cover
Contact Name
AKBAR ALFA
Contact Email
selodang.mayang.bappeda.inhil@gmail.com
Phone
+628122742652
Journal Mail Official
selodang.mayang.bappeda.inhil@gmail.com
Editorial Address
Kantor BAPPEDA Kabuapaten Indragiri Hilir Jl. Akasia no. 1 Tembilahan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SELODANG MAYANG
ISSN : 24427845     EISSN : 26203332     DOI : https://doi.org/10.47521/selodangmayang
Jurnal “SELODANG MAYANG” menerima artikel ilmiah mengenai hasil penelitian, tinjauan hasil-hasil penelitian, methodology dan pendekatan-pendekatan baru dalam penelitian yang berkaitan dengan Ekonomi, Industri, Pembangunan Infrastruktur, Teknologi, Energi, Sosial, Budaya, Lingkungan, Pertanian, Kesehatan, Pendidikan, Kemaritiman dan lain-lain. Tema sentral yang diutamakan adalah tentang Innovasi di bidang Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan DMIJ Plus Terintegrasi yang erat kaitannya dengan pembangunan dan pengembangan di Kabupaten Indragiri Hilir.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 290 Documents
ANALISIS SISTEM PAKAR DIAGNOSA HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN PINANG MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINNING Rosmaneli Rosmaneli
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 2 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i2.173

Abstract

The presentation of information is growing rapidly over time. Starting from text, voice, images and videos. It continues to grow and is influenced by improvements in information presentation technology. The computers as an information technology are often used as human intermediaries for an information system. This is evidenced by the emergence of various systems related to computers as data processing. One application is the Expert System.
ANALISIS PENERIMAAN INFORMASI PENGGUNA WEBSITE DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (STUDI KASUS : dpmd.inhilkab.go.id) Dwi Yuli Prasetyo
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 3 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i3.174

Abstract

Abstract This study aims to predict the acceptance of information from DPMD website users by using the Technology Acceptance Model approach with the TAM construct, namely perceived usefulness, perceived ease of use and attitude toward using. This study is a quantitative study using a causal research design that aims to obtain causal evidence between research variables consisting of perceived ease of use, perceived usefulness and attitude toward using. The results showed that the people of Indragiri Downstream District rated the DPMD website as relatively easy and beneficial because the news displayed was very accurate, valid and of high quality. The attitude of the community using the DPMD Website is that users feel happy because it can provide many benefits and users enjoy using the website. The ease of use of the DPMD website and the benefits of using the website of the indragiri hilir district community and village empowerment service simultaneously have a significant effect on user attitudes in using the website. The ease of use of the website and the benefits in using the website of the indragiri hilir district community and village empowerment service partially have a significant effect on user attitudes in using the DPMD website. The variable that has a dominant influence on user attitudes in using the DPMD website is the ease of using the website. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi penerimaan informasi pengguna website DPMD dengen menggunakan pendekatan model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model) dengan konstruk TAM yaitu kegunaan persepsian (perceived usefulness), kemudahan penggunaan persepsian (perceived ease of use) dan sikap pengguna teknologi (attitude toward using). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian kausal yang bertujuan untuk mendapatkan bukti sebab akibat antara variabel-variabel penelitian yang terdiri atas perceived ease of use, perceived usefulness dan attitude toward using. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat kabupaten indragiri hilir menilai website DPMD relatif tidak sulit dan memberikan manfaat karena berita yang ditampikan sangat akurat, valid dan bermutu. Sikap dari masyarakat penggunaan Website DPMD yaitu pengguna merasa senang karena dapat memberikan banyak kemanfaatan dan pengguna menikmati menggunakan website. Kemudahan penggunaan website DPMD dan kemanfaatan dalam penggunaan website Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indragiri Hilir secara simultan berpengaruh signifikan terhadap sikap pengguna dalam penggunaan website. Kemudahan penggunaan website dan kemanfaatan dalam penggunaan website Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indragiri Hilir secara parsial berpengaruh signifikan terhadap sikap pengguna dalam penggunaan website DPMD. Variabel yang berpengaruh dominan terhadap sikap pengguna dalam penggunaan website DPMD yaitu Kemudahan penggunaan website.
PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Teobroma cacao L) DENGAN BERBAGAI PEMBERIAN DOSIS SERBUK GERGAJI PADA VARIETAS (BUNDO-F1) DI TANAH GAMBUT YOYON RIONO
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 3 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i3.175

