cover
Contact Name
Ali Akbar
Contact Email
aliakbar.kaligrafi@gmail.com
Phone
+622187798807
Journal Mail Official
jurnalsuhuf@gmail.com
Editorial Address
https://jurnalsuhuf.kemenag.go.id/suhuf/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
SUHUF: Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya
ISSN : 19796544     EISSN : 25486942     DOI : https://doi.org/10.22548/shf.v12i2.481
FOCUS: SUHUF aims to increase understanding of the Quran through the publication of academic articles and research results. SCOPE: SUHUF publishes studies on the mushaf, translation, interpretation, rasm, qiraah, and other Quranic sciences, and pays special attention to the study of the Quran in the context of Indonesia and Southeast Asia.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2016)" : 9 Documents clear
Eksistensi Qiraat Al-Qur’an (Studi Kritis Atas Pemikiran Ignaz Goldziher) Rozi, Mohamad Fathur
SUHUF Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i1.5

Abstract

Tulisan ini khusus membicarakan tentang pemikiran Ignaz Goldziher tentang qirā’āt. Dalam pandangan Goldziher qirā’āt yang berkambang pada masa sekarang adalah karya manusia pada masa lalu yang disebabkan tidak adanya tanda resmi pada al-Quran pada masa awal. Sehingga rekayasa terstruktural tentang qirā’āt tersebut berimplikasi atas adanya ragam qirā’āt al-Quran. Hal demikian dalam pandangan Goldziher disinyalir sebagai bentuk inkonsistensi bentuk qirā’āt. Sehingga qirā’āt al-Quran tidak lagi shahih seperti yang diyakini oleh mayoritas muslim. Sinyalir ketidak shahihan qirā’āt al-Quran tersebut karena tercampurna qirā’āt yang beragama. Hasil penelitian Goldziher tersebut mendapatkan kritik dari beberapa paka qirā’āt, karena dianggap terlalu berlebihan. Selain itu, Goldziher dianggap kurang memahami ilmu qirā’āt.Dalam menjawab keraguan Goldziher penulis menggunakan teori Linguistik, yaitu menganalisis setiap kalimat dari ragam qirā’āt. Analisis tersebut terfokus pada bentuk kalimat dan makna yang terkadung dalam kalimat yang mempunyai ragam qirā’āt. Dalam ilmu linguistis setiap kalimat mempunyai bentuk yang beragam tetapi tidak menghindari kalimat tersebut mempunyai makna yang sama, tetapi bisa juga mempunyai subtansi sama.Menganalisis dengan teori tersebut akan mendapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, lafadz yang beragama dalam qirā’āt al-Quran tidak berarti mempunyai makna yang berbeda, tetapi tetap pada satu makna hanya lafadnya berbeda. Kedua, adanya perbedaan lafadz dan makna dalam qirā’āt tidak menggugurkan subtasi makna al-Quran, tetapi satu masing-masing saling menguatkan.Key Word: Eksistensi, Qirā’āt, Kritis, Ignaz Goldziher.
Tafsir Sufi Lata’if al-Isyarat Amin, Habibi Al
SUHUF Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i1.84

Abstract

Tafsir Lata>’if al-Isya>ra>t merupakan tafsir sufi yang interpretasinya menunjukkan pengalaman kejiwaan mufasir dengan media bahasa sastra. Bagaimana tasawuf dan psikologi bertemu dalam menafsirkan Al-Qur’an, merupakan pertanyaan yang akan membimbing kita kepada pemahaman tafsir psikologi dalam tasawuf. Secara garis besar tasawuf dan psikologi mempunyai kesamaan di titik objek kajian yaitu jiwa. Penulis berusaha mencari titik temu antara tasawuf dan psikologi dalam membaca tafsir sufi. Indikasi penafsiran yang mewakili kejiwaan mufassir memberikan bendera pengakuan bahwa karya seorang mufasir mengaktualkan keadaan jiwanya dalam sebuah penafsiran. Klaim penulis dalam tulisan ini terletak pada persinggungan antara interpretasi tafsir sufi dengan psikologi. Interpretasi tafsir sufi selain dipengaruhi oleh tipologi paham sufi juga dipengaruhi oleh faktor ekspresi jiwa sebagai sumber interpretasi, yaitu ekspresi pengalaman jiwa sufi. Indikasi yang membuktikan adanya persinggungan itu adalah “penafsiran rasawi” yang diaktualkan melalui bahasa syair dan prosa.
Menemukan Toleransi dalam Tafsir fi Dzilal al-Qur'ān Ritajuddiroyah, Alifah
SUHUF Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i1.112

