cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 175 Documents
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN COPING STRES MASYARAKAT Muhammad Fahrezi; Hery Wibowo; Maulana Irfan; Sahadi Humaedi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 1 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i1.28730

Abstract

Munculnya pandemi COVID-19 diberbagai negara pada tahun ini sangat mempengaruhi segala aspek dimasyarakat. Hal tersebut ditandai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh setiap Negara untuk mengurangi angka persebaran virus COVID-19. Khususnya Indonesia yang merupakan Negara dengan kekeluargaan yang erat antara satu dan lainnya tidak dapat memungkiri bahwa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah akan memiliki dampak terhadap setiap individunya. Kemungkinan tingkat stress meningkat akibat kurangnya bersosisalisasi dan juga gagalnya seseorang untuk beradaptasi dengan situasi baru yang ada saat ini. Maka didalam keadaan ini Pekerja Sosial dapat membantu meningkatkan kemampuan coping stress masyarakat untuk mengurangi tingkat stress seseorang dimasa pandemi ini.
PERAN GANDA YANG DIALAMI PEKERJA WANITA K3L UNIVERSITAS PADJADJARAN Theresia Vania Radhitya
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 3 (2018): Fokus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i3.20497

Abstract

Di era modern saat ini, seorang perempuan tidak hanya menjadi seorang ibu rumah tangga. Perempuan masa kini sudah mulai terjun di sector publik dimana mereka harus bekerja. Berbekal keterampilan dan pendidikan yang dimiliki saat ini perempuan sudah berani untuk bekerja di luar rumah. Hal ini membuat munculnya suatu peran ganda yang bisa dikatakan lebih dari dua peran bagi perempuan yang sehari-harinya menjadi seorang pekerja. Peran yang dianut oleh pekerja perempuan adalah peran menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya serta menjadi seorang istri yang baik bagi suaminya. Dalam menyeimbangkan peran, seorang perempuan merasa sulit dan memiliki banyak hambatan. Seorang perempuan yang tidak dapat menyeimbangkan perannya akan menimbulkan dampak bagi keluarganya maupun pekerjaannya. Namun yang paling penting adalah dampak bagi keluarganya. Seorang perempuan memiliki kewajiban yang penting yaitu mengurus rumah tangga keluarga. Apabila berdampak negatif maka akan mengacaukan kehidupan keluarga, dan berdampak signifikan bagi suami dan anak.Hal mengenai peran ganda juga dialami oleh pekerja wanita K3L Univesitas Padjadjaran. Mereka berkewajiban untuk memenuhi peran mereka sebagai seorang ibu dan seorang istri serta menjadi pekerja K3L dalam waktu yang sama.
Analisis Kekerasan Seksual Pada Anak dan Intervensinya oleh Pekerjaan Sosial (Studi Kasus Kekerasan Seksual oleh Keluarga di Lampung) Hetty Krisnani; Gisela Kessik
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 2 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i2.26245

Abstract

AbstrakKekerasan terhadap anak sampai saat ini marak terjadi. Kekerasan seksual pada anak merupakan salah satu tindakan kekerasan yang cukup mengalami peningkatan. Berdasarkan berbagai data, pelaku kekerasan berasal dari keluarga terdekat yang dimiliki korban. Kasus Kekerasan seksual yang akan dibahas pada saat ini yaitu berkaitan dengan tindakan kekerasan seksual Incest yang dilakukan oleh Ayah, kakak, dan adik yang dapat kepada korban yang merupakan anak berusia 18 tahun. Pada bagian ini akan dibahas mengenai analisis motif, dampak, sampai pada intervensi yang dapat dilakukan oleh profesi pekerjaan sosial pada anak dan keluarga. AbstractViolence against children until now is rampant. Sexual violence on children is one of the acts of violence which is quite increasing. Based on various data, the perpetrators of violence came from the closest family owned by the victim. Cases of sexual violence that will be discussed at this time are related to acts of sexual violence incest committed by fathers and siblings who get to victims who are children aged 18 years. This section will discuss the analysis of motives, impacts, and the interventions that can be carried out by the profession of social work in children and families.
PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI PEKERJA K3L UNPAD Ridwan Mawala Kurnia; Meilanny Budiarti Santoso
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18264

