Ners Muda
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles
234 Documents
Penerapan Terapi Bermain Lego Pada Nyeri Post Operasi Anak
Kedaton, Adinda Kusumaning;
Mariyam, Mariyam;
Alfiyanti, Dera;
Eka, Maharani
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.19486
Nyeri pasca operasi merupakan keluhan umum yang dirasakan anak setelah menjalani tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi proses penyembuhan. Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui terapi bermain. Terapi bermain memberikan stimulus positif yang berfungsi sebagai distraksi, sehingga mampu mengalihkan perhatian anak dari rasa nyeri yang dirasakan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengaplikasikan terapi bermain menggunakan lego pada anak post operasi dalam upaya menurunkan tingkat nyeri. Desain yang digunakan adalah multiple case dengan tiga partisipan anak usia 6–12 tahun yang mengalami nyeri pasca operasi. Intervensi dilakukan selama dua sesi masing-masing 15 menit dengan jeda istirahat, disertai pengukuran skala nyeri menggunakan oucher sebelum dan setelah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada seluruh subjek studi setelah diberikan terapi bermain lego. Intervensi ini terbukti efektif dalam mengurangi persepsi nyeri melalui mekanisme distraksi, keterlibatan sensorik, serta dukungan emosional dari orang tua. Terapi bermain lego dapat digunakan sebagai salah satu metode keperawatan nonfarmakologis yang menyenangkan dan adaptif dalam pengelolaan nyeri pasca operasi anak.
Penerapan Senam Ergonomik terhadap Kadar Asam Urat pada Lansia dengan Gout Arthritis
Ma'ruf Aji Nugroho;
Tri Nurhidayati;
Mohammad Fatkhul Mubin
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.17638
Asam urat atau gout arthritis terjadi karena peningkatan kadar asam urat atau hiperurisemia sehingga kristal di persendian menumpuk. Senam ergonomik adalah teknik untuk mengembalikan saraf dan aliran darah dan sistem pembakaran asam urat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan senam ergonomik terhadap kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Metode pada penelitian ini yaitu studi kasus atau case study dengan subjek penelitian adalah lansia dengan gout arthritis di Ruang Rawat Inap RSUP Dr. Kariadi Semarang. Variabel dependen penelitian ini adalah kadar asam urat, sedangkan variabel independen adalah senam ergonomik. Instrumen penelitian ini adalah nilai kadar asam urat dari World Health Organization (WHO) dan Kemenkes. Pengelolaan data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui penurunan kadar asam urat. Rata-rata kadar asam urat sebelum dan setelah intervensi senam ergonomik menunjukan bahwa terdapat penurunan kadar asam urat dari ketiga subjek. Rerata asam urat menunjukan penurunan sebesar 6,3 mg/dL atau sebesar 55%. Rata-rata kadar asam urat sebelum senam ergonomik sebesar 11,6 mg/dL dan setelah senam errgonomik selama 3 kali pertemuan menjadi 6,3 mg/dL. Senam ergonomik yang diberikan selama 3 kali dengan durasi 15 menit setiap pertemuan efektif menurunkan kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber penelitian senam ergonomik selanjutnya, serta menambah informasi khususnya lansia agar mencegah tingginya kadar asam urat.
Implementasi Pemberian Terapi Murottal Al-Quran terhadap Kecemasan pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III di Sendangmulyo RW 25
Alfina Rahmawati Dewi;
Sri Rejeki;
Machmudah Machmudah
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.17551
Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan kondisi psikologis yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin. Intervensi non- farmakologis, seperti murottal Al-Qur'an, berpotensi memberikan efek terapeutik dalam menurunkan kecemasan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas murottal Al-Qur'an dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III. Studi kasus dilakukan di RW 25 Sendangmulyo dengan tiga subjek studi yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi diberikan selama tujuh hari berturut-turut, dengan durasi 30 menit per sesi pada pagi hari, menggunakan murottal Surat Maryam. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) sebelum dan sesudah intervensi pada setiap pertemuan.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam skor kecemasan pada seluruh subjek studi. Subjek yang awalnya mengalami kecemasan berat (skor ≥41) mengalami penurunan bertahap hingga mencapai kategori kecemasan ringan (21–26) atau tidak cemas (≤20) pada hari terakhir intervensi. Penurunan ini mengindikasikan bahwa murottal Al- Qur'an memberikan efek relaksasi dan stabilisasi emosi, yang berkontribusi dalam mengurangi kecemasan selama kehamilan. Intervensi murottal Al- Qur'an terbukti efektif sebagai strategi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III. Studi ini mendukung penerapan murottal sebagai pendekatan yang sederhana, aman, dan berbasis spiritual dalam pengelolaan kecemasan perinatal.
