cover
Contact Name
AKBAR ALFA
Contact Email
selodang.mayang.bappeda.inhil@gmail.com
Phone
+628122742652
Journal Mail Official
selodang.mayang.bappeda.inhil@gmail.com
Editorial Address
Kantor BAPPEDA Kabuapaten Indragiri Hilir Jl. Akasia no. 1 Tembilahan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SELODANG MAYANG
ISSN : 24427845     EISSN : 26203332     DOI : https://doi.org/10.47521/selodangmayang
Jurnal “SELODANG MAYANG” menerima artikel ilmiah mengenai hasil penelitian, tinjauan hasil-hasil penelitian, methodology dan pendekatan-pendekatan baru dalam penelitian yang berkaitan dengan Ekonomi, Industri, Pembangunan Infrastruktur, Teknologi, Energi, Sosial, Budaya, Lingkungan, Pertanian, Kesehatan, Pendidikan, Kemaritiman dan lain-lain. Tema sentral yang diutamakan adalah tentang Innovasi di bidang Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan DMIJ Plus Terintegrasi yang erat kaitannya dengan pembangunan dan pengembangan di Kabupaten Indragiri Hilir.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 290 Documents
URGENSI PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME DALAM MENANGKAL FAHAM RADIKALISME Fahroni, Endri
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.483

Abstract

Indonesia is a plural nation with diverse ethnic, religious, and cultural identities. Yet this diversity has at times been exploited by extremist groups that seek to impose exclusive ideologies. This article examines the urgency of multicultural education as a strategy to prevent radicalism. Using a qualitative descriptive method through literature review of constitutional documents, scholarly works, and government reports, the paper analyzes multiculturalism theories and the dynamics of radicalism in Indonesia. It argues that multicultural education – defined as educational reform designed to actualize equality for students from diverse racial, ethnic, cultural, and linguistic groups – nurtures social justice and tolerance. The rise of extremist violence and ongoing deradicalization programs underscore the need for educational approaches that build resilience. Recommendations include integrating multicultural values into the curriculum, training educators, promoting intergroup dialogue, and enhancing community involvement in order to strengthen national cohesion and counter radical ideologies. Indonesia adalah bangsa plural dengan identitas etnis, agama, dan budaya yang beragam. Namun keberagaman ini kerap dieksploitasi oleh kelompok ekstrem yang ingin memaksakan ideologi eksklusif. Artikel ini mengkaji urgensi pendidikan multikulturalisme sebagai strategi mencegah radikalisme. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan telaah literatur konstitusi, karya ilmiah dan laporan pemerintah, tulisan ini menganalisis teori multikulturalisme serta dinamika radikalisme di Indonesia. Pendidikan multikultural, yang didefinisikan sebagai reformasi pendidikan untuk mewujudkan kesetaraan bagi peserta didik dari berbagai kelompok ras, etnis, budaya dan bahasa, menumbuhkan keadilan sosial dan toleransi. Meningkatnya kekerasan ekstrem dan program deradikalisasi yang sedang berlangsung menegaskan perlunya pendekatan pendidikan yang membangun ketahanan. Rekomendasi meliputi integrasi nilai multikultural dalam kurikulum, pelatihan pendidik, promosi dialog antar kelompok, serta pelibatan masyarakat demi memperkuat kohesi nasional dan menangkal ideologi radikal.
SUSTAINABLE HRM DAN PENGUATAN BUMDES: STRATEGI EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PANGAN BERBASIS MASYARAKAT DI INDRAGIRI HILIR Widyawati; Suhermin; Dharmasetiawan; Bayu Fajar Susanto
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.484

