cover
Contact Name
Thomas S. Iswahyudi
Contact Email
tom_wahyudi@staff.ubaya.ac.id
Phone
+6231-2981344
Journal Mail Official
rahmanfibri@staff.ubaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalirungkut - Surabaya 60293 Gedung Perpustakaan Lt. 4
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Published by Universitas Surabaya
ISSN : -     EISSN : 27156419     DOI : https://doi.org/10.24123/kesdok
Core Subject : Health, Agriculture,
The term Keluwih comes from keluwih leaf which is one of the symbols of the University of Surabaya. In this symbol, keluwih leaf means high ideals of knowledge (Linuwih). Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (Keluwih: Journal of Health and Medicine) is an online, open access, and peer-reviewed journal. JKKd is published twice a year (December, June; First published in December 2019). This journal aims to disseminate the results of original research, case report, and critical reviews in the fields of health and medicine. This focus and scopes include, but are not limited to a pharmacy, medicine, public health, and health biotechnology fields.
Articles 83 Documents
Male Breast Cancer: Case Study at RSUD dr. Iskak Tulungagung in 2024 Regina, Ken Raos; Rosdiana, Yusfita Efi
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 7 No. 2 (2026): Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (June) - In Progress
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/kesdok.V7i2.7578

Abstract

Abstract—This case study explores the clinical and molecular profile of male breast cancer (MBC) and underscores the diagnostic utility of immunohistochemistry. A 79-year-old man was diagnosed with grade III invasive carcinoma of no special type (NST) via histopathology and immunohistochemistry, showing ER+, PR+, HER2 3+, and Ki67 (30%) expression. The tumor was classified as Luminal B-like (HER2-positive). The findings highlight the relevance of molecular profiling in guiding treatment and prognosis in rare male breast cancer cases. Keywords: breast cancer, male, case study Abstrak— This case study explores the clinical and molecular profile of male breast cancer (MBC) and underscores the diagnostic utility of immunohistochemistry. A 79-year-old man was diagnosed with grade III invasive carcinoma of no special type (NST) via histopathology and immunohistochemistry, showing ER+, PR+, HER2 3+, and Ki67 (30%) expression. The tumor was classified as Luminal B-like (HER2-positive). The findings highlight the relevance of molecular profiling in guiding treatment and prognosis in rare male breast cancer cases. Kata kunci: kanker payudara, pria, studi kasus
Agonis Reseptor Glucagon-Like Peptide-1 (GLP-1) sebagai Terapi Neuroprotektif Baru pada Penyakit Parkinson: Dari Mekanisme Molekuler hingga Perspektif Klinis Arief Gunawan Darmanto
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 7 No. 2 (2026): Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (June) - In Progress
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/kesdok.V7i2.8471