Penerapan Aromaterapi Damask Rose Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Pra Op Sectio Caesarea
Novi Indah Permatasari;
Machmudah Machmudah
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.21114
Latar Belakang (Introduction): Kecemasan pada ibu hamil menjelang Sectio Caesarea (SC) merupakan respons emosional terhadap ancaman integritas tubuh dan keselamatan janin. Kondisi ini memicu peningkatan kadar kortisol dan aktivitas sistem saraf parasimpatis yang dapat menghambat penyembuhan luka serta meningkatkan tekanan darah. Penanganan non-farmakologis diperlukan sebagai alternatif yang minim efek samping bagi ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Penerapan aromaterapi Damask Rose terhadap penurunan tingkat kecemasan pada subyek pra-operasi SC. Metode (Method): Studi kasus ini menggunakan desain Multicase Design dengan pendekatan pre-test dan post-test pada tiga subjek ibu hamil di RSUP dr. Kariadi Semarang. Tingkat kecemasan diukur secara objektif menggunakan instrumen State-Trait Anxiety Inventory (STAI) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan 1 jam sebelum tindakan operasi selama 30 menit melalui inhalasi tiga tetes minyak esensial Damask Rose pada media tisu dengan jarak 30 cm dari hidung. Hasil (Result): Ketiga subjek menunjukkan penurunan skor kecemasan yang signifikan setelah intervensi. Subyek 1 turun dari kategori berat (skor 68) ke ringan (41), Subyek 2 dari sedang (58) ke ringan (35), dan Subyek 3 dari berat (66) ke sedang (44). Respon subjektif subyek melaporkan perasaan lebih tenang dan damai setelah sesi inhalasi selesai. Analisis dan Pembahasan (Discussion): Keberhasilan ini didasarkan pada kandungan senyawa kimia mawar seperti linalool dan geraniol yang menstimulasi sistem limbik melalui saraf olfaktori untuk melepaskan neurotransmiter penenang seperti serotonin dan endorfin. Penurunan sekresi hormon stres ini menstabilkan sistem saraf otonom. Simpulannya, aromaterapi Damask Rose terbukti efektif dan direkomendasikan sebagai terapi komplementer dalam asuhan keperawatan maternitas untuk mengurangi kecemasan pra-operasi SC.
Kombinasi Pijat Kaki dan Zikir dalam Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi: Studi Kasus
Putri Utami;
Yunie Armiyati;
Arief Yanto
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.20971
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi yang berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular. Pendekatan komplementer seperti pijat kaki dan zikir diketahui dapat memberikan efek relaksasi fisiologis dan psikospiritual dalam menurunkan tekanan darah. Novelty studi terletak pada integrasi simultan antara stimulasi fisik melalui pijat kaki dan intervensi psikoreligius zikir untuk menurunkan tekanan darah pada pengelolaan asuhan keperawatan pasien. Studi ini bertujuan menggambarkan efektivitas kombinasi pijat kaki (foot massage) dan zikir dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Desain studi kasus ini adalah desain deskriptif multi case study dengan pendekatan proses keperawatan pada tiga pasien hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian keperawatan, observasi tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, serta dokumentasi menggunakan lembar observasi. Intervensi kombinasi pijat kaki dan zikir diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi ±20–30 menit per sesi pada sore hari. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada ketiga subjek. Tekanan darah sistolik turun rata-rata sebesar 15-20 mmHg dan diastolik sebesar 5-10 mmHg, disertai penurunan keluhan sakit kepala dan peningkatan relaksasi. Kombinasi pijat kaki dan zikir efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kenyamanan pasien hipertensi.
