cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 193 Documents
Perubahan Suhu Tubuh, Saturasi Oksigen Dan Frekuensi Nadi Pada Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah Menggunakan Terapi Nesting Yogi Adam Pratama; Erna Sulistyawati
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.6326

Abstract

Bayi berat lahir rendah  di Indonesia masih tergolong tinggi dan masih menjadi perhatian serius. BBLR mengakibatkan gangguan fungsi vital organ yang berahir pada penurunan kualitas proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Penanganan BBLR yang dianjurkan adalah penggunaan nesting. Asuhan Keperawatan menggunakan Evidance Based Nursing Practice Terapi nesting ini bertujuan untuk mengetahui perubahan suhu tubuh, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi bayi berat lahir rendah. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah bayi dengan BBLR. Subjek studi kasus berjumlah 2 bayi. Subjek studi kasus (orang tua) telah menandatangani informed consent sebelum dilakukan pengambilan data. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terjadi perubahan suhu tubuh, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi pada bayi dengan BBLR. Terapi nesting mampu meningkatkan suhu tubuh, frekuensi nadi dan saturasi oksigen.
Penerapan slow deep breathing dan dzikir terhadap tingkat kecemasan penderita hipertensi pada lansia Rosa Isnaini Putri; Tri Nurhidayati
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.8302

Abstract

Hipertensi adalah keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah diatas batas normal. Batasan pada lansia yang berusia diatas 60 tahun bila sudah lebih dari 140/90 mmHg.Kondisi tubuh lansia yang mengalami hipertensi dapat kembali membaik,akan tetapi faktor-faktor psikologis lansia sangat berpengaruh terhadap proses penanganan masalah hipertensi.Hal ini dapat menyebabkan lansia mengalami gangguan psikis seperti kecemasan. Penanganan kecemasan dapat dilakukan dengan jenis piskoterapi yaitu dengan slow deep breathing dan dzikir. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tingkat kecemasan dengan pemberian terapi slow deep breathing dan dzikir pada responden lansia dengan hipertensi. Studi ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah lansia dengan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi. Subjek studi kasus berjumlah 2 orang,didapatkan secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner GAS (Geriatric Anxiety Scale) terdapat 30 pertanyaan. Data hasil studi disajikan dalam bentuk tabel intervensi rerata penurunan tingkat kecemasan pre dan post terapi slow deep breathing dan dzikir selama 4 hari. Terapi Slow Deep Breathing dan Dzikir dapat menurunkan tingkat kecemasan dengan nilai 6-7, reaksi positif terapi slow deep breathing dan dzikir secara teratur akan meningkatkan sensitivitas baroreseptor dan mengeluarkan neurotransmitter endorphin sehingga mengstimulasi respon saraf otonom yang berpengaruh dalam menghambat pusat simpatis dan merangsang aktivitas parasimpatis (menurunkan aktivitas tubuh atau relaksasi). Terapi relaksasi slow deep breathing dan dzikir dengan lafadz istighfar efektif untuk dilakukan menurunkan tingkat kecemasan pada lansia. Hasil kedua kasus diatas rata-rata tingkat kecemasan responden mengalami penurunan dengan skor 6-7 dengan kategori (kecemasan ringan).
Penerapan buerger allen exercise meningkatkan perfusi perifer pada penderita diabetes melitus tipe II Dhia Ramadhani Wijayanti; Warsono Warsono
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.8266