Abstract

This study aims to analyze the influence of Sustainable Human Resource Management (HRM) and strengthening Village-Owned Enterprises (BUMDes) on the effectiveness of community-based food management in Indragiri Hilir Regency, considering the mediating role of community participation levels and local government support. Using a quantitative approach using the PLS-SEM method, data were collected from 197 villages in 20 sub-districts through purposive sampling techniques, resulting in 197 respondents. The results showed that the strengthening of BUMDes had a significant effect on the effectiveness of food management (β=0.953; p<0.001) and the level of community participation (β=0.864; p<0.001). Sustainable HRM had a positive effect on community participation (β=0.073; p=0.001), but it was not significant on local government support (β=0.016; p=0.446). Community participation had a negative effect on the effectiveness of food management (β=–0.102; p=0.022), while local government support had no significant effect (β=0.063; p=0.451). The practical implications emphasize the importance of strengthening BUMDes and sustainable HRM practices in improving the effectiveness of food management. The limitations of this study include the geographical scope limited to one district and a quantitative approach that does not explore qualitative aspects. Further research is suggested to expand the study area and integrate qualitative approaches for a deeper understanding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sustainable Human Resource Management (HRM) dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terhadap efektivitas pengelolaan pangan berbasis masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan mempertimbangkan peran mediasi tingkat partisipasi masyarakat dan dukungan pemerintah daerah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), data dikumpulkan dari 197 desa di 20 kecamatan melalui teknik purposive sampling, menghasilkan 197 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan BUMDes berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan pangan (β=0,953; p<0,001) dan tingkat partisipasi masyarakat (β=0,864; p<0,001). Sustainable HRM berpengaruh positif terhadap partisipasi masyarakat (β=0,073; p=0,001), namun tidak signifikan terhadap dukungan pemerintah daerah (β=0,016; p=0,446). Partisipasi masyarakat berpengaruh negatif terhadap efektivitas pengelolaan pangan (β=–0,102; p=0,022), sedangkan dukungan pemerintah daerah tidak berpengaruh signifikan (β=0,063; p=0,451). Implikasi praktis dari temuan ini menekankan pentingnya penguatan BUMDes dan praktik HRM berkelanjutan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pangan. Keterbatasan penelitian ini meliputi cakupan geografis yang terbatas pada satu kabupaten dan pendekatan kuantitatif yang tidak menggali aspek kualitatif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas wilayah studi dan mengintegrasikan pendekatan kualitatif guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
ANALISIS PEMANFAATAN FLY ASH SEBAGAI FILLER TERHADAP KINERJA CAMPURAN ASPAL BERONGGA MENGGUNAKAN SPESIFIKASI ( ROAD ENGGINERING ASSOSIATION OF MALAYSIA) REAM ASH Lismawati, Lismawati; Desi, Natsar; Bachtiar, Erniati; Chaeruel, M; Muh Yusuf Harun, A; Mahmud, Mahmud; Gusty, Sri
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.485

Abstract

The growth in the number of motor vehicles and high rainfall intensity increases the risk of water ponding on roads, thereby requiring pavement construction that is both safe and has good drainage capability. Porous asphalt is one solution; however, it tends to have lower structural stability due to its low filler content. Fly ash is a fine particle deposit resulting from coal combustion residue. This study examines the utilization of fly ash waste from the Nusantara Power Punagaya coal-fired power plant in Jeneponto as a filler substitute in porous asphalt mixtures based on REAM 2008. The aim is to evaluate the effect of fly ash variations (0%, 50%, 100%) on Marshall stability, abrasion resistance (Cantabro), and the microstructure of the mixture. Experimental methods were carried out in the laboratory, including testing the physical properties of aggregates and the chemical composition of fly ash, mix design, and SEM-EDS analysis. The results show that the use of fly ash meets the specifications for VIM, VMA, stability, flow, and Marshall Quotient (MQ), except for VFB, which did not meet the specifications for all variations. Cantabro weight loss values were 8.53% (0%), 10.27% (50%), and 9.77% (100%). SEM-EDS analysis revealed that fly ash particles bond well with asphalt, with dominant elements C (45.38%) and Si (33.84%), along with the formation of a new carbon (C). These findings indicate the potential of fly ash as an environmentally friendly filler to improve porous asphalt performance. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dan intensitas curah hujan yang tinggi meningkatkan risiko genangan air di jalan, sehingga diperlukan konstruksi perkerasan yang aman dan memiliki kemampuan drainase baik. Aspal berongga (porous asphalt) menjadi salah satu solusi, namun cenderung kurang stabil secara struktural akibat rendahnya kadar filler. Fly ash adalah partikel halus yang merupakan endapan dari tumpukan bubuk. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah fly ash dari PLTU Nusantara Power Punagaya, Jeneponto, sebagai pengganti filler dalam campuran aspal berongga sesuai spesifikasi REAM 2008. Penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh variasi fly ash (0%, 50%, 100%) terhadap stabilitas Marshall, ketahanan aus (Cantabro), serta mikrostruktur campuran. Metode eksperimen dilakukan di laboratorium dengan pengujian sifat fisik agregat dan kimia fly ash, desain campuran, serta uji SEM-EDS. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan fly ash mampu memenuhi spesifikasi pada parameter VIM, VMA, stabilitas, flow, dan Marshall Quotient (MQ), kecuali VFB yang tidak terpenuhi pada semua variasi. Nilai kehilangan berat Cantabro masing-masing sebesar 8,53% (0%), 10,27% (50%), dan 9,77% (100%). Analisis SEM-EDS mengungkap bahwa partikel fly ash berikatan baik dengan aspal, serta terdapat unsur dominan C (45,38%) dan Si (33,84%), dengan pembentukan senyawa baru karbon (C). Temuan ini menunjukkan potensi fly ash sebagai filler ramah lingkungan untuk meningkatkan kinerja aspal berongga.
ANALISIS TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) BERDASARKAN PETA POTENSI BAHAYA TSUNAMI DI KECAMATAN UJUNG BULU, KABUPATEN BULUKUMBA Imran T, Muh.; Chaerul, Muh; Desi, Natsar; Bachtiar, Erniati; Yusuf Harun, A; Marzuki, Ismail
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.488

