cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddin@staff.uma.ac.id
Phone
+6281377116720
Journal Mail Official
jurnalp3@gmail.com
Editorial Address
Jalan H.M. Yamin SH No 225 Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K)
ISSN : 27215393     EISSN : 27215385     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan manuskrip penelitian di bidang pendidikan, psikologi dan kesehatan. Fokus dan ruang lingkup jurnal adalah untuk: 1) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional di seluruh konteks pendidikan 2) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional dalam bidang psikologi 3) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional dalam bidang kesehatan. Mengutamakan hasil-hasil penelitian lintas disiplin ilmu dan temuan-temuan terbaru dalam bidang ilmu pengetahuan. J-P3K terbit tiga kali dalam setahun yaitu April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 416 Documents
Pemindahan Pusat Pemerintahan Republik Indonesia: Berdasarkan Perspektif Psikologi Muhammad Nuh Arifiandi Hadiputra; Nurul Aisyah
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 2, No 3 (2021): J-P3K DESEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v2i3.125

Abstract

Pemerintah Republik Indonesia telah menyatakan bahwa akan melakukan pemindahan pusat pemerintahan. Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara ditetapkan sebagai calon ibu kota Negara yang baru. Penetapan ini dilakukan atas dasar hasil berbagai kajian bahwa beban DKI Jakarta tidak mungkin lagi didesain ulang untuk menjalankan beberapa fungsi sekaligus. Pemindahan Ibu Kota dilakukan dengan tujuan peningkatan kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan ini penting untuk dianalisis karena ini dapat menjadi pertimbangan menciptakan strategi yang dapat meminimalisasi dampak negatif yang akan muncul dan mengoptimalkan pencapaian tujuannya. Hal ini mengingat pemindahan Ibu kota akan memicu pertumbuhan penduduk di wilayah baru. Analisis ini dilakukan dengan studi literatur dari perspesktif psikologi dengan mempertimbangkan pengalaman pemindahan Ibu kota di beberapa negara seperti Malaysia, Kazakhtan, Brazil, Nigeria dan Korea Selatan. Hasil dari kajian ini meliputi identifikasi persamaan dan perbedaan Indonesia dan beberapa negara lain yang telah memindahkan Ibu Kota serta kemungkinan efektifnya kebijakan ini dalam mencapai tujuannya. Diakhir tulisan ini terdapat kesimpulan berupa rekomendasi alternatif kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah.
Kepemimpinan Kepala Sekolah, Pelatihan dan Motivasi Kerja Terhadap Kompetensi Guru : Studi Kuantitatif Iridhoi Daeli; Sahyar Sahyar; Amlys Silalahi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 2, No 3 (2021): J-P3K DESEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v2i3.115

Abstract

Kompetensi merupakan kemampuan seseorang yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat diwujudkan dalam hasil kerja nyata yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel X (kepemimpinan, pelatihan kerja dan motivasi) terhadap variabel Y (Kompetensi guru). Penelitian ini dilakukan pada Sekolah SMKN 1 Gunungsitoli Alo'oa dan SMKN3 Gunungsitoli, Gunungsitoli pada Bulan September 2020 dengan total sampel sebanyak 71 guru. Hasil pengujian hipotesis menjelaskan bahwa dari data yang ditolak memeiliki arti yakni kepemimpinan tidak berpengaruh positif terhadap kompetensi guru. Hipotesis kedua menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan pelatihan guru terhadap kompetensi guru di SMKN1 Alo’oa dan SMKN3 Gunungsitoli. Hasil pengujian hipotesis ketiga menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi guru terhadap kompetensi guru di SMKN1 Alo’oa dan SMKN3 Gunungsitoli. Hasil pengujian hipotesis keempat menjelaskan bahwa kepemimpinan, pelatihan, dan motivasi berpengaruh terhadap kompetensi guru di SMKN1 Alo’oa dan SMKN3 Gunungsitoli.
Terapi Bermain untuk Menurunkan Perilaku Agresi pada Anak-anak di Pesantren X, Surabaya Nisrina Dwi Pramara Putri; Ika Yuniar Cahyanti
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 2, No 3 (2021): J-P3K DESEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v2i3.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku agresif pada anak-anak di Pesantren X, Surabaya sebelum dan sesudah mengikuti terapi bermain. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen, yaitu one group pretest-posttest. Subjek penelitian ini berjumlah empat orang berdasarkan metode purposive sampling yaitu anak laki-laki, berusia antara 8-12 tahun, dikeluhkan oleh pembina asrama memiliki perilaku agresif baik fisik/verbal dan hasil pemeriksaan CBCL memiliki tingkat perilaku agresi pada kategori di area garis ambang atau di atas garis ambang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner perilaku agresi yang dikembangkan oleh Medinus dan Johnson (1976, dalam Kristianto, (2009) yang telah diadaptasi di Indonesia oleh Kristianto, (2009) dengan estimasi reliabilitas alpha cronbach sebesar 0,940. Hasil penelitian dianalisis dengan teknik uji-t paired sample test melalui aplikasi SPSS 21 for windows. Hasil analisis data yang telah dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean skor perilaku agresi pada pretest dan posttest sebesar 0.002 (sig. < 0.05) setelah pemberian terapi bermain pada anak-anak di Pesantren X, Surabaya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terapi bermain dapat menurunkan perilaku agresi pada anak-anak.
Hubungan Psychological well-being dengan Kepuasan Kerja pada Tenaga Kesehatan Honorer Puskesmas Mangunjaya Kabupaten Pangandaran Yoga Hardianto; Nurseda Islamiati
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 2, No 3 (2021): J-P3K DESEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v2i3.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan psychological well-being dengan kepuasan kerja pada tenaga kesehatan honorer Puskesmas Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan teori dari Ryff (1989) psychological well-being dan Luthans (2011) kepuasan kerja, penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dari alat ukur Psychological well-being yang diadaptasi dari Ryff Scale of Psychological well-being (1989), kemudian untuk kepuasan kerja menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri mengacu kepada teori Luthans (2011). Hasil uji korelasi antara variabel Psychological well-being dengan Kepuasan Kerja sebesar 0,414 dengan signifikan 0,004 (p
Pengaruh Iklim Organisasi,Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai SAMSAT Provinsi Sumatera Utara Dedy Irvan Caniago
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 2, No 3 (2021): J-P3K DESEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v2i3.116

