cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022)" : 60 Documents clear
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PEMAKAIAN KETEBALAN CAT DAN METODE PENGECATAN PADA LAMBUNG BMPP (BARGE MOUNTED POWER PLANT) DI PT. PAL INDONESIA (PERSERO) Rafian Ghozi Ilmi Abdillah; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3258

Abstract

BMPP ini sangat bermanfaat bagi pulau-pulau di Indonesia, khususnya pulau-pulau terpencil. Mengingat kondisi kapal yang harus diam dalam waktu lama saat terendam air, maka rentan terhadap kerusakan seperti korosi. Penting untuk mempelajari korosi untuk menghemat biaya dan meminimalkan kerugian akibat pengurangan material. Metodologi yang digunakan dalam menyelesaikan penelitian ini dimulai dengan tahap studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan data dari perpustakaan Kampus, jurnal, buku-buku, sosial media dan wawancara sesuai dengan topik skripsi. Selanjutnya studi lapangan dengan cara melihat, mengamati, wawancara, dan analisa suatu proses pekerjaan di lapangan. Selanjutnya menganalisa data-data yang telah dibutuhkan dan menghitung kebutuhan cat di bagian lambung BMPP dengan menggunakan rencana umum dengan rumus kemudian menganalisis teknis dan ekonomis dari ketebalan cat Bottom zone dan hasil di buat laporan. Metode pengecatan yang paling tercepat adalah airless spray dengan 864 m^2/ harinya maka dari itu ditemukan 7 hari untuk pengecatan lambung BMPP untuk 1 layernya. Dengan asumsi biaya pekerja Rp 200.000 per harinya maka didapatkan Rp 1400.000 per layernya. Kebutuhan cat pada lambung BMPP adalah 115 kaleng maka diketahui biaya yang harus dikeluarkan pada saat pengecatan lambung BMPP yaitu Rp 174.163.444,68. Ketebalan cat di Bottom zone BMPP adalah yang paling ekonomis menggunakan standar ISO 12944, yaitu 320 mikron dengan life time lebih dari 15 tahun dengan biaya pengecatan Rp31.261.674.
Pengaruh Ukuran Butir terhadap Uji Kuat Geser pada Batu Konglomerat berdasarkan Pengujian Uji Kuat Geser (Direct Shear Strength Test) Faath Ghifary Radlia Widodo; Dyah Aziz Suwitaningsih; Dewa Rizalzi Abdillah; Wendy Muhammad Ibnu Faridh; Seftian Mahendra; Adhe Gusti Hotman; Geri Wiranda Romadhan; Agustinus Ghebree Tola Suryatmodjo; Erni Irmawati; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3220

Abstract

Batuan memiliki sifat yang terbagi menjadi dua, yaitu sifat fisik dan mekanik. Tiap batuan memiliki sifat yang berbeda, pada pengujian ini menggunakan batuan konglomerat untuk menguji sifat mekaniknya menggunakan pengujian uji kuat geser. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran butir terhadap ketahanan kuat geser. Konglomerat merupakan batuan sedimen yang terbentuk dari proses sedimentasi antara fragmen yang memiliki ukuran butir kasar maupun halus dengan bentuk fragmen membundar. Sampel batuan konglomerat yang digunakan merupakan sampel yang berbutir halus dan berbutir kasar. Sampel batuan ini diambil dari air terjun Anjasmoro, Dusun Salak, Desa Sumber Salak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.  Berdasarkan pengujian, didapatkan nilai kuat geser yang berbeda. Pada sampel batuan konglomerat berbutir halus didapatkan nilai kuat geser residu antara 1.51 – 3.01 kg/cm2 dan nilai kuat geser puncaknya berkisar antara 3.66 – 5.59 kg/cm2. Sedangkan pada sampel konglomerat berbutir kasar nilai kuat geser residunya berkisar antara 1.54 – 2.61 kg/cm2 dan nilai kuat geser puncaknya berkisar 3.09 – 6.18 kg/cm2. Dari hasil pengujian ini dapat disimpulkan terdapat perbedaan ketahanan terhadap kuat geser antara konglomerat berbutir halus dengan berbutir kasar.
EFEK SKALA TERHADAP KUAT TARIK BATU GAMPING aldy maulana; Nahklah Amiroh Risyda Chaq; Intan Lestari; Iqbal Arif Frimansyah; Moch Fahni Mahendra; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3217

