cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 484 Documents
REKAMAN STASIUN GPS SEBAGAI PENDETEKSI PERGERAKAN TEKTONIK, STUDI KASUS: BENCANA TSUNAMI ACEH 26 DESEMBER 2004 Widiatmoko, Fajar Rizki; Zamroni, Akhmad; Siamashari, Muhammad Abdurrozak; Maulina, Afifah Nurul
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.715 KB)

Abstract

Geographic Position System (GPS) is an electronic instrument that is used to determine the position of coordinates, with the help of the triangulation of satellite signals it can be accurately determined the coordinates of the position. An embedded GPS station is built to track changes in station positions over a period of time. Changes in position over a period of time are calculated using the GPS kinematic method and summed up simply using the GPS velocity method. International GNSS Service (IGS) is a global GPS data provider service with time-per-second densities and millimeter accuracy. During the Aceh tsunami tragedy 26 December 2004 00.58'.53 "UTC there were 3 GPS stations, each located on a different tectonic plate, the JOGJ station located in Yogyakarta representing the Micro-Sunda plate, the ISSC station located in India representing the Indian plate, and the DGAR station located in the Maldives represents the Eurasian plate as a stable site. The results of data analysis showed that there were 4 phases of tectonic movements during the Aceh tsunami tragedy, anomalous movement phases, pressuring phases, release phases, and stabilization phases. The tectonism study using the GPS station data approach can be used as a parameter to detect plate movement data, especially a great hope for the development of earthquake detection studies.   Keywords: GNSS, GPS Kinematic, GPS Velocity, Plate movement, Tsunami trigger Geographic Position System (GPS) adalah suatu intrumen elektronik yang digunakan untuk mengetahui posisi kordinat, dengan bantuan triangulasi sinyal satelit maka dapat ditentukan posisi kordinat secara akurat. Stasiun GPS tertanam dibangun untuk mengetahui perubahan posisi stasiun dalam kurun waktu tertentu. Perubahan posisi dalam kurun waktu tertentu dihitung menggunakan metode GPS kinematic dan disimpulkan secara sederhana menggunakan metode GPS velocity. International GNSS Service (IGS) adalah layanan penyedia data GPS seluruh dunia dengan kerapatan waktu per-detik dan akurasi dalam milimeter. Pada tragedi bencana tsunami Aceh 26 Desember 2004 00.58’.53” UTC terdapat 3 stasiun GPS yang masing-masing berlokasi pada lempeng tektonik yang berbeda, stasiun JOGJ berlokasi di Yogyakarta mewakili lempeng Micro-Sunda, stasiun ISSC berlokasi di India mewakili lempeng Hindia - Australia, dan stasiun DGAR berlokasi di Maldives mewakili lempeng Eurasia sebagai stable site. Hasil analisa data menunjukan terdapat 4 fase gerakan tektonik selama tragedi tsunami Aceh, fase gerakan anomali, fase penekanan, fase pelepasan dari tekanan, dan fase penstabilan. Studi tektonisme menggunakan pendekatan data stasiun GPS bisa dijadikan parameter data pendeteksi pergerakan lempeng, terutama sebuah harapan besar pengembangan studi pendeteksi gempa bumi.Kata kunci: GNSS, GPS Kinematik, GPS Velocity, Pergerakan lempeng, Pemicu Tsunami
RANCANGAN PIT PENAMBANGAN BATUBARA PADA PIT X PT. PROLINDO CIPTA NUSANTARA, SITE SIE LOBAN, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Prasetyono, Eka Nurohman Hadi; Kusdarini, Esthi; Cahyono, Yudho Dwi Galih
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2173.678 KB)

Abstract

PT. Prolindo Cipta Nusantara adalah perusahaan yang bergerak pada bidang Batubara. Perusahaan ini berada di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Luas area izin usaha pertambangan PT. Prolindo Cipta Nusantara sebesar 405 Ha yang berdiri diatas bekas perkebunan kelapa sawit. Untuk memulai suatu kegiatan penambangan dibutuhkan perencanaan tambang yang matang agar dapat memperoleh nilai tambang yang ekonomis. Salah satu perencanaan yang penting dilakukan ialah merancangsebuah pit penambangan dimana proses ini ialah merancang sebuah kontruksi pit dari data lubang bor, merancang geometri lereng yang aman dan memperoleh suatu cadangan batubara yang ekonomis Tujuan penelitian ialah merancang pit tambang untuk mendapatkan taksiran cadangan dan area bukaan tambang berbentuk tiga dimensi sebagai gambaran awal dimulainya penambangan. Metode pengolahan data dilakukan secara komputasi, dengan bantuan software microsoft excel, minescape dan, slide. Hasil Rancangan pit X pada PT. Prolindo cipta nusantara yang memiliki luas sebesar 108,5 Ha Rancangan pit dibentuk dengan mengacu pada faktor keamanan lereng menghasilkan cadangan batubara sebesar 14.527.433 m3 atau 18.885.663 Tondengan mengupas overburden sebesar 51.252.292 m3. SR (Striping Ratio) yang didapat adalah 2,7 : 1 yang berarti rencana kegiatan penambangan ekonomis untuk dilakukan.
KAJIAN TEKNIS ALAT BOR UNTUK PEMBUATAN LUBANG LEDAK PADA TAMBANG BATU GAMPING DI PT. PERTAMA MINA SUTRA PERKASA KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR Wakim, Adi Paulus; Cahyono, Yudho Dwi Galih
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.366 KB)