Abstract

This study analyzes the determination of Temporary Evacuation Shelters (TES) based on tsunami hazard mapping in Ujung Bulu District, Bulukumba Regency. The tsunami hazard assessment was carried out using the Cornell Multi-grid Coupled Tsunami (COMCOT) model with a scenario from the Flores Back Arc Thrust (Nusa Tenggara Barat segment, M7.5). Simulation results indicate that tsunami arrival times range between 49 and 56 minutes with wave heights of 0,2 - 1.96 meters, and a maximum inundation distance of 998 meters inland. Based on spatial analysis, field survey, and GIS processing, 6 TES locations are recommended across several sub-districts in Ujung Bulu, such as Bintarore, Tanah Kongkong, Caile, and Kalumeme. The TES locations are positioned 360–1130 meters from the coastline, with walking times between 5.3 and 15.2 minutes. These findings highlight the importance of spatial-based disaster preparedness strategies to minimize casualties and improve community resilience. Penelitian ini menganalisis penentuan Tempat Evakuasi Sementara (TES) berdasarkan pemetaan bahaya tsunami di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Penilaian bahaya tsunami dilakukan menggunakan model Cornell Multi-grid Coupled Tsunami (COMCOT) dengan skenario gempa dari Flores Back Arc Thrust (segmen Nusa Tenggara Barat, M7.5). Hasil simulasi menunjukkan waktu tiba tsunami berkisar antara 49-56 menit dengan tinggi gelombang 0.2 - 1,96 meter serta jarak genangan maksimum mencapai 998 meter ke daratan. Berdasarkan analisis spasial, survey lapangan dan pengolahan GIS, direkomendasikan 6 lokasi TES yang tersebar di beberapa kelurahan di Ujung Bulu yaitu Bintarore, Tanah Kongkong, Caile, dan Kalumeme. Lokasi TES berada pada jarak 360-1.130 meter dari garis pantai dengan waktu tempuh berjalan kaki antara 5,3-15,2 menit. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi kesiapsiagaan bencana berbasis keruangan untuk meminimalisir korban jiwa dan meningkatkan ketangguhan masyarakat.
PERAMALAN PRODUKSI CRUDE PALM OIL DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOVING AVERAGE DAN ARIMA Siti Wardah; Partini, Partini; Roberta Zulfhi Surya; Alfa, Akbar
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.490