Abstract

Kekuatan batuan ialah salah satu bagian penting yang patut diperhitungkan dalam sektor perindustrian tambang. Kekuatan yang tercantum mempengaruhi  banyak  bagian  didalam aktivitas perindustrian tambang  seperti  analisis  kestabilan lereng,  pembuatan pilar penyangga  untuk lubang bukaan, dan memperkirakan kinerja produksi alat dalam melakukan penggalian. Kegiatan studi ini mempunyai ttujuan untuk mengetahui perhitungan efek skala terhadap kuat tarik tidak  langsung  pada  batuan gamping di daerah Gresik. Kuat tarik merupakan tegangan maksimum yang bisa ditahan oleh sebuah material ketika material diregangkan atau ditarik, sebelum material tersebut terbelah. Riset batuan ini dilaksanakan di Laboratorium Geomekanika Batuan dan Desain Rekayasa Yogyakarta dan untuk pengambilan sampel batuannya berada di Desa Yosowilangon, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Dalam uji kuat tarik ini memakai 3 sampel batuan yang berdiameter | 5cm, | 6cm, | 7cm. Setelah. Dilakukan uji kuat tarik pada batu gamping dan diperoleh niai dari hasil 3 sampel tersebut. Pada sampel 5cm didapatkan nilai rata-rata dari kuat tarik tidak langsung sebesar 5,12 MPa. Pada sampel 6cm di didapatkan nilai rata-rata dari  kuat tarik tidak langsung sebesar 4,30 MPa. Pada kode sampel C didapatkan nilai rata-rata dari kuat tarik tidak langsung sebesar 3,28 MPa. Berlandaskan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar skala maka akan semakin kecil kuat tariknya.
Identifikasi Gas Biogenik Berdasarkan Data Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Sclumberger di Desa Larangan Tokol, Tlanakan, Pamekasan Provinsi Jawa Timur ahmad junaidi suwito; Sapto Heru Yuwanto
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3008

Abstract

Di Desa Larangan Tokol, Tlanakan, Pamekasan, terdapat wisata Api Tak Kunjung Padam. Fenomena  alam itu berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah. Berjarak 500 meter dari Api Tak Kunjung Padam terdapat juga fenomena alam berupa keluar nya gas alam dari dalam tanah. Dibutuhkan eksplorasi yang cepat dan tepat untuk menemukan sumber gas dangkal yang dapat dimanfaatkan di sekitar lokasi penelitian. Tujuan dari penelitian ini mengetahui kondisi litologi bawah permukaan dan menghitung potensi Reservoir biogenic Shallow gas berdasarkan data geolistrik resistivitas. Pengolahan dan pemodelan data geolistrik dengan menggunakan software. Dari analisis geolistrik yang telah dilakukan, secara keseluruhan pada lokasi penelitian terdapat tiga jenis lapisan batuan yang teridentifikasi, berurutan dari atas yaitu lapisan lempung, lapisan    napal dan lapisan pasir. Teridentifikasi lapisan reservoir gas rawa berupa batupasir dengan kedalaman 20 – 50 m, berdasarkan pemodelan bawah permukaan daerah penelitian, didapatkan volume potensi reservoir gas biogenik 16.793.332 m3.
Pemodelan dan Estimasi Sumberdaya Andesit menggunakan Metode Penampang Mendatar (Contour) dan Wireframe di PT. Gawi Maju Karsa (GMK) Dusun Pletuk, Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelan, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah Siti Rahmawati H. Budiawan; Waterman Sulistyana Bargawa; Arifudin Idrus
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3070

Abstract

Batu andesit merupakan batuan yang di manfaatkan untuk material bangunan dan banyak di aplikasikan juga untuk sarana jalan raya, jembatan, maupun rumahan. PT. Gawi Maju Karsa (GMK) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri penambangan batuan khususnya batu andesit. Lokasi perusahaan berada di Dusun Pletuk, Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum melakukan penambangan batu andesit, perlu dilakukan pemodelan dan estimasi besaran sumberdaya andesit untuk mengetahui model, volume dan volume sumberdaya andesit agar bisa dibuat perencanaan dan design penambangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sumberdaya andesit menggunakan metode penampang mendatar (contour) dan pendekatan wireframe untuk menghitung volume andesit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode contouring bisa digunakan dalam estimasi sumberdaya andesit dan menghasilkan volume sumberdaya yang mendekati metode wireframe. Jumlah sumberdaya andesit menggunakan metode wireframe adalah sebesar 17.452.445 BCM dan volume tanah penutup adalah sebesar 16.806.398 BCM.
ANALISIS ROCK MASS RATING (RMR) DI DAERAH GUNUNG PUCANGAN KABUPATEN JOMBANG PROVINSI JAWA TIMUR Abdan Said Halim Limtar; Sherina Manopo; Novi Ambarwati; Risa Afrianti; Eka Putra Yolendra; Anang Budimansyah; Angga Pratam Putra Kobba; Martinus L Geril; Kalvarius Thomas W.B
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3201