Abstract

PT. Pertama Mina Sutra Perkasa merupakan perusahaan penambangan swasta nasional yang mempunyai wewenang dalam memanfaatkan gunung batu kapur di daerah Puger, Jember, Jawa Timur. Pemboran adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan supaya aktifitas peledakan bisa berjalan semestinya dimana pemboran merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk keberhasilan suatu aktifitas peledakan. Berdasarkan analisa di lokasi pemboran pada penelitian saat ini, alat bor Hydraulic Crawler Drill (HCD) Junjin JD 800 lebih efisien dalam segi efisiensi waktu dan produktifitas alat bor. Alat bor Junjin JD-800 (HCD) lebih cepat 0,05 menit dengan cycle time sebesar 0,69 menit daripada alat bor Furukawa dengan cycle time sebesar 0,74 menit. Secara produktifitas, alat bor Junjin JD-800 (HCD) dapat menghasilkan 87 lubang per hari yakni 7 lubang per hari lebih banyak dibandingkan alat bor Furukawa hanya sebanyak 80 lubang per hari. Dapat disimpulkan, alat bor Junjin JD-800 (HCD) lebih menguntungkan untuk digunakan pada lokasi penelitian. Sehingga direkomendasikan untuk aktifitas pemboran selanjutnya dapat menggunangkan alat bor Junjin JD800 (HCD) agar lebih efisiensi waktu dan produktif.
PERANCANGAN SARANA TRANSPORTASI UNTUK ANGKUTAN SUNGAI DI WILAYAH KABUPATEN MIMIKA PAPUA Danas, M. Afriza Krisna; Pramudya I. S., Pramudya I. S.
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.008 KB)

Abstract

Kabupaten Mimika merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua, Kabupaten yang mulai berkembang, namun seperti wilayah-wilayah lain di daerah Timur Indonesia pembangunan belum merata sehingga menyebabkan kesenjangan antara perkotaan dan daerah pedalaman sangat terasa. Sarana dan prasarana transportasi menjadi salah satu permasalahan. Jalur darat yang kurang memadai menyebabkan arus distribusi barang terganggu. Jalur air menjadi salah satu pilihan utama. Namun jumlah transportasi air sangat terbatas sehingga harga kebutuhan pokok mengalami ketimpangan di daerah perkotaan dan daerah pedalaman. Kabupaten Mimika memiliki banyak sungai yang berpotensi untuk dijadikan sarana transportasi untuk menghubungkan distrik satu dengan distrik lain dan mencapai daerah pedalaman. Perlu untuk dibuat sebuah desain kapal yang mampu dioperasikan ke daerah pedalaman dengan semua kondisi perairan dan sarana penunjang yang ada. Pada penelitian ini akan dibahas proses desain kapal untuk sarana transportasi sungai di wilayah Kabupaten Mimika yang paling optimum sesuai dengan kondisi perairan, fasilitas pendukung dan potensi muatan yang diangkut. Proses desain kapal menggunakan metode Parent Ship Design Approach dan diperoleh desain kapal katamaran dengan ukuran utama yakni LWL= 13,6 m, B= 6 m, H= 1,8 m dan T= 1 m. Memenuhi aspek teknis sesuai persyaratan IMO, LSA Code, SOLAS, Biro Klasifikasi Indonesia dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.
113 PERHITUNGAN SUMBERDAYA NIKEL LATERIT DENGAN METODE AREA OF INFLUENCE DAN INVERSE DISTANCE WEIGHTING PADA PT TANJUNG PUTIA KABUPATEN MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH Tama, Arga Satria; Nurkhamim, Nurkhamim; Rafuddin, Rafuddin
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.532 KB)