Abstract

Kebersihan lingkungan perusahaan atau suatu tempat umum merupakan salah satu hal yang penting. Hal ini dapat terwujud karena peran penting dari pekerja kebersihan yang bekerja di tempat tersebut. Seperti pekerja K3L ( Kebersihan, Keindahan, dan Kenyamanan Lingkungan ) yang bekerja di lingkungan Universitas Padjadjaran. Mereka sangat berperan penting dalam kebersihan, keindahan dan kenyamanan lingkungan di sekitar Universitas Padjadjaran. Mereka bertanggung jawab atas kebersihan, keindahan dan kenyamanan zona yang mereka tempati agar lingkungan sekitar Universitas Padjadjaran terlihat bersih dan asri. Tentunya mereka dapat bekerja di K3L karena beberapa proses rekrutmen dan seleksi yang mereka lewati, proses rekrutmen akan mempengaruhi kinerja dan kualitas pada saat bekerja. Salah satu kunci utama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang profesional adalah terletak pada proses rekrutmen, seleksi, dan pelatihan. Dalam organisasi, rekrutmen ini menjadi salah satu proses yang penting dalam menentukan baik tidaknya calon pekerja yang akan bekerja pada organisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan kualitas pekerja dengan proses rekrutmen dan seleksi yang di lakukan pihak pengelola pekerja K3L unpad terhadap calon pekerja. Metode penelitian yang di gunakan oleh peneliti yaitu metode deskriptif dengan instrumen wawancara dengan teknik random sampling dan penelitian ini dilakukan pada 12 responden. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari proses seleksi calon pekerja K3L Unpad jalani tidak terdapat kriteria tingkat pendidikan terakhir, tidak ada test tertulis, dan tidak ada test wawancara. Hal tersebut tentu akan mempengaruhi kinerja dan kualitas pekerja saat melakukan pekerjaannya. Karena dengan adanya tenaga kerja yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan, akan lebih mampu menerima tugas- tugas yang diberikan oleh perusahaan dengan baik dan tentunya akan mengurangi resiko kecelakaan kerja yang bisa berakibat merugikan pekerja maupun perusahaan. Pekerja dengan keterampilan yang dapat dipertanggung jawabkan akan mampu menyelesaikan segala hal, dengan memperhitungkan apa yang dia hasilkan dandikerjakan dengan penuh tanggung jawab.
ANAK SEBAGAI KELOMPOK RENTAN YANG TERDAMPAK KONFLIK BERSENJATA DAN SITUASI KEKERASAN LAINNYA Hana Hanifah; Meilanny Budiarti Santoso; Dessy Hasanah Siti Asiah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 1 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i1.23125