Abstract

This study aims to determine the growth of cacao seeds (Teobroma cacao L) with various doses of sawdust on Vairietas (Bundo-F1) on peat lands. This research has been carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Islamic University of Indragiri Tembilahan, Tembilahan Hulu Subdistrict, Indragiri Downstream District. When the study began from April to July 2019 this research was a field trial using a non-factorial randomized block design (RBD) consisting of 6 levels, namely M0 = peat only, M1 = 1: 1 (sawdust: peat), M2 = 2 : 1 (sawdust: peat), M3 = 3: 1 (sawdust: peat). Each treatment was repeated three times to obtain 18 experimental trial plots in the field. Data from this study were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The results showed that the treatment of M2 = 2: 1 (sawdust: peat) could have a significant effect on plant height (cm), stem diameter (mm), number of leaves (strands),
OPTIMASI BIAYA PEMELIHARAAN Hardiman Hardiman; Manyuk Fauzi; Imam Suprayogi
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 3 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i3.176

Abstract

The performance of the irrigation system management in Riau Province has not shown an optimal irrigation management function and irrigation conditions and functions due to budget constraints that have an impact on the performance of one of the irrigation areas in this province, namely the Uwai irrigation area. The purpose of this research is to get the performance value of the irrigation network system in the Uwai irrigation area and get budget optimization in the Uwai irrigation area. The results showed that the greatest assessment of damage to physical conditions in the Uwai irrigation network was found in the carrier channel RU 4, RU 5, RU 6, RU 7 left, which was 40% of the total channels and buildings and the smallest functional condition assessment in the Uwai irrigation network. found on channel RU 4, RU 5, RU 6, RU 7 left, which is 75% so that this channel is only able to serve 85.5 Ha from 342 Ha, 71 Ha from 284 Ha, 59.5 Ha from 238 Ha, 36.75 Ha of 147 Ha to be served. Abstrak Kinerja Pengelolaan sistem irigasi Provinsi Riau belum menunjukkan fungsi manajemen irigasi dan kondisi serta fungsi irigasi yang optimal akibat adanya keterbatasan anggaran yang ada sehingga berdampak pada kinerja salah satu daerah irigasi di provinsi ini yaitu daerah irigasi Uwai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapat nilai kinerja sistem jaringan irigasi pada daerah irigasi Uwai dan mendapat optimalisasi anggaran pada daerah irigasi Uwai. Hasil penelitian menunjukkan Penilaian kerusakan kondisi fisik di jaringan irigasi Uwai paling besar terdapat pada saluran pembawa RU 4, RU 5, RU 6, RU 7 kiri, yaitu sebesar 40% dari keseluruhan saluran dan bangunan dan penilaian kondisi fungsional di jaringan irigasi Uwai yang paling kecil terdapat pada saluran RU 4, RU 5, RU 6, RU 7 kiri yaitu sebesar 75% sehingga pada saluran ini hanya mampu melayani 85.5 Ha dari 342 Ha, 71 Ha dari 284 Ha, 59,5 Ha dari 238 Ha, 36,75 Ha dari 147 Ha yang harus dilayani.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE (Studi Kasus Jalan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir) ardiansyah ardiansyah; M. Gasali M.
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 3 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i3.177

