cover
Contact Name
Vilya Syafriana
Contact Email
v.syafriana@istn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainstechfarma@istn.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi ISTN, Jl. Moh. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20867816     EISSN : 27761878     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat artikel penelitian kefarmasian meliputi kimia farmasi, biologi farmasi, bahan alam farmasi, teknologi farmasi, farmasi komunitas dan klinis, serta bioteknologi farmasi.
Articles 163 Documents
Potensi Antibakteri Senyawa Etil Para Metoksi Sinamat Terhadap Bakteri Jerawat I. M. Kusuma
SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.829 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v9i1.86

Abstract

ABSTRAKFaktor penyebab jerawat meliputi: hiperpoliferasi epidermis folikuler, produksi sebum berlebih, inflamasi dan aktivitasP.acne. Berdasarkan terapeutik, penggunaan antibiotik adalah bentuk pengobatan yang paling efektif. Penelitian inibertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri P.acne in vitro menggunakan Ethil Para Metoksi Sinamat (EPMS). Penelitianini termasuk penelitian eksperimen, diawali dari senyawa EPMS yang diisolasi dari rimpang kencur (Kaempferia galangaL) diuji dengan KLT, DSC dan FTIR, kemudian evaluasi uji aktivitas antibakteri menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) dengan analisis SPSS, tingkat kepercayaan 99% (p<0,01) dan dilanjutkan uji ANOVA dengan metode difusicakram dan dilusi cair untuk menentukan KHM. Pada uji in vitro menggunakan 4 konsentrasi; yaitu: 0,3; 0,6; 1,2 dan2,4%, kontrol positif (klindamisin) dan kontrol negatif (aquades dan 30% DMSO). Sedangkan metode dilusi menggunakankonsentrasi yang sama, dengan kontol media, bakteri dan pelarut. Penelitian dilakukan di Fakultas Farmasi, UniversitasIndonesia dan Universitas Yarsi Jakarta. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Hasil uji ANOVA pada setiapkonsentrasi diuji terhadap bakteri P.acne dengan konsentrasi 0,3; 0,6; 1,2 dan 2,4% memperoleh hasil yang berbeda secarasignifikan (p <0,01) dengan zona masing-masing, 9,00; 11.50; 14.50; Dan 16.00 mm dengan kriteria menengah-kuat. Zonayang jelas pada klindamysin adalah 33,00 mm. Senyawa EPMS dengan konsentrasi 0,6; 1,2 dan 2,4% ditemukan memilikiKHM melawan bakteri P.acne. Pada penelitian ini perlu dilakukan uji potensi antibakteri senyawa EPMS terhadap bakteriS. epidermidis yang juga merupakan bakteri penyebab jerawat.
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Rawat Inap A. R. Fadilla; R. M. Puspitasari
SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.847 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v9i1.87

Abstract

ABSTRAKSkizofrenia merupakan salah satu gangguan psikosis yang mengacaukan kejiwaan seseorang berupa penyimpangan sikap,pikiran, dan perilaku. Salah satu penanganan skizofrenia adalah dengan terapi farmakologi menggunakan antipsikotikuntuk mengatasi gejala yang timbul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antipsikotik padapasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa daerah Jakarta Selatan. Parameter evaluasi meliputi tepat obat, tepatdosis, tepat pasien, dan tepat frekuensi penggunaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metodepotong lintang [Cross sectional]. Data sekunder yang digunakan diambil dari rekam medik 58 pasien berusia 18-60 tahunperiode Januari–Juni 2015. Dari sampel penelitian, skizofrenia lebih banyak dialami oleh laki- laki [55,2%] dan berusia26–35 tahun [27,6%]. Tipe skizofrenia yang paling banyak diderita adalah tipe paranoid sebanyak 43 pasien [74,1%].Gambaran penggunaan antipsikotik terbanyak adalah golongan antipsikotik atipikal tunggal 29 pasien [50,0%], golongantipikal tunggal sebanyak 1 pasien [1,7%] dan antipsikotik kombinasi atipikal dan tipikal sebanyak 28 pasien [48,3%]. Hasilpenelitian menunjukkan tingkat ketepatan penggunaan antipsikotik yaitu kategori tepat obat 77,6%, tepat pasien 96,6%,tepat dosis 74,1%, dan tepat frekuensi 69,0%. Kesimpulan: Evaluasi penggunaan obat perlu dilakukan selama pasiendirawat inap karena terdapat ketidaktepatan obat, dosis dan frekuensi pada penggunaan obat antipsikosis.
Potensi Tumbuhan Mangrove Sebagai Obat Alami Antimikroba Patogen Mardiansyah Mardiansyah; S. Bahri
SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.785 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v9i1.88