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan gula darah melebihi batas normal. Kaki diabetis dengan ulkus menjadi salah satu komplikasi tersering dari sekian banyak komplikasi yang dapat dialami penyandang Diabetes. Kaki diabetis diawali dengan munculnya tanda dan gejala resiko gangguan perfusi perifer. Masalah ini tidak hanya berdampak terhadap fisik namun juga dapat berdampak terhadap kualitas hidup penderita Diabetes. Penatalaksanaan farmakologis disertai dengan penatalaksanaan non farmakologis berupa perubahan pola perilaku seperti pemberian aktivitas fisik Buerger Allen Exercise dapat dilakukan penderita Diabetes dirumah secara mandiri. Buerger Allen Exercise adalah latihan gerak bervariasi pada tungkai bawah dengan memanfaatkan gaya gravitasi yang dilakukan secara bertahap dan teratur. Gangguan darah ke perifer dapat diketahui melalui pemeriksaan Angkle-Brachial Index. Studi kasus ini bertujuan untuk menilai pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap penurunan resiko perfusi perifer dengan penilaian Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Studi kasus dengan mengaplikasikan evidence based practice nursing Buerger Allen Exercise pada dua kasus kelolaan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi klien diabetes tipe II dengan pengobatan teratur, skor nilai angkle-brachial indeks (ABI) 0,4 – 0,89, berumur 40-60 tahun baik laki-laki maupun perempuan dan mengikuti seluruh program latihan yang telah disetujui bersama. Buerger Allen Exercise dilakukan sebanyak 6 kali selama 6 hari dengan durasi 15 menit, pengukuran menggunakan stetoskop dan sphmomanometer sebelum dan sesudah pemberian latihan. Hasil studi menunjukan adanya peningkatan nilai Angkle-Brachial Index selama 6 hari pada studi kasus 1 dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,1 dan pada studi kasus 2 rata-rata peningkatan sebesar 5,8. Variasi gerakan dan gaya grafitasi pada Buerger Allen Exercise mampu untuk memperbaiki dan meningkatkan sirkulasi darah hingga ke perifer ditandai dengan peningkatan nilai Angkle-Brachial Index
Suplementasi madu menurunkan frekuensi batuk pada anak dengan bronkopneumonia Anni Himma Millati; Vivi Yosafianti Pohan
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.6220

Abstract

Gejala umum yang sering dirasakan balita dengan bronkopneumonia adalah batuk. Intervensi keperawatan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah batuk yaitu diantaranya dengan terapi komplementer madui, karena suplementasi madu dapat mengurangi atau menurunkan frekuensi batuk pada anak yang mengalami infeksi saluran nafas dengan Bronkopneumonia di Ruang Ayyub 3 Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan menggunakan rancangan one group pre and post test yang dilakukan pada 2 responden. sebelum diberikan suplementasi madu responden 1 dan responden 2 mengalami frekuensi batuk berat yang diukur dengan menggunakan lembar observasi selama 3 hari sedangkan setelah diberikan suplementasi madu responden 1 dan responden 2  mengalami tidak batuk yang diukur dengan menggunakan lembar observasi selama 3 hari ditandai dengan responden tidak pernah mengalami batuk pada hari pertama sampai dengan hari ketiga frekuensi batuk mengalami penurunan. Efektifitas pemberian madu terhadap penurunan frekuensi batuk pada responden 1 dan responden 2 dengan bronkopneumonia sudah teratasi
Efektifitas Bubuk Kayu Manis Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Klien Arthritis Gout Hendrik Hidayatullah; Sri Rejeki
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.8387

Abstract

Arthritis gout merupakan penyakit metabolik yang ditandai oleh penumpukan asam urat yang menyebabkan nyeri pada sendi. Prevalensi penyakit asam urat di indonesia berdasarkan diagnose tenaga kesehatan sebesar 11,9% dan berdasarkan diagnosis atau gejala 24,7% jika dilihat dari karateristik umur, prevalensi tinggi pada umur ≥ 75 tahun (54,8%). Penderita perempuan juga lebih banyak (8,46%) dibandingkan dengan laki-laki (6,13%). Tujuan dari penerapan ini adalah mengetahui tingkat efektifitas bubuk kayu manis terhadap penurunan skala nyeri pada penderita arthritis gout di wilayah Kuningan Jawa Barat. Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan. Responden adalah 2 responden penderita asam urat dan dikelola selama 7 hari dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi bubuk kayu manis dengan frekuensi 1 kali/hari selama 15-20 menit. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan metode asuhan keperawatan. Alat pengumpulan data meliputi alat untuk mengukur tingkat nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS).  Hasil studi menunjukkan bahwa  ada penurunan skala nyeri pada klien arthritis gout sebelum dan sesudah dilakukan terapi bubuk kayu manis, baik pada responden pertama maupun responden kedua. Pemberian terapi bubuk kayu manis efektif menurunkan skala nyeri pada penderita arthritis gout.
Penurunan nyeri pada pasien post tiroidektomi menggunakan terapi musik suara alam Marsella Eka Wardani; Edy Soesanto
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.6280