Abstract

Abstract Sungai Beringin Street is a road that has the status of a provincial road, as a connecting road between the capital city of the District of Tembilahan with other districts such as Batang Tuaka Subdistrict, Gaung Serka Children, Gaung and its surroundings. Jalan Sungai Beringin is one of the most densely populated areas of vehicle traffic experiencing flooding problems that regularly occur during the rainy season, because the condition of the drainage system is not well connected and there is no drainage channel on the road. Inundation will affect traffic for vehicles using the road to carry out daily activities, so that it can allow a greater disaster to harm the local community both property and life. According to Suripin, (2004; 7) drainage originating from English Drainage means to drain, drain, dispose of, or divert water. Drainage in the field of civil engineering, can be defined as a technical action to reduce excess water, both from rainwater, seepage, or excess irrigation water from an area / land, so that the function of the area / land is not disturbed. Drainage can also be interpreted as an effort to control the quality of groundwater in relation to salinity, so drainage involves not only surface water but also groundwater. Planning of drainage system for Parit 16 road with dimensions of channel height (h) 0.85 meters, channel width (b) 1.00 meters with slope of 0.04 and safety height of 0.65 meters while trench road 17 with high dimensions of the channel ( h) 0.95 meters, channel width (b) 1.00 meters with a slope of 0.04 and height of 0.69 meters construction of this drainage system in order to accommodate the rainwater discharge on the Beringin River which causes flood inundation during the rainy season . From the results of analysis of calculations, the total cost of the Budget Plan is obtained. The cost of constructing the ditch 16 drainage channel is = Rp. 3,219,594,000.00 and drainage ditch 17 drainage channel = Rp. 3,859,080,000.00. Abstrak Jalan Sungai Beringin adalah jalan yang berstatus jalan Propinsi, sebagai jalan penghubung antara Ibu Kota Kabupaten Kecamatan Tembilahan dengan Kecamatan lain seperti Kecamatan Batang Tuaka, Gaung Anak Serka, Gaung dan sekitarnya. Jalan Sungai Beringin merupakan salah satu wilayah jalan lalu lintas kendaraan yang cukup padat mengalami masalah banjir genangan air yang rutin terjadi pada saat musim hujan, dikarenakan kondisi sistem drainase belum terhubung dengan baik dan tidak adanya saluran drainase pada ruas jalan tersebut. Genangan akan mengangu lalu lintas bagi kendaraan yang mengunakan ruas jalan tersebut untuk melakukan aktivitas sehari-hari, maka dapat memungkinkan terjadi bencana yang lebih besar hingga merugikan masyarakat setempat baik harta benda maupun nyawa. Menurut Suripin, (2004; 7) drainase yang berasal dari bahasa Inggris Drainage mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Drainase dalam bidang teknik sipil, dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan teknis untuk mengurangi kelebihan air, baik yang berasal dari air hujan, rembesan, maupun kelebihan air irigasi dari suatu kawasan/lahan, sehingga fungsi kawasan/lahan tidak terganggu. Drainase dapat juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas, jadi drainase menyangkut tidak hanya air permukaan tapi juga air tanah. Perencanaan sistem drainase ruas jalan Parit 16 dengan dimensi tinggi saluran (h) 0,85 meter, lebar saluran (b) 1,00 meter dengan kemiringan 0,04 dan tinggi jagaan 0,65 meter sedangkan ruas jalan parit 17 dengan dimensi tinggi saluran (h) 0,95 meter, lebar saluran (b) 1,00 meter dengan kemiringan 0,04 dan tinggi jagaan 0,69 meter pembangunan sistem drainase ini agar dapat menampung debit air hujan di jalan Sungai Beringin yang menyebabkan banjir genangan pada saat musim hujan. Dari hasil analisa perhitungan maka diperoleh total biaya Rencana Anggaran Biaya pembangunan saluran drainase ruas jalan parit 16 sebesar = Rp. 3,219,594,000.00 dan saluran drainase ruas jalan parit 17 sebesar = Rp. 3,859,080,000.00.
PERBANDINGAN STRUKTUR DAN BIAYA BANGUNAN RANGKA ATAP ANTARA MATERIAL KAYU & BAJA RINGAN (Study Kasus Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNISI) Gita Muhtarida
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 3 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i3.178