Abstract

Production forecasting plays a crucial role in optimizing and managing the volume of output produced by an industry. Accurate forecasting provides essential information for production planning, enabling firms to respond to demand fluctuations and adjust operational policies in a timely manner. Crude palm oil (CPO) is one of the strategic commodities that requires reliable forecasting due to its importance in the food, energy, and downstream industries. This study employs two forecasting methods—moving average and ARIMA—using annual CPO production data from 1980 to 2024. The analysis shows that the five-year production forecast generated by the moving average method is 47.166.814 tons per year. Meanwhile, the ARIMA model predicts annual production of 42.277.393 tons, 44.500.436 tons, 44.705.101 tons, 44.714.519 tons, and 47.222.575 tons for the next five years. Accuracy evaluation using the Mean Absolute Percentage Error (MAPE) indicates that the moving average method performs well, with an error rate between 10% and 20%. In contrast, the ARIMA model demonstrates low accuracy, with a MAPE value exceeding 50%. These findings suggest that simpler methods, such as moving average, may outperform more complex models when forecasting annual CPO production. Peramalan produksi memiliki peran penting dalam mengoptimalkan dan mengelola jumlah output yang dihasilkan suatu industri. Peramalan yang akurat berfungsi sebagai dasar informasi bagi perencanaan produksi, memungkinkan perusahaan merespons perubahan permintaan serta menyesuaikan kebijakan operasional secara tepat waktu. Salah satu komoditas strategis yang membutuhkan peramalan adalah crude palm oil (CPO), mengingat perannya dalam industri pangan, energi, dan berbagai produk turunan lainnya. Penelitian ini menerapkan dua metode peramalan, yaitu moving average dan ARIMA, menggunakan data tahunan produksi CPO dari 1980 hingga 2024. Analisis menunjukkan bahwa proyeksi produksi CPO lima tahun ke depan menggunakan metode moving average adalah sebesar 47.166.814 ton per tahun. Sementara itu, metode ARIMA menghasilkan estimasi berturut-turut sebesar 42.277.393 ton, 44.500.436 ton, 44.705.101 ton, 44.714.519 ton, dan 47.222.575 ton per tahun. Evaluasi akurasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) menunjukkan bahwa metode moving average berada pada kategori baik dengan nilai kesalahan 10–20%. Sebaliknya, metode ARIMA tergolong kurang akurat karena nilai MAPE yang dihasilkan melebihi 50%. Temuan ini menegaskan bahwa metode sederhana seperti moving average dapat memberikan performa yang lebih baik dibandingkan model kompleks untuk data produksi CPO tahunan.
POTENSI HILIRISASI KELAPA SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN EKONOMI DAERAH: STUDI KASUS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Alkadafi, Muammar; Reagen, Reagen; Ermansyah, Ermansyah; April, Muhammad
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.491

Abstract

Indragiri Hilir Regency in Riau Province is widely known as the “World’s Coconut Estate,” with more than 400,000 hectares of coconut plantations. However, the sector’s contribution to the regional economy remains limited, as most coconut products are sold in raw form. This study aims to analyze the potential of coconut downstreaming, identify its constraints, and formulate relevant development strategies for regional economic growth. The research employs a descriptive qualitative approach supported by secondary quantitative data, in-depth interviews, and SWOT analysis. The findings indicate that the main challenges include the low productivity of smallholder coconut trees, limited processing technology, weak farmer institutions, and the dominance of middlemen in the supply chain. Nevertheless, significant opportunities arise from the global trend of green products, increasing international demand for coconut-based products, and national downstreaming policies. The proposed strategies include coconut tree rejuvenation, development of small and medium-scale downstream industries, strengthening farmer cooperatives, and expanding access to export markets. The novelty of this study lies in offering a SWOT-based strategic model of coconut downstreaming that highlights farmer institutions as the key driver for strengthening the local value chain. Kabupaten Indragiri Hilir di Provinsi Riau dikenal sebagai “Hamparan Kelapa Dunia” dengan luas perkebunan kelapa lebih dari 400 ribu hektar. Namun, kontribusi sektor ini terhadap perekonomian daerah masih rendah karena produk kelapa mayoritas dijual dalam bentuk mentah. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi hilirisasi kelapa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi pengembangan yang relevan bagi pembangunan ekonomi daerah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sekunder, wawancara mendalam, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama adalah rendahnya produktivitas pohon kelapa rakyat, keterbatasan teknologi pengolahan, lemahnya kelembagaan petani, dan dominasi tengkulak dalam rantai distribusi. Namun, peluang besar terbuka melalui tren global produk hijau, permintaan internasional terhadap produk berbasis kelapa, serta dukungan kebijakan hilirisasi nasional. Strategi yang disarankan meliputi peremajaan tanaman kelapa, pengembangan industri hilir berbasis UMKM, penguatan kelembagaan koperasi petani, serta perluasan akses pasar ekspor. Penelitian ini memberikan kebaruan berupa model strategi hilirisasi kelapa berbasis analisis SWOT yang menempatkan kelembagaan petani sebagai pusat penguatan rantai nilai lokal.
REALISASI PENJUALAN DENGAN HARGA TANDAN BUAH SEGAR PETANI MITRA SWADAYA DI PROVINSI RIAU : ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH Ardiles, Ardiles; Apriyanto, Mulono; Abdullah, Abdullah; Rahmat Putra, Ade
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.493