Abstract

ABSTRAKTumbuhan mangrove memiliki fungsi yang diantaranya sebagai sumber bahan antibakteri patogen. Daun mangrovediambil dari kawasan ekosistem mangrove, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian iniadalah mengetahui daya hambat mikroba patogen dari ekstrak daun mangrove Rhizophora mucronata, R. apiculata danAvicennia alba dengan larutan methanol dan etil asetat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa daun mangrove tidakmemiliki daya hambat terhadap bakteri gram positif (Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis) dan bakteri gram negatif(Escherichia coli dan Salmonella thypimurium). Ekstraksi daun mangrove menggunakan konsentrasi larutan rendah tidakdapat menghasilkan daya hambat bakteri patogen.
Studi Potensi Antioksidan, Antidiabetes dan Toksisitas dari Ekstrak Metanol Daun Mahang-mahangan (Macaranga alorobinsonii Whitmore) Greesty F. Swandiny; Swasono R. Tamat; Akhmad Darmawan; Gian Primahana
SAINSTECH FARMA Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.052 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v10i2.373

Abstract

Tumbuhan Macaranga yang disebut Mahang-mahangan diketahui memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan. Salah satu jenis Macaranga yang belum banyak diteliti adalah dari spesies Macaranga Allorobinsonii. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bioaktivitas Daun Macaranga allorobinsonii. Daun Macaranga allobinsonii diekstraksi dengan menggunakan metanol, kemudian esktrak kental yang diperoleh dilakukan uji penapisan fitokimia didapatkan hasil mengandung flavonoid, tanin dan saponin. Hasil penelitian pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH terhadap ekstrak kental metanol didapat nilai IC50 sebesar 21,75 ppm dibandingkan kontrol positif Vitamin C dengan nilai IC50 sebesar 2,18 ppm. Dari hasil uji aktivitas antioksidan tersebut menunjukkan bahwa ekstrak yang menjadi sampel uji pada penelitian ini bersifat kuat. Sedangkan uji aktivitas antidiabetes dengan metode penghambatan α-glukosidase terhadap ekstrak kental metanol didapat nilai IC50 sebesar 21,75 ppm dibandingkan kontrol positif Acarbose dengan nilai IC50 10,51 ppm menunjukkan bahwa ekstrak bersifat aktif. Kemudian dari hasil uji toksisitas BSLT didapat LC50 sebesar 38,78 ppm bersifat aktif.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Pertumbuhan Propionibacterium acnes Vilya Syafriana; Rabitha Rusyita
SAINSTECH FARMA Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.853 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v10i2.376

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum) diketahui sebagai salah satu tanaman berkhasiat obat di Indonesia yang salah satunya sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih merah terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes. Bahan uji yang digunakan adalah daun sirih merah segar yang diperoleh dari Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat. Ekstrak etanol daun sirih merah dibuat dengan metode sokhletasi menggunakan pelarut etanol 96%. Metode yang digunakan untuk menentukan aktivitas antibakteri adalah difusi cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 15%, 20%, dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dengan terbentuknya Diameter Daya Hambat (DDH) pada konsentrasi 10% sebesar 9,53 mm; konsentrasi 15% sebesar 10,36 mm; konsentrasi 20% sebesar 10,50 mm; dan konsentrasi 25% sebesar 10,90 mm. Hasil pengujian Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditunjukkan pada konsentrasi 10%.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Jantung Pisang Kepok (Musa balbisiana BBB) dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) M. Reza Ghozaly; Yunita Noor Utami
SAINSTECH FARMA Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.139 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v10i2.377