Abstract

Abstract The existence of a roof in a building is very important considering its function to protect the entire space below it against the influence of temperature and weather. Along with the development of science and technology, the use of wood construction specifically as the structure of the roof frame has begun to be replaced by cold-formed steel construction because the need for wood as the base of roof truss is increasing and the scarcity of trees with good wood quality makes the wood difficult to obtain and the price too become relatively expensive. Comparison of the structure of cold-formed steel roof truss and wooden roof truss is carried out with the load calculation stages in accordance with SKBI 1987 with a combination of loading in accordance with SNI 1729-2002 regulations and SNI 03-2000. Then analyzed using methode of joint to produce rod forces and from these results planned dimensions for the compressive rod and pull rod. Cost calculation is used with SNI analysis method. The results of the calculation of the structure of cold-formed steel roof truss are obtained by the profile of C. 75.75, while the structure of the wooden roof truss is obtained wood dimensions of the size of 7/10. The cost of a cold-formed steel roof frame is Rp. 91,316,000.00, while the cost of wooden roof truss is Rp. 52,972,000. This fee has a disagreement of Rp. 38,164,000.00. Although relatively more expensive, the use of cold-formed steel material has several advantages that are not worshiped by wood material, this material can be made with a variety of stretches, stronger, safer, more durable, not eaten by termites, fire resistant, lightweight and easily assembled material, and the installation is faster when compared to using wood. Abstrak Keberadaan atap pada bangunan sangat penting mengingat fungsinya untuk melindungi seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh suhu dan cuaca. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan konstruksi kayu khususnya sebagai struktur rangka atap sudah mulai digantikan dengan konstruksi baja ringan karena kebutuhan akan kayu sebagai bahan dasar rangka atap semakin meningkat dan semakin langkanya pohon dengan kualitas kayu yang baik menyebabkan kayu susah didapat dan harganya pun menjadi relatif mahal. Perbandingan struktur rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu dilakukan dengan tahapan perhitungan beban sesuai dengan SKBI 1987 dengan kombinasi pembebanan sesuai dengan peraturan SNI 1729-2002 dan SNI 03-2000. Kemudian dianslisis dengan menggunakan metode titik buhul untuk menghasilkan gaya-gaya batang dan dari hasil tersebut direncanakan dimensi untuk batang tekan dan batang tarik. Perhitungan biaya yang digunakan dengan metode analisa SNI. Hasil perhitungan struktur rangka atap baja ringan diperoleh profil C. 75.75, sedangkan struktur rangka atap kayu diperoleh dimensi kayu ukuran 7/10. Biaya pada rangka atap baja ringan yaitu Rp. 91.316.000,00, sedangkan biaya pada rangka atap kayu yaitu Rp. 52.972.000. Biaya ini berselisih Rp. 38.164.000,00. Meskipun relatif lebih mahal, pemakaian material baja ringan memiliki beberapa kelebihan yang tidak dipuyai oleh material kayu yaitu bahan ini dapat dibuat dengan bermacam bentangan, lebih kuat, lebih aman, lebih awet, tidak dimakan rayap, tahan terhadap api, materialnya ringan dan mudah dirakit, dan pemasangannya lebih cepat bila dibandingakan menggunakan bahan kayu.
PENGARUH PENGGUNAAN AIR KOLAM TERHADAP KUAT TEKAN BETON (Studi Kasus Kecamatan. Kateman, Keritang dan Tembilahan Kota) Muhammad Juldin; Akbar Alfa
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 3 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i3.179