Abstract

The study examines the oversupply of oil palm fresh fruit bunches (FFB) in Riau Province, focusing on the realization price of FFB sales at the collector level, Crude Palm Oil (CPO) export sales, kernel sales prices, and government policies affecting these prices. The findings show that variables such as collector-level sales realization, CPO sales, and kernel sales significantly influence FFB sales at the independent smallholder level. However, government policies have minimal impact on these prices. The study suggests that monitoring regulations and formulating future strategies can improve the bargaining power of independent FFB farmers. Studi ini meneliti kelebihan pasokan tandan buah segar kelapa sawit (TBS) di Provinsi Riau, dengan fokus pada harga realisasi penjualan TBS di tingkat kolektor, penjualan ekspor Crude Palm Oil (CPO), harga jual kernel, dan kebijakan pemerintah yang mempengaruhi harga tersebut. Temuan menunjukkan bahwa variabel seperti realisasi penjualan tingkat kolektor, penjualan CPO, dan penjualan kernel secara signifikan mempengaruhi penjualan TBS di tingkat petani swadaya swadaya Namun, kebijakan pemerintah memiliki dampak minimal pada harga tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa pemantauan regulasi dan perumusan strategi masa depan dapat meningkatkan daya tawar peternak TBS swadaya.
PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN,MOTIVASI KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA OPD DI INDRAGIRI HILIR Rosliana, Rosliana; Melasari, Ranti; Gustina, Ira
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.495

Abstract

This research aims to empirically determine whether Budget Preparation Participation, Work Motivation, and Leadership Style affect Managerial Performance in Regional Apparatus Organizations (OPD) in Indragiri Hilir Regency. The sample selection was conducted using purposive sampling method. The population of OPDs in Indragiri Regency consists of 33 departments/agencies. The sample calculation yielded 77 respondents who met the research criteria. The type of data used is primary data. The data collection method for this research was conducted through direct surveys by distributing questionnaires. The data analysis method used is multiple linear regression analysis. This research utilized SPSS Version 26 to test the hypothesis. The t-test results indicate that the Budget Preparation Participation variable affects managerial performance, Work Motivation affects managerial performance, and Leadership Style affects Managerial Performance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris apakah Partisipasi Penyusunan Anggaran, Motivasi Kerja dan Gaya Kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja Manajerial pada OPD di Kabupaten Indragiri Hilir. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purvosive sampling. Populasi OPD di Kabupaten Indragiri berjumlah 33 Dinas/Instansi. Perhitungan sampel diperoleh sebanyak 77 responden yang sudah masuk kriteria penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Metode pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan melalui survei secara langsung yaitu dengan cara menyebar kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan SPSS Versi 26 untuk menguji hipotesis. Hasil uji t menyatakan bahwa variabel Partisipasi Penyusunan Anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial, Motivasi Kerja terhadap kinerja manajerial dan Gaya Kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja Manajerial.
IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM KEUANGAN DESA (SISKEUDES) DI DESA TEKULAI BUGIS KECAMATAN TANAH MERAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR: Implementasi Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) di Desa Tekulai Bugis Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir Asmarita, Asmarita; Rosliana, Rosliana; Susanti, Novriani; Febrina, Ria
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.498

