cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 175 Documents
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP MOBILITAS SOSIAL YANG DILAKUKAN PETUGAS K3L UNIVERSITAS PADJAJARAN Sholehatun Rohmaniar; Hetty Krisnani
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18257

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui apa yang menyebabkan seseorang berpindah kerja dan lebih memilih bekerja di Universitas Padjajaran. Motivasi kerja dan kepuasan dalam bekerja menjadi faktor yang mempengaruhi dan mendorong seseorang dalam melakukan mobilitas sosial. Motivasi kerja seperti untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan-kebutuhan pokok sehari-sehari menjadi salah satu alasan mengapa seseorang semangat dalam bekerja. Kepuasan dalam bekerja, gaji atau upah, hubungan dengan sesama rekan kerja, pemimpin yang bijaksana dan lain-lain menjadi faktor puas atau tidaknya seseorang dalam bekerja. Seseorang bekerja dilatarbelakangi oleh tuntutan ekonomi keluarganya yang kurang. Apapun pekerjaan yang ada akan dilihat sebagai peluang untuk membantu perekonomian. Hal ini dikarenakan banyak dari responden yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah, sehingga untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang menjanjikan akan sangat sulit. Tetapi bukan berarti mereka pasrah dengan keadaan yang ada, seorang manusia akan terus berusaha mengubah nasib hidupnya menjadi lebih baik selagi usaha apapun bisa dilakukan.
Person in Environment Remaja Pada Era Revolusi Industri 4.0 Wandi Adiansah; Eko Setiawan; Wina Nurdini Kodaruddin; Hery Wibowo
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 1 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i1.23118

Abstract

Saat ini dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan semakin berkembangnya teknologi. Pada era ini, teknologi dilakukan serba digital dan serba internet. Pengguna teknologi digital dan internet ini didominasi oleh masyarakat pada kategori remaja. Secara langsung, hal ini berpengaruh terhadap remaja terutama pada aspek biologis, psikologis dan sosial. Selain itu, sejalan dengan perkembangan teknologi sistem ekologi (person in environment) remaja era revolusi industri 4.0 ini berbeda dengan sistem ekologi pada generasi sebelumnya. Tulisan ini akan menganalisis remaja pada era revolusi industri 4.0 yang selanjutnya dilihat dengan menggunakan kacamata strength based perspective guna meningkatkan keberfungsian sosial remaja tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, studi dokumentasi dan studi penelitian terdahulu.
PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PENYANDANG DISABILITAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 Vanaja Syifa Radissa; Hery Wibowo; Sahadi Humaedi; Maulana Irfan
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 1 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i1.28735

Abstract

Setiap individu dalam kehidupan memiliki kebutuhan, karena  manusia memiliki berbagai hal yang harus dipenuhi untuk  dapat bertahan hidup. Demikian pula dengan para penyandang disabilitas juga memiliki pemenuhan kebutuhannya sendiri. Namun, pada saat Pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk tidak keluar rumah dan membatasi fasilitas umum untuk beroperasi. Kendala kebijakan di masa Pandemi Covid-19 tersebut dirasa memberatkan terlebih bagi penyandang disabilitas akan ada beberapa kebutuhan yang akan terganggu dalam memenuhinya. Tulisan ini dalam mengkaji kebutuhan penyandang disabilitas dalam masa Covid-19 menggunakan metode studi literatur dari hasil tulisan-tulisan yang kredibel secara daring. Hasil literatur ini menunjukkan bahwa penyandang disabilitas adalah kelompok paling rentan dalam situasi pandemi saat ini. Hal tersebut diakibatkan oleh pemenuhan kebutuhannya yang terganggu. Pembatasan secara sosial menyebabkan penyandang disabilitas sulit mendapatkan akses kesehatan. Selain itu, pemenuhan akses informasi mengenai Covid-19 juga sulit untuk didapatkan karena kebijakan yang masih abai terhadap keberadaan penyandang disabilitas.
Implementasi Teori Maslow dan Peran Ganda Pekerja Wanita K3L Universitas Padajajaran Philia Anindita Ginting
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 3 (2018): Fokus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i3.20498