Abstract

Nikel laterite merupakan salah satu bahan tambang yang bernilai ekonomis. Olehnya itu penemuan sumbersumber baru nikel laterit sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri. Salah satu cara untuk menyelidiki endapan nikel laterite, diperlukan suatu metode estimasi yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumberdaya nikel laterit yang terdapat pada blok X dengan menggunakan metode Area of influence dan Inverse distance weighting serta mengetahui perbedaan hasil estimasi dengan kedua metode tersebut.  Hasil perhitungan sumberdaya nikel dengan metode Area of influence diperoleh 1.357.817 ton dan dengan metode Inverse distance weighting (IDW) 1.322.750 ton, dengan selisih dari kedua metode tersebut sebesar 35.067 ton atau persentasi selisih sebesar 2 %.  Salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan hasil estimasi sumberdaya dari kedua metode adalah jumlah titik yang berpengaruh dalam suatu blok. Perhitungan dengan metode Inverse distance weighting (IDW) dihitung berdasarkan titik data terdekat dengan titik yang ditaksir akan memberikan bobot lebih besar daripada titik data yang lebih jauh. Metode ini didasarkan pada estimasi titik dan tidak bergantung pada ukuran blok dan hanya memperhatikan jarak. Sedangkan pada perhitungan metode Area of influence tidak begitu memperhatikan struktur spasial dan data-data dari titik bor disekitarnya. Metode Area of influence ini juga kurang tepat digunakan pada endapan yang bervariasi, seperti endapan yang terdapat pada daerah penelitian. Dari hasil penelitian dengan menggunakan kedua metode, yang cocok digunakan perusahaan dalam mengestimasi sumberdaya adalah metode Inverse distance weighting (IDW)
MODEL IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH MENGENAI BALLAST WATER MANAGEMENT DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Aningtyas, Nuris Samsi; Basuki, Minto
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.493 KB)

Abstract

Dampak dari pembuangan air ballas yang sangat berbahaya yaitu berkembangnya spesies asing (spesies invasive) di laut, menurut IMO, hal dinilai lebih sulit ditanggulangi dibanding dampak dari pencemaran akibat tumpahanminyak. Sejak tahun 2004, International Maritime Organization (IMO) telah mengadopsi konvensi Ballast Water Management untuk mencegah penyebaran organisme air berbahaya dari suatu daerah ke daerah lain. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni mengambil data model implementasi peraturan yang sudah ada di Pemerintahan Indonesia mengenai pengolahan air balas di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan kesiapan sumber daya manusia yang ada di pelabuhan dan di kapal. Untuk mengetahui peraturan yang sudah diterapkan di pelabuhan maka dilakukan survey secara langsung dan untuk mengetahui kesiapan SDM yang ada di kapal maka dilakukan survey melalui google form yang telah dibuat oleh penulis, lalu dilakukan analisa mengenai respon/jawaban dari para SDM. Dengan keluarnya Perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan surat edaran pada tahun 2019 maka pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya segera menerapkan Peraturan Pemerintah mengenai Ballast Water Management. Untuk kesiapan SDM yang ada di kapal banyak yang sudah mengetahui peraturan nasional dan internasional mengenai Ballast Water Management hanya saja tidak menyeluruh. Perlunya penyiapan SDM pengelola dalam antisipasi penerapan aturan internasional dan nasional tersebut.
DATABASE PROCESSING PADA MANAJEMEN DATA SEISMIK LAPANGAN RIMAU, SUMATERA SELATAN Agustine, Diah Wully; Silindeho, Lena Maretha
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.091 KB)

Abstract

Manajemen data seismik merupakan salah satu tahap yang dilakukan sebelum melakukan interpretasi data seismik. Manajemen data seismik ini bertujuan untuk menstandarisasi dan meningkatkan validitas data seismik. Secara umum, proses yang di lakukan adalah input database processing dan melakukan quality control (QC). Pengolahan data dan pengecekkan data dilakukan dengan pengkoreksian grafik serta menghasilkan intepretasi di bidang masing - masing, khususnya geologi.
PENGARUH VARIASI JENIS GAS PELINDUNG PADA PENGELASAN FCAW DENGAN MATERIAL SS 400 Tillah, Rizky Iqiyat; Imawan, Pramudya; Pranatal, Erifive
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.669 KB)