Abstract

The SISKEUDES application is an innovation in the management of village finances, based on digital transformation and the collaboration of the government, ministries, and institutions. The change from the SIMDA system to the SISKEUDES system was based on several factors, including presidential directives to improve the system, requests from the DPR-RI, recommendations from the Corruption Eradication Commission (KPK), and the involvement of the State Audit Agency (BPKP) as the government's internal auditor. This study uses qualitative research with inductive analysis. Inductive data analysis is a method of drawing conclusions based on the accumulation of facts observed in the field, which are then generalised. Data collection techniques used were based on the theory of Sugiyono (2022) and included observation, in-depth interviews, documentation, and triangulation (combining the three techniques). The results of the study show that the implementation of the SISKEUDES application in the village of Tekulai Bugis has been fully implemented in accordance with the existing mechanisms, based on the results of the study outlined in the above indicators, which adopt the theory of implementation proposed by George C. Edward III. It can therefore be concluded that the implementation of the SISKEUDES application in improving the performance of the village officials in the village of Tekulai is effective but not yet maximised due to the limited internet connection. Aplikasi SISKEUDES merupakan inovasi dalam pengelolaan keuangan desa dengan mengacu pada transformasi digital yang bersinergi antara pemerintah, kementerian dan lembaga. Perubahan dari Sistem Manajemen Daerah Desa (SIMDA) menjadi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) didasari oleh beberapa faktor, antara lain arahan dari Presiden untuk melakukan perbaikan sistem, permintaan dari DPR-RI, rekomendasi dari KPK, serta pelibatan peran Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (2016), sebagai auditor internal Pemerintah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis induktif. Analisis data induktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan yang dapat digunakan akumulasi fakta-fakta yang bersifat nyata (khusus) di lapangan, kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan berdasarkan teori Sugdwiiyono (2022) yang terbagi menjadi beberapa cara yaitu observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan triangulasi (menggabungkan ketiga teknik tersebut). Pada hasil penelitian yang diperoleh peneliti, tujuan dari implementasi aplikasi SISKEUDES di Desa Tekulai Bugis telah sepenuhnya dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ada, berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada indikator-indikator di atas yang mengadopsi dari teori implementasi yang dikemukakan oleh George C. Edwards (1980), maka dapat disimpulkan bahwa implementasi aplikasi SISKEUDES dalam meningkatkan kinerja perangkat desa di Desa Tekulai sudah berjalan dengan baik dan tetapi masih belum maksimal Karena masih adanya keterbatasan jaringan internet.
DAMPAK ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, ADOPSI DIGITALISASI DAN PRAKTIK RAMAH LINGKUNGAN TERHADAP AKSES KEUANGAN IKM DI KOTA PADANG Maivalinda, Maivalinda; Haryati, Rice; Sulistianingsih, Henny; Srihasnita, Rita
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.502

Abstract

This study aims to examine the impact of Entrepreneurial Orientation, Digitalization Adoption, and Environmentally Friendly Practices on Financial Access. The sample size was selected using the convenience sampling method. With a quantitative approach, the analysis method used SPSS 30. The main data collection technique was a structured questionnaire. The questionnaire was designed to measure the research variables using a 4-point Likert scale. The collected data were analyzed using inferential statistical methods, with multiple regression analysis as the main technique to test the impact of each independent variable (entrepreneurial orientation, digitalization adoption, and environmentally friendly practices) on the dependent variable (financial access/ AK). The results of this study concluded that entrepreneurial orientation (OK) did not have a significant impact on financial access (AK) (0.935). Digitalization Adoption (AD) had a positive and significant impact on Financial Access (AK (0.00). Environmentally Friendly Practices (PRL) had a positive and significant impact on Financial Access (AK) (0.017). While the overall regression model was statistically significant and confirmed that the three variables, when considered together, provided a significant contribution to explaining MSME financial access Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak Orientasi Kewirausahaan, Adopsi Digitalisasi dan Praktik Ramah Lingkungan terhadap Akses Keuangan. Jumlah sampel dipilih dengan menggunakan metode convenience sampling. Dengan pendekatan kuantitatif, metode analisis menggunakan analisis SPSS 30. Teknik pengumpulan data utama adalah kuesioner terstruktur. Kuesioner dirancang untuk mengukur variabel-variabel penelitian menggunakan skala Likert 4 poin. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode statistik inferensial, dengan analisis regresi berganda sebagai teknik utama menguji dampak masing-masing variabel independen (orientasi kewirausahaan, adopsi digitalisasi, dan praktik ramah lingkungan) terhadap variabel dependen (akses keuangan). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa orientasi kewirausahaan (OK) tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap akses keuangan (AK) (0,935). Adopsi Digitalisasi (AD) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Akses Keuangan (AK (0.00). Praktik Ramah Lingkungan(PRL) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Akses Keuangan (AK) (0.017). Sementara model regresi secara keseluruhan signifikan secara statistik dan menegaskan bahwa ketiga variable apabila dipertimbangkan bersama memberikan kontribusi yang berarti untuk menjelaskan akses keuangan IKM.