Abstract

Saat ini, fenomena wanita bekerja tidak lagi menjadi hal yang asing. Wanita dituntut untuk berperan lebih dari satu karena berbagai faktor, salah satunya persoalan ekonomi. Seperti halnya petugas wanita K3L Universitas Padjajaran. Kondisi perekonomian menyebabkan petugas wanita K3L dihadapkan kepada dua tuntutan peran yaitu sebagai seorang istri atau ibu rumahtangga dan pencari nafkah demi membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Walaupun kondisi kehidupannya tidak banyak berubah sejak menjadi petugas K3L namun kegiatan ini tidak ditinggalkan. Keterbatasan pendidikan dan keterampilan serta desakan dalam pemenuhan kebutuhan hidup merupakan salah satu faktor K3L bertahan untuk tetap bekerja. Artikel ini akan mengkaji mengenai peran ganda perempuan khsusunya pekerja K3L serta motivasi kerja yang dilihat dari Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow.
PELAKSANAAN SUPPORT GROUP PADA ORANGTUA ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY Adina Riska Anindita; Nurliana Cipta Apsari
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 2 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i2.26248

Abstract

 AbstrakKeluarga, khususnya orangtua merupakan orang yang paling dekat dengan anak, sehingga orangtua memiliki peranan yang sangat penting di dalam kehidupan anak, terutama anak yang memiliki kondisi cerebral palsy. Namun, di sisi lain, orangtua yang memiliki anak dengan cerebral palsy memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kondisi yang menyebabkan stres. Metode yang digunakan dalam jurnal ilmiah ini adalah dengan studi literatur. Agar dapat menjalankan peranannya sebagai orangtua bagi anaknya yang memiliki kondisi cerebral palsy, orangtua memerlukan dukungan sosial. Pekerja sosial dapat berperan dalam mengatasi hal ini yaitu dengan pemberian pelayanan kelompok melalui support group. Support group memiliki kekuatan penyembuhan karena orangtua yang memiliki anak dengan cerebral palsy akan mendapatkan dukungan yang sifatnya timbal balik.  AbstrackFamily, especially parents are the people closest to children, so parents have a very important role in the lives of children, especially children who have a condition of cerebral palsy. However, on the other hand, parents who have children with cerebral palsy have a greater chance of experiencing stressful conditions. The method used in this scientific journal is the study of literature. In order to be able to carry out its role as a parent for children who have cerebral palsy, parents need social support. Social workers can play a role in overcoming this, namely by providing group services through a support group. Support groups have therapeutic powers because parents who have children with cerebral palsy will get reciprocal support.
PEMENUHAN KEBUTUHAN AFEKSI PADA ANAK (PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN KEPERCAYAAN DIRI DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK - LKSA) Imya Sinsi Munthe; Santoso Tri Raharjo
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18276

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan afeksi pada anak dapat terpenuhi dan untuk melihat apa saja kegiatan yang diselengarakan oleh lembaga kesejahteraan sosial anak dalam meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anak. Sumber data penelitian ini adalah pihak yang terkait dalam lembaga kesejahteraan sosial anak. Aspek kebutuhan anak yang dipelajari adalah kebutuhan psikososial, dan sosial emosionalnya. Artikel ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pihak yang terkait di dalam lembaga kesejahteraan sosial anak. Dari hasil Artikel dapat diketahui bahwa pemenuhan kebutuhan afeksi pada anak sudah terpenuhi dengan baik sehingga anak-anak merasa senang dan nyaman tinggal di lembaga kesejahteraan sosial anak tersebut. Dengan terpenuhinya kebutuhan afeksi pada anak-anak di LKSA tersebut anak-anak mampu mengikuti setiap kegiatan yang mampu meningkatkan kemandirian serta kepercayaan diri mereka.
ANALISIS DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP ANAK REMAJA Putri Erika Ramadhani; Hetty Krisnani
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 1 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i1.23126

