Articles
331 Documents
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW
-, Nurhidayah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Model pembelajaran yang digunakan guru saat ini belum mampu memberikan dampak yang signifikan pada ketercapaian hasil belajar sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal. Berdasarkan pada hasil penilaian ulangan harian mata pelajaran IPA kelas VIII.2, dari 36 peserta didik yang mengikuti ulangan harian, sebanyak 30 peserta didik belum mencapai KKM yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA Kompetensi Dasar struktur dan fungsi jaringan tumbuhan melalui metode pembelajaran kooperatif jigsaw. Metode penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitian ini adalah (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Hasil penelitian penggunaan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dengan pencapaian persentase aktivitas peserta didik dan ketuntasan hasil belajar siswa setiap siklusnya. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik pada siklus I rata-rata 48,96 % meningkat menjadi 80,03 % pada siklus II. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 55 % naik menjadi 87.5% % pada siklus II. Manfaat penelitian ini bagi siswa dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan dalam belajar sehingga hasil belajar pada mata pelajaran IPA meningkat, selain itu bagi guru diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan dalam menerapkan metode jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA.
PENERAPAN METODE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL DAN MOTIVASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN
Purwanto, Agus
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hasil dan motivasi belajar mata pelajaran Kewirausahaan siswa kelas XII L.3 SMK Negeri 3 Jayapura masih rendah. Persentase ketuntasan kelas hanya mencapai 33%. Siswa pun kurang antusias dan tidak aktif dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan karena guru belum menerapkan metode pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan metode Student Facilitator And Explaining (SFE) dengan tujuan untuk meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik tes dengan instrumen pedoman penilaian, teknik observasi dengan instrumen pedoman observasi, dan angket dengan instrumen lembar angket. Teknik tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa, sedangkan observasi dan angket untuk mengukur motivasi belajar siswa. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Adapun indikator kinerja penelitian ini yaitu ketuntasan siswa mencapai 85%. Dari hasil tindakan yang dilakukan selama tiga siklus menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil maupun motivasi belajar siswa. Terbukti pada siklus III persentase ketuntasan siswa mencapai 100%. Siswa juga sangat antusias dan aktif dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa metode SFE dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa pada pelajaran Kewirausahaan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN DAN MENULIS ISI TEKS EKSPOSISI YANG BAIK DAN BENAR MELALUI METODE TS-TS ( TWO STAY-TWO STRAY)
Susilowati, Henny
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pelajaran Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian peserta didik karena harus membaca dan memahami suatu teks secara utuh. Hasil observasi awal peneliti, masih banyak peserta didik belum mampu menentukan dan menulis isi teks eksposisi dalam teks dan buku yang dibaca dengan baik dan benar. Peneliti menggunakan metode TS-TS (Two Stay-Two Stray) diharapkan siswa akan lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran sehingga siswa tersebut menjadi aktif bertanya, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMKN 40 Jakarta Timur. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah siswa yang mencapai nilai ≥75 sebelum tindakan (pra siklus) ada 13 siswa, Siklus I ada 23 siswa dan siklus II ada 33 siswa. Pada siklus II jumlah siswa belum tuntas ada 3 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode TS-TS dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap prestasi belajar pada pokok isi teks Eksposisi.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS CERITA IMAJINASI MENGGUNAKAN METODE MULTILITERASI MENULIS IMAJINATIF DENGAN MEDIA FILM ANIMASI
Winarni, Sri
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat peserta didik disebabkan oleh kurangnya dorongan dan motivasi oleh guru sehingga peserta didik kesulitan dalam menulis. Tujuan penelitian ini yaitu diharapkan mampu menciptakan suasana kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga peserta didik mampu meningkatkan keterampilan menulisnya. Subjek dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis teks cerita imajinasi pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 38 Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Pelaksanaan penelitian ini terdiri atas empat tahap, yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Berdasarkan hasil tes menulis teks cerita imajinasi menggunakan metode multiliterasi menulis imajinatif dengan media film animasi mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata – rata peserta didik sebesar 70,81 sedangkan pada siklus II nilai rata – rata Peserta didik sebesar 80,21. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran menulis teks cerita imajinasi dengan menggunakan metode multiliterasi menulis imajinatif dapat dikatakan berhasil. Perilaku sikap sosial peserta didik selama mengikuti pembelajaran menulis teks cerita imajinasi menggunakan metode multiliterasi menulis imajinatif dengan media film animasi mengalami perubahan ke arah positif.
