cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 82 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 82 Documents clear
REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATUGAMPING KAB. TUBAN, PROVINSI JAWA TIMUR Sari, Avellyn Shinthya; Ediwana, Ahmad Betras; Pangestika, Arlida Dwi
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.382 KB)

Abstract

Tuban Regency is a provider of raw materials for limestone and clay for PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk in Tuban. Limestone mining caused by environmental damage. Therefore it is expected to be able to improve or improve the benefits of the original land for mining, so that the negative impact of mining activities can reduce.  The results of the research can be published in 2014-2018, plants planted with 130,186 are in limestone quarries. However, the area studied is only on the limestone floor area which is 7.66 ha, where the land is planted with staple plants (teak trees), fillers (johar trees), edge plants (mahogany and trembesi trees) and intercropping plants (lamtoro tree). On a land area of 7.66 hectares, it has been planted with 14,444 plants.Kabupaten Tuban merupakan penyedia bahan baku berupa batu kapur dan tanah liat untuk PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk yang ada di Tuban. Penambangan batugamping menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Oleh karena itu diharapkan agar memperbaiki atau mengembalikan kemanfaatan tanah semula akibat usaha-usaha penambangan, sehingga dampak negatif dari kegiatan penambangan dapat berkurang. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa reklamasi dari tahun 2014-2018, tanaman yang sudah ditanam sejumlah 130.186 yang berada pada quarry batu gamping. Namun daerah yang di teliti hanya pada bagian lantai batugamping yang luasnya 7,66 Ha, dimana pada lahan tersebut di tanami dengan tanaman pokok (pohon jati), tanaman pengisi (pohon johar), tanaman tepi (pohon mahoni dan trembesi) dan tanaman sela (pohon lamtoro). Pada lahan seluas 7,66 Ha ini sudah di tanami sejumlah 14.444 tanaman.  
KAJIAN GEOTEKNIK TAMBANG BAWAH TANAH BATUBARA METODE LONGWALL Putri, Ratih Hardini Kusuma; Pradani, Diana; Tobing, Recky; Suhardianto, Sigit; Nuzuli, Mahpudz
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2460.866 KB)

Abstract

Makalah ini menguraikan rencana penambangan batubara tambang bawah tanah dengan metode longwall mundur (retreating). Lapisan batubara dengan kedalaman 400-550 meter digolongkan tambang dalam, perlu mempelajari model geologi, kondisi geoteknik massa batuan pada pilar batubara sebagai distribusi akibat penambangan untuk menjaga stabilitas pada jalan tambang (panel entries). Studi ini menyajikan metodologi desain pilar berdasarkan metode elemen hingga (FEM) yang dimodelkan menggunakan perangkat lunak Phase2 (Rocscience) sehingga desain tambang metode longwall dapat digunakan secara optimal yang mempertimbangkan aspek keselamatan dan ekonomis.
EVALUASI PRODUKTIVITAS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MEMENUHI TARGET PRODUKSI BULANAN PENGUPASAN OVERBURDEN PADA PENAMBANGAN NIKEL DI BLOK B PT. PARAMITHA PERSADA TAMA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Ladianto, Hadi Zulkarnain; Ernawati, Rika
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.748 KB)

