cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 181 Documents
Nilai-Nilai Kemerdekaan Dalam Al-Qur’an Tafsir Qs. An-Nisa’ 4:75 Muhammad Miftah Irfan
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i2.6137

Abstract

Islam is a revolutionary movement that has been waiting for centuries. His anti-oppressive spirit was always a topic of conversation for the polytheists at that time. So, it is not surprising that the prophet's struggle in spreading this teaching, of course, faced many obstacles. Unfortunately, after the death of the prophet, the struggle of the Muslims in fighting for the mustad'afin was no longer continued by his successors. The Islamic struggle has now turned into an individual or group struggle. Call it the constant theological debate, or the power struggles that often lead to murder. It is clear that this is not the goal of Islam which the prophet strived for at the risk of his body and soul. The Islam that the prophet fought for was an Islam that liberated, not conquered. In this article, the author will return to the understanding of Islam based on the values ​​of independence, through the interpretation of Qs. An-Nisa '4:75. With this article, the author tries to contribute to the development of an Islamic society.
Kritik Hadits Tentang Intervensi Harga Ahmad Subhan
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v8i2.5857

Abstract

Hadits adalah segala perkataan, tindakan, dan persetujuan yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, yang diturunkan oleh para sahabatnya dan diwariskan secara turun-temurun. Sebagai sumber kedua dalam Islam setelah Al-Qur’an, hadits memiliki peran krusial dalam menjelaskan dan menguraikan ajaran Islam yang terdapat dalam Al-Qur’an. Hadits juga dibangun atas dasar sanad (rantai perawi), yang menjamin keabsahan dan keandalannya dengan melacak jalur transmisi dari generasi ke generasi. Misalnya saja adalah hadits yang membahas tentang intervensi harga. Intervensi harga adalah tindakan yang dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengatur harga demi menjaga keseimbangan ekonomi dan melindungi konsumen serta produsen dari praktik perdagangan yang tidak adil. Dalam ajaran Islam, terdapat hadits-hadits yang memberikan panduan mengenai intervensi harga. Salah satu hadits yang sering dikutip adalah hadits yang melarang intervensi harga kecuali dalam keadaan darurat untuk mencegah eksploitasi dan ketidakadilan. Artikel ini mengeksplorasi pengertian intervensi harga menurut hadits, mengkaji alasan di balik pelarangan dan pengecualian intervensi harga, serta mengaitkannya dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang menekankan pada keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan umum. Dengan memahami hadits-hadits ini, diharapkan dapat diperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai bagaimana kebijakan harga dapat diterapkan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
ANALISIS PEMIKIRAN SYEKH NAWAWI DALAM BIDANG PENDIDIKAN Bahyati; M.A. Tihami; Umi Kultsum; Dayan Fithoroini
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6138

Abstract

Sheikh Al-Bantani is the leader of the Islamic Community in the Middle East and Southeast Asia, especially in Indonesia. Apart from being the leader of the Islamic Community, Sheikh Nawawi is also known as an expert scholar in his field, especially in the field of education. So this research was conducted to find out how Sheikh Nawawi thought in the field of education. The research method used is literature study, namely a method of reviewing library literature from various sources to mutually strengthen the descriptions presented. Data analysis uses literature descriptive methods which are carried out objectively so that the results of this research are worthy of being a reference for further research and to enrich the repertoire of Islamic religious education research. The results of the research show that Sheikh Nawawi's educational thought has its own characteristics, namely ta'lim, tarbiyah and ta'dib. Education is not only physical education (practical/charity), but also intellectual, mental/spiritual education for life or long-term education, especially from mahdi to death (lahdi).
SINERGI ANTARA BAITUL MAAL WA TANWIL NAHDHATUL ULAMA (BMTNU) DENGAN MUSLIMAT NU KOTA MADIUN DALAM MENGENALKAN PERAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH KEPADA MASYARAKAT Insan Safaat; Ana Indriana
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6139