Abstract

Abstract—Parkinson’s disease (PD) is a progressive neurodegenerative disorder characterized by the loss of dopaminergic neurons in the substantia nigra and the formation of Lewy bodies, which cause motor and non-motor symptoms. Current therapies, such as levodopa, are only symptomatic and have not yet been able to slow the process of neurodegeneration. Recent research indicates a close association between PD and type 2 diabetes mellitus through mechanisms involving insulin resistance, oxidative stress, chronic inflammation, and mitochondrial dysfunction. This opens up opportunities for the use of antidiabetic drugs, particularly glucagon-like peptide-1 (GLP-1) receptor agonists, as potential neuroprotective therapies. GLP-1 receptor agonists are known to work by activating signaling pathways to enhance neurogenesis, strengthen the antioxidant system, suppress inflammatory pathways, and inhibit apoptosis. Preclinical and clinical studies demonstrate the neuroprotective potential of GLP-1 agonists in PD, although their efficacy requires further confirmation due to inconsistent clinical trial results. Nevertheless, GLP-1 receptor agonists have offered a promising new therapeutic approach for modifying the course of the disease. Further research is needed to optimize drug delivery to the brain, identify the most responsive patient subgroups, and assess their long-term safety and efficacy. Keywords: parkinson's disease, GLP-1 agonists, neuroprotection, oxidative stress, inflammation, apoptosis, neurogenesis Abstrak—Penyakit Parkinson (PD) merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang ditandai oleh kehilangan neuron dopaminergik di substantia nigra dan pembentukan Lewy bodies, yang menyebabkan gangguan motorik dan non-motorik. Terapi yang ada saat ini, seperti levodopa, hanya bersifat simptomatik dan belum mampu memperlambat proses neurodegenerasi. Penelitian terkini menunjukkan adanya hubungan erat antara PD dan diabetes melitus tipe 2 melalui mekanisme resistensi insulin, stres oksidatif, inflamasi kronis, dan disfungsi mitokondria. Hal ini membuka peluang pemanfaatan obat antidiabetes, khususnya agonis reseptor glucagon-like peptide-1 (GLP-1), sebagai terapi potensial yang bersifat neuroprotektif. Agonis reseptor GLP-1 diketahui bekerja melalui aktivasi jalur pensinyalan untuk meningkatkan neurogenesis, memperkuat sistem antioksidan, menekan jalur inflamasi, serta penghambatan apoptosis. Studi preklinis dan klinis menunjukkan potensi neuroprotektif agonis GLP-1 pada PD, meskipun efektivitasnya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut karena hasil uji klinis yang belum konsisten. Bagaimanapun juga, agonis reseptor GLP-1 telah menawarkan pendekatan terapeutik baru yang menjanjikan dalam memodifikasi perjalanan penyakit. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan penghantaran obat ke otak, mengidentifikasi subkelompok pasien yang paling responsif, serta menilai keamanan dan efektivitas jangka panjangnya. Kata kunci: penyakit parkinson, agonis GLP-1, neuroproteksi, stres oksidatif, inflamasi, apoptosis, neurogenesis
Analisa In-Silico Potensi Ginseng (Panax ginseng) sebagai Agen Antiiflamasi Penyembuhan Luka Lansia Angga Juniansa; Tjie Kok; Antonius Yulanda; Mariana Wahjudi
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 7 No. 2 (2026): Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (June) - In Progress
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lanjut usia, penyembuhan luka mengalami perlambatan yang disebabkan turunnya metabolisme. Penurunan proses penyembuhan luka dapat diminimalisir menggunakan obat herbal dari ginseng. Ginseng memiliki kandungan ginsenosida yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi senyawa metabolit sekunder pada akar ginseng sebagai agen antiinflamasi dengan pendekatan docking molekuler terhadap protein Macrophage Migration Inhibitory Factor (MIF). Metode penelitian dilakukan analisis aktivitas biologis senyawa akar ginseng, lalu dilakukan prediksi dan karakteristik fisikokimia, farmakokinetik, dan toksisitas (ADMET) lalu dilakukan molecular docking ligan protopanaxadiol dan ligan protopanaxatriol dengan protein MIF. Hasil didapatkan 9 senyawa pada ginseng memiliki biological activity antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Pada karakteristik fisikokimia senyawa protopanaxadiol dan protopanaxatriol telah memenuhi 5 aturan Lipinski tetapi pada senyawa protopanaxatriol melanggar 1 aturan Lipinski dengan logP>5. Analisis ADMET pada senyawa protopanaxadiol dan protopanaxatriol menunjukkan profil yang baik seperti aspek absorpsi, kedua senyawa memiliki nilai intestinal absorption (IA) >90%, kedua senyawa memiliki log S rendah yaitu -6,009 dan -5,567. Pada aspek distribusi, kedua senyawa menunjukkan distribusi yang terbatas dengan nilai VDss yang rendah dan CNS yang rendah. Pada metabolisme, kedua senyawa bukan substrat atau inhibitor dari enzim CYP2D6 yang menandakan interaksi obat yang rendah dan aspek ekskresi, nilai total clearance menunjukkan senyawa dapat dieleminasi cukup baik dari tubuh. lalu pada aspek toksisitas, kedua senyawa menunjukkan profil keamanan yang baik. Hasil docking molecular menunjukkan S-score senyawa protopanaxadiol -6,5 dan S-score senyawa protopanaxatriol -6,2 yang lebih rendah dari kontrol ISO-1 dengan S-score -8,4. Hasil tersebut menandakan kedua senyawa akar ginseng memiliki afinitas cukup baik dengan protein MIF. Kesimpulan penelitian ini kedua senyawa akar ginseng yaitu protopanaxadiol dan protopanaxatriol memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi melalui interaksi dengan protein Macrophage Migration Inhibitory Factor (MIF).