cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 262 Documents
PERBEDAAN INDEKS DEBRIS ANTARA MENGUNYAH MENTIMUN DENGAN TOMAT PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN GIGI BUKITTINGGI Ika Ifitri
Menara Medika Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Maret 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i2.2529

Abstract

Debris merupakan deposit lunak yang terdapat dipermukaan gigi berasal dari makanan. Salah satu cara untuk membersihkan debris yaitu dengan mengunyah makanan yang mengandung serat dan air seperti mentimun dan tomat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan indeks debris antara mengunyah mentimun dengan tomat pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi Bukittinggi. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen quasy. Sampel terdiri atas 2 kelompok yaitu 30 orang kelompok mengunyah mentimun dan 30 orang mengunyah tomat. Cara pengambilan sampel adalah secara random sampling. Analisis statistik uji Paired t test pada α=0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah mengunyah mentimun dan tomat, p < α (0,00 < 0,05), tetapi penurunan indeks debris mengunyah tomat sedikit lebih kecil dari pada mentimun (0,09 < 1,01).Kesimpulan penelitian adalah tidak adanya perbedaan indeks debris yang bermakna antara yang mengunyah tomat dengan mentimun. Disarankan kepada masyarakat supaya memanfaatkan sayuran yang berserat dan mengandung air untuk mencegah penyakit gigi dan mulut sebagai bagian dari upaya preventif.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN GANGGUAN HAID Mega Ade Nugrahmi
Menara Medika Vol 2, No 2 (2020): Vol 2 No 2 Maret 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i2.2183

Abstract

Kejadian status gizi kurang pada remaja putri sering luput dan terabaikan, padahal kualitas sumber daya manusia sebagai indicator keberhasilan pembangunan nasional terletak ditangan remaja. Salah satu cara untuk menentukan keadaan gizi seseorang adalah dengan menentukan Indeks Masa Tubuh ( IMT ), yaitu dengan membandingkan berat badan dan tinggi badan. Tujuan Penelitian ini Diketahuinya hubungan Indeks Masa Tubuh dengan gangguan haid pada mahasiswi D-III Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi. Desain penelitian menggunakan metode analitik dengan design cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi tingkat II Prodi D-III Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi yang berjumlah 83 orang. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode wawancara .Instrumen menggunakan kuisioner. Data dianalisis dengan menggunakan dilakukan melalui uji statistik Chi–Square. Uji statistik bermakna bila diperoleh nilai P  0,05 pada CI 95%. Hasil didapatkan bahwa responden yang terganggu pada saat haid lebih banyak pada responden dengan IMT yang kurang yaitu 78,6% dibandingkan dengan IMT yang normal ( 15,15 % ) dan lebih ( 1,2% ). Sedangkan responden yang tidak terganggu pada saat haid lebih banyak pada responden dengan IMT yang normal yaitu 84,84 % dibandingkan dengan IMT yang kurang ( 21,4% ) dan lebih (2,4% ). Terdapat hubungan signifikan antara indeks massa tubuh dengan gangguan haid pada mahasiswi tingkat II Prodi D-III Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi.
PENGARUH PEMBERIAN KOLANG KALING TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI REMATIK PADA LANSIA Yola Yolanda; Febriyanti Febriyanti
Menara Medika Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Maret 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i2.2426

Abstract

Di Kota Padang penyakit rematik yang terjadi pada lansia tahun 2014 jumlah kasus sebanyak 2351 kasus. Diperkirakan angka ini terus meningkat hingga tahun 2025 dengan indikasi lebih dari 25% akan mengalami kelumpuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Kolang Kaling Terhadap Penurunan Skala Nyeri Rematik Pada Lansia di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperiment dengan menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest yang dilaksanakan pada tanggal 15-21 Juli 2019 populasi seluruh lansia yang menderita rematik di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin berjumlah 58 orang lansia, dengan jumlah sampel adalah 10 orang lansia. Pengambilan sampel dilakukan purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah NRS (Numerical Rating Scale). Analisa Data penelitian ini adalah uji paired sample t-test. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata skor nyeri sebelum pemberian kolang kaling pada lansia didapatkan mean 5 dengan standar deviasi 1,25 dan sesudah pemberian kolang kaling pada lansia didapatkan mean 3,2 dengan standar deviasi 0,92. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=value 0,000 (p
EFEKTIVITAS MEDIA VIDIO TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK SEKOLAH: A LITERATURE REVIEW Ayi Utari Listiadesti; Salman M. Noer; Yesi Maifita
Menara Medika Vol 3, No 1 (2020): Vol 3 No 1 September 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i1.2198