Abstract

Pemikiran Sayyid Qutb dianggap berpengaruh dalam dunia Islam. Dia menggugah kesadaran kaum muslimin terhadap ketertindasannya atas barat serta penolakannya terhadap modernisasi, sekularisasi dan westernisasi yang dianggapnya sebagai jahiliyyah modern. Padahal, Toleransi merupakan bagian dari visi teologi atau akidah Islam. Kerangka sistem teologi Islam sejatinya harus dikaji secara mendalam dan diaplikasikan dalam kehidupan beragama. Penelitian ini akan mengkaji penafsiran Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi> Z}ila>l al-Qur’a>n. Artikel ini difokuskan pada ayat tentang semua agama mendapatkan kebaikan (QS. al-Baqarah ayat 62) dan etika berperang (QS. al-Baqarah ayat 190-191). Konsep toleransi yang ditawarkan Sayyid Qutb memiliki batasan-batasan yang ketat. Qutb memandang toleransi sebagai karakter agama Islam, berdasarkan atas ayat-ayat al-Qur’an yang menerangkan hubungan antara umat Islam dengan penganut agama lain.Kata kunci: Toleransi, Sayyid Qutb, Fi Zilal al-Qur’an, Agama, Perang,
HOMOSEKSUAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Mustaqim, Abdul
SUHUF Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i1.115

Abstract

One of current and controversial issues in Indonesia is the emergence of LGBT community. They do not only demand that their rights should be respected, but also struggle their marriage between same gender to be legelized by the constitution of marriege. This article aims to explain the ontological view of the Qur’an about sexuality. How does the Qur’an view the issues of sexuality? How to understand contextually the narration of qawm Luth (literraly meaning: ethnic group of Prophet Luth), what are the philosophical values beyond the narration, and how should to behave the community of LGBT properly and humanly? Using contextual-maqâshidî approach the writer aims to elaborate the qur’anic verses relating to the issues of sexuality and the narration of Qawm Luth.
TAFSIR AL-QURAN BAHASA JAWA Peneguhan Identitas, Ideologi, dan Politik Perlawanan Gusmian, Islah
SUHUF Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i1.116

Abstract

Artikel ini membahas tentang pergulatan tafsir Al-Qur’an bahasa Jawa dalam ruang sosial, budaya, dan politik pada era akhir abad 19 dan awal abad 20 M. Perspektif analisinya menggunakan teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim yang memahami pengetahuan manusia tidak bisa lepas dari subjektivitas individu yang mengetahuinya dan teori habitus Pierre Bourdieu yang menjelaskan serangkaian kecenderungan yang mendorong pelaku sosial untuk beraksi dan bereaksi dengan cara-cara tertentu. Jawa dalam kajian ini diletakkan dalam konteks geososial-budaya yang melahirkan beragam tradisi dan budaya yang khas dan unik. Dari segi ruang sosial budaya, tafsir Al-Qur’an bahasa Jawa, lahir dari tiga geososial-budaya utama: pesantren dengan tradisi pesisir, kraton dengan tradisi kauman, dan masyarakat umum dengan tradisi urban dan putihan. Dari geososial pesisir melahirkan tafsir dengan tradisi pegon dan makna gandul, dari geososial kraton melahirkan tafsir model macapat dengan aksara cacarakan, dan masyarakat umum melahirkan karya tafsir yang mengadopsi aksara Latin sebagai media penulisan. Di balik penulisan tafsir tersebut sejumlah aspek menjadi penggeraknya, yaitu: pengajaran agama Islam, semangat pemurnian Islam, peneguhan Islam tradisional, kepentingan dakwah, dan politik perlawanan terhadap kolonial Belanda. Key Word: Tafsir Al-Qur’an, Jawa, Pegon, Cacarakan
Aplikasi Tafsir Al-Qur'an bi Al-Qur'an dalam Karya Tafsir Mudin, Miski
SUHUF Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i1.117

Abstract

Tulisan ini mencoba melakukan eksplorasi sekaligus menganalisa secara kritis model aplikasi tafsir al-Qur’an bi al-Qur’an yang terdapat dalam Tafsir al-Jalalain karya Jalal al-Din al-Mahalli (w. 1459) dan Jalal al-Din al-Suyuti (w. 1505). Sejauh penelusuran penulis, terdapat dua model aplikasi tafsir al-Qur’an bi al-Qur’an yang terdapat dalam Tafsir al-Jalalain: model penyebutan penjelasan antar-ayat secara langsung dan model penyebutan penjelasan antar ayat secara tidak langsung (hanya mengisyaratkan). Dalam mengaplikasikan model terma tersebut, al-Mahalli atau pun al-Suyuti merujuk pada beberapa hal: al-Qur’an, hadis dan pendapat sahabat, juga pendapat para ulama pasca generasi sahabat. Termasuk pula berdasarkan pada ijtihad pribadi. Berdasarkan analisa kritis yang diterapkan, terutama pada bagian yang terakhir ini, didapatkan kesimpulan bahwa dalam terma tafsir al-Qur’an bi al-Qur’an masih memiliki ruang untuk dianalisa lebih jauh atau bahkan ditolak. Katakunci: Jalal al-Din al-Mahalli (w. 1459), Jalal al-Din al-Suyuti (w. 1505), Tafsir al-Jalalain, Tafsir al-Qur’an bi al-Qur’an
Hermeneutika Tafsîr Maudhû’î Nawawi, Abdul Muid
SUHUF Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i1.119