Abstract

Keadaan struktur massa batuan dialam cenderung beragam yang dipengaruhi oleh struktur geologi, bidang diskontinuitas, bahkan cuaca yang berubah-ubah. Penelitian ini berlokasi di daerah Gunung Pucangan Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur dengan mengamati lereng yang tersusun oleh batu lempung. Batu lempung sendiri merupakan jenis batuan sedimen yang terbentuk dari hasil erosi tanah dan pelapukan, yang memiliki sifat batuan yang plastis dan tersusun dari mineral lempung (hidrous aluminium silikat) yang memiliki ukuran butir halus yaitu 0,002 mm. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kestabilan lereng dengan metode RMR. Rock Mass Rating (RMR) adalah salah satu metode klasifikasi massa batuan yang digunakan untuk mengetahui kualitas suatu massa batuan. Metode Rock Mass Rating dapat memberikan panduan awal dalam mengevaluasi stabilitas lereng, dimana Stabilitas batuan dibutuhkan untuk segala infrastruktur yang dibangun di area yang memiliki kemiringan tertentu terutama di daerah lereng terjal.
SESAR NAIK KALITENGAH SEBAGAI PENGONTROL NAIKNYA BATUAN BERUMUR PRA-TERSIER DAN TERSIER DI DAERAH KALITENGAH, BANJARNEGARA, JAWA TENGAH Huzaely Latief Sunan
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3074

Abstract

Pulau Jawa secara tatanan tektonik merupakan zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dengan Eurasia. Aktivitas subduksi menghasilkan struktur geologi salah satunya sesar naik yang dapat mengangkat batuan tua ke permukaan,  sebagai contoh batuan berumur Pra-Tersier dan Tersier. Penyebab terangkatnya batuan berumur Pra-Tersier dan Tersier menarik untuk diteliti. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab terangkatnya batuan berumur Pra-Tersier dan Tersier ke permukaan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pemetaan geologi dan analisis struktur geologi. Pemetaan geologi berupa pemetaan sebaran batuan dan pengukuran unsur struktur geologi. Analisis struktur geologi dengan melakukan rekonstruksi penampang sayatan geologi dan analisis stereografis. Analisis  data struktur geologi membuktikan adanya Sesar Naik Kalitengah dengan kedudukan N304°E/58° NE  Pitch 75° ke arah SW dan struktur Lipatan Donorejo yang memiliki kedudukan axial plane N282°E/78°NE berarah Barat-Timur. Penelitian ini menyimpulkan terangkatnya batuan berumur Pra-Tersier dan Tersier dikontrol oleh kehadiran sesar naik Kalitengah yang merupakan hasil aktivitas dari subduksi di Selatan Pulau Jawa dengan gaya utama berarah Utara-Selatan.
ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA BUKIT DAERAH MLAKON, SAMBIREJO, PRAMBANAN, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE BISHOP Heza Putra Maulana Aji Sakti; Abdullah Khafid Ma’ruf; Arhananta Arhananta; Nazwa Khoiratun Hisan; Nur Alif Yusuf Putra Karlina
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3073