Abstract

Antioksidan sangat diperlukan oleh tubuh untuk mengatasi dan mencegah berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah proses oksidasi lipida. Flavonoid termasuk senyawa fenolik alam yang potensial sebagai antioksidan dan mempunyai bioaktivitas sebagai obat. Salah satu tumbuhan yang telah diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan adalah pisang. Jantung pisang merupakan salah satu bagian dari tanaman pisang yang masih kurang pemanfaatannya, saat ini hanya diolah sebagai sayur saja. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol jantung pisang kepok (Musa balbisiana BBB). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jantung pisang kepok segar yang diperoleh dari daerah Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ekstraksi dilakukan dengan 2 cara, yaitu maserasi dan ultrasonik. Pelarut yang digunakan yaitu etanol 70%. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-Difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol jantung pisang kepok memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dengan maserasi didapat 439,12 µg/ml dan IC50 yang didapat dari ultrasonik 742,28 µg/ml. Ekstrak etanol jantung pisang kepok (ultasonik) mengandung senyawa total flavonoid sebesar 1,360 mg/g kuersetin ekuivalen.Antioksidan sangat diperlukan oleh tubuh untuk mengatasi dan mencegah berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah proses oksidasi lipida. Flavonoid termasuk senyawa fenolik alam yang potensial sebagai antioksidan dan mempunyai bioaktivitas sebagai obat. Salah satu tumbuhan yang telah diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan adalah pisang. Jantung pisang merupakan salah satu bagian dari tanaman pisang yang masih kurang pemanfaatannya, saat ini hanya diolah sebagai sayur saja. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol jantung pisang kepok (Musa balbisiana BBB). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jantung pisang kepok segar yang diperoleh dari daerah Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ekstraksi dilakukan dengan 2 cara, yaitu maserasi dan ultrasonik. Pelarut yang digunakan yaitu etanol 70%. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-Difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol jantung pisang kepok memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dengan maserasi didapat 439,12 µg/ml dan IC50 yang didapat dari ultrasonik 742,28 µg/ml. Ekstrak etanol jantung pisang kepok (ultasonik) mengandung senyawa total flavonoid sebesar 1,360 mg/g kuersetin ekuivalen.
Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum) dan Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Pada Tikus Diinduksi Streptozotosin-Nikotinamid C. Teodhora; Agung Endro Nugroho; Gunawan Pamudji Widodo
SAINSTECH FARMA Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.991 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v10i2.378

Abstract

Sirih merah (Piper crocatum) dan mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes mellitus tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes kombinasi ekstrak etanol daun sirih merah dan ekstrak etanol buah mahkota dewa pada tikus yang diinduksi streptozotosin-nikotinamid. Penelitian dilakukan menggunakan hewan uji tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang digunakan dibagi menjadi 5 kelompok uji. Kelompok 1: kontrol normal; kelompok 2: kontrol negatif (Na-CMC); kelompok 3: kontrol positif (glibenklamid 0,5 mg/kg BB); kelompok 4 dan 5 adalah kelompok kombinasi : ekstrak etanol kelompok dosis 50:100 dan 100:200 mg/kg BB. Hewan uji dibuat diabetes mellitus dengan induksi streptozotosin 50 mg/kg BB dan nikotinamid 110 mg/kg BB secara intraperitonial. Penetapan kadar glukosa puasa menggunakan reagen kit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sirih merah dosis 50 mg/kg BB dan ekstrak mahkota dewa 100 mg/kg BB (kombinasi I) dalam waktu 14 hari telah memberikan persentase daya hipoglikemik sebesar 24,32±2,07.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Pendegradasi Hidrokarbon Asal Indonesia Rosario Trijuliamos Manalu
SAINSTECH FARMA Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.478 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v10i2.379