Penerapan Strategi Psikoedukasi dalam Meningkatkan Kualitas Hidup pada Penderita Kanker Serviks
Nida'un Taqwiyani Ashshofiyyah;
Reina Dhamanik;
Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.21233
Latar belakang : Pasien kanker serviks mengalami beban medis danpsikososial berat yang berdampak pada rendahnya kualitas hidup dibandingjenis kanker lainnya. Psikoedukasi merupakan intervensi terapeutik yangmengintegrasikan informasi klinis dan dukungan psikologis untukmembangun koping adaptif serta otonomi pasien. Ringkasan kasus : Ketigasubjek studi adalah pasien dengan kanker serviks yang memiliki masalahdisfungsi seksual (D.0069) dan gangguan citra tubuh (D.0083). Diterapkanintervensi konseling seksualitas (I.07214) dan promosi koping (I.09312)melalui lima sesi psikoedukasi terstruktur yang dievaluasi menggunakankuesioner EORTC QLQ-CX24. Simpulan : Penerapan lima sesi intervensipsikoedukasi menggunakan media booklet yang mengintegrasikan SIKIPromosi Koping (I.09312) dan Konseling Seksualitas (I.07214) terbuktiefektif dalam meningkatkan kualitas hidup subjek, khususnya pada dimensifisik dan psikologis.
PENERAPAN TERAPI MUSIK KLASIK DAN AROMATERAPI LAVENDER GUNA MENURUNKAN GEJALA PERILAKU KEKERASAN
Diva Virgi Anggraini;
Mohammad Fatkhul Mubin
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.20640
Perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah keperawatan jiwa yang berisiko membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan apabila tidak ditangani secara tepat. Pendekatan nonfarmakologi diperlukan sebagai terapi pendamping untuk membantu menurunkan gejala perilaku kekerasan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan terapi musik klasik dan aromaterapi lavender dalam menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif dengan pendekatan pre-post test desain. Subjek studi kasus sebanyak 3 pasien risiko perilaku kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondhohutomo Semarang. Intervensi yang diberikan berupa terapi musik klasik selama 30 menit dan aromaterapi lavender secara inhalasi selama 10 menit, dilakukan satu kali sehari selama tiga hari. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada seluruh partisipan dengan rata-rata penurunan skor sebesar 4,3 yang menunjukan bahwa terapi musik klasik dan aromaterapi lavender efektif sebagai terapi komplementer dalam menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada pasien risiko perilaku kekerasan AbstractViolent behavior is one of the mental health nursing problems that poses a risk of harm to oneself, others, and the environment if not managed appropriately. Non-pharmacological approaches are required as adjunctive therapies to help reduce symptoms of violent behavior. This case study aimed to determine the effectiveness of classical music therapy combined with lavender aromatherapy in reducing the signs and symptoms of violent behavior in patients at risk of violent behavior. The method used was a descriptive case study with a pre–post test design. The subjects consisted of three patients with a risk of violent behavior treated at Dr. Amino Gondhohutomo Mental Hospital, Semarang. The intervention included classical music therapy for 30 minutes and inhalation of lavender aromatherapy for 10 minutes, administered once daily for three consecutive days. The results of the study demonstrated a reduction in the signs and symptoms of violent behavior among all participants, with an average decrease in score of 4.3. These findings indicate that classical music therapy combined with lavender aromatherapy is effective as a complementary therapy in reducing the signs and symptoms of violent behavior in patients at risk of violent behavior.