Abstract

Nyeri bersifat subjektif dan merupakan sensasi rasa yang tidak nyaman, dampak yang yang akan terjadi pada pasien setelah melakukan tindakan pembedahan berupa nyeri. Upaya untuk menurunkan nyeri menggunakan terapi non farmakologi musik suara alam. Studi kasus ini bertujuan untuk mengurangi tingkat nyeri, memperbaiki kondisi fisik, emosional, dan kesehatan spiritual pasien. Desain studi kasus yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan, subjek studi kasus ini adalah pasien post tiroidektomi yang melakukan rawat inap yang berjumlah 2 orang. Pengambilan data nyeri dilakukan sebelum dan sesudah penerapan terapi musik suara alam, penerapan dilakukan 5 hari dengan durasi 30 menit. Setelah dilakukan terapi musik suara alam terdapat penurunan tingkat nyeri dari nyeri sedang kenyeri ringan pada kedua pasien dengan rata-rata 3. Musik suara alam terbukti mampu menurunkan nyeri post tiroidektomi.
Penurunan Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Terapi Senam Kaki Diabetes Deddy Ramadhan; Akhmad Mustofa
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.8320

Abstract

Diabetes melitus terjadi diakibatkan karena adanya penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau karena penurunan kadar produksi hormon insulin dalam tubuh. Diabetes melitus perlu penatalaksanaan yang baik agar tidak menimbulkan komplikasi seperti serangan jantung, stroke, dan infeksi kaki yang parah. Salah satu pilar penatalaksanaan diabetes secara nonfarmakologi adalah dengan melakukan latihan fisik atau olahraga, salah satu terapi yang dapat dilakukan yaitu terapi senam kaki diabetes. Tujuan studi kasus ini adalah penerapan senam kaki diabetik terhadap kadar gula darah dalam asuhan keperawatan pasien diabetes melitus tipe 2. Metode studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek studi kasus melibatkan 2 klien dengan diagnosa medis diabetes melitus tipe 2. Subjek studi kasus diambil secara acak sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Alat yang digunakan untuk mengukur kadar gula darah adalah glukometer dan panduan terapi senam kaki diabetes. Pengambilan data kadar gula darah dilakukan sebelum dan sesudah diberikan terapi senam kaki diabetes. Setelah diberikan terapi senam kaki diabetes sebanyak 6 pertemuan selama 2 minggu didapatkan hasil adanya penurunan kadar gula darah pada klien diabetes melitus tipe 2 dengan rata-rata sebesar 28 mg/dl. Terapi senam kaki diabetes efektif menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Murottal Qur’an Surah Ar- Rahman Menurunkan Tingkat Kecemasan Pasien Pre-Operasi Katarak Herawati Gunawan; Mariyam Mariyam
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.8974

Abstract

Kecemasan dapat muncul pada pasien yang akan melakukan prosedur operasi. Hal itu menjadi dapat menjadi stressor yang dapat meningkatkan kecemasan seseorang. Penanganan kecemasan yang dapat dilakukan salah satunya dengan teknik distraksi menggunakan terapi audio murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre-operasi katarak. Metode studi kasus ini menggunakan deskriptif study dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan 2 subjek yaitu pasien yang mengalami kecemasan ketika menjalani operasi katarak untuk pertama kalinya pada periode bulan Oktober 2021. Terapi murottal dilakukan menggunakan headphone dengan durasi 15 menit dan volume 60 desibel sebelum menjalani prosedur operasi. Hasil evaluasi didapatkan adanya penurunan skor ansietas setelah dilakukan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman. Perubahan skor ansietas dan penurunan nilai hemodinamik terjadi pada seluruh subjek studi kasus.Masalah keperawatan ansietas berhubungan dengan krisis situasional : tindakan operasi teratasi sebagian. Lantunan Al-Quran Surah Ar-Rahman mampu menstimulus untuk di produksinya hormon endorfin alami dan mnstimulus saraf parasimpatik jadi hasil akhirnya berupa penurunan kecemasan ditandai dengan pasien yang merasakan efek relaksasi dan nyaman serta penurunan nilai tekanan darah dan denyut nadi. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran yang dapat diberikan yaitu mengajarkan pasien dan memotivasi pasien agar dapat menerapkan secara mandiri dalam menurunkan kecemasan pasien.
Pijat Endhorphin dan Sugesti Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Post Sectio Caessaria Suci Mirdania Halimah; Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.9088

Abstract

Ibu post SC dengan komplikasi membutuhkan  perawatan intensif sehingga mengakibatkan ibu terpisah dengan bayinya. Kondisi ini menimbulkan masalah pada stimulasi awal pada pemberian Air Susu Ibu (ASI) sehingga bayi beresiko kekurangan asupan ASI karena produksi ASI berkurang. Metode dalam karya ilmiah ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui asuhan keperawatan. Kriteria inklusi pada studi kasus ini adalah; (1) Pasien dengan kesadaran komposmentis/tidak dianastesikan; (2) Bisa diposisikan miring; (3) Payudara tidak ada masalah.  Pasien tersebut diberikan pijat endhorphin dan sugesti selama 30 menit setiap harinya serta diberikan 3 hari berturut-turut  dan dihitung ASI secara kumulatif menggunakan gelas ukur setiap harinya. Pemijatan dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pada jam 07.00 WIB dan jam 08.00 WIB. Kecemasan yang muncul pada ibu dievaluasi menggunakan hamilton anxiety ratting scale (HARS). Terjadi peningkatan ASI pada kedua kasus kelolaan dengan rata-rata 135 ml dan penurunan kecemasan dengan rata-rata 8,5. Peningkatan ASI adalah terbentuknya hormon endhorphin yang dihasilkan karena rasa nyaman dari pijat endhorphin dan terapi sugesti yang kemudian merangsang oksitosin sehingga produksi asi meningkat, selain itu hormon endhorphin menimbulkan rasa nyaman sehingga kecemasan berkurang. Pijat endhorphin dan sugesti terbukti efektif meningkatkan produksi ASI dan menurunkan kecemasan pasien SC dengan komplikasi yang dirawat di ICU.
Penggunaan madu dalam perawatan luka kronis diabetes mellitus Ali Fuadi; Arief Yanto
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.8332

Abstract

Luka kronis adalah luka yang bertahan lama selama lebih dari 2 minggu tanpa melewati fase penyembuhan dengan sempurna. Salah satu tindakan keperawatan untuk mengatasi luka kronis adalah dengan melakukan perawatan luka menggunakan madu. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan madu dalam perawatan luka kronis diabetes mellitus. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah penderita diabetes mellitus type 2 dengan luka yang tidak sembuh dalam waktu lebih dari 2 minggu atau luka kronis. Subjek studi kasus berjumlah 2 orang, yang didapatkan secara random. Subjek studi kasus telah menandatangani informed consent sebelum dilakukan pengambilan data. Hasil studi kasus sebelum dilakukan perawatan luka menggunakan madu nilai Bates-Jensen Wound Assessment Tool studi kasus 1 adalah 35, studi kasus 2 adalah 26, setelah dilakukan perawatan luka menggunakan madu nilai studi kasus 1 adalah 26, studi kasus 2 adalah 20, dengan rata-rata penurunan nilai 7,5. Penggunaan madu dalam perawatan luka kronis diabetes mellitus mampu membantu dalam proses penyembuhan luka.

Page 7 of 20 | Total Record : 193