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis, mengevaluasi pengaruh iklim organisasi, kepemimpinan, dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Samsat Provinsi Sumatera Utara. Populasi penelitian yang digunakan sebanyak 755 karyawan. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 90 orang dan dialokasikan secara proporsional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan skala likert. Untuk menganalisis data dilakukan penelitian dengan bantuan software SPSS versi 26. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa variabel iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Samsat Provinsi Sumatera Utara, variabel kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, dan variabel kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. . Selanjutnya secara bersama-sama iklim organisasi, kepemimpinan, dan kepuasan juga berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Samsat Provinsi Sumatera Utara.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kedisiplinan Pada Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sabang Firmawati Firmawati
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 3, No 1 (2022): J-P3K APRIL
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v3i1.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan pada pegawai kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sabang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Adapun Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan angket. Analisis data menggunakan menggunakan rumus Uji Mean. Adapun hasil pengukuran reliabilitas berdasarkan nilai Cronbach's Alpha adalah sebesar 0.931 yang menunjukkan bahwa alat ukur yang disajikan kepada responden penelitian relatif konsisten, dapat dipercaya dan diandalkan. Hasil penelitian berdasarkan faktor-faktor kedisiplinan pada Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sabang bahwa nilai mean dari faktor balas jasa adalah nilai mean yang tertinggi sebesar 30.00. Faktor balas jasa yang paling dominan berpengarauh terhadap kedisiplinan kerja pegawai yang ditunjukkan dengan adanya pemberian bonus oleh pimpinan, beban kerja yang diberikan sesuai dengan gaji yang diterima, tunjangan pensiun yang diberikan, adanya penghargaan bagi pegawai yang meraih prestasi.
Pengaruh Perceived Organizational Support Terhadap Work Engagement Pada Karyawan Panghegar Stone Quary Yoga Hardianto; Dewi Ratna
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 3, No 1 (2022): J-P3K APRIL
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v3i1.130

Abstract

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, penting bagi perusahaan memiliki karyawan yang memiliki work engagement yang tinggi. tentunya menjadi penting untuk mempelajari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keterlibatan kerja sehingga dapat mencapai hasil produksi yang tinggi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi work engagement yaitu penghayatan karyawan terhadap dukungan organisasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar perceived organizational support mempengaruhi karyawan panghegar stone quary. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu teori perceived organizational support menurut (Eisenberger, 2002) dan teori work engagement menurut (Schaufeli, Salanova, González-Romá, & Bakker, 2002). Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif, metode kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dimana menggunakan 35 karyawan panghegar quary stone. Instrumen penelitian menggunakan survey of perceived organizational support yang disusun oleh Eisenberger (1986) yang sudah diadaptasi modifikasi dan memodifikasi alat ukur baku (UWES) yang dikembangkan oleh wilmar Schaufeli dan Arnold Bakker (2002). Berdasarkan hasil pengujian hipotesa regresi sederhana diperoleh nilai signifikansi 0,001 artinya terdapat pengaruh yang signifikan perceived organizational support terhadap work engagement. nilai R2 0,429 artinya POS berpengaruh terhadap work engagement 42,9%.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Menggunakan Jasa Ojek Online Arbana Samanta
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 3, No 1 (2022): J-P3K APRIL
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v3i1.141