PENERAPAN BLOWING BALLON EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN SATURASI OKSIGEN
Pipit Audina Kartika Timur;
Yasinta K Dakhi;
Theresia Budi Lestari
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.20618
Gangguan pernapasan seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi ini ditandai dengan adanya obstruksi jalan napas, penurunan ventilasi alveoli, serta gangguan pertukaran gas yang berdampak pada penurunan saturasi oksigen dan peningkatan frekuensi napas. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah teknik relaksasi pernapasan breathing relaxation melalui blowing balloon exercise. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan blowing balloon exercise terhadap peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada pasien dengan masalah pernapasan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien dengan diagnosis medis PPOK dan suspek TB paru yang dirawat di ruang rawat penyakit dalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pemeriksaan fisik meliputi pengukuran saturasi oksigen, frekuensi napas, dan keluhan sesak napas sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi blowing balloon exercise diberikan selama 2 hari dengan frekuensi 3 sesi dalam sehari, setiap sesi terdiri dari 8 kali tiupan dengan durasi 10–15 menit sesuai toleransi pasien. Variabel yang diukur meliputi saturasi oksigen (SpO₂) dan frekuensi napas (RR) yang diobservasi sebelum, selama, dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil pengelolaan kasus menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada kedua pasien setelah diberikan blowing balloon exercise. Pasien PPOK dan TB Paru menunjukkan peningkatan SpO₂ yang lebih stabil disertai penurunan RR, Secara subjektif, kedua pasien melaporkan penurunan sesak napas sehingga bisa bernafas dengan lega dan dapat meningkatkan rasa nyaman setelah intervensi.
Pengaruh Kompres Hangat Jahe Merah Dan Effleurage Massage Dengan Minyak Zaitun Untuk Menurunkan Nyeri Gout Arthritis : Studi Kasus
Erika Amelia;
Hikmi Muharromah Pratiwi;
Lita Heni Kusumawardani
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.18835
Gout arthritis merupakan penyakit peradangan sendi yang diakibatkan karena adanya penumpukan kristal monosodium urat. Manifestasi klinis pada gout arthritis yaitu nyeri kronis, teraba panas, adanya pembengkakan, kemerahan dan kaku dibagian persendian. Pendekatan nonfarmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri berupa kompres hangat jahe merah dan effleurage massage dengan minyak zaitun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh kompres hangat jahe merah dan effleurage massage dengan minyak zaitun terhadap penurunan nyeri kronis pada penderita gout arthritis. Intervensi ini diterapkan kepada tiga subjek lansia. Karya ilmiah tugas akhir ini menggunakan metode case report. Total pemberian intervensi dilakukan selama tujuh hari. Lansia pertama melaporkan penurunan tingkat nyeri dari skala 7 (nyeri berat) ke skala 3 (nyeri ringan), lansia kedua melaporkan penurunan tingkat nyeri dari skala 5 (nyeri sedang) ke skala 1 (nyeri ringan), dan lansia ketiga melaporkan penurunan tingkat nyeri dari skala 8 (nyeri berat) ke skala 4 (nyeri sedang). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kompres hangat jahe merah dan effleurage massage dengan minyak zaitun dapat digunakan untuk menurunkan tingkat nyeri pada penderita gout arthritis.
Implementasi Pemberian Terapi Musik Mozart terhadap Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Trimester III
Erma Pungki Ayu Nikhmah;
Sri Rejeki
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.17529
Kecemasan selama kehamilan terutama pada trimester ketiga dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi musik Mozart dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga. Metode yang digunakan adalah intervensi terapi musik selama tiga hari berturut-turut, dengan durasi 10 menit setiap sesi, menggunakan alat pendengar audio dengan volume 70 dB yang aman bagi pendengaran. Evaluasi dilakukan dengan mengukur skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi pada tiga subyek studi dengan tingkat kecemasan yang berbeda, yaitu kecemasan berat dan sedang. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada seluruh subyek studi setelah diberikan terapi. Subyek studi dengan kecemasan berat mengalami penurunan yang signifikan dari hari pertama hingga hari ketiga, sementara subyek studi dengan kecemasan sedang menunjukkan pola penurunan yang stabil. Meskipun terdapat variasi dalam respons awal terhadap terapi, secara keseluruhan intervensi ini terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan ibu hamil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi musik Mozart dapat digunakan sebagai metode non-farmakologis yang aman dan efektif untuk menurunkan kecemasan selama kehamilan, terutama jika diterapkan secara berulang dan konsisten. Temuan ini mendukung integrasi terapi musik dalam praktik kebidanan sebagai strategi relaksasi guna meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu hamil.