Abstract

AbstractConcrete is a composite material (mixture) consisting of cement, coarse aggregates, fine aggregates and water. The concrete formation mixture is designed in such a way as to produce fresh concrete that is easy to work with and meets the plan's compressive strength after hardening.The cement used is PCC type cement, although the composition of cement in concrete is only about 10%, but the role of cement is very important in concrete. Aggregates are mineral granules originating from nature or artificial which have a function as a mixture of fillers in concrete. The aggregate of the concrete mixture filler is divided into fine aggregates used from Javanese Inhu and coarse aggregates from Tanjung Balai Karimun. The fine aggregate is usually in the form of sand that passes through a filter with a diameter of 4.75 mm or 5 mm, while coarse aggregates do not pass through the filter. The water used is well water from Kateman District, Keritang District and Tembilahan District, Indragiri Hilir Regency, Riau Province.The compressive strength of concrete is the amount of load per unit area which causes the concrete specimen to break and there is no more carrying capacity. The average compressive strength of 28 days of cube specimens with well water in Kateman District = 491 kg / cm2, Keritang District = 469 kg / cm2 and Tembilahan District City = 475 kg / cm2. AbstrakBeton merupakan bahan komposit (campuran) yang terdiri dari semen, agregat kasar, agregat halus dan air. Campuran bahan-bahan pembentukan beton dirancang sedemikian rupa, sehingga menghasilkan beton segar yang mudah dikerjakan dan memenuhi kekuatan tekan rencana setelah mengeras.Semen yang digunakan adalah semen tipe PCC, walaupun komposisi semen dalam beton hanya sekitar 10%, namun peran semen sangat penting dalam beton. Agregat adalah butiran mineral yang berasal dari alam atau buatan yang memiliki fungsi sebagai bahan pengisi campuran pada beton. Agregat pengisi campuran beton terbagi atas agregat halus yang digunakan berasal dari Japura Inhu dan agregat kasar berasal dari Tanjung Balai Karimun. Agregat halus biasanya berupa pasir yang lolos saringan dengan diameter 4,75 mm atau 5 mm, sedangkan agregat kasar tidak lolos saringan tersebut. Air yang digunakan yakni air sumur berasal dari Kecamatan Kateman, Kecamatan Keritang dan Kecamatan Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.Kuat tekan beton adalah besarnya beban per satuan luas yang menyebabkan benda uji beton pecah dan tidak ada lagi daya dukungnya. Hasil kuat tekan rata-rata umur 28 hari benda uji kubus dengan air sumur Kecamatan Kateman = 491 kg/ cm2, Kecamatan Keritang = 469 kg/cm2dan Kecamatan Tembilahan Kota = 475 kg/cm2.
ANALISA KEBUTUHAN AIR BERSIH (STUDI KASUS DESA SIMPANG GAUNG KECAMATAN GAUNG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR) wiro saputra
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 7 No 1 (2021): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v7i1.180

Abstract

Abstract Water is a basic need for human survival, clean water needs continue to increase while the supply of raw water infrastructure is still limited, there is often a lack of fulfillment of needs during the dry season, clean water crisis is one of the problems in Indragiri Hilir District especially in Simpang Gaung Village. Planning for a clean water distribution system really needs to be taken into account in order to guarantee the fulfillment of the level of service, in planning the clean water pipeline is determined by the water requirements and the required flow pressure. The amount or discharge of water provided depends on the population and industry served. The purpose of this study is to obtain clean water needs and a piping network system 15 based on the needs of the population in the next 15 years. The population of Simpang Gaung Village in 2018 is 4,100 people, with the semi average soul method of population growth up to 2033 is 4,283 people. The total water demand with a population of 4334 million in 2033 is 2.9420 liters / second. The source of water used is the river. Abstrak Air merupakan kebutuhan yang mendasar bagi kelangsungan hidup manusia, kebutuhan air bersih terus meningkat sementara penyediaan prasarana air baku masih terbatas, sering terjadi kekurangan pemenuhan kebutuhan saat musim kemarau, krisis air bersih merupakan salah satu masalah di Kabupaten Indragiri Hilir khusunya di Desa Simpang Gaung. Perencanaan sistem distribusi air bersih sangat perlu diperhitungkan agar dapat menjamin terpenuhinya tingkat pelayanan, pada perencanaan jaringan pipa air bersih ditentukan oleh kebutuhan air dan tekanan aliran yang diperlukan. Jumlah atau debit air yang disediakan tergantung pada jumlah penduduk dan industri yang dilayani. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendapatkan kebutuhan air bersih dan sistim jaringan perpipaan 15 berdasarkan kebutuhan penduduk 15 tahun kedepannya. Jumlah penduduk Desa Simpang Gaung tahun 2018 berjumlah 4.100 jiwa, dengan metode semi average jiwa pertumbuhan penduduk sampai dengan tahun 2033 adalah 4.283 jiwa. Total kebutuhan air dengan jumlah penduduk 4334 juta jiwa pada tahun 2033 adalah 2,9420 liter/detik. Sumber air yang digunakan adalah sungai.
ANALISIS POLA ARUS AKIBAT PASANG SURUT DI PANTAI SELAT BARU, KABUPATEN BENGKALIS Swary Aristi; Sigit Sutikno; Manyuk Fauzi
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 3 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i3.183