Abstract

Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan (suami-isteri), namun juga melibatkan anak khususnya yang memasuki usia remaja, perceraian merupakan beban tersendiri bagi anak sehingga berdampak pada psikis. Reaksi anak terhadap perceraian orangtuanya, sangat dipengaruhi oleh cara orang tua berperilaku sebelum, selama dan sesudah perceraian. Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan studi literatur. Studi literatur yaitu data sekunder yang dilakukan dengan diawali mencari kajian kepustakaan dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah,  artikel, ataupun hasil penelitian sejenis yang telah dipublikasikan mengenai dampak perceraian orang tua terhadap anak remaja. Hingga saat ini dampak perceraian orang tua memang dapat memberikan dampak buruk bagi anak, baik fisik maupun psikologis anak. Sehingga perceraian memang perlu dipertimbangkan matang-matang, dan orang tua harus bisa memberikan pengertian yang baik kepada anak sehingga dapat mengurangi dan mengatasi dampak buruk pada anak pada saat perceraian terjadi. Tetapi fungsi keluarga untuk memberikan pengertian dan perhatian pada anak/remaja ternyata tidak berfungsi dalam kaitannya dengan kasus perceraian. Untuk mengatasi perlakuan salah tersebut, maka dalam praktik pekerjaan sosial, seorang pekerja sosial harus berupaya mewujudkan ketercapaian akan kesejahteraan bagi anak. Pekerja sosial dapat melakukan proses pertolongan sesuai dengan tahapan pertolongan pekerjaan sosial, pekerja sosial memberikan layanan konseling, serta  pekerja sosial memberikan layanan konseling keluarga.  Divorce is not only an impact to the concerned, but also involves children, especially those entering adolescence, divorce is an individual burden to the child so that it affects the psychic. The child's reaction to the divorce of its parents, is heavily influenced by the way parents behave before, during and after divorce. The method in writing this article uses literature studies. The study of literature is secondary data conducted by beginning to seek literature study from various literatures such as books, scientific journals, articles, or similar research results that have been published regarding the impact of divorce of parents To teenage children. Until now, the impact of parents ' divorce can adversely affect children, both physical and psychological. So the divorce does need to be considered mature, and parents should be able to give a good understanding to the child so as to reduce and overcome the adverse effects on the child at the time of divorce occurs. But the family function to provide understanding and attention in children/adolescents is not functioning in relation to divorce cases. To overcome such mistreatment, in the practice of social work, a social worker must strive to realize the welfare of the children. Social workers can do the relief process in accordance with the social job relief phases, social workers provide counseling services, as well as social workers to provide family counseling services.
PERAN PETUGAS K3L UNPAD DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA Ade Sudrajat; Muhammad Fedryansyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18249

Abstract

Petugas Kebersihan, Keindahan, dan Kenyamanan Lingkungan atau biasa disebut petugas K3L ialah para pekerja yang bisa dibilang mempunyai jasa besar bagi lingkungan Universitas Padjadjaran. Mereka bekerja sejak pagi hari sampai matahari benar-benar berada di atas atau siang hari. Tanpa jasa mereka, lingkungan Unpad mungkin akan terlihat kotor, banyak sampah, serta tidak nyaman bagi berlangsungnya aktivitas akademik maupun non akademik di Universitas Padjadjaran. Selain peran tersebut ada lagi yang menjadi kewajiban mereka, kewajiban tersebut ialah dalam pemenuhan kebutuhan keluarga mereka, tidak dapat dipungkiri, memang kebanyakan dari mereka bekerja sebagai petugas K3L itu sendiri demi mendapatkan suatu upah tertentu dan dorongan faktor ekonomi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran petugas K3L didalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga. Populasi petugas K3L yang sudah di wawancara yaitu sebanyak 12 orang dari keseluruhuan jumlah petugas K3L yang ada berjumlah kurang lebih 350 orang. Metode sampel menggunakan metode sampel jenuh. Totall sampel yang dipergunakan sebanyak 12 orang. Serta Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Ditemukan fakta bahwa 60% petugas K3L yang sudah diwawancarai ialah kaum perempuan dan 40% nya kaum laki-laki. Petugas K3L dalam penelitian ini mayoritas berada pada usia produktif, yaitu 32-51 tahun. Sedangkan tingkat pendidikan responden sangat rendah, yaitu tamat SD dan tidak sekolah sebesar 70%, dan sisa nya ialah tamatan SMP sebesar 30%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini umur mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap sektor pendapatan keluarga petugas K3L, karena sebagian besar ada pada usia produktif. Sedangkan berdasarkan fakta diatas bahwa pendidikan sendiri tidak berpengaruh terhadap pendapatan keluarga petugas K3L, karena hampir sebagian besar petugas K3L masih berpendidikan rendah.
PERAN LOCAL LEADER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN JATINANGOR Aditya Ramadhan; Muhamad Fedryansyah; Lenny Meilany
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 1 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i1.23114