Abstract

Upaya-upaya penafsiran al-Quran tentu saja selalu dilakukan dalam rangka menggapai hasil penafsiran yang paling mirip dengan yang diinginkan oleh Yang Menurunkan al-Quran sekaligus sesuai dengan perkembangan dinamika kemampuan manusia dalam menafsirkan al-Quran itu sendiri. Untuk sampai ke sana, penafsir kadang terjebak dalam subjektivitasnya hingga terlalu dalam mengintervensi makna al-Quran menurut keinginannya. Di sisi lain, penafsir kadang pula terlalu objektif hingga tafsir yang dihasilkan terasa tidak mengalami perkembangan berarti dari masa ke masa. Tampaknya problem ini bisa diselesaikan oleh tafsîr maudhû’î. Langkah paling mendasar dari tafsîr maudhû’î yang membedakannya dengan cara penafsiran yang lain adalah penentuan tema dan pengumpulan semua ayat yang memiliki tema yang sama meski dengan konteks berbeda. Langkah seperti ini memberikan ruang yang lebih besar kepada penafsir tanpa harus meninggalkan teks-teks suci. Tulisan ini akan melihat asumsi-asumsi tafsîr maudhû’î secara sederhana lalu membandingkannya dengan asumsi-asumsi yang ada dalam hermeneutika secara umum. Hal ini dilakukan untuk memahami posisi tafsîr maudhû’î di tengah cara-cara penafsiran yang lain.Kata kunci: hermeneutika, tafsîr maudhû’î, subjektivitas, objektivitas
Menelisik Minat Masyarakat dalam Memilih Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia di Pulau Jawa Madzkur, Zaenal Arifin
SUHUF Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i1.121

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tentang kecenderungan minat masyarakat dalam memilih mushaf Al-Qur’an Standar di Indonesia di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih Mushaf Al-Qur’an dan jenis tulisan Al-Qur’an yang diminati. Variabel yang menjadi alat ukur dalam penelitian ini terdiri atas; kualitas tulisan, kualitas produk, penerbit (merk), kemasan/fitur, harga, ketersediaan, acuan, konten, dan promosi serta mencari model jenis tulisan yang paling diminati oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel yang sebanyak 753 dari 6 Provinsi di Pulau Jawa. Lokasi penyebaran angket ini berbasis pada IPM (indeks pembangunan manusia) yang telah ditetapkan BPS (Badan Pusat Statistik). Sampel akan diambil dari wilayah yang  memiliki IPM tinggi, sedang dan rendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih Mushaf Al-Qur’an secara berurutan dari rangking tertinggi sampai terendah adalah; kemasan/fitur, kualitas produk, penerbit, kualitas tulisan, ketersediaan, konten, harga, acuan dan promosi. (2) Adapun jenis tulisan Mushaf Al-Qur’an yang paling diminati masyarakat adalah mushaf B (mushaf Standar model penyesuaian). Keyword: Kecenderungan, Mushaf Al-Qur’an Standar dan Masyarakat
Tafsir Kontekstual Terhadap Ayat Tentang Larangan Menjadikan Non-Muslim Sebagai Pemimpin: Studi Terhadap Surat Al-Maidah Ayat 51 Matswah, Akrimi -
SUHUF Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i1.122

Abstract

The discussion over the non-Muslim leadership in Indonesia is often referred which textually indicate prohibition of choosing or appointing non-Muslim as  leader in the contitutional state. Among the verses is Q.S. al-Maidah: 51. The majority of commentators understood this verse as a form of a prohibition on non-Muslim leadership. Therefore It became a guide in choosing a leader, where religion becomes the primary assessment, not the capacity and capabilities, as well as commitment and responsibility. Therefore It is important to build the societies paradigm related to the non-Muslim relationships in the government. Such efforts can be done by reviewing the paragraph regarding the prohibition to make non-Muslim as a leader, as in the Q.S al-Maidah 51 by applying a contextual interpretation method initiated by Abdullah Saeed. It is an attempt to explore the context of the verse and discover new meanings that are relevant to the current context.Keyword: Contextual approach, muslim-christian relationship

Page 1 of 1 | Total Record : 9