cover
Contact Name
Muhamad Shoheh
Contact Email
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Phone
+6287774201904
Journal Mail Official
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 30 Kota Serang
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya
ISSN : 14126478     EISSN : 26227657     DOI : https://doi.org/10.32678/tsaqofah
Core Subject : Humanities, Social,
Tsaqôfah published twice a year since 2001 (June and December), is a multilingual (Indonesian, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic History and Culture. This journal is published by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, “Sultan Maulana Hasanuddin” State Islamic University of Banten. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Islamic History Islamic Culture Islamic Civilization Islamic Tradition Islamic Literature Islamic Philology and Literature Islamic Archeology Local Islam and Culture Islamic Arts and Architecture
Articles 208 Documents
Era Baru dalam Ritual Keagamaan: Studi Ziarah Kubur di Masa Pandemi Covid-19: STUDI ZIARAH KUBUR DI MASA PANDEMI COVID-19 Ahmad Zainuri; Fitriani Fitriani
Tsaqofah Vol. 19 No. 02 (2021): December 2021
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v19i02.5258

Abstract

Abstract Religious rituals during the COVID-19 pandemic are indeed different from previous times. Nowadays, it is required to use a series of conditions in running it. In various regions in carrying out many worship activities, cultural rites, religion must be limited by several provisions. In celebration, not all will attend the assembly or mosque. As for this article, the author uses a phenomenological approach methodology to map current phenomena on the surface that are different from religious activities before the outbreak of Covid-19. The result of this study is that pilgrimage to the grave has become a rite in Islamic society when approaching major holidays, making pilgrimages always a social gathering and ritual that must be carried out even though there is a pandemic. However, with this pandemic, many public cemeteries have been closed and many appeals not to come to the graves during the pandemic, especially during major holidays in Islam. So it can be concluded that the religious ritual of pilgrimage to the grave, which has taken root in the community and becomes a ritual that must be carried out when approaching a certain day, cannot be limited even with the Covid-19 pandemic. Abstrak Ritual keagamaan di masa pandemi covid-19 ini memang berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Masa hari ini dituntut untuk menggunakan serangkaian persyaratan dalam melaksanakannya. Di berbagai daerah dalam melaksanakan banyak kegiatan peribadatan, ritus budaya, agama harus dibatasi dengan beberapa ketentuan. Dalam perayaannya, memang tidak semua akan hadir dalam sebuah majelis atau masjid. Adapun pada artikel ini penulis menggunakan metodologi pendekatan fenomenologi untuk memetakan sebuah kejadian fenomena yang hari ini timbul dipermukaan yang ada sebuah perbedaan dengan kegiatan keagamaan di kala sebelum mewabahnya covid-19. Hasil daripada kajian ini ialah ziarah kubur yang sudah menjadi ritus dalam masyarakat Islam ketika menjelang hari-hari besar, menjadikan ziarah akan selalu menjadi pertemuan dan ritual keagamaan yang tetap harus dikerjakan meski pandemi. Namun, dengan adanya pandemi ini, tempat pemakaman umum banyak yang ditutup dan banyak himbauan untuk tidak datang ke makam di masa-masa pandemi, terutama ketika hari-hari besar dalam Islam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ritual keagamaan ziarah kubur yang sudah mengakar dalam masyarakat dan menjadi ritual yang wajib dikerjakan ketika menjelang hari tertentu, tidak bisa dibatasi meskipun dengan adanya pandemi Covid-19 ini.
Teori Dan Realitas Pencarian Kesempurnaan (Melacak jejak-jejak kefilosofan Ali Syari’ati) Muhammad Alif
Tsaqofah Vol 6 No 01 (2008): June 2008
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v6i01.3464