Abstract

Kegiatan penambangan adalah suatu pekerjaan yang dilakukan baik secara sederhana maupun mekanis yang meliputi penggalian, pemuatan dan pengangkutan bahan galian yang berharga. Dalam proses penambangan, peralatan mekanis merupakan faktor yang sangat penting dalam menjamin keberlangsungan produksi. Penentuan jumlah alat yang tepat serta efisiensi waktu kerja dibutuhkan guna memaksimalkan produktivitas dalam mencapai target produksi. Makalah ini bertujuan untuk menghitung efisiensi kerja, produktivitas alat, serta keserasian alat mekanis pada pengupasan overburden di PT. Paramitha Persada Tama. Data primer yang diambil berupa data cycle time alat muat dan alat angkut, data fill factor serta waktu kerja efektif masing-masing alat tersebut. Target prosuksi yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 48.823,53 bcm/bulan. Sedangkan hasil yang didapatkan bahwa dalam pengupasan overburden, produktivitas alat muat dengan efisiensi kerja sebesar 67% adalah 60.849 Bcm/bulan dan untuk alat angkut dengan efisiensi kerja sebesar 77% adalah 31.037,32 Bcm/bulan. Adapun keserasian alat yaitu sebesar 0,44 dimana terdapat waktu tunggu bagi alat muat sebesar 3,1 menit. Produktivitas alat angkut tidak mencapai target produksi yang diinginkan perusahaan, hal ini karena kurangnya jumlah alat angkut dan terdapat waktu hambatan yang dilakukan oleh operator sehingga perlu dilakukan penambahan 1 unit alat angkut dan penertiban jam kerja sehingga dapat mencapai target produksi. Setelah dilakukan pengurangan hambatan yang tidak perlu dan penambahan alat angkut yang sama sebanyak 1 unit maka efisiensi kerja alat angkut meningkat menjadi 82% dan produktivitas menjadi 49.327,17 Bcm/bulan. Sedangkan keserasian alat setelah penambahan unit alat angkut menjadi 0,66 dengan waktu tunggu bagi alat muat selama 2 menit.Mining activity is a work that is carried out both simply and mechanically which includes the excavation, loading and transportation of valuable minerals. In the mining process, mechanical equipment is a very important factor in ensuring the sustainability of production. Determination of the right number of tools and efficiency of working time is needed to maximize productivity in achieving production targets. This paper aims to calculate work efficiency, tool productivity, and compatibility of mechanical equipment in overburden removal at PT. Paramitha Persada Tama. Primary data taken in the form of cycle time on loading equipment and conveyance equipment, fill factor data and effective working time of each tool. The production target set by the company is 48,823.53 bcm / month. While the results obtained that in overburden stripping, productivity of loading equipment with work efficiency of 67% is 60,849 Bcm / month and for hauling equipment with work efficiency of 77% is 31,037.32 Bcm / month. The compatibility of the equipment is 0.44 where there is a waiting time for the loading equipment to be 3.1 minutes. The productivity of the hauling equipment does not reach the desired production target of the company, this is due to the lack of the number of hauling equipment and there are time constraints carried out by the operator so it is necessary to add 1 unit of hauling equipment and control work hours so as to achieve the production target. After reducing the unnecessary obstacles and adding the same conveyance by 1 unit, the working efficiency of the conveyance increased to 82% and productivity became 49,327.17 Bcm / month. While the compatibility of the equipment after the addition of the transport unit becomes 0.66 with a waiting time for the loading equipment for 2 minutes
PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS PEMANFAATAN BATUGAMPING DI KECAMATAN MONTONG PADA FORMASI PACIRAN, KABUPATEN TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR Alves G., Pedro A. M.; Jusfarida, Jusfarida; Maretha, Lena
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3557.653 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Montong dan sekitarnya, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat 589000-597000 serta antara 92280009233000 menggunakan koordinat UTM. Dengan luas daerah penelitian 9 km x 6 km (54 km2). Metodologi yang dikunakan yaitu penelitian lapangan dengan pengambilan sampel batuan yang kemudian dilakukan analisis petrografi, analisis paleontologi dan analisis kimia. Analisis petrografi dengan melihat komponen-komponen penyusun batugamping dan menentukan presentase dari masing-masing komponen. seperti non-skeletal grain, skeletal grain, mikrit dan sparit, dan mengacu pada klasifikasi Dunham 1962, sehingga dapat diketahui jenis batugamping yang ada pada daerah penelitian yaitu Wackestone dan Packstone. Dari hasil analisis petrografi yang dilakukan, maka dapat diketahui daerah penelitian diendapkan pada lingkungan bagian dalam paparan atau laut terbuka. Dan analisis paleontologi dengan mengunakan metode foraminifera kecil bentonik/bentos, dan mengacu pada zona Bathymetri Tipsword 1966. Dari hasil analisis paleontologi yang dilakukan maka dapat diketahui daerah penelitian diendapkan pada lingkungan Bathymetri Batial atas. Hasil analisis kimia Batugamping pasiran dan Batugamping terumbu.
ANALISIS BALIK KESTABILAN LERENG STUDI KASUS TAMBANG BATUBARA PT.X MENGGUNAKAN ANALISIS PROBABILISTIK MONTE CARLO Andhini, Dhini; Ramadhanti, Fitra; Koesnaryo, S.
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1955.354 KB)