Abstract

Dengan adanya sinergitas antara lembaga keuangan syariah yakni BMTNU dan organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu teknik yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi Islam, dengan metode penyampaian dakwah, sosialisasi, penyuluhan, serta pengaplikasian di setiap programnya maka akan membawa perekonomian Islam ke kedepannya jauh lebih baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan melakukan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini yakni, sinergitas yang dilaksanakan oleh BMTNU Madiun dan Muslimat NU Madiun berupa pemberdayaan yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Muslimat NU. Sinergitas tersebut juga berdampak bagi masyarkat setempat, yakni pahamnya msyarakat akan peran keuangan Syariah serta makin termotivasinya masyarakat untuk mengelola berbagai transaksi keuangan lembaga keuangan Syariah.
PENGANGGURAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN KELUARGA Konik Naimah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6140

Abstract

Indonesia terkenal dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Pertumbuhan jumlah penduduk disuatu negara tidak selalu memberikan keuntungan bagi negara, ada juga dampak buruk yang akan terjadi dengan bertumbuhnya penduduk tersebut diantaranya masalah pengangguran. Jumlah pengangguran akan semakin meningkat jika tidak disertai dengan usaha menciptakan lowongan pekerjaan baru, serta upaya penyadaran kritis secara mandiri untuk meningkatkan kualitas SDM yang kreatif dan mandiri. Pertumbuhan ekonomi yang positif dapat menjadi indikator bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah berjalan efektif, infrastruktur memadai, dan sektor-sektor produktif seperti industri, jasa, dan pertanian berkembang dengan baik. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai kinerja suatu perekonomian. Dengan meningkatnya produksi barang dan jasa dari tahun ke tahun, dapat diartikan bahwa ada peningkatan dalam pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam analisis pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi berjalan dengan baik dan perekonomian negara atau wilayah tersebut berkembang secara positif.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA TERHADAP DIMENSI, ELEMEN DAN SUBELEMEN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA KURIKULUM MERDEKA Arif Shaifudin
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i1.6141

Abstract

Kurikulum pendidikan Islam terus mengalami dinamika perubahan sebagai bentuk Upaya menjawab kompleksitas kebetuhan masyarakat akan pendidikan. Namun demikian, dalam perspektif historis jejak kurikulum pendidikan Islam tetap memiliki benang merah dengan gagasan pemikiran para tokoh terdahulu. Bahkan terkadang produk pemikiran tokoh terdahulu tersebut justru menjadi fondasi perkembangan kurikulum pendidikan Islam saat ini. Peneitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi pemikiran Al-Ghazali tentang materi pendidikan Islam terhadap Dimensi, Elemen Dan Subelemen Profil Pelejar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian pustaka dengan pendekatan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Imam al-Ghazali tentang materi pendidikan Islam memiliki relevansi yang cukup signifikan Dimensi, Elemen dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka, di mana relevansinya tampak pada adanya kesamaan substansi materi pendidikan Islam yang harus diberikan kepada peserta didik baik dalam pandangan Al-Ghazali maupun kebijakan Kurikulum Merdeka tentang Dimensi, Elemen dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Di antara buktinya adalah dengan adanya Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia, Elemen (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara, dan Subelemen pada setiap fasenya.
NARKOBA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Roisul Malik; Dwi Runjani Juwita
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i1.6266