Abstract

Pendahuluan: Pendidikan kesehatan tentang cuci tangan menggunakan sabun melalui media video pada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mereka sehingga masyarakat dapat menerapkan perilaku cuci tangan menggunakan sabun. Literatur review ini bertujuan untuk membahas tentang efektivitas media vidio terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun pada masyarakat anak usia sekolah. Metode Penelitian: ini adalah literatur review. ini diperoleh dari 3 data base yaitu e-resources perpustakaan nasional, Google Scholar, dan Artikel dari Media Massa dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: “Media Video, Cuci Tangan, Penyuluhan”. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan melalui media vidio yang mudah dipahami dan menarik untuk dilihat, yaitu media vidio. banyak siwa yang merasa bosan dengan pembelajaran yang berkaitan dengan tulisan atau pun bacaan maka dari itu peneliti berminat untuk memberikan media vidio pembelajaran sangat menumbuhkan minat, motivasi, dan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran mengenai cara cuci tangan pakai sabun yang benar bagi siswa. Diskusi: Berdasarkan pemaparan dari berbagai jurnal penelitian ilmiah menyampaikan bahwa penggunaan media vidio dalam pemberian penyuluhan pada anak-anak tentang cara perilaku mencuci tangan pakai sabun dengan baik mampu memberikan hasil yang sangat signifikan, dimana adanya kemampuan anak untuk melakukan proses mencuci tangan sesuai dengan arahan dan petunjuk yang benar.
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA PANDAT PUSKESMAS MANDALAWANGI PANDEGLANG Innama Sakinah
Menara Medika Vol 2, No 2 (2020): Vol 2 No 2 Maret 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i2.2188

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai usia 6 bulan. pemberian ASI eksklusif merupakan bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa pemberian makanan padat. Menyusui sejak dini mempunyai dampak positif baik bagi ibu maupun bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya gambaran karakteristik dan pengetahuan ibu menyusui dalam pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0 – 6 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2018 di Desa Pandat Wilayah Kerja Puskesmas Mandalawangi Pandeglang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling yaitu dari 120 responden ibu menyusui didapatkan 54 responden ibu menyusui. Hasil penelitian didapatkan usia
PENGARUH PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS Yenny Aulya; Yeki Supriaten
Menara Medika Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Maret 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i2.2418

Abstract

Berdasarkan data profil dinas kesehatan provinsi bengkulu tahun 2018 angka kejadian bendungan ASI pada ibu nifas sebanyak 8.375 (22,70%) dari 37.018 ibu nifas sedangkan di Puskesmas Ulu Talo pada tahun 2018 terdapat 32 (31,37%) ibu yang mengalami bendungan ASI dari 102 ibu nifas.. Ada beberapa hal yang menghambat terjadinya bendungan ASI, diantaranya rendahnya pengetahuan ibu dalam melakukan perawatan payudara ,kurangnya pelayanan konseling tentang cara perawatan payudara dari petugas kesehatan kurangnnya keinginan ibu untuk melakukan perawatan payudara . Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI pada ibu nifas di puskesmas Ulu talo kota Bengkulu pada kelompok kasus dan kelompok kontrol. Metodelogi : Penelitian quasi-eksperimen ini menggunakan rancangan analitik, dan dengan menggunakan pendekatan case control, populasi dan sampelnya adalah semua ibu nifas sebanyak 30 responden, sampling yang digunakan adalah non probability sampling, Instrumen penelitian terdiri dari cheklis untuk perawatan payudara dan lembar obsrevasi untuk bendungan ASI, Data di analisis menggunakan uji Independent Sample T test. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh perawatan payudara terhadap kejadian bendungan ASI pada pada kelompok yang dilakukan perawatan payudara dan tidak dilakuka perawatan payudara (p
PENGARUH EDUKASI MP-ASI TERHADAP KESIAPAN IBU DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI BAYI USIA 6 BULAN SAMPAI 24 BULAN Ni Kadek Sriasih; Ni Made Sri Rahyani
Menara Medika Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Maret 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i2.2455

Abstract

Pendahuluan: Pemberian nutrisi yang tepat tentu akan berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan bayi yang optimal. Mulai usia 6 bulan bayi membutuhkan asupan nutrisi yang lebih, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian edukasi MP-ASI terhadap kesiapan ibu dalam pemenuhan nutrisi pada bayi usia 6-24 bulan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode pra experiment one group pre post test. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yang berjumlah 15 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji content validity. Hasil: Uji Wilcoxon digunakan dalam analisa data dengan hasil nilai p value 0,001
GAMBARAN PROMOSI PHBS DALAM MENDUKUNG GAYA HIDUP SEHAT MASYARAKAT KOTA BINJAI PADA MASA PANDEMIC COVID-19 TAHUN 2020 Dini Tria Anggraini; Rapotan Hasibuan
Menara Medika Vol 3, No 1 (2020): Vol 3 No 1 September 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i1.2194