Abstract

PT. X merupakan perusahaan tambang batubara dimana penambangan dilakukan dengan metode Open Pit Mining. Studi geoteknik telah dilakukan pada 3 tahun sebelumnya, tetapi pada kondisi aktual terkini area lowwall Panel A terjadi longsoran dikarenakan geometri lowwall tidak mengikuti rekomendasi kajian geoteknik, hal ini terjadi karena apabila geometri lereng mengikuti kajian geoteknik maka akan mengakibatkan nilai stripping ratio yang besar. Pemodelan dan analisis kemantapan lereng menggunakan pemodelan metode Kesetimbangan Batas (Limit Equilibrium Method) dengan analisis probabilistik Monte Carlo. Permodelan dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak  software    ata kondisi awal dari area panel   yaitu pada lapisan sandstone dengan kohesi  c        kN m dan sudut gesek dalam               siltstone: c        kN m             claystone  c       kN m dan           Analisis faktor keamanan (FK) dan rekomendasi geometri lereng menggunakan metode Simplified Janbu dan metode Simplified Bishop. Hasil dari kedua metode analisis digunakan nilai dari metode Simplified janbu karena memiliki nilai yang rendah dari metode Simplified Bishop sehingga nilai dari faktor keamanan dapat dilihat dari kemungkinan terburuk yaitu, longsoran area lowwall Panel A merupakan longsoran bidang dikarenakan kondisi lereng tidak stabil serta adanya bidang perlapisan yang lemah  dimana  K longsoran       dengan kemiringan       ebelum kelongsoran  K       dengan kemiringan      Parameter geoteknik dari analisis balik longsoran adalah claystone  c        kN m  dan             siltstone: c        kN m dan           sandstone  c        kN m dan            adapun rekomendasi kajian geoteknik dimana  K       yaitu dengan kemiringan lereng      PT. X is a coal mining company where mining is carried out using the Open Pit Mining method. Geotechnical studies have been carried out in the previous 3 years, but in actual conditions previously reported lowwall panel A avalanches occur because the lowwall geometry is not reviewed by geotechnical review, this occurs because it is reviewed by geometry, geotechnical exploration, then there will be a large stripping ratio value. Modeling and analysis of slope stability using the Limit Equilibrium Method with the Monte arlo probabilistic analysis Modeling is done using software he initial condition data from the panel area were in the sandstones with cohesion c kN m and friction angle siltstone: c '= 28.8 kN / m, claystone c kN m and Safety factor analysis (FK) and slope geometry approval using the Simplified Janbu method and the Simplified Bishop method. The results of the two methods of analysis used the value of the Simple janbu method because it has a low value from the imple ishop method to ensure the value of the safety factor can be seen from the worst problem Panel s lowwall landslide area weak field landslide where K landslide with a slope of efore the landslide K with a slope of he geotechnical parameters of the landslide reverse analysis are claystone c kN m and siltstone c kN m and sandstone c kN m and as for the geotechnical discussion where K is with a slope of 
KONSERVASI LERENG BARAT LAUT GUNUNG SLAMET DAN IDENTIFIKASI MANIFESTASI AIR PANAS DAERAH GUCI, TEGAL, JAWA TENGAH Arhananta, Arhananta; Rkt, Anggita Mahyudani; Barizi, Antu Ridha Falkhan; Ahmad, Oscarino; Kurniawan, Riko Dwi; Harjanto, Agus
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.23 KB)

Abstract

Penelitian mengenai panas bumi Gunung Slamet dalam rentang tahun 2006-2019 membahas tentang survey 3G (Geologi, Geofisika, Geokimia), tetapi belum ada yang membahas mengenai identifikasi manifestasi panas bumi daerah Guci, Tegal, Jawa Tengah serta kaitannya dengan konservasi airtanah. Metode penelitian terdiri atas interpretasi citra, data geofisika sekunder meliputi data magnetotellurik, kemudian dilanjutkan dengan fieldcheck dan pengambilan conto batuan. Terakhir dilakukan pembuatan model geologi tiga dimensi, dan peta zonasi konservasi. Lereng Barat Laut gunung Slamet termasuk dalam DAS Pemali yang memiliki kelerengan datar sampai landai pada daerah imbuhan (recharge area) Slamet 0,36 km3. Luasan itu digunakan untuk zonasi konservasi airtanah pembuatan sumur resapan.  Berdasarkan pengamatan citra manifestasi terletak pada Gunungapi Slamet Tua membentuk morfologi lereng dan kaki gunungapi dengan tekstur kasar, dan terdapat pola patahan tertentu yang berarah baratlaut-tenggara yang memotong tubuh Gunung Slamet Tua.. Prospek guci bagian utara berasosiasi dengan produk G.Mingkrik, diperkirakan sebagai kaldera besar yang terpotong dengan arah sesar barat laut – tenggara yang kemudian ditutupi oleh produk lava muda dari gunung slamet. . Kelurusan dari struktur berarah barat laut - tenggara umumnya mengendalikan aktivitas Gunung tua Slamet atau Kompleks Mingkrik Berdasarkan interpretasi data sekunder Radon diinterpretasikan bahwa area Guci memiliki permeabilitas tinggi, Konsentrasi gas Radon tinggi mengindikasikan adanya media migrasi gas Radon ke permukaan. Manifestasi air panas di Guci terletak pada kelurusan struktur berarah barat laut-tenggara menurut resistivitas dan magnetotellurik yang diinterpretasikan sebagai sesar normal.
GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS BATUGAMPING SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN DAERAH SOLOKURO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SOLOKURO, KABUPATEN LAMONGAN, PROVINSI JAWA TIMUR Parorak, Cristofer; Yuwanto, Sapto Heru; Bahar, Hendra; Abdilbar, Aleik Ainu
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2162.211 KB)

