cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 182 Documents
PENGEMBANGAN DESA WISATA SRIWULAN DALAM MENDUKUNG AGENDA SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DESA Agustin, Annisa Eka; Ilyas, Ilyas
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 1 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i1.64147

Abstract

Pariwisata desa berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan, namun banyak desa belum mengoptimalkan peran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan Desa Wisata Sriwulan dalam mendukung pencapaian poin-poin SDGs Desa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas Direktur BUMDes, Sekretaris BUMDes, anggota Pokdarwis, dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Desa Wisata Sriwulan telah selaras dengan pedoman pembangunan desa wisata yang ditinjau dari instrumen monitoring dan evaluasi. Dengan adanya pembangunan desa wisata mendukung beberapa poin SDGs Desa. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada aspek ekonomi, studi ini menekankan integrasi antara pengembangan wisata dan capaian SDGs secara menyeluruh di tingkat desa. Village tourism plays an important role in sustainable development, but many villages have not optimized this role. This study aims to analyze the development of Sriwulan Tourism Village in supporting the achievement of Village SDGs points. The research method used is a qualitative method. Informants in this study were determined using a purposive sampling technique, consisting of the BUMDes Director, BUMDes Secretary, Pokdarwis members, and community leaders. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation techniques. The results of the study indicate that the development of Sriwulan Tourism Village has been in line with the guidelines for developing tourism villages as reviewed from the monitoring and evaluation instruments. The development of tourism villages supports several points of the Village SDGs. Unlike previous studies that only focused on economic aspects, this study emphasizes the integration between tourism development and SDGs achievements as a whole at the village level.
PERAN LEMBAGA NON-PEMERINTAH TERHADAP KASUS TUBERKULOSIS DI DKI JAKARTA Parhusip, Morina Caroline; Humaedi, Sahadi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 1 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i1.57966

Abstract

Permasalahan kasus Tuberkulosis di Jakarta memerlukan kolaborasi multisektor dalam penanganannya. Kolaborasi antara pemerintah dan Lembaga Non-Pemerintah (LNP) menjadi kunci untuk mencapai target eliminasi TBC 2030. Penelitian ini menganalisis peran aktif Lembaga non pemerintah dalam penanganan kasus Tuberkulosis di DKI Jakarta dengan menggunakan kerangka konseptual peran Raharjo. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa lembaga non pemerintah berperan signifikan dalam pendanaan, penyediaan layanan kesehatan berbasis komunitas, advokasi kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat. Fleksibilitas, kedekatan dengan komunitas, dan pendekatan partisipatif menjadi keunggulan lembaga non pemerintah dalam menjangkau kelompok marginal yang rentan terhadap Tuberkulosis. The tuberculosis problem in Jakarta requires a multi-sectoral collaboration in its handling. Collaboration between the government and Non-Governmental Organizations (NGOs) is key to achieving the 2030 TB elimination target. This study analyzes the active role of NGOs in handling tuberculosis cases in DKI Jakarta using Raharjo's conceptual framework of roles. Through a qualitative descriptive approach and literature review, this study found that NGOs play a significant role in funding, providing community-based health services, policy advocacy, and community empowerment. Flexibility, closeness to the community, and a participatory approach are the strengths of NGOs in reaching marginalized groups vulnerable to tuberculosis.   
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM LAYANAN SOSIAL DI INDONESIA: TINJAUAN SISTEMATIS Salsabila, Deanindita; Jatnika, Dyana Chusnulitta; Firsanty, Farah Putri
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 1 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i1.63672