Abstract

Narkoba merupakan salah satu permasalahan global yang menimbulkan dampak serius bagi individu, keluarga, masyarakat, dan negara. Penyalahgunaan narkoba telah mengundang perhatian banyak kalangan, termasuk dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif. Dalam pandangan hukum Islam, narkoba dilihat sebagai sesuatu yang haram karena dapat merusak akal dan tubuh, yang bertentangan dengan prinsip menjaga kesehatan dan keselamatan umat. Hukum Islam melarang segala bentuk perbuatan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, dan hal ini tercermin dalam larangan terhadap khamar (alkohol) yang dalam banyak hal memiliki kemiripan dengan narkoba dalam hal efeknya terhadap fungsi otak. Selain itu, Islam juga mendorong tindakan preventif seperti pendidikan dan kesadaran sosial untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Di sisi lain, hukum positif mengatur peredaran dan penyalahgunaan narkoba melalui undang-undang yang berlaku di negara tertentu, seperti di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hukum positif menetapkan sanksi pidana yang tegas bagi pelaku kejahatan narkoba, baik yang terlibat dalam peredaran, pemilikan, maupun penyalahgunaan narkoba. Walaupun terdapat perbedaan dalam pendekatan antara hukum Islam yang bersifat lebih moral dan preventif, serta hukum positif yang lebih teknis dan represif, keduanya sepakat bahwa narkoba memberikan dampak buruk yang perlu dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bahaya narkoba serta hukumnya menurut hukum islam dan hukum positif. Penelitian ini merupakan penelitian Pustaka (library research). Tinjauan ini mengungkapkan pentingnya sinergi antara hukum Islam dan hukum positif dalam menangani permasalahan narkoba secara komprehensif, baik dari sisi pencegahan maupun pemberantasan.
MENANAMKAN NILAI-NILAI ISLAMI MELALUI CERITA DONGENG PADA ANAK USIA DINI Konik Naimah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i1.6267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam manfaat pemberian cerita dongeng Islami dalam menanamkan nilai-nilai keislaman pada anak usia 5 hingga 12 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan anak-anak, pendidik, dan orang tua, serta dokumentasi kegiatan mendongeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita dongeng Islami berperan penting dalam meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep-konsep keislaman seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan rasa kasih sayang. Selain itu, pemberian cerita dongeng mampu membentuk sikap dan perilaku Islami yang positif dalam kehidupan sehari-hari anak, memperkuat kecerdasan spiritual dan emosional, serta meningkatkan minat dan motivasi belajar agama. Metode storytelling yang interaktif dan didukung media visual terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memperdalam internalisasi nilai-nilai agama. Penelitian ini merekomendasikan agar storytelling Islami menjadi bagian integral dalam kurikulum pendidikan formal maupun pengasuhan di keluarga guna membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan beriman kuat.
KONSEP DAN IMPLEMENTASI PRINSIP EKONOMI SYARIAH DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN SOSIAL (TINJAUAN TEORITIS) Rudi Purnomo
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i1.6268

Abstract

Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam, yang mengintegrasikan aspek material dengan dimensi moral, sosial, dan spiritual. Sistem ini menekankan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, serta menjunjung tinggi keadilan sosial sebagai tujuan utama. Keadilan tersebut tidak hanya tercermin dalam pemerataan hasil, tetapi juga dalam proses distribusi dan pengelolaan sumber daya yang adil dan beretika. Secara teoritis, ekonomi syariah berakar pada maqashid syariah yang menekankan perlindungan terhadap lima prinsip dasar: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, yang menjadi kerangka normatif dalam merancang kebijakan ekonomi Islam. Prinsip-prinsip seperti larangan riba, gharar, dan maisir, serta penerapan mekanisme zakat, infak, dan sedekah, menjadi instrumen penting dalam membentuk tatanan ekonomi yang inklusif dan berkeadaban. Dengan demikian, ekonomi syariah hadir tidak hanya sebagai alternatif sistem ekonomi, tetapi sebagai solusi integral dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil, dan berlandaskan etika ilahiyah.
Strategi Guru Bahasa Arab dalam Meningkatkan Maharah Kalam melalui Metode Taqdimul Qishah Jauharotun Ni’mah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v13i1.6269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi yang digunakan oleh guru Bahasa Arab dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara (maharah kalam) siswa melalui penerapan metode taqdimul qishah (penyampaian cerita) di MAN 4 Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru Bahasa Arab serta siswa kelas XI MAN 4 Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melaksanakan strategi pembelajaran dalam tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan materi cerita yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa serta menyusun langkah-langkah pembelajaran yang mendukung aktivitas berbicara. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan mendongeng, re-telling, diskusi kelompok, dan bermain peran, yang terbukti mampu meningkatkan keberanian dan kelancaran siswa dalam berbahasa Arab. Sedangkan tahap evaluasi dilakukan secara formatif dan sumatif melalui pengamatan langsung, umpan balik, serta penggunaan portofolio. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan, seperti rendahnya kepercayaan diri siswa, keterbatasan kosakata, dan minimnya sarana pendukung. Namun, guru mampu mengatasinya dengan pendekatan yang kreatif dan adaptif. Dengan demikian, metode taqdimul qishah dinilai efektif dalam mengembangkan maharah kalām siswa jika diterapkan secara konsisten dan terstruktur.