain menunggu peran yang tidak cukup diberikan oleh pemerintah saja, melainkan harus melibatkan berbagai elemen masyarakat yang ada, salah satunya peran ulama. Keberadaan ulama yang selama ini diakui masyarakat luas adalah ulama laki-laki saja. Amat disayangkan SDM perempuan yang layak jadi ulama tidak terberdayakan dan tentunya akan semakin cepat dan masif dalam menghadang dan menyelesaikan persoalan di atas. Sedangkan saat ini perempuan yang mengenyam pendidikan sebagaimana yang telah ditempuh oleh ulama laki-laki juga sudah dilakukan oleh banyak perempuan muslim. Namun karena kuatnya stereotype sebagai akibat budaya patriarkhi yang sulit dieliminir menyebabkan beberapa perempuan yang memiliki background pendidikan sebagaimana pendidikan yang telah ditempuh oleh ulama laki-laki menjadi berkecil hati. Untuk itulah, kajian ini berusaha memberikan role model bagi kaum perempuan dengan backgrou pendidikan yang sama dengan ulama laki-laki untuk segera memenuhi kualifikasi lainnya sebagai ulama perempuan demi turut serta memberikan edukasi, penyadaran, dan pencerahan kepada masyarakat luas. Role model ulama perempuan yang dikaji mengambil sosok Ibu Nyai Najihah yang merintis perjuangannya dari nol dan mnghasilkan gambaran kualifikasi menjadi ulama perempuan, yakni memiliki niat dan kesadaran yang lurus; memiliki sikap yang penuh kelembutan dan kasih sayang; memiliki kemampuan membaca Kitab Kuning dan Ilmu Agama; memiliki pilihan metode enyampaian materi yang sesuai dan efektif untuk jamaahnya; dan memiliki Perspektif Perempuan.