Abstract

Batugamping pada daerah Solokuro dan Sekitarnya tersebut cukup luas dan memiliki bentuk yang jelas dan resisten terhadap erosi sehingga dapat terlihat dengan jelas, berupa bukit batugamping seperti bukit Sukowati dan juga tersingkap dengan jelas pada daerah pemukiman dan persawahan warga setempat. Jumlah batugamping yang banyak memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan tambang industry terutama industri semen Portland yang memiliki bahan utama yaitu batugamping. Dengan demikian pemanfaatan batugamping pada daerah Solokuro dan sekitarnya lebih maksimal. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah dengan melakukan pemetaan geologi permukaan dan analisis X-Ray Flourescene (XRF) dilakukan untuk mengetahui kandungan kimia batugamping. Berdasarkan hasil dan analisis data kondisi geologi daerah penelitian geomorfologi terdiri atas satuan Dataran Denudasional dan satuan Lereng Karst denudasional. Litologi terdiri atas satuan batu lempung karbonatan, satuan batugamping terumbu dan satubatugamping klastik yang terbentuk pada daerah neritik pada Kala Eosen hingga Pliosen. Batugamping pada daerah penelitian memiliki kandungan CaO yang berkisar 90,77% hingga 96,98% yang melebihi kadar maksimum CaO yang dianjurkan yaitu 67%.    Limestone in the Solokuro and Surrounding areas is quite extensive and has a clear form and is resistant to erosion so that it can be seen clearly, in the form of limestone hills such as Sukowati hill and also clearly revealed in residential areas and rice fields of local residents. The large amount of limestone has the potential to be used as a mining industry, especially the Portland cement industry which has the main ingredient, limestone. Thus the use of limestone in the Solokuro and surrounding areas is more optimal. The method used in conducting this research is to conduct surface geological mapping and X-Ray Fluorescent (XRF) analysis is carried out to determine the chemical content of limestone. Based on the results and data analysis of geological conditions, the geomorphological research area consists of Denudational Plain units and denudational Karst Slope units. Lithology consists of units of carbonate clays, reef limestone units and one clastic limestone formed in the neritic regions of the Eocene to the Pliocene Period. Limestone in the study area has a CaO content ranging from 90.77% to 96.98% which exceeds the recommended maximum CaO level of 67%. 
ESTIMASI SUMBERDAYA BIJIH NIKEL LATERIT DENGAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING PADA PT. HENGJAYA MINERALINDO KAB. MOROWALI Ansyarullah, Ansyarullah; Nurkhamim, Nurkhamim; Samanlangi, Andi Ilham
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.946 KB)

