cover
Contact Name
Muhammad Ilham Akbar Alamsyah
Contact Email
231320043.muhammadilham@uinbanten.ac.id
Phone
+6285798995400
Journal Mail Official
hikmatul.luthfi@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani, Kemanisan, Kec. Curug, Kota Serang, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Al-Fath
ISSN : 19782845     EISSN : 27237257     DOI : https://doi.org/10.32678/alfath
Al-Fath: published twice a year since 2007 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Interpretation of the quran. This journal is published by the Alquran and its Interpretation Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University of Banten INDONESIA. Al-Fath focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, and Theology. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Alquran and its Interpretation, Hadith, and Theology around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2013): Desember 2013" : 5 Documents clear
PROBLEMATIKA TERJEMAH DAN PEMAHAMAN AL-QUR’AN Udi Mufradi Mawardi; siti nurul fadilah
Al-Fath Vol 7 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v7i2.3129

Abstract

Dalam penerjemahan Al-Quran Depag RI tahun 1989 surah al-Baqarah terdapat beberapa kesalahan dari segi gaya bahasa Indonesia yang benar di antaranya: mengandung pleonasme yaitu dua kata sinonim dan penggunaan kata ‘daripada’ yang tidak tepat. Adapun tim penerjemah Al-Qur’an Departemen Agama RI dalam menerjemahkan Al-Qur’an menggunakan dua metode (harfiyah dan tafsiriyah). Dalam proses penerjemahan, tim Depag RI menggunakan metode terjemah harfiyah lebih dulu. Setelah terjemah kata perkata jadi dan dirasa ada hal yang perlu dijelaskan lebih jauh, diberi catatan kaki atau dalam kurung untuk menjelaskan lebih lanjut.
METODOLOGI TAFSIR AL-QUR’AN KONTEMPORER: Sholahuddin Al-Ayubi; Afandi Kurniawan
Al-Fath Vol 7 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v7i2.3131

Abstract

Kajian Arkoun terhadap al-Fatihah ini disebabkan oleh; pertama, dalam penyusunan mushaf Utmani surat al-Fatihahdiletakkan pada awal mushaf. Kedua, pembacaan secara liturgis, pengulangan terhadap teks suci al-Fatihah ini, berarti mewujudkan kembali ketika peresmian ketika Rasullullah mengucapkan untuk pertama kalinya. Adapun Metodologi yang digunakan Arkoun dalam menafsirkan surat al-Fatihah yaitu; (1) linguistik-Semiotika. (2) Historis-antropologis. Sedangkan inti dari penafsiran Arkoun terhadap surat al-Fatihah adalah; Al-Hamdu Li al-lâhi Rabb Al-‘Alamīn; mengacu pada ilmu-ilmu dasar ontologis dan metodologis dari pengetahuan (‘ilm alushŭl) Maliki Yaumi Al-Dīn; eskatalogi. Iyyâka Na’budu Wa Iyyâka Nasta’īn; peribadatan. Ihdi Nâ Al-sirât Al-Mustaqīm; etika. Al-Ladzīna An’amta ‘Alaihim; ilmu kenabian. Ghairi Al-Maghdŭbi ‘Alaihim Wala Al-dâllīn; sejarah spiritual kemanusiaan, tema-tema simbolis orang-orang yang buruk [“kejahatan”] yang diuraikan dalam kisah-kisah orang terdahulu.
HADIS SHAHIH DALAM PERSPEKTIF SYIAH IMAMIAH Ahmad Fadhil; Ade Umamah
Al-Fath Vol 7 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v7i2.3134

Abstract

Kedudukan al-Kutub al-Arba’ah di kalangan Syi’ah sama pentingnya dengan al-Shihah al-Sittah. Perbedaannya adalahbahwa orang Syi’ah tidak menganggap Kitab Empat mereka itu sebagai shahih seperti Shahih Enam Ahlussunah. Di dalamnya terdapat banyak sekali hadis lemah dan perawi-perawi pembohong dan ekstrim (ghulat).
TAFSIR DALAM PERSFEKTIF TEOLOGI RASIONAL Endang Saeful Anwar; Wurnayati Wurnayati
Al-Fath Vol 7 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v7i2.3136

Abstract

Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa jalan yang ditempuh Mu’tazilah dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an adalah ta’wil dengan beberapa metode yang sesuai dengan jalan pemikiran Mu’tazilah, yang mana hasil dari metode tersebut adalah Mu’tazilah menolak penyerupaan Tuhan dengan makhluknya, manusia mustahil dapat melihat Allah, Al-qur’an itu bersifat makhluk, Allah bersifat adil dan perbuatan manusia merupakan atas kehendaknya sendiri. Hasil penafsirannya ini di nilai sangat bertentangan dengan lawan Mu’tazilah yaitu Al Asya’riyah, kemudian para ulama menilai tafsir Mu’tazilah ada yang menentangnya, menerima serta bersikap moderat.
OTENTISITAS HADITS TERAWIH MENURUT ALI MUSTAFA YAQUB Endad Musaddad; Ali Mastur
Al-Fath Vol 7 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v7i2.3138

Abstract

Ali Mustafa Yaqub menilai semua hadits yang menyebutkan bilangan rakaat dalam salat tarawih adalah palsu atausekurang-kurangnya matruk, jadi tidak ada batasan dalam pelaksanaanya. Meskipun begitu Ali Mustafa Yaqub lebihmenyukai variasi 20 rakaat karena dinilai sebagai konsensus sahabat. Analisis dari pemikiran Ali Mustafa Yaqub ini menyokong pendapat-pendapat ulama’ klasik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5