Abstract

Isu perlindungan anak merupakan isu yang mendunia. Segala bentuk aturan mengenai hak anak telah ditetapkan dan disetujui oleh hampir semua negara di dunia. Namun, aturan mengenai hak-hak anak yang telah dibuat sejak dulu tidak menjamin pelanggaran hak anak berakhir. Konflik bersenjata dan situasi kekerasan lainnya yang sampai saat ini masih sering terjadi dan membuat pemenuhan serta perlindungan hak anak harus menjadi perhatian utama semua pihak. Dampak konflik bersenjata dan kekerasan lainnya, membuat pemerintah, masyarakat dan organisasi pelayanan sosial harus bekerjasama untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh anak yang terkena dampak tersebut. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi literatur dengan mencari relevansi antara teori yang sesuai dengan kasus atau permasalahan yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintah, aparat keamanan dan penegak hukum, para profesional termasuk pekerja sosial, serta masyarakat harus ikut andil dalam mengusut kasus-kasus konflik dan kekerasan yang melibatkan anak-anak dalam upaya pemenuhan dan perlindungan terhadap hak anak. Upaya menciptakan lingkungan yang peduli terhadap perlindungan anak dari konflik dan situasi kekerasan lainnya dapat menggunakan pendekatan manajemen kasus, para professional dan spesialis perlindungan anak dapat memfasilitasi penguatan lingkungan di sekitar anak untuk melakukan perlindungan terhadap anak dengan memastikan bahwa pendekatan yang dilakukan terstruktur dan diambil untuk mengidentifikasi, menilai, merencanakan, dan meninjau kebutuhan perlindungan terhadap anak.  The issue of child protection is a global problem. All forms of rules regarding children's rights have been established and approved by almost all countries in the world. However, the rules regarding children's rights that have been made since long ago do not guarantee violations of children's rights end. Armed conflict and other violent situations that still occur frequently and make the fulfillment and protection of children's rights must be the main concern of all parties. The impact of armed conflict and other violence, makes the government, society and social service organizations must work together to make efforts to prevent and deal with various problems faced by the affected children. The method used in writing this article is a literature study method by looking for relevance between theories that are in accordance with the case or problem being studied. The results of the study show that the government, security forces and law enforcement, professionals including social workers, and the community must take part in investigating cases of conflict and violence involving children in efforts to fulfill and protect children's rights. Efforts to create an environment that cares for the protection of children from conflict and other violent situations can use a case management approach, professionals and child protection specialists can facilitate strengthening the environment around children to protect children by ensuring that the approach taken is structured and taken to identify, assess, plan and review child protection needs.
MOBILITAS SOSIAL PEKERJA K3L UNIVERSITAS PADJADJARAN Kamilatunnisa Kamilatunnisa
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18259

Abstract

Mobilitas sosial merupakan salah satu kegiatan yang selalu ada dalam kehidupan manusia. Setiap orang selalu melakukan mobilitas sosial, sebab mobilitas sosial merupakan salah satu upaya dalam pencapaian pemenuhan kebutuhan baik yang bersifat primer, sekunder atau bahkan tersier. Hal ini menarik perhatian penulis untuk melakukan penelitian mengenai gerak mobilisasi pekerja K3L Universitas Padjadajaran, hal ini dilakukan unuk mengetahui mengenai mobilitas sosial yang terjadi pada petugas K3L apakah mobilitas sosisal secara vertikal atau horizontal. Adapun metode yang digunakan untuk melakukan penelitian ialah dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur dan populasi penelitiannya adalah Petugas K3L Unpad yang berjumlah 26 orang dengan sampel sebesar 12 orang yang dipilih secara accidental sampling. Dari penggunaan metode inilah diketahui bahwa secara umum para pekerja K3L Universitas Padjadjaran hanya mampu melakukan mobilitas sosial secara horizontal, meski terdapat sebagian pekerja K3L yang sempat melakukan mobilitas vertikal.
DAMPAK BULLYING PADA TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA KORBAN BULLYING Ela Zain Zakiyah; Muhammad Fedryansyah; Arie Surya Gutama
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 3 (2018): Fokus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i3.20502

Abstract

Meningkatnya jumlah kasus bullying dari tahun ke tahun membuat kasus ini bisa disebut sebagai salah satu masalah sosial di Indonesia. Hal ini dikarenakan perilaku bullying membawa banyak dampak negatif bagi seluruh pihak yang terlibat, terutama korbannya. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak bullying yang dirasakan korban dapat menghambat berbagai aspek perkembangan remaja yang menjadi target bullying. Penelitian ini menunjukkan dampak bullying pada kemampuan remaja korban bullying dalam menguasai tugas perkembangannya. Subjek penelitian terdiri dari dua orang siswi kelas XI SMK Pariwisata Telkom Bandung yang menjadi korban bullying verbal dan relasional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam serta observasi non-partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying mempengaruhi tugas perkembangan remaja korban bullying, namun terdapat faktor yang dapat menghambat dampak tersebut, yaitu dukungan sosial dan strategi coping. Maka dari itu, diperlukan sebuah program anti-bullying yang melibatkan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa dalam menciptakan lingkungan yang suportif sehingga korban merasa nyaman untuk mencari bantuan kepada lingkungannya.
ANALISIS PENGARUH PENINGKATAN JUMLAH MASYARAKAT TERKONFORMASI COVID-19 TERHADAP PRODUKTIVITAS PENDUDUK YANG BEKERJA DI JABODETABEK Gisela Adio Ros Maria; Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 1 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i1.28116