Abstract

Pengelasan merupakan salah satu faktor penting dalam pembuatan kontruksi, salah satunya pada industri perkapalan. Dalam industri perkapalan, jenis pengelasan yang sering digunakan ialah FCAW (Flux Cored Arc Welding). FCAW merupakan jenis pengelasan yang menggunakan gas pelindung guna melindungi las-an dari udara luar. Dalam skripsi ini dilakukan penelitian mengenai cacat pengelasan pada sambungan butt joint posisi 2G dengan gas pelindung CO2 murni dan campuran (Argon + CO2) menggunakan tipe pengelasan FCAW. Pengujian cacat las pada penggunaan CO2 murni diketahui paling banyak adalah Undercut dan Incomplete Fusion, sedangkan pada gas pelindung campuran (Argon + CO2) ditemukan cacat las yang paling banyak adalah Undercut, Incomplete Fusion, dan Over Spatter yang dapat disebabkan oleh Travel Speed atau kecepatan las yang terlalu tinggi, adanya kotoran pada permukaan kampuh, serta tingginya jarak elektoda terhadap material
PEMETAAN GEOLOGI DAN PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUGAMPING BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFIS DI KECAMATAN SEMANDING DAN SEKITARNYA KABUPATEN TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR F. Moreira, Joao Bosco; Yuwanto, Sapto Heru; Mahardjo, Eddy
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1252.791 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Semanding dan sekitarnya, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat 611000-616000 serta antara 9229000-9237000 menggunakan koordinat UTM. Dengan luas daerah penelitian 9 km x 6 km (54 km2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lingkungan pengendapan batugamping yang ada pada daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu penelitian lapangan dengan pengambilan sampel batuan yang kemudian dilakukan analisis petrografi dan analisis paleontologi. Analisis petrografi dengan melihat komponen-komponen penyusun batugamping dan menentukan presentase dari masing-masing komponen. seperti non-skeletal grain, skeletal grain, mikrit dan sparit, dan mengacu pada klasifikasi Dunham 1962, sehingga dapat diketahui jenis batugamping yang ada pada daerah penelitian yaitu Wackestone dan Packstone. Dari hasil analisis petrografi yang dilakukan maka dapat diketahui daerah penelitian diendapkan pada lingkungan bagian dalam paparan atau laut terbuka. Dan analisis paleontologi dengan mengunakan metode foraminifera kecil bentonik/bentos, dan mengacu pada zona Bathymetri Tipsword 1966. Dari hasil analisis paleontologi yang dilakukan maka dapat diketahui daerah penelitian diendapkan pada lingkungan Bathymetri Neritik Tepi – Neritik TengahThe research area is located in Semanding District and surrounding areas, Tuban Regency, East Java Province. Geographically the research area is located at coordinates 611000-616000 and between 9229000-9237000 using UTM coordinates. With a research area of 9 km x 6 km (54 km2). This study aims to determine the limestone depositional environment in the study area. The method used is field research with rock sampling which is then carried out petrographic analysis and paleontological analysis. Petrographic analysis by looking at the components of limestone and determining the percentage of each component. such as non-skeletal grains, skeletal grains, micrites and sparites, and referring to the 1962 Dunham classification, so that the types of limestone in the study area can be identified, namely Wackestone and Packstone. From the results of petrographic analysis conducted, it can be seen that the study area was deposited on the inner environment of exposure or the open sea. And paleontological analysis using small bentonic / benthic foraminifera methods, and referring to the Bathswetry Tipsword zone 1966. From the results of the paleontological analysis carried out, it can be seen that the study area was deposited in the environment of the Neritic Bathymetry of the MiddleNeritic Bathites. 
MODEL PENGOLAHAN AIR BALLAST KAPAL AKIBAT DEBALLASTING DI PELABUHAN TELUK LAMONG BERBASIS RISIKO Abdillah, Ikhwan; Basuki, Minto
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.494 KB)

Abstract

Air ballast digunakan sebagai pemberat dan penyeimbang kapal saat berlayar, namun air ballast akan menimbulkan masalah yang serius ketika kapal melakukan proses ballasting dan deballasting maka akan terjadi pertukaran organisme di satu daerah dengan daerah lainnya. Proses ini berlangsung selama bertahun-tahun selama kapal beroperasi. Hal ini mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu. Maka dari itu sekretaris jenderal IMO (International Maritime Organization) menyatakan bahwa semua kapal harus menerapkan rencana air ballast dan manajemen sedimen, dan semua kapal harus mempunyai buku catatan air ballas yang nantinya akan diminta untuk melakukan prosedur pengelolaan air ballast yang sudah ditetapkan oleh IMO. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni mengambil data model pengolahan yang sudah ada di pelabuhan teluk lamong, kesiapan sumber daya manusia yang ada dipelabuhan dan model pengolahan air balas dipelabuhan, untuk mengetahui kondisi dan peraturan air balas yang sudah diterapkan dipelabuhan teluk lamong maka dilakukan survey secara langsung, kemudian setelah dilakukanya proses wawancara dilakukan analisa mengenai jawaban dari para SDM. Maka dengan keluarnya perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan surat edaran pada tahun 2019 maka pihak pelabuhan teluk lamong segera menerapkan Peraturan Pemerintah mengenai Ballast Water Management metode D-2 bagi kapal kapal berbendera indonesia yang melakukan pelayaran internasional.

Page 9 of 49 | Total Record : 484