Abstract

Dalam melakukan penambangan cadangan nikel laterit maka diperlukan estimasi terlebih dahulu untuk dapat menghitung volume sumberdaya tersebut sehingga dapat menentukan kelangsungan suatu tambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi nikel laterit berdasarkan metode estimasi sumberdaya. Metode yang digunakan yaitu metode Inverse Distance Weighting (IDW) dengan menggunakan perbandingan radius pencarian (Search Radius)12,5, 25, 35, dan 50 meter dengan jarak titik bor 25 meter dan Inverse Distance Power (IDP) yang digunakan yaitu IDS (Inverse Distance Squared). Hasil penelitian menunjukan radius pencarian 12,5 meter dengan faktor pangkat 2 (Inverse Distance Square) memiliki ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan 25, 35, dan 50 meter dengan 101.330 Ton dengan CoG 1,5 %. Penyebabnya adalah kandungan nikel yang tidak homogen atau tidak merata pada daerah penelitian sehingga kurang cocok digunakan search radius dan IDP yang besar untuk menghindari terjadinya interpolasi yang berlebihan (over estimate). Topografi yang tidak beraturan juga sangat berpengaruh pada interpolasi, sangat cocok apabila metode ini digunakan pada topografi landai karena cara interpolasi data secara linear. Faktor lain juga tergantung pada jarak titik sampel, pada  lokasi penelitian ini jarak titik bor 25 meter dan search radius yang dipilih yaitu stengah dari jarak titik bor yaitu 12,5. In mining laterite nickel reserves, an estimate is needed in advance to be able to calculate the volume of these resources so as to determine the viability of a mine. This study aims to determine the potential of laterite nickel based on the resource estimation method. The method used is the method of Inverse Distance Weighting (IDW) by using a comparison of the search radius 12.5, 25, 35, and 50 meters with a drill point distance of 25 meters and Inverse Distance Power (IDP) used, namely IDS (Inverse Distance Squared). The results showed a search radius of 12.5 meters with a power distance of 2 (IDS) having better accuracy compared to 25, 35, and 50 meters with 101,330 tons with CoG 1.5 %. The reason is that the nickel content is not homogeneous or uneven in the study area so it is not suitable to use a large search radius and IDP to avoid excessive interpolation (over estimate). Irregular topography is also very influential on interpolation, it is very suitable if this method is used on sloping topography because of the way of interpolating data linearly. Other factors also depend on the distance of the sample point, at this research location the distance of the drill point is 25 meters and the chosen search radius is half of the distance of the drill point which is 12.5. 
PENENTUAN GEOMETRI JENJANG DI KUARI PENAMBANGAN ANDESIT BLOK A SITE SOMOREJO, CV. GUNUNG MULIA, DESA SOMOREJO, KECAMATAN BAGELEN, KABUPATEN PURWOREJO, PROVINSI JAWA TENGAH Rezkie, Hendra; Widodo, Priyo
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584 KB)

Abstract

CV. GUNUNG MULIA is one of the business entities engaged in the Andesite mining industry. The area of the mining  is 11.1 ha, which is located in Somorejo Village, Bagelen District, Purworejo Regency, Central Java Province. CV. GUNUNG MULIA Blok A Site Somorejo uses a surface mining system with quarry mining methods. Until now mining activities at the research location are still in the development stage. In designing a quarry, an analysis of slope stability is needed. Excavation activities on the slope will cause changes in the values of forces acting on the slope which results in disruption of slope stability so that the slope is potentially failure. At present the slope conditions at the Blok A Site Somorejo mining site have not been designed in stages. For this reason, it is necessary to design a safe level geometry in accordance with rock mass conditions and applicable regulations.
PENGARUH PENAMBAHAN TAILING BAUKSIT TERHADAP UJI KUAT TEKAN DAN KADAR LOGAM BESI PADA PEMBUATAN PAVING BLOK Cahyono, Yudho Dwi Galih; Kusdarini, Esti; C, Citro Handoyo
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.903 KB)

Abstract

selama ini Tailing bauksit hanya digunakan sebagai bahan timbunan yang kurang bernilai ekonomis. Maka dibuat penelitian tentang pencampuran bahan tailing bauksit dalam pembuatan Paving Block untuk mengetahui kuat uji tekannya dan kadar logam besi (Fe) terlarut pada Paving Block. Dari hasil pengujian kuat tekan komposisi variasi pada sampel Paving Block kode B memiliki kuat tekan rata-rata lebih tinggi dari sampel lainnya yang menggunakan komposisi tailing yaitu sebesar 18,32 MPa dan untuk sampel Paving Block pada kode B sampai dengan kode D masuk dalam klasifikasi mutu B (SNI 03-0691-1996) untuk pelataran parkir, Dari hasil penelitian uji kadar logam besi (Fe) yang terdapat pada sampel tailing bauksit sebesar 13,99 % sebesar 69,95 mg mengalami penurunan kadar logam (Fe) terlarut sebesar menjadi 3,67% setelah dijadikan sampel Paving Block pada kode B dengan komposisi bahan 30% Semen, 60% Pasir, 10% Tailing Bauksit