Abstract

Ali Syariati (1933-1977) dan Jurgen Habermas (1929-1980-an) keduanya terpengaruh dan sekaligus mengkritisi pemikiran filsafat praxis dan sosialisme Karl Marx. Keduanya hidup sezaman di belahan dunia yang berbeda. Yang satu tinggal di Masyhad, Iran dan belajar filsafat di Paris, sedang lainnya tinggal di Frankfrut, Jerman dan belajar filsafat di Frankfrut, yang satu Muslim dan lainnya non-Muslim. Dengan menuangkan ide-ide praxis ke dalam buku tersendiri, buku Theorie und Praxis, menjadikan Habermas terkenal sebagai tokoh filsafat praxis. Sementara Syariati menuangkan ide-ide praxisnya tersebar dalam berbagai karyanya di antaranya Marxism and Other Western Fallacies dan Man and Islam. Artikel ini membahas tentang pemikiran-pemikiran filsafat Ali Syariati yang didasari oleh “logika hermeneutis” yang berusaha menciptakan konsepsi tentang ilmu pengetahuan yang terarah kepada praxis. Pemikiran-pemikiran filosofis tersebut akan terlihat pada pandangan antropologi filosofis Ali Syariati tentang human being, human becoming dan superhuman (insan kamil/manusia paripurna).
SEKTE KEAGAMAAN DI LINGKUNGAN PENGIKUT KRISTIANI Ahmad Jais
Tsaqofah Vol 18 No 02 (2020): December 2020
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v18i02.3652

Abstract

Religion is considered as an answer to the weakening belief in modernization because modernization is considered to have a negative and destructive impact on human existence as evidenced by the increase in spiritualism among religious followers. The revival of religious spiritualism is not in conventional religions but there is a tendency to enter into spiritual schools, cults and religious sects. Likewise for Christian adherents in Bandung City, West Java. There are several reasons why the author should appoint a religious sect in the Christian Community of Bandung City because Bandung is the center of the movement of Jehovah's Witnesses for seven (7) cities in West Java, so they often mention his movement with the Jehovah's Witnesses or known as JW 07.
Mesjid-Mesjid Bersejarah Di Indonesia Zaenal Abidin
Tsaqofah Vol 9 No 02 (2011): December 2011
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v9i02.3448

Abstract

Berasal dari bahasa Arab, masjid secara etimologi berarti tempat sujud Sedangkan secara terminologi, mesjid adalah tempat melakukan kegiatan ibadah dalam makna luas. Dengan demikian, masjid merupakan bangunan yang sengaja didirikan umat muslim untuk melaksanakan shalat berjamaah dan berbagai keperluan lain yang merupakan bangunan yang sengaja didirikan umat muslim untuk melaksanakaan shalat berjamaah dan berbagai keperluan lain. Kata Kunci: mesjid, kubah, menara mesjid, arsitektur mesjid
Perang dalam Perspektif Islam Anisudin Anisudin
Tsaqofah Vol 10 No 1 (2012): June 2012
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v10i1.3520

Abstract

Syari'at Islam yang bersumber dari al-Qur'an sebagai sumber utama dan pertama dilengkapi dengan al-Hadist sebagai sumber operasional dan di kembangkan dengan sumber-sumber ijtihadiyah, tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan kemaslahatan nbagi umat manusia dan menghindari segala sesuatu yang dapat menimbulkan mafsadah (kerusakan dan kebinasaan). oleh karena itu Islam memandang bahwa perang yang berakibat meimbulkan penderitaan di larang oleh Islam. Adapun Islam kemudian mengijinkan dan memerintahkan perang adalah dalam konteks membela diri dan untuk menegakkan agama Allah.
Studi Sosial Umat Islam Indonesia (Sebuah Isu dan Hipotesis) Anis Fauzi
Tsaqofah Vol 1 No 2 (2003): June 2003
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v1i2.3476

Abstract

Ilmu agama Islam adalah ilmu-ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi agama islam, meliputi: Institus Agama Islam Negeri, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, dan Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS).
Upacara-Upacara dalam Budaya Masyarakat Banten Siti Fauziyah
Tsaqofah Vol 14 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v14i2.3396