Abstract

Prambanan merupakan salah satu kawasan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang saat ini cukup banyak penduduknya. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan juga kawasan Prambanan merupakan kawasan Wisata, pasti kedepannya akan banyak kegiatan pembangunan sarana prasarana dan juga rumah hunian warga. Sebelum dilakukannya pembangunan, alangkah baiknya untuk mengetahui keamanan dan kestabilan tanah atau lereng di daerah tersebut untuk mengurangi resiko. Data lapangan yang didapat diolah menggunakan Software Slide Rockscience 6.0. untuk mengetahui nilai faktor keamanan. Geologi pada daerah Mlakon, Sambirejo, Prambanan, Sleman, DIY terdiri dari Formasi Semilir yang dicirikan dengan satuan lapili dan tuf. Geomorfologi daerah penelitian terdiri dari bentuk lahan gawir, bentuklahan bukit sisa, perbukitan terkikis, dataran alluvial, dataran limpah banjir, dan tubuh sungai. Struktur yang berkembang di lokasi pengamatan mekanika tanah tidak berkembang dengan baik, sedangkan di lokasi pengamatan mekanika batuan berkembang kekar gerus berpasangan dengan arah orientasi relatif N-S, W-E, dan NW-SE. Karakteristik tanah pada lokasi pengamatan mekanika tanah cukup lembab sehingga pengambilan sampel cukup susah. Karakteristik batuan di lokasi pengamatan mekanika batuan terdiri dari batuan gunungapi berupa lapilli dan di beberapa bagian sudah lapuk. Hasil dari analisa mekanika tanah menggunakan metode bishop menghasilkan nilai FK 1,25 yang berarti lereng stabil. Hasil analisa mekanika batuan menggunakan metode bishop menghasilkan FK  1,25 yang berarti lereng labil atau biasa terjadi longsor. 
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN ENERGY SAVING DEVICE (ESD) PROPELLER BOSS CAP FIN (PBCF) TERHADAP PERFORMA PROPELLER B-SERIES PADA KAPAL RO-RO 600 GT Renanda Bayu Harsi; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3233

Abstract

ESD atau Energy Saving Devices adalah berbagai jenis peralatan yang mengacu pada pada konsep tindakan atau metode untuk menghemat energi. Pada dunia perkapalan, ESD ada banyak macamnya seperti Becker Mewis Duct, Wake Equalising Duct, dan Propeller Boss Cap Fins (PBCF). PBCF merupakan penambahan sirip kecil di bagian belakang propeller atau lebih tepatnya pada boss cap dengan tujuan untuk memperkecil atau bahkan meniadakan hub vortex saat propeller beroperasi. Pada penelitian ini akan digunakan metode CFD melalui software ANSYS Students untuk mencari pengaruh terhadap gaya dorong dari pemasangan PBCF pada propeller B-Series B4-40 dengan menggunakan ukuran utama kapal RO-RO 600 GT sebagai acuan penentuan dimensi propeller. Variasi PBCF yang akan diuji dalam penelitian ini adalah variasi pitch angle dengan variasi sudut 25°, 30°, 35°, 40°, dan 45°. Hasil uji CFD melalui software ANSYS menunjukkan adanya penambahan dan penurunan performa dalam hal gaya dorong propeller dengan penambahan gaya dorong tertinggi dihasilkan oleh PBCF dengan sudut 45° yaitu 0.46% dan penurunan terbesar dialami saat penambahan PBCF dengan sudut 30° yaitu sebesar -0.61%.
KAJIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA AREA PENAMBANGAN DAN PENGOLAHAN PT. POLOWIJO GOSARI DI DESA SEKAPUK KECEMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR Klotilda Delfiana Anok; Yudho Dwi Galih Cahyono; Lakon Utamakno
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3234

Abstract

Salah satu perusahaan pertambangan dan pengolahan dolomit magnesium menjadi pupuk dolomit adalah PT. Polowijo Gosari di Kabupaten Gresik. Faktor yang mempengaruhi kegiatan pertambangan adalah keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja,  perbandingan penerapan k3, serta rekomendasi kepada perusahaan terkait dengan peningkatan k3 pada area penambangan dan pengolahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode gabungan yakni kombinasi antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam pelaksanaan kegiatan di PT. Polowijo Gosari mengenai penerapan keselamatan dan Kesehatan kerja masih adanya tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Tindakan tidak aman dalam hal ini ditemukan beberapa pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri, mengemudi tidak dengan aman, serta kondisi lingkungan tidak aman seperti kondisi front penambangan yang sempit, kondisi jalan angkut cukup sempit, konsentrasi debu sangat tinggi,  hal ini karena kurangnya kesadaran dari para pekerja serta kurangnya pengawasan dari pihak perusahaan. Perbandingan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada area penambangan dan pengolahan dapat dianalisa berdasarkan uji regresi linear berganda yang dapat simpulkan bahwa pada area penambangan ada pengaruh negatif dari k3 terhadap kinerja karyawan dalam penerapan k3 pada perusahaan, sedangkan pada area pengolahan ada pengaruh yang signifikan juga yaitu nilai variabel dari lingkungan kerja memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja karyawan dalam penerapan k3  pada perusahaan karena pada kedua area ini sama- sama memiliki nilai negatif maka untuk mengoptilamalkan hal tesebut dari pihak perusahaan wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan baik di area penambagan maupun pengolahan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah.