cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 193 Documents
Penerapan kompres menggunakan aloevera untuk menurunkan suhu tubuh anak dengan hipertermia Faridatuz Zakiyah; Desi Ariyana Rahayu
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.8376

Abstract

Demam (hipertermi) adalah keadaan suhu tubuh melebihi suhu tetap lebih dari 37ºC, yang sering diakibatkan salah satu kondisi dari tubuh atau eksternal yang dapat menyebabkan lebih panas yang biasanya dikeluarkan oleh tubuh. Kompres Aloevera merupakan metode fisik untuk menurunkan demam yang dapat dilakukan ketika anak demam tinggi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan suhu tubuh anak hipertermi menggunakan kompres Aloevera. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus ini yaitu anak dengan jumlah 2 responden yang didapatkan secara random dengan kriteria inklusi suhu >37˚C usia pra sekolah. Kompres Aloevera dilakukan dengan meletakkan potongan aloevera yang sudah dicuci bersih dan diberikan campuran sedikit garam, dibungkus menggunakan kassa, kemudian letakkan dibagian dahi, aksila pada responden kurang lebih 15 menit. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa responden mengalami penurunan suhu rata-rata 1˚C-2˚C sesudah diberikan kompres Aloevera. Kompres Aloevera dapat menurunkan suhu anak  hipertermi.
Penurunan Skala Nyeri Pasien Kanker Serviks Menggunakan Kombinasi Teknik Relaksasi Guided Imagery Dengan Aromaterapi Lavender Maissy Hardianti; Nury Sukraeny
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.6271

Abstract

Kanker Serviks merupakan jenis kanker yang menyerang pada organ leher rahim, kanker rahim banyak di derita pada wanita berusia diatas 40-50 tahun keatas. Keluhan utama pada kanker serviks adalah nyeri sehingga perlu dilakukan upaya penatalaksanaan baik farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu tindakan non farmakologi untuk mengatasi nyeri pada kanker serviks adalah kombinasi teknik relaksasi guided imagery dengan aromaterapi lavender. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan nyeri pada pasien kanker serviks setelah dilakukan kombinasi teknik relaksasi guided imagery dengan aromaterapi. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan terhadap 2 pasien kanker serviks yang mengalami nyeri. Sebelum dilakukan terapi, pasien telah mendapatkan penjelasaan dan informed consent. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa pasien mengalami penurunan skala nyeri dengan rata-rata 4 skor (pada kasus 1) dan rata-rata 2,3 score (pada kasus 2) setelah dilakukan terapi relaksasi guided imagery dengan aromaterapi lavender. Terapi relaksasi guided imagery dengan aroma terapi lavender mampu menurunkan skala nyeri pasien kanker Serviks.
Penurunan tekanan darah pasien hipertensi menggunakan terapi rendam kaki air hangat dengan campuran garam dan serai Alifia Ingesti Augin; Edy Soesanto
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.8240

Abstract

Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah lanjut usia terbanyak di dunia, pada tahun 2014, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia sebanyak 18,781 juta jiwa dan diperkirakan pada tahun 2025 jumlahnya akan mencapai 36 juta jiwa dan hipertensi juga menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi hipertensi adalah dengan terapi rendam air hangat dengan campuran garam dan serai. Studi ini bertujuan untuk mengetahui Terapi Rendam Kaki Air Hangat Dengan Campuran Garam Dan Serai Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif dengan studi kasus asuhan keperawatan menggunakan terapi rendam kaki air hangat dengan campuran garam dan serai pada pasien hipertensi. Responden yang diambil sebanyak dua pasien lanjut usia. Pengambilan data menggunakan Sphygnomanometer digital. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan terapi rendam kaki air hangat dengan campuran garam dan serai selama 1 kali dalam seminggu dalam waktu 10 menit. Setelah diberikan terapi terdapat penurunan tekanan darah pada kedua responden dengan nilai rata-rata penurunan nilai sistole 7,28 dan nilai diastole 12,48. Penerapan terapi rendam kaki air hangat dengan campuran garam dan serai efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Peningkatan Ankle Brachial Index Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 yang Dilakukan Senam Kaki Diabetes Widya Artikaria; Machmudah Machmudah
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.9401

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit silent killer yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan kegagalan sekresi insulin atau penggunaan insulin dalam metabolisme yang tidak adekuat. Tidak lancarnya aliran darah ke perifer adalah salah satu komplikasi diabetes yang biasa terjadi pada setiap orang yang menderita diabetes mellitus. Tindakan yang paling berpengaruh pada pasien DM yaitu dengan melakukan latihan jasmani salah satunya adalah senam kaki. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan peredaran darah perifer pada pasien diabetes mellitus setelah dilakukan senam kaki. Subjek studi kasus yaitu pasien diabetes mellitus yang menjalani perawatan rawat inap di Ruang Cattleya RSUD DR Gondosuwarno Ungaran. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien. Intervensi yang diberikan berupa senam kaki. Pengambilan data dilakukan selama 3 kali pertemuan menggunakan Angkle Brachial Index. Hasil studi kasus menunjukkan tindakan senam kaki diabetes mampu melancarkan peredaran darah perifer pada pasien diabetes mellitus ditandai dengan adanya peningkatan nilai Angkle Brachial Index setelah dilakukan senam kaki. Subjek studi kasus 1 dan 2 secara keseluruhan sebelum dilakukan intervensi senam kaki diabetes didapatkan skor 0,86 dan 0,8, sesudah dilakukan senam kaki diabetes mengalami peningkatan dengan skor 0,07 dan 1,09 pada Angkle Brachial Index.
Pemberian Aromaterapi Jahe Menurunkan Skor Mual dan Muntah pada Klien yang Menjalani Kemoterapi Arief Riawan Prahastyono; Dera Alfiyanti
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.8975

Abstract

Kemoterapi merupakan salah satu penatalaksanaan medis untuk mengendalikan proliferasi sel kanker. Kemoterapi dilakukan dengan memberikan bahan kimia melalui oral atau intravena. Agen kemoterapi bersifat sitotoksik dan menghasilkan efek samping berupa mual dan muntah. Penanganan mual dan muntah akibat kemoterapi dengan memberikan terapi non farmakologi berupa pemberian aromaterapi jahe. Tujuan studi kasus untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi jahe terhadap skor mual dan muntah. Metode studi kasus yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan 2 subjek yaitu klien yang menjalani kemoterapi dengan gejala mual dan muntah. Terapi ini dilakukan sebanyak 3 kali dalam 3 hari dengan lama pemberian 10 menit. Hasil evaluasi didapatkan adanya penurunan skor mual dan muntah kedua subjek studi kasus setelah pemberian aromaterapi jahe. Rerata penurunan skor mual subjek 1 sebesar 1 skor dan subjek 2 sebesar 1,3 skor. Terjadi rerata penurunan skor muntah subjek 1 sebesar 0,6 skor dan subjek 2 sebesar 1,6 skor. Masalah keperawatan nausea berhubungan dengan efek agen farmakologis (tindakan pengobatan kemoterapi) teratasi sebagian ditandai dengan penurunan skor mual dan muntah serta keluhan ketidaknyamanan pasien. Molekul essensial oil dari aromaterapi jahe akan menghambat produksi serotonin yang akan menurunkan kontraksi otot perut sehingga keluhan mual dan muntah dapat berkurang. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran yang dapat diberikan yaitu mengajarkan dan meningkatkan partisipasi keluarga dalam menurunkan keluhan mual dan muntah pada klien yang menjalani kemoterapi.
Penerapan kompres air hangat untuk menurunkan suhu tubuh pada anak dengan demam typhoid Rahmalia Maharningtyas; Dewi Setyawati
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.6260

Abstract

Typhoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella enterica serovar typhi (S typhi). Hipertermi atau demam adalah keadaan dimana seorang individu mengalami peningkatan suhu tubuh di atas 37,8oC peroral atau 38,8oC per rektal karena faktor eksternal. Demam pada anak biasanya perawat melakukan tindakan salah satunya yaitu dengan kompres air hangat. Tujuannya untuk mengetahui penurunan suhu tubuh dengan pemberian kompres air hangat. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan mengaplikasikan kompres air hangat selama 15 menit pada daerah pembuluh darah besar seperti axila. Sampel yang diambil 2 orang dan dikelola secara bertahap dan teratur. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi serta peran aktif dalam pemberian asuhan keperawatan. Alat yang digunakan adalah thermometer dan alat tulis. Setelah dilakukan tindakan kompres air hangat kepada 2 pasien selama 3 hari mendapatkan hasil bahwa suhu tubuh responden mengalami penurunan hingga mencapai normal. Kompres air hangat mampu menurunkan suhu tubuh pada anak dengan demam typhoid.
Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Menggunakan Kombinasi Terapi Musik Alam dan Aromaterapi Mawar: Studi Kasus Agus Supriono; Yunie Armiyati
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.8375

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak dapat dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti kerusakan pada ginjal, jantung, dan otak yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Penanganan hipertensi secara nonfarmakologi antara lain dengan kombinasi musik alam dan aromaterapi mawar. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tekanan darah pasien hipertensi, setelah dilakukan kombinasi terapi musik alam dan aromaterapi mawar. Desain studi kasus ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi kasus adalah dua orang pasien hipertensi yang didapatkan secara random. Instrumen untuk mengukur tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital yang sudah terkalibrasi dan terstandar yang diukur sebelum dan sesudah dilakukan kombinasi terapi musik alam dan aromaterapi mawar. Hasil studi kasus menunjukan adanya penurunan rerata tekanan darah pada subyek studi setelah dilakukan kombinasi terapi musik alam dan aromaterapi mawar selama dua hari dengan durasi 15 menit setiap sesi. Kombinasi terapi musik alam dan aromaterapi mawar mampu menurunkan tekanan darah  pada pasien hipertensi. Intervensi Kombinasi terapi musik alam dan aromaterapi mawar bisa dijadikan sebagai salah satu tindakan mandiri perawat yang aman dan efektif sebagai upaya pencegahan komplikasi hipertensi
Aplikasi Penurunan Nyeri Saat Menstruasi Dengan Relaksasi Otot Progresif Bahriati Khasanah; Sri Rejeki
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.9382

Abstract

Nyeri pada saat menstruasi atau dismenore hampir dialami oleh semua perempuan sebagai sensasi ketidaknyamanan fisik seperti rasa nyeri pada bagian abdomen, nyeri pada pinggang, dan kram yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore atau nyeri menstruasi dianggap sebagai gejala yang paling umum dari semua keluhan menstruasi yang menimbulkan beban masalah kesehatan lebih besar daripada keluhan ginekologi lainnya. Salah satu penanganan non farmakologi untuk mengurangi nyeri menstruasi yaitu relaksasi otot progresif. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan nyeri saat menstruasi dengan relaksasi otot progresif di Pondok Pesantren Putri Sahlan Rosjidi. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasI. Subjek penelitian ini mahasiswa santri yang mengalami nyeri menstruasi. Pengambilan subjek studi menggunakan teknik acidental sampling berdasarkan kriteria insklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dengan menggunakan alat penilaian nyeri berupa Numeric Rating Scale(NRS). Pengkajian nyeri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian relaksasi otot progresif. Berdasarkan hasil studiselama 3 hari terhadap 2 responden diketahui setelah dilakukan relaksasi otot progresif tingkat nyeri menstruasi pada kedua responden terjadi penurunan, dari yang sebelumnya nyeri sedang menjadi nyeri ringan hingga kedua responden tidak merasakan nyeri. Pemberian terapi relaksasi otot progresif efektif dapat menurunkan tingkat nyeri pada wanita yang sedang menstruasi. Oleh karena itu, diharapkan agar para perempuan dapat mengaplikasikan relaksasi otot progresif sebagai salah satu terapi nonfarmakologi yang efektif untuk mengurangi nyeri menstruasi karena mudah untuk dilakukan secara mandiri.
Penerapan terapi mendongeng menggunakan boneka tangan dalam menurunkan nyeri pada anak Acute Lympoblastic Leukemia Nurmita Agustini; Mariyam Mariyam
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.6231

Abstract

Kondisi nyeri penderita leukemia biasanya terjadi pada tulang/sendi dan perut, dimana rasa nyeri dapat mempengaruhi emosional, fisik, kognitif dan sosial anak. Nyeri yang dirasakan anak jika tidak diatasi akan membuat anak menjadi cenderung tidak kooperatif dan menolak prosedur tindakan yang akan dilakukan, sehingga dapat memperlambat proses penyembuhan. Terapi mendongeng menggunakan boneka tangan mampu menurunkan nyeri pada responden. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan nyeri pada pasien dengan diagnosa medis Acute Lympoblastic Leukemia (ALL) setelah diberikan intervensi. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah pasien dengan diagnosa medis ALL usia pra sekolah post kemoterapi. Subjek studi kasus berjumlah 2 responden dengan kriteria inklusi dan ekslusi.Pengkajian nyeri menggunakan FLACC Scaleuntuk mengukur tingkat nyeri responden dan terapi mendongeng diberikan kurang lebih selama 10 menit setiap hari selama 3 hari berturut-turut. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa kedua responden mengalami penurunan nyeri setelah dilakukan terapi mendongeng menggunakan boneka tangan selama 3 hari. Terapi mendongeng menggunakan boneka tangan mampu menurunkan nyeri anak dengan ALL.  
Terapi Rendam Kaki Air Hangat Pada Penderita Hipertensi Shinta Mayang Sari; Siti Aisah
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.8262

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi didalam pembuluh darah arteri, seseorang didiagnosis hipertensi apabila tekanan sistolik dan diastoliknya mencapai angka ≥ 140/90 mmHg. Pengobatan untuk hipertensi dapat dilakukan dengan dua metode yaitu dengan tehnik farmakologi dan non farmakologi, salah satu teknik non farmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan pemberian terapi rendam kaki air hangat. Metode studi kasus yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, menggunakan teknik accidental sampling. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi rendam kaki air hangat. Terapi rendam kaki air hangat yang dilakukan 5x pertemuan selama 5 hari yang dilakukan selama 15 menit. Hasil evaluasi didapatkan setelah dilakukan Terapi rendam kaki air hangat yang dilakukan 5x pertemuan secara berturut-turut selama 5 hari yang dilakukan selama 15 menit dapat menurunkan tekanan darah ada pasien Hipertensi dengan rata-rata pada studi kasus 1 sebesar 3,99 mmHg sedangkan pada studi kasus 2 sebesar 6,46 mmHg. Masalah keperawatan resiko perfusi serebral tidak efektif teratasi sebagian ditandai dengan penurunan nilai tekanan darah. Terjadi perpindahan panas secara konduksi antara air dengan telapak kaki, efek panas dari air mampu memberikan efek vasodilatasi pembuluh darah sehingga memicu penurunan tekanan darah. Berdasarkan kesimpulan tersebut diharapkan bagi pasien yang mengalami hipertensi dapat menggunakan terapi nonfarmakologi seperti rendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah. Bagi tenaga kesehatan agar memberikan pendidikan kesehatan khususnya kepada pasien hipertensi tentang manfaat terapi rendam kaki air hangat.

Page 8 of 20 | Total Record : 193