Abstract

Latar Belakang: Pandemic COVID-19 telah sangat berpotensi merubah kebiasaan masyarakat menjadi perilaku lebih bersih dan sehat. Salah satu kebiasaan yang terlihat dan paling gencar dipromosikan adalah kebiasaan PHBS baik saat di dalam rumah maupun di luar rumah. Data RISKEDAS tahun 2018 menunjukkan peningkatan persentase penerapan PHBS di Indonesia dari 60,89 % di tahun 2017 menjadi 70,62% pada tahun 2018. Di Provinsi Sumatera Utara, persentase pada tahun 2018 baru mencapai 45,45%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan PHBS dalam mendukung gaya hidup sehat masyarakat kota Binjai pada masa pandemic COVID-19 tahun 2020. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan desain fenomenologi dengan melakukan wawancara mendalam kepada 5 informan. Informan terdiri dari 3 orang anggota tim relawan COVID-19 dan 2 orang warga Kota Binjai yang bertempat di lokasi promosi kesehatan dilakukan oleh tim relawan. Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan pada 5 informan didapatkan data sebagian besar informan berusia 20-53 tahun. Penelitian yang sudah diterapkan terdapat 3 faktor yang telah diteliti, yaitu berdasarkan faktor pengetahuan bahwa seluruh informan telah mengetahui betapa pentingnya menerapkan PHBS bagi individu ataupun keluarga dalam gaya hidup sehat. Berdasarkan faktor tindakan bahwa kelima informan menerapkan PHBS untuk pencegahan penularan COVID-19. Berdasarkan faktor sikap bahwa kelima informan sangat perduli terhadap PHBS selama masa pandemic COVID-19. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa Promosi PHBS telah mendukung gaya hidup sehat pada masyarakat kota Binjai di masa pandemic COVID-19 tahun 2020.
GAMBARAN KEBUTUHAN HOMECARE SELAMA MASA PANDEMI PADA IBU NIFAS DENGAN SECTIO CAESARIA (SC) Viki Yusri; Febriyanti Febriyanti
Menara Medika Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Maret 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i2.2543

Abstract

Masa nifas merupaka masa yang rawan bagi ibu. Di Indonesia sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas pada 24 jam pertama setelah persalinan. Berdasarkan data riskerdas kematian pada ibu nifas sebanyak 52 kasus, diantaranya disebabkan oleh adanya komplikasi masa nifas,terutama pada ibu nifas dengan sectio caesaria (SC). Tindakan SC bisa diindikasi secara absolut atau relatif. Setiap keadaan yang membuat kelahiran lewat jalan lahir tidak mungkin terlaksana merupakan indikasi absolut untuk dilakukan SC, seperti komplikasi yang terjadi dalam kehamilan. Pada indikasi relatif, kelahiran lewat vagina bisa terlaksana tetapi keadaan tersebut perlu dilakukan pengawasan agar tidak membahayakan untuk ibu dan bayinya (Riskesdas, 2013). Pelayanan kesehatan yang bisa memudahkan praktis dengan biaya murah menjadi pilihan saat ini dan juga sangat dibutuhan selama masa pandemi. Pada pelayanan keperawatan dirumah disesuaikan dengan alasan kenapa klien perlu dirawat dirumah yaitu untuk meningkatkan kesehatannya dan mencegah tingkat keparahan sehingga tidak perlu dirawat dirumah sakit lebih lama, untuk itu dibutuhkan pelayanan homecare. Tujuan penelitian mengetahui gambaran kebutuhan homecare selama masa pandemic pada ibu nifas dengan SC. Penelitian ini menggunakan uji analisis deskriptif, dimana didapatkan gambaran untuk kebutuhan perawatan homecare post SC dimasa pandemic untuk bayi sebagian besar ibu membutuhkan perawatan homecare pada bayi nya yaitu sebanyak 24 orang (57,1%), sedangkan untuk kebutuhan perawatan homecare post SC dimasa pandemic untuk ibu sebagian besar ibu tidak membutuhkan yaitu sebanyak 23 orang (54,8%).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA SISWI-SISWI MTSN KOTO TANGAH PADANG Chyka Febria
Menara Medika Vol 2, No 2 (2020): Vol 2 No 2 Maret 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i2.2184

Abstract

Masalah keputihan yang terjadi pada wanita umumnya adalah masalah kesehatan reproduksi. Menurut data internasional sebanyak 75% perempuan di Indonesia pernah mengalami keputihan 1 kali dalam hidupnya. Depkes RI (2009) menunjukkan bahwa prevalensi infeksi vagina yang dialami wanita, disebabkan oleh bakteri vaginitis 38%, tricomonas 3,7% dan candidiasis 52.8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian keputihan pada siswi-siswi MTsN Koto Tangah Padang. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian adalah Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di MTsN Koto Tangah Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi-siswi yang berjumlah 355 orang, sedangkan sampelnya sebanyak 78 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan menggunakan teknik pengumpulan data stratified random sampling. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 93,6 % yang mengalami keputihan, sebanyak 52,6% yang tingkat pengetahuan yang rendah dan sebanyak 51,3% sikap siswi yang negatif terhadap keputihan. Pada hasil uji chi-square didapatkan nilai = 0,184 (p > 0,05) dimana tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kejadian keputihan. Pengetahuan tidak mempengaruhi terjadinya keputihan namun ada faktor lain yaitu personal hygiene dan gaya hidup. Berdasarkan hasil penelitian maka diharapkan dapat meningkatkan program pendidikan perkembangan kesehatan reproduksi remaja dengan memasukkan materi dalam pelajaran ekstra kurikuler.

Page 6 of 27 | Total Record : 262