Abstract

Abstract Bengkalis Island is an archipelago located in Bengkalis Regency, Riau Province. Because it is directly facing the open ocean, causing abrasion to occur on the northern coast of Bengkalis Island. The purpose of this study was to determine the condition of the tidal current pattern in Selat Baru Beach, Bengkalis Regency using a numerical model (hydrodynamics) in the MIKE21 application. The results showed the current velocity of the new strait coast, Bengkalis Regency, Riau Province. Based on the results of the model, it is obtained that the highest tide current that occurs in the western season in 2020 ranges from 0.006 m / s to 0.09 m / s, while the lowest tide current that occurs in the western season ranges from 0.006 to 0.084 m / s. Abstrak Pulau Bengkalis merupakan salah satu wilayah kepulauan yang terdapat di Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau. Karena berhadapan langsung dengan lautan yang terbuka, menyebabkan abrasi terjadi di Pantai bagian utara di Pulau Bengkalis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi pola arus akibat pasang surut di Pantai Selat Baru, Kabupaten Bengkalis dengan menggunakan model numerik (hidrodinamika) pada aplikasi MIKE21. Hasil penelitian menunjukkan kecepatan arus pantai selat baru, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau. Berdasarkan hasil model yang diperoleh bahwa kecepatan arus saat pasang tertinggi yang terjadi pada musim barat pada tahun 2020 berkisar 0.006 m/s sampai 0.09 m/s, sedangkan kecepatan arus saat surut terendah yang terjadi pada musim barat berkisar 0.006 sampai 0.084 m/s
STUDI PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM KABUPATEN INHIL DALAM PEMBUATAN MIE SAGU FORTIFIKASI IKAN GABUS DAN TELUR rifni novitasari
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 3 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i3.185

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Studi Pemanfaatan Sumber Daya Alam Kabupaten INHIL dalam Pembuatan Mie Sagu Fortifikasi Ikan Gabus dan Telur pada tanggal dari tanggal 28 September sampai dengan 2 Oktober 2020. Adapun penelitian dilakukan dengan 3 Perlakuan yakni A = Tepung sagu : Bubur daging Ikan Gabus = 300 gr : 200 gr, B = Tepung sagu : Bubur daging Ikan Gabus = 325 gr : 175 gr, dan C = Tepung sagu : Bubur daging Ikan Gabus = 350 gr : 150 gr kemudian dari masing - masing perlakuan dilakukan analisa dengan menggunakan metode Uji Hedonik dengan melibatkan 20 orang panelis terlatih. Dari hasil analisa diketahui bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan A berdasarkan penampilan awal dengan skor terhadap warna 7,85, skor terhadap tekstur 8,05, skor terhadap rasa 6,50 dan skor aroma 7.