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital dalam program sosial di Indonesia menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pelayanan publik, khususnya bagi kelompok rentan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan teknologi digital dalam manajemen program sosial, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi implementasi berbasis konteks lokal. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review terhadap 12 artikel terpilih yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2024, penelitian ini menemukan bahwa integrasi teknologi seperti big data, blockchain, dan aplikasi digital mampu meningkatkan transparansi, ketepatan sasaran, serta kepuasan masyarakat penerima layanan. Namun, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, dan tingkat literasi digital masyarakat. Studi ini juga menekankan pentingnya strategi pelatihan partisipatif, pendampingan berkelanjutan, serta sosialisasi yang berorientasi pada kebutuhan lokal sebagai faktor kunci keberhasilan adopsi teknologi. Hasil kajian ini merekomendasikan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, seperti kemitraan antara pemerintah, komunitas lokal, dan penyedia teknologi, serta penguatan mekanisme umpan balik masyarakat secara digital, agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata dan inklusif di berbagai wilayah Indonesia. The utilization of digital technology in social programs in Indonesia demonstrates significant potential to enhance the effectiveness, efficiency, and accountability of public services, particularly for vulnerable groups. This article aims to examine the effectiveness of digital technology implementation in social program management, identify prevailing challenges, and formulate context-based implementation strategies. Employing a Systematic Literature Review approach on 13 selected articles published between 2019 and 2024, the study finds that the integration of technologies such as big data, blockchain, and digital applications improves transparency, targeting accuracy, and beneficiary satisfaction. However, the success of digital transformation largely depends on infrastructure readiness, human resource capacity, and the level of digital literacy among communities. The study also highlights the importance of participatory training strategies, continuous mentoring, and locally-oriented socialization efforts as key success factors in technology adoption. This review recommends collaborative and sustainable approaches in designing digitalization initiatives to ensure inclusive and equitable benefits across various regions in Indonesia.
KAMPUNG DIRECT USE: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LANGSUNG PANAS BUMI DI PATUHA Nadhilah, Annisa; Safitri, Fani Wahyu; Juliana, Silmy Nurvianty; Madyani, Dyta; Rahmawati, Maria; Yudawinata, Genny Munteni
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 1 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i1.65313

Abstract

Potensi panas bumi di Indonesia sangat strategis dalam mendukung kebutuhan energi nasional serta mendorong transisi menuju energi baru dan terbarukan. Selain sebagai sumber energi listrik, panas bumi juga memiliki manfaat besar melalui pemanfaatan langsung. Namun, pemanfaatan langsung panas bumi di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan pembangkit listrik. Studi ini menganalisis proyek percontohan pemanfaatan langsung panas bumi yang diinisiasi oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Patuha sejak tahun 2024. Proyek yang diinisiasikan sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat sekitar operasional perusahaan dengan mengintegrasikan konsep desa wisata dan inovasi pembangunan fasilitas seperti kabin penghangat, kolam berendam air panas, kolam ikan, green house, alat pengering daun teh, dan alat pengering makanan menggunakan teknologi panas bumi.  Penulisan artikel ini bertujuan untuk menunjukkan upaya pemanfaatan langsung panas bumi di Patuha dengan penelaahan yang bertujuan untuk memahami skema pengembangan serta menganalisisnya melalui kerangka tujuan pengembangan masyarakat menurut Weil & Gamble (1995). Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui penelaahan dan eksplorasi terhadap sejumlah jurnal, buku, dokumen, serta berbagai sumber informasi lain yang dianggap relevan dengan topik kajian. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa inisiasi pemanfaatan langsung panas bumi berpotensi menjadi strategi efektif dalam menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan. Indonesia's geothermal potential is strategic in supporting national energy needs and promoting the transition to new and renewable energy. In addition to being a source of electricity, geothermal energy also offers significant benefits through direct utilization. However, direct utilization of geothermal energy in Indonesia remains lagging behind electricity generation. This study analyzes the pilot project for the direct use of geothermal initiated by PT Geo Dipa Energi (Persero) Patuha Unit since 2024. The project was initiated as one of the efforts to develop the community around the company's operations by integrating the concept of a tourist village and innovation in the construction of facilities such as warming cabins, hot tubs, fish ponds, green houses, tea leaf dryers, and food dryers using geothermal technology.  The purpose of this article is to show the efforts to directly utilize geothermal in Patuha with a study that aims to understand the development scheme and analyze it through the framework of community development goals according to Weil & Gamble (1995). This study uses a qualitative approach with a literature study method. Data collection is carried out through the study and exploration of a number of journals, books, documents, and various other sources of information that are considered relevant to the study topic. The results of this study conclude that the initiation of direct use of geothermal has the potential to be an effective strategy in creating sustainable economic, social, and environmental impacts.
PERAN KEMITRAAN DALAM PROGRAM CSR SEMAMBU SEGAR PT PERTAMINA PATRA NIAGA IT PALEMBANG UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Hanum, Fauziah; Yulianto, Budi; Islami, Muhammad Febrian
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 1 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i1.65359