Abstract

COVID-19 menjadi salah satu penyebab kecemasan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia belakangan ini khususnya masyarakat Indonesia. Hal ini diakibatkan oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam mengurangi tingkat penyebaran COVID-19, yaitu belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah. Bekerja dari rumah bisa menjadi produktif, bisa pula menjadi tidak produktif bagi sebagian orang. Selain itu, beberapa perusahaan sedang mengusahakan untuk tidak melakukan PHK (Pemutusan Hak Kerja) dengan mengurangi upah pekerja, mengurangi jam kerja, dan lain sebagainya. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan penurunan produktivitas dari masyarakat itu sendiri secara nasional yang berimbas pada penurunan penghasilan, peningkatan jumlah masyarakat miskin, dan penurunan pendapatan perkapita. Selain itu, bekerja di rumah atau work from home juga bisa sangat memberatkan bagi sebagian orang mengigat setiap keluarga memiliki jumlah tanggungan yang berbeda yang mengharuskan mereka untuk tetap produktf di tengah pandemic COVID-19. Tujuan dari artikel ilmiah ini, yaitu ini untuk memberikan pandangan baru kepada masyarakat bahwa satu sector tidak dapat berdiri sendiri dan mereka memiliki pengaruh yang kuat antar sektornya.
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT Binahayati Rusyidi; Muhammad Fedryansah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 3 (2018): Fokus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i3.20490

Abstract

Pengembangan pariwisata saat ini mulai menjadi salah satu program unggulan dalam pembangunan daerah. Pembangunan pariwisata tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menciptakan lapangan kerja di daerah. Salah satu kabupaten yang memiliki potensi wisata adalah Kabupaten Bangka. Kabupaten Bangka memiliki sumber daya alam yang potensial dan menarik untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata seperti kawasan pantai, sumber air panas, peninggalan sejarah, serta kawasan gunung dan perbukitan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Bangka terutama di kawasan Pantai Rambak dan Pantai Rebo. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melibatkan 20 orang informan, dengan teknik wawancara mendalam dan focus group discussion. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya model pengembangan pariwisata yang diusulkan dengan menggunakan pendekatan pengembangan masyarakat. Pengembangan pariwisata di kawasan Pantai Rambak dan Pantai Rebo pada dasarnya merupakan potret upaya pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bangka secara keseluruhan. Kajian ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah model alternatif yang dapat diterapkan dalam pengembangan pariwisata di wilayah Kabupaten Bangka. Adapun model pengembangan pariwisata tersebut dapat dilihat dalam beberapa tahapan, antara lain: tahap awal (beginning), tahap pertengahan (middle), dan tahap lanjutan (advanced). Dari ketiga tahapan tersebut, terdapat pergeseran strategi, dari strategi direktif menuju ke strategi non-direktif. Pendekatan direktif merupakan pembentukan budaya pariwisata di masyarakat. Sedangkan pendekatan non-direktif merujuk pada budaya pariwisata yang telah tertanam dalam aktifitas kehidupan masyarakat, serta kesadaran dari masyarakat untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam di sekitarnya. Kedua pendekatan tersebut (direktif dan non-direktif) menekankan pada pelibatan penuh kepada masyarakat dalam proses pengembangan pariwisata.
MEMAHAMI PERKEMBANGAN ANAK GENERASI ALFA DI ERA INDUSTRI 4.0 Ishak Fadlurrohim; Asmar Husein; Liya Yulia; Hery Wibowo; Santoso Tri Raharjo
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 2 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i2.26235