MODEL PEMBELAJARAN ROLE-PLAYING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SENI BUDAYA SISWA DI SMA NEGERI 1 CIREBON
-, Karnengsih
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Model Bermain peran (Role Playing) merupakan pembelajaran yang menuntut siswa untuk memainkan karakter seseorang dalam bentuk drama, mendalami karakter mulai dari bahasa tubuh, pikiran dan ekspresi dengan cara mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi model pembelajaran Role-playing mampu meningkatkan minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Seni Budaya di Kelas XII MIPA-5 di SMA Negeri 1 Cirebon. Penelitian ini merupakan suatu penelitian tindakan kelas yang bersifat kualitatif dan dilaksanakan dalam dua siklus. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 34 siswa, dan peran peneliti sebagai partisipan observer. Data dikumpulkan melalui observasi, telaah dokumen serta analisis rekaman video pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran Role-playing mampu; (a) meningkatkan minat belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Seni Budaya, (b) mengasah keterampilan siswa dalam memerankan peran untuk kegiatan pagelaran musik kontemporer, dan (c) meningkatkan partisipasi, rasa percaya diri dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS MELALUI KEGIATAN WORKSHOP TERBIMBING
-, Rumoso
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan guru belum sesuai dengan yang diharapkan. Faktor penyebabnya antara lain kemampuan/ kompetensi mengelola pembelajaran masih lemah. Guru belum mampu mengimplementasikan prinsip pembelajaran yang inovatif dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran melalui workshop. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah guru kelas dengan metode penelitian tindakan kelas. Berdasarkan data empirik dan dari hasil penelitian dengan melaksanakan workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran bagi guru. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sejak dari kondisi awal, keadaan di akhir siklus I, sampai dengan keadaan di akhir siklus II dapat diperoleh hasil supervisi subjek penelitian dari kondisi awal dengan rata-rata nilai 60 ke akhir siklus I yang mencapai rata-rata nilai 76 berarti mengalami kenaikan sebesar 26,67%. Dari siklus I ke akhir siklus II juga ada peningkatan rata-rata nilai hasil supervisi. Rata-rata nilai hasil supervisi pada siklus I adalah 76 menjadi 89,33 di akhir siklus II, berarti juga ada peningkatan hasil supervisi subjek penelitian sebesar 17,54%. Dengan demikian dari kondisi awal ke kondisi akhir, rata-rata nilai hasil belajar subjek penelitian mengalami peningkatan sebesar 48,88%. Penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran setelah diadakan workshop mengalami peningkatan.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIDANG STUDI EKONOMI PADA MATERI PERTUMBUHAN EKONOMI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION
-, Darmian
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 6, No 1 (2021): Januari - April 2021
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hasil belajar siswa pada bidang studi ekonomi materi pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil yang rendah. Berdasarkan hasil pra siklus diperoleh kesimpulan bahwa masih banyak siswa yang belum mencapai tujuan yang diharapkan, hanya 5 orang dari 24 siswa yang mencapai KKM yang ditetapkan. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi pada pokok bahasan pertumbuhan ekonomi melalui model pembelajaran group investigation. Data yang dianalisis untuk mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar siswa diperoleh dari tes akhir baik siklus I maupun siklus II. hasil penelitian menunjukkan nilai terendah dari 25 menjadi 60, tertinggi dari 80 menjadi 90, dan nilai rata-rata dari 65,63 menjadi 82,29. Secara teoretis penelitian ini bermanfaat untuk memperluas teori yang sudah ada dengan menumbuhkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran ekonomi melalui metode group investigation dapat meningkatkan kriteria ketuntasan minimal. Manfaat secara praktik, bagi siswa dapat meningkatkan hasil evaluasi untuk mencapai KKM, memupuk sikap saling menghargai pendapat orang lain, meningkatkan penguasaan materi pelajaran, dan mempertinggi peran serta siswa secara perorangan. Bagi guru penelitian ini dapat meningkatkan kinerja guru, meningkatkan pemahaman dan pengalaman dalam proses pembelajaran, dan meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran.
PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN EFEKTIF MELALUI MODEL SUPERVISI OBSERVASI KELAS
-, Mujiyono
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 6, No 1 (2021): Januari - April 2021
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk melaksanakan supervisi observasi kelas secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal. Salah satu upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah melalui peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar yang dilakukan melalui pembinaan supervisi observasi kelas kepala sekolah. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif di SDN Kedungjati 01 melalui supervisi observasi kelas. Dalam penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal. Pada siklus 1 tingkat kinerja guru menduduki angka 57,5%. Kemudian meningkat menjadi 67,5% pada siklus 2 dan terjadi peningkatan kembali pada siklus 3 yang mencapai 78,75%. Hasil penelitian tindakan sekolah ini menunjukkan bahwa penerapan supervisi observasi kelas kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru dengan ketuntasan mencapai 100%. Tanggapan guru adalah sangat positif terhadap pembinaan yang dilakukan kepala sekolah melalui supervisi observasi kelas. © 2021 Jurnal P
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMBUAT DAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA MELALUI PENDEKATAN SUPERVISI KLINIS CONTOH DISKUSI KERJA (CONDISKER)
-, Mulyono
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 6, No 1 (2021): Januari - April 2021
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan guru dalam membuat dan menggunakan alat peraga masih rendah, berdasarkan hasil supervisi yang dilakukan terhadap enam guru kelas, diperoleh hasil yang menunjukkan dua orang guru dengan nilai 40 (kurang) dan empat guru dengan nilai 30-35 (sangat kurang). Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat dan menggunakan alat peraga. Tujuan khusus dalam penelitian ini, yaitu mendeskripsikan peningkatan kemampuan guru dalam membuat dan menggunakan alat peraga serta mendeskripsikan cara pendekatan supervisi klinis condisker dalam meningkatkan kemampuan membuat dan menggunakan alat peraga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah. Data yang dianalisis adalah data kuantitatif yang berupa nilai angka dengan cara membandingkan perolehan pada siklus I dengan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi pada siklus I adalah 73 dan terendah 48. Nilai tertinggi pada siklus II adalah 93 dan terendah 63. Manfaat dalam penelitian ini secara teoretis diharapkan menjadi salah satu penyumbang teori supervisi akademik dalam pembuatan serta penggunaan alat peraga pada guru lewat pendekatan supervisi klinis condisker. Secara praktis, manfaat dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga yaitu bagi guru, sekolah, dan kepala sekolah. Bagi guru dapat membuat serta menggunakan alat peraga membaca menulis permulaan sehingga berdampak pada peningkatan mutu siswa, bagi sekolah tersedianya kelengkapan alat peraga pada setiap pembelajaran, dan bagi kepala sekolah penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan dalam membimbing guru kelas.