Abstract

Program Corporate Social Responsibility (CSR) Semambu Segar PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Palembang memainkan peran penting dalam pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bantuk kemitraan, faktor-faktor yang memengaruhi kemitraan, efektivitas program CSR, serta kontribusi kemitraan terhadap CSR dalam proses pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di wilayah implementasi program CSR Semambu Segar Pertamina Patra Niaga IT Palembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dan perusahaan swasta untuk pemberdayaan masyarakat. Kemitraan multi-sektor menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program pemberdayan masyarakat melalui CSR Semambu Segar Pertamina Patra Niaga IT Palembang. Kolaborasi yang erat antara multi-stakeholders harus terus dijaga bahkan diperluas cakupannya guna memperkuat dampak pemberdayaan masyarakat dari program CSR tersebut. The Semambu Segar Corporate Social Responsibility (CSR) program of PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Palembang plays an essential role in community empowerment. This study aims to examine the forms of partnership, the factors influencing such partnerships, the effectiveness of the CSR program, and the contribution of partnerships to CSR in the community empowerment process. The research was conducted in the implementation area of the Semambu Segar CSR program of Pertamina Patra Niaga IT Palembang. A qualitative research approach was employed, utilizing literature review as the primary data collection method. The results indicate that PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang engages multiple stakeholders, including local governments and private enterprises, in supporting community empowerment. Multi-sector partnerships are identified as a key determinant of the program’s effectiveness and sustainability. Sustained and expanded collaboration among stakeholders is therefore crucial to strengthening the community empowerment outcomes of the CSR program.
STUDI LITERATUR : MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT Febriani, Angel; Hidayat, Eva Nuriyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.68802

Abstract

Sampah yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan berbagai permasalahan bagi kehidupan manusia. Bank sampah hadir sebagai salah satu upaya dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan, di mana masyarakat memegang peran utama. Adapun dalam upaya kolektif ini, modal sosial dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan masyarakat dalam upaya pengelolaan bank sampah. Meskipun aspek modal sosial telah banyak dikaji dalam pengelolaan bank sampah, kajian tersebut umumnya bersifat parsial dan berupa studi kasus. Artikel ini bertujuan mengkaji modal sosial dalam pengelolaan bank sampah dengan menitikberatkan pada unsur kepercayaan, norma, dan jaringan sosial sebagaimana dikemukakan oleh Putnam. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai hasil penelitian terkait modal sosial dalam pengelolaan bank sampah di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepercayaan menjadi pendorong utama kerja sama, khususnya dalam aktivitas yang melibatkan nilai ekonomi. Norma sosial, baik formal maupun informal, berfungsi sebagai pedoman perilaku yang menjaga integritas, kedisiplinan, dan keberlanjutan pengelolaan bank sampah. Sementara itu, jaringan sosial memperluas partisipasi, memfasilitasi pertukaran informasi, serta membuka akses terhadap sumber daya dan dukungan kelembagaan. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar penngelolaan bank sampah tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada strategi penguatan modal sosial.  Poorly managed waste poses significant challenges to human well-being. Waste banks represent a community-based approach to sustainable waste management in which social capital plays an important role. Although social capital has been widely discussed in previous studies, existing research remains fragmented and largely case-specific. This article aims to examine the role of social capital in waste bank management by focusing on trust, norms, and social networks as proposed by Putnam. Using a literature review of studies conducted in Indonesia, the findings show that trust is the primary driver of cooperation, particularly in economically oriented activities, while social norms and social networks support behavioral consistency, participation, and access to institutional resources. It is therefore recommended that waste bank management strategies strengthen social capital alongside technical interventions. 
ANALISIS STRATEGI COMMUNITY DEVELOPMENT PADA PROGRAM CSR RUMAH KREATIF TAMIANG OLEH PT. PERTAMINA EP RANTAU FIELD Humaedi, Sahadi; Raharjo, Santoso Tri; Ardiansyah, Raka Putra
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.69852

Abstract

Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu kabupaten dengan populasi penyandang disabilitas terbesar di Provinsi Aceh, dengan sekitar 616 orang diantaranya tergolong dalam kategori miskin dan masih terdapat potensi sumberdaya manusia yang belum diberdayakan secara optimal. Penelitian ini mengkaji strategi pemberdayaan komunitas dalam program Corporate Social Responsibility (CSR)Rumah Kreatif Tamiang oleh PT. Pertamina EP Rantau Field yang memanfaatkan penyandang disabilitas dalam pengelolaan limbah dari 60 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Galeri Ajang Ambe. Melalui studi literatur dari berbagai sumber yangrelevan dengan topik terkait. Ditemukan bahwa Rumah Kreatif Tamiang membantu dalam pengembangan potensi masyarakat difabel di Aceh dengan menginisiasikan program yang meliputi pendidikan serta pelatihan secara inklusif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah Kreatif Tamiang berhasil dalam meningkatkan kemandirian serta kesetaraan yangberdampak pada meningkatnya perekonomian bagi penyandang difabel dalam kategori miskin di Kabupaten Aceh Tamiang.  Aceh Tamiang Regency is one of the districts with the largest population of people with disabilities in Aceh Province, with around 616 people belonging to the poor category and there is still potential human resources that have not been utilized optimally. This research examines community empowerment strategies in the Tamiang Creative House Corporate Social Responsibility (CSR) program by PT. Pertamina EP Rantau Field which utilizes people with disabilities in waste management from 60 Micro, Small, and Medium Enterprises in the Ambe Ajang Gallery. Through literature studies from various sources relevant to related topics. It was found that Tamiang Creative House helped in developing the potential of the disabled community in Aceh by initiating programs that included inclusive education and training. The results of this research show that the Tamiang Creative House Corporate Social Responsibility (CSR) program has succeeded in increasing independence and equality, which has improved the economy for people with disabilities in the poor category in Aceh Tamiang Regency. Aceh Tamiang Regency is one of the districts with the largest population of people with disabilities in Aceh Province, with around 616 people belonging to the poor category and there is still potential human resources that have not been utilized optimally. This research examines community empowerment strategies in the Tamiang Creative House Corporate Social Responsibility (CSR) program by PT. Pertamina EP Rantau Field which utilizes people with disabilities in waste management from 60 Micro, Small, and Medium Enterprises in the Ambe Ajang Gallery. Through literature studies from various sources relevant to related topics. It was found that Tamiang Creative House helped in developing the potential of the disabled community in Aceh by initiating programs that included inclusive education and training. The results of this research show that the Tamiang Creative House Corporate Social Responsibility (CSR) program has succeeded in increasing independence and equality, which has improved the economy for people with disabilities in the poor category in Aceh Tamiang Regency.
ADVOKASI SOSIAL HAK KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS OLEH LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT Januaristy, Ane Khalishah Shessary; Rachim, Hadiyanto Abdul; Gutama, Arie Surya
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.68746