Abstract

ABSTRAKIndustri 4.0 diprediksi memiliki potensi manfaat yang besar dalam perkembangan yang pesat dalam pemanfaatan teknologi digital. Hal tersebut berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi. Namun terdapat tantangan yang harus dihadapi dengan munculnya resistensi terhadap perubahan demografi dan aspek sosial, ketidakstabilan kondisi politik, keterbatasan sumber daya, resiko bencana alam dan tuntutan penerapan teknologi yang ramah lingkungan. Generasi alpha merupakan anak – anak yang dilahirkan oleh generasi milenial. Istilah ini dikemukakan oleh mark Mc Crindle melalui tulisan di majalah Business Insider (Christina Sterbenz, 2015). Generasi alpha (2011 – 2025) generasi yang paling akrab dengan teknologi digital dan generasi yang diklaim paling cerdas dibandingkan generasi generasi sebelumnya. Sebanyak 2,5 juta anak generasi alpha lahir di dunia setiap minggunya. Gen A merupakan generasi paling akrab dengan internet sepanjang masa. Mc Crindler juga memprediksi bahwa generasi Alpha tidak lepas dari gadget, kurang bersosialisasi, kurang daya kreativitas dan bersikap individualis. Generasi alpha menginginkan hal-hal yang instan dan kurang menghargai proses. Keasyikan mereka dengan gadget membuat mereka teralienasi secara sosial. Artikel ini bertujuan untuk memahami perkembangan anak generasi alfa di era industri 4.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka Metode yang digunakan dalam artikel memahami perkembangan anak generasi alfa di era industri 4.0 adalah menggunakan pendekatan studi kepustakaan dimana mengumpulkan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku – buku, literatur, catatan dan laporan- laporan yang ada hubungan nya dengan masalah yang dipecahkan (Nazir, 2015). Sumber yang di peroleh berkaitan dengan perkembangan anak generasi alfa di era industri 4.0. Artikel ini menemukan bahwa merubah cara pandang dan pola hidup masyarakat yang semula konvensional menjadi inkonvensional. Terlebih pertumbuhan teknologi, mau tidak mau masyarakat dituntut untuk berevolusi. Berdasarkan seluruh aspek kehidupan, peran keluarga yang paling penting dalam proses tumbuh kembang anak. Maka peran keluarga yang sudah pasti terdiri dari generasi Y dan Z yang cenderung sebagai pengambil keputusan, sementara generasi veteran dan X berperan sebagai konselor dan pendamping sehingga menghasilkan kolaborasi antar generasi menghasilkan new brainstorming terhadap generasi alpha. Mc Crindler juga memprediksi bahwa generasi Alpha tidak lepas dari gadget, kurang bersosialisasi, kurang daya kreativitas dan bersikap individualis. ABSTRACT Periode industry 4.0 predicted has the potential benefits of rapid expansion in the use of digital technology. This is a positive impact on economic development. Yet there was challenges to be faced with the emergence of resistance to demographic change and social aspects, instability political conditions, the limited means, the risk of natural disasters and demands application of technology environmentally friendly. The alpha is a children born of milenial generation. The term is presented by mark Mc Crindle through the magazine business insider (christina sterbenz, 2015). The alpha ( 2011 - 2025) the most familiar with digital technology and the generation claimed the smartest than any previous generation.Some 2,5 million children generation alpha born in the world every week. Genes A is the most familiar with the internet all time. Mc crindler is predicted that generation alpha can be gadgets, not socialize, lacking power creativity and be individualist. The alpha want hal-hal instant and less appreciate the process. Preoccupation them with gadgets make them teralienasi socially. This article is intended to understand child development alpha generation of 4.0 industry. Methods used in research is a method of the literature study methods used in article understand child development generation alfa in the industry 4.0 is used the literature study where collect data with a study on the books, Literature, notes and reports of a connection report problems solved (Nazir, 2015). Sources in get relating to child development 4.0 alpha in the industrial era. This article found that changing the way of view and lifestyle to conventional inkonvensional into the community .The technology growth , inevitably the community are required to have evolved. Based on all aspect of life, the role of family the most important thing for the process of growing children developed. So the role of family that is certain consisting of generation y and z who tend as decision-making, while generation veteran and x act as counselor and flanking so as to produce collaboration between produce new go brainstorm generation to generation alpha. Mc crindler also predicts that generation alpha can not be separated from gadgets, less sociable, lacking power creativity and be individualist.

Page 2 of 18 | Total Record : 175