Abstract

Pengelolaan secara mikrobiologi merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi kontaminasi tanah akibat limbah oil sludge. Sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kecepatan biodegradasi senyawa hidrokarbon melalui rekayasa proses metabolisme mikroba yang optimal, yang diawali dengan isolasi dan karakterisasi. Tujuan penelitian ini adalah menyeleksi dan karakterisasi isolat unggul yang mampu mendegradasi hidrokarbon. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif, dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yang dilaporkan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 isolat bakteri unggul yang diperoleh dan dapat mendegradasi hidrokarbon yaitu Bacillus sp. ICBB 7859, ICBB 9461 dan ICBB 5071.
POLA TERAPI OBAT ANTITROMBOTIK PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER PASCA INTERVENSI KORONER PERKUTAN DI RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO PERIODE JANUARI – JUNI TAHUN 2015 D. Sapari; T. Siregar
SAINSTECH FARMA Vol 8 No 2 (2015): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.265 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v8i2.380

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah gangguan dalam satu atau lebih arteri koroner. Terapi untuk mengobati penyakit PJK adalah penggunaan stent koroner, tetapi dengan penggunaan stent dalam tubuh menyebabkan komplikasi salah satunya Instent restenosis mereka. Untuk mengurangi komplikasi setelah intervensi koroner perkutan maka harus didukung oleh terapi obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola terapi obat pada pasien dengan penyakit jantung koroner setelah intervensi perkutan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif adalah retrospektif. Pengumpulan data adalah data sekunder diambil data dari catatan pasien RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dengan sampel 81 pasien. Hasil penelitian menunjukkan pada usia antara 56-65 tahun di 39,5%, persentase tertinggi berdasarkan jenis kelamin laki-laki jenis kelamin 74,1%, berdasarkan persentase tertinggi penyakit penyerta adalah hipertensi sebanyak 56,79%. evaluasi intervensi koroner perkutan adalah yang paling stent paten dengan jumlah 49 pasien. Pola terapi obat yang digunakan adalah kombinasi obat antitrombotik, antihipertensi, anti-diabetes dan penurun kolesterol dalam jumlah 46 pasien. Antitrombotik digunakan paling adalah kombinasi obat clopidogrel dengan aspirin.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DPPH DAN AKTIVITAS TERHADAP ARTEMIA SALINA LEACH EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) P. Wulandari; Herdini Herdini; A. Yumita
SAINSTECH FARMA Vol 8 No 2 (2015): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.924 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v8i2.381

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antioksidan DPPH dan aktivitas terhadap Artemia Salina Leach ekstrak etanol 96% daun seledri (Apium graveolens L.). Bahan uji adalah daun seledri (Apium graveolens L.) dikenal sebagai penambah aroma pada masakan dan manfaat lainnya yaitu sebagai penangkapan radikal bebas. Hasil penapisan fitokimia pada serbuk daun seledri (Apium graveolens L.) menunjukkan adanya kandungan kimia seperti flavonoid, saponin dan minyak atsiri. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara maserasi serbuk daun seledri didalam pelarut etanol 96% selama 3 x 24 jam. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan aktivitas terhadap Artemia Salina Leach dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethalily Test). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun seledri (Apium graveolens L.) mempunyai aktivitas antioksidan dengan IC50 sebesar 179,10 bpj dan bersifat toksik terhadap larva udang Artemia Salina Leach dengan nilai LC50 sebesar 27,5 bpj.

Page 2 of 17 | Total Record : 163


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 18 No 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 18 No. 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 2 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 1 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 2 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 1 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 2 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 1 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 1 (2017): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 9 No 2 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 8 No 2 (2015): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7 No 1 (2014): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6 No 2 (2013): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2 No 1 (2011): Sainstech Farma More Issue