Abstract

Before Islam, Banten residents as residents in areas in the archipelago has a great tendency to things spiritual. Once Islam became the religion professed, Banten community still has a great tendency toward mysticism. Once thickened Banten society with matters related to religious ceremonies that are grown in culture Banten people always can not be separated from religious elements.Ceremonies in Banten culture continued, albeit ranging changes occur due to the constantly changing with the times. Ceremonies performed by the Banten community not only as an effort to preserve the ancestral culture but also able to build social solidarity for the culprit.
Politik dalam Budaya Masyarakat Santun Erdi Rujikartawi
Tsaqofah Vol 11 No 2 (2013): December 2013
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v11i2.3443

Abstract

Tulisan ini adalah sebauh telaah kritis pasca pemilihan dan budaya politik masyarakat dalam menyalurkan berbagai aspirasinya melalui lembaga politik ataupun lembaga-lembaga lainnya.
Konsep Nilai-Nilai Agama dalam Pembentukan Prilaku Umat Erdi Rujikartawi
Tsaqofah Vol 9 No 01 (2011): June 2011
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v9i01.3421

Abstract

Agama sebagai suatu institusi yang mengemban tugas (fungs) agar mayarakat berfungsi dengan haik dalam krigkup tingkah lalaku serta hubungan anatar sesama dan Tuhan secara kesektruhan. Maka dalam hal ini yang terpenting adalah diguna dan pengaruh agama terhadap mayarakat, sehingga berkat eksistensi dan fungsi agama cita-cita mayarakat akan kesejateraan, keadilan dan kedamaian jasmani maupun rohani dapat terwujud Agama merupakan sebuah arah dan harapan Jang ada dalam diri jiwa dan keyakinan mayarakat yang membentuk pola prilaku dalam perbagai kegiatan merijalankan kehidupan. Kata Kunci: nilai agama, prilaku, umat
Sejarah Lisan Eksistensi Buya Dimyati dan Ajarannya di Banten M Sari; Muhamad Shoheh; Mohammad Shofin Sugito; Aliyah Hidayati Hidayati
Tsaqofah Vol 14 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v14i1.3384

Abstract

Tulisan ini dibuat untuk membantah pandangan sebagian orang yang mengatakan bahwa keberadaan tokoh Islam masa lalu itu dapat diyakini, bila hanya didasarkan pada karya tulis belaka. Mengingat orang-orang yang menafikan eksisitensi Walisongo berpandangan bahwa keberadaan karya tulis merupakan satu-satunya bukti sejarah yang dapat dipercaya untuk menunjukkan eksistensi tokoh masa lampau. Hingga kini masih jarang kita temukan kajian tentang biografi dan ajaran seorang tokoh ulama yang didasarkan pada sejarah lisan. Sejarah lisan (oral history) adalah sumber sejarah yang dilisankan oleh manusia pengikut atau yang menjadi saksi akan adanya peristiwa sejarah pada zamannya. Dengan demikian, sejarah lisan dimaksudkan sebagai usaha untuk merekam, menyusun, dan menyimpan pengetahuan demi pengajaran dan pewarisannya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada sisi lain, Sejarah lisan merupakan sebuah metode untuk menggali, terus-menerus menyelidiki pengalaman seseorang, demi mengatasi keterbatasan keterangan dari dokumen tertulis yang tidak banyak dan sering tidak terawat.Buya Dimyati dan ajarannya merupakan identitas keislaman warga Banten. Eksistensinya masih banyak didasarkan pada sejarah lisan yang tersebar. Penelitian ini dimaksud untuk membuktikan bahwa sejarah lisan diakui secara ilmiah dan dapat diyakini sebagai ‘dokumentasi’ penting akan eksistensi ulama dan ajarannya. Di samping itu, hal ini menjadi jawaban bagi orang-orang yang menafikan ajaran-ajaran ulama yang direngkuh dan diimani, yang pada prinsipnya didasarkan pada katanya dan katanya.