Abstract

Pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan struktural, sosial, dan kultural yang berdampak pada keterbatasan akses terhadap informasi, layanan kesehatan, serta perlindungan hak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga dengan ketimpangan sosial, diskriminasi, dan lemahnya sistem pelayanan yang inklusif. Dalam situasi ini, peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi penting sebagai aktor advokasi sosial yang menjembatani pengalaman kelompok rentan dengan upaya perubahan kebijakan dan praktik sosial. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data sekunder dari buku akademik, artikel jurnal ilmiah, laporan organisasi, dan dokumen kebijakan yang relevan. Analisis difokuskan pada advokasi sosial hak kesehatan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas serta peran LSM untuk memperjuangkan pemenuhan hak secara partisipatif dan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa advokasi sosial oleh LSM berperan meningkatkan kesadaran hak, memperluas partisipasi perempuan penyandang disabilitas, serta mendorong perubahan struktural menuju layanan dan kebijakan yang lebih inklusif. Advokasi kesehatan reproduksi berbasis hak menjadi strategi penting untuk memastikan terpenuhinya prinsip kesetaraan dan keadilan sosial bagi perempuan penyandang disabilitas. The fulfillment of reproductive health rights for women with disabilities continues to face structural, social, and cultural barriers that limit access to information, health services, and legal protection. These conditions indicate that reproductive health issues extend beyond medical concerns and are closely linked to social inequality, discrimination, and the lack of inclusive service systems. In this context, Non-Governmental Organizations (NGOs) play a crucial role as social advocacy actors that connect the lived experiences of vulnerable groups with broader efforts toward policy and social change. This study employs a literature review method by analyzing secondary data from academic books, peer-reviewed journals, organizational reports, and relevant policy documents. The analysis focuses on social advocacy for reproductive health rights of women with disabilities and the role of NGOs in promoting rights fulfillment through participatory and sustainable approaches. The findings highlight that NGO-led social advocacy contributes to strengthening rights awareness, expanding participation of women with disabilities, and promoting structural changes toward more inclusive health services and policies. Rights-based reproductive health advocacy emerges as an essential strategy to ensure equality and social justice for women with disabilities.
KONTRIBUSI REMITAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA DI DESA LIMA LARAS Azlina, Nur; Mujahiddin, Mujahiddin
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.68760

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk konstribusi yang dihasilkan dari remitan pekerja migran Indonesia dalam pemenuhan kehidupan sosial-ekonomi keluarga di Desa Lima Laras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan jumlah informan sebanyak delapan orang yang diambil secara purposive. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi serta dianalisis dengan teknik analisis data interaktif yang diajukan oleh Model Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan, pendidikan, kepemilikan harta-benda keluarga pekerja migran Indonesia mengalami peningkatan akibat adanya remitan. Namun untuk remitan sosial berupa keterampilan yang didapatkan PMI, tidak berkontribusi terhadap mata pencaharian PMI ketika sudah pulang ke daerah asal. Hal ini disebabkan karena keterampilan dan keahlian yang PMI dapatkan harus dilakukan di tempat khusus, tidak tersedianya alat untuk mengaplikasikan keterampilan, dan tidak tersedianya tempat kerja sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. The purpose of this study was to determine the contribution generated by remittances from Indonesian migrant workers to fulfill the socio-economic needs of families in Lima Laras Village. This study used a qualitative approach with descriptive methods, with eight informants selected purposively. Data in this study were collected through interviews, observation, and documentation and analyzed using interactive data analysis techniques proposed by the Miles Huberman Model. The results showed that the income, education, and property ownership of Indonesian migrant workers' families increased due to remittances. However, social remittances in the form of skills acquired by migrant workers did not contribute to their livelihoods upon their return to their hometowns. This was due to the skills and expertise acquired by migrant workers having to be practiced in a special place, the lack of tools to apply the skills, and the lack of workplaces appropriate to their skills.
IMPLEMENTASI PROGRAM CSR PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL: STUDI KASUS DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT LOKAL Humaedi, Sahadi; Gutama, Arie Surya; Ardiansyah, Raka Putra
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.69835

Abstract

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan multinasional, yang tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial tetapi juga untuk memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Artikel ini membahas implementasi program CSR di berbagai sektor termasuk pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Studi kasus menggambarkan inisiatif yang berhasil dilakukan oleh perusahaan multinasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan keberlanjutan lingkungan. Temuan utama menyoroti efektivitas inisiatif CSR dalam meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, peluang ekonomi, dan pelestarian ekologi. Tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kesenjangan akses, dan penolakan masyarakat memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, LSM, dan keterlibatan masyarakat untuk memastikan hasil yang berkelanjutan. Corporate Social Responsibility (CSR) has become integral to the business strategies of multinational companies, aiming not only for financial profitability but also for long-term positive impacts on society and the environment. This article explores the implementation of CSR programs across various sectors including education, healthcare, economic empowerment, and environmental conservation. Case studies illustrate successful initiatives undertaken by multinational corporations to enhance local community welfare and environmental sustainability. Key findings highlight the effectiveness of CSR initiatives in improving education access, healthcare services, economic opportunities, and ecological preservation. Challenges such as resource constraints, access disparities, and community resistance necessitate collaborative approaches involving local governments, NGOs, and community engagement to ensure sustainable outcomes.