Abstract

Jatinangor merupakan salah satu kawasan yang rawan terjadinya bencana banjir . Wilayah ini merupakan kawasan pendidikan dan permukiman padat yang kini berkembang pesat, beda seperti dulu Jatinangor menjadi salah satu wilayah yang sepi penduduk dan masih banyak pesawahan yang terbentang luas. Ada lima desa di Jatinangor yang menjadi langganan terjadinya banjir setiap tahunnya. Banjir yang menerjang lima desa di wilayahnya tersebut memiliki ketinggian 40 s.d. 200 centimeter, dan pada akhir tahun 2017 telah mengakibatkan sebanyak 1.346 rumah terendam air, dengan rincian Desa Hegarmanah dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 14 rumah, Desa Cikeruh 221 rumah, Desa Sayang 731 rumah, Desa Mekargalih 317 rumah dan Desa Cipacing sebanyak 63 rumah. Upaya penanggulangan bencana selama ini telah dilakukan, baik oleh pemerintah daerah maupun dari masyarakat Jatinangor itu sendiri terutama pemimpin lokal yang disebut sebagai agen perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran pemimpin lokal dalam penanggulangan bencana banjir di Jatinangor. Adapun, metode penelitian yang digunakan adalah kualitif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan dari penelitian ini adalah pemimpin lokal yang aktif dan mengetahui penanggulangan bencana yang dilakukan dalam menghadapi banjir. Hasil dari penelitian menggambarkan bahwa peran yang dilakukan pemimpin local dalam penanggulangan bencana yang pertama adalah pengambilan keputusan yang menghasilkan pembentukan JERCY ( Jatinangor Emergency Response Community ), pelatihan dan pengerukan sungai Cikeruh. Kedua, menghubungkan kepada pemerintah maupun non pemerintah terkait bantuan bencana banjir. Ketiga, mengumpulkan sumbangan dana serta membiayai untuk penanggulangan bencana banjir . Keempat, mengevaluasi dan memantau proyek yang terkait dalam penanggulangan bencana. Temuan dilapangan menunjukan peran tersebut  berkaitan satu sama lain, dan peran yang paling sering dilakukan adalah menghubungkan dengan Pemerintah maupun non pemerintah.  Jatinangor is one of the areas prone to floods. This area is a densely populated education and settlement area that is now growing rapidly, unlike Jatinangor being one of the most populated areas and there are still many stretches of land. There are five villages in Jatinangor that are subscribed to floods every year. The floods that hit five villages in the region had a height of 40 dd. 200 centimeters, and at the end of 2017 has resulted in 1,346 houses submerged in water, with details of Hegarmanah Village with 14 houses affected, 221 houses of Cikeruh Village, 731 Villages of Sayang Village, 317 Villages of Mekargalih Village and 63 houses of Cipacing Village. Disaster management efforts have been carried out so far, both by the local government and the Jatinangor community itself, especially local leaders who are referred to as agents of change. This study aims to describe the role of local leaders in flood management in Jatinangor. Meanwhile, the research method used is qualitative with data collection techniques through interviews, observation and documentation studies. The informants from this study were local leaders who were active and were aware of disaster management in the face of flooding. The results of the study illustrate that the role of local leaders in disaster management is the first is decision making that results in the formation of JERCY ( Jatinangor Emergency Response Community ), training and the dredging of the Cikeruh river. Second, connecting to the government and non-government related to flood disaster assistance. Third, collecting funds and funding for flood management. Fourth, evaluate and monitor projects related to disaster management. The findings in the field show that the role is related to each other, and the most frequently performed role is to connect with the Government and non-government.
ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMATIAN AKIBAT COVID-19 TERHADAP KESEHATAN MENTAL MASYARAKAT DI INDONESIA Salma Matla Ilpaj; Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 1 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i1.28123

Abstract

COVID-19 merupakan virus yang berbahaya. Terdapat kurang lebih 200 negara dari berbagai belahan dunia yang telah terjangkit virus ini. Di Indonesia pada 10 April 2020 terdapat 3.512 kasus yang positif, sembuh 282 orang dan meninggal sebanyak 306 orang dengan tingkat kematian sebesar 9,1%. Tingginya tingkat kematian di Indonesia dipengaruhi oleh keberadaan penyakit penyerta yang dimiliki oleh pasien positif virus corona, usia rentan, dan fasilitas kesehatan yang kurang memadai. Besar nya tingkat kematian hari demi hari tidak hanya menimbulkan gejala dan penyakit fisik saja akan tetapi,  berpengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia yang didalamnya mencakup  kesehatan mental. Ditambah dengan kebijakan pemerintah seperti physical distancing dan PSBB untuk menanggulangi COVID-19 ini bagi sebagian orang menimbulkan dampak negative seperti cemas, tertekan, hingga stress. Tujuan dari artikel ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai akibat COVID-19 yang bukan hanya berpengaruh pada kesehatan fisik namun pada kesehatan mental masyarakat luas serta mengetahui bagaimana cara mengurangi dampak negative terhadap hal tersebut.

Page 3 of 18 | Total Record : 175