Abstract

Penelitian ini berencana untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel yang mempengaruhi penggunaan dinamis pada pemilihan transportasi online. Subyek penelitian ini adalah klien gojek di wilayah Plaza SUN, metode pengujian yang digunakan yaitu accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Alat penduga yang digunakan oleh peneliti adalah skala dinamis yang disusun oleh ipeneliti berdasarkan variabel dinamis yang terdiri dari 38 aitem dengan nilai uji reliabilitas sebesar α = 0,903. iBerdasarkan penelusuran informasi, diamati bahwa pengujian variabel-variabel yang mempengaruhi ipengambilan ikeputusan pada pemilihan transportasi online .iPengambilan ikeputusan klien Gojek di wilayah Plaza Sun, Kampung Aur, Kecamatan Medan Polonia. Dari hasil pengujian faktor ipengambilan ikeputusan klien GO-JEK, diketahui bahwa variabel komitmen sosial terhadap ipengambilan ikeputusan yaitu senilai 0,879, unsur sosial senilai 0,824, unsur individu senilai 0,711 dari faktor psikologis senilai 0,744. Hal ini memperlihatkan bahwa sumbangan variabel faktor ipengambilan ikeputusan saat ini berada dalam kategori sebagai memiliki komitmen yang layak.
Gambaran Subjek Dengan Keluhan Respon Fisiologis Ketika Menghadapi Stresor Menggunakan Formulasi Kasus Ingram Ichwan Cahyono; Endang Retno Surjaningrum
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 3, No 1 (2022): J-P3K APRIL
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v3i1.151

Abstract

Dalam menangani kasus klinis, terkadang klinisi mendapati kasus yang tidak terpetakan dalam diagnostik psikiatri terstandard (seperti DSM IV, ICD-10, PPDGJ, dll). Selain itu diagnosis standard tidak menjelaskan penyebab yang mendasari masalah pasien dan treatment yang sesuai terkait penyebab tersebut. Formulasi kasus mampu mengisi kesenjangan antara diagnosis dan treatment. Formulasi kasus klinis merupakan hal yang sangat penting dan disorot dalam banyak buku dan artikel. Penelitian tentang penerapan formulasi kasus klinis belum banyak dituliskan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan formulasi kasus klinis kepada Subjek dengan keluhan respon fisiologis ketika menghadapi stresor menggunakan formulasi kasus yang dikembangkan oleh Ingram. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed-method) dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, scaling, dan alat tes psikologi (grafis, SSCT, dan CFIT). Hasil penelitian menunjukkan penerapan formulasi kasus klinis terhadap Subjek dengan keluhan respon fisiologis ketika menghadapi stresor menggunakan formulasi kasus yang dikembangkan Ingram dapat membantu: (1) merumuskan gejala atau masalah yang perlu diubah; (2) menyusun data dan informasi yang diperoleh; (3) menyusun skema konseptual yang memberikan penjelasan; dan (4) mengambil keputusan treatment yang mengarah pada prosedur spesifik. Dengan demikian, penerapan formulasi kasus klinis yang dikembangkan oleh Ingram terbukti efektif untuk menangani Subjek dengan keluhan respon fisiologis ketika menghadapi stresor.
Self Awareness Pada Kandidat Yang Berhasil dan Gagal Pada Kegiatan Wawancara Kerja Maria Intan Sari Dewi Ginting; Martina Simatupang; Ria Fitriyani Purba
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 3, No 1 (2022): J-P3K APRIL
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v3i1.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self awareness pada kandidat yang berhasil dan gagal pada kegiatan wawancara kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek utama dalam penelitian ini sebanyak 10 orang dengan karakteristik sebagai berikut : 5 kandidat yang berhasil dan 5 kandidat yang gagal dalam kegiatan wawancara kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subyek memperlihatkan adanya perbedaan gambaran self awareness pada kandidat yang berhasil dan gagal pada kegiatan wawancara kerja yang berbeda dalam beberapa aspek. Subyek yang berhasil memiliki konsep diri yang positif, yakin dengan kemampuan yang dimiliki, memiliki harga diri yang positif, mampu menyesuaikan diri, mampu berinteraksi dengan baik di lingkungan, memiliki identitas diri yang positif, dan mampu menampilkan siapa dirinya yang sebenarnya. Sementara itu, pada subyek yang gagal biasanya memiliki konsep diri yang negatif, biasanya memiliki harga diri yang negatif, merasa malu akan dirinya, merasa benci pada dirinya sendiri, merasa dirinya kurang mampu, memiliki kecemasan yang tinggi, memiliki identitas diri yang negatif, merasa dirinya masih mempunyai banyak kekurangan, sehingga kurang berani menampilkan dirinya.

Page 8 of 42 | Total Record : 416