cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PENENTUAN UMUR SIMPAN LULUR HITAM MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) MODEL ARRHENIUS Hasna , Anisa Salma; Asriana, Andi Nina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.530

Abstract

Lulur merupakan kosmetik yang bentuknya menyerupai scrub model kuno dari Mesir dan Romawi. Mabello merupakan sebuah industri yang berasal dari Sulawesi Selatan (Makassar) yang berproduksi di bidang kosmetik yang didirikan oleh Yusni Haemin sejak tahun 2016 dan mendapatkan izin produksi dengan klasifikasi industri golongan B pada tahun 2018. Produk yang dihasilkan umumnya diproduksi dari bahan-bahan organik atau tradisional. Salah satunya adalah lulur hitam yang berbentuk basah yang memungkinkan terjadi kerusakan atau pembusukan saat proses pendistribusian. Lulur juga bukan merupakan produk yang dapat habis dalam satu kali pemakaian. Sehingga perlu dilakukan perhitungan umur simpan produk untuk mengetahui jangka waktu penyimpanan produk agar tetap layak digunakan. Dalam penelitian ini kualitas produk selama masa penyimpanan ditentukan dengan uji pH dan umur simpan produk lulur ditentukan dengan perhitungan metode ASLT pada variabel suhu ruang (298,15 :K) dan suhu pendingin (276,15 :K). Hasil penelitian ini menunjukkan umur simpan dan masa kelayakan penggunaan lulur hitam yang dilakukan analisa adalah 41 hari setelah produk dibuka dalam suhu ruang dan 54 hari setelah produk dibuka dalam suhu pendingin.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT MENGGUNAKAN KOMBINASI PROSES AERATED FIXED FILM BIOFILTER (AF2B) DAN ADSORPSI GRANULAR Fanani, Fanisia Salsyabila; Prayitno, Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.521

Abstract

Limbah yang digunakan pada penelitian ini diambil dari industri pengolahan rumput laut yang mengolah rumput laut menjadi produk ATCC (Alcali Treated Cottonii Chips), dimana dalam proses produksinya menghasilkan limbah cair yang yang berasal dari proses pemasakan dan pencucian. Upaya yang dilakukan dalam pengolahan air limbah di industri tersebut dengan mengolahnya dalam suatu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menggunakan sistem pengolahan secara biologi (lumpur aktif) yang diikuti dengan proses adsorpsi. Namun, sistem pengolahan tersebut masih belum efektif dalam menurunkan konsentrasi bahan pencemar. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh beban organik pada proses AF2B dan laju alir pada kolom adsorpsi terhadap penurunan konsentrasi BOD, COD, kekeruhan, dan pH. Penelitian dilakukan dengan cara mengalirkan air limbah dari industri pengolahan rumput laut ke dalam reaktor AF2B yang berisi bakteri sehingga terjadi proses degradasi bahan-bahan pencemar dalam air limbah, kemudian dilanjutkan dengan mengalirkan effluent dari AF2B ke dalam kolom adsorpsi yang berisi karbon aktif berbentuk granular. Dengan mengukur BOD, COD, TSS dan pH sebelum dan sesudah proses dari reaktor AF2B maupun kolom adsorpsi maka dapat diketahui besarnya penurunan konsentrasi BOD, COD, kekeruhan dan pH. Percobaan dilakukan dengan menggunakan variable bebas beban organik sebesar 7300 mg/jam, dan 8000 mg/jam, serta laju alir sebesar 3,3 liter/menit dan 3 liter/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada beban organik 8000 mg/jam dan laju alir umpan pada kolom adsorpsi sebesar 3 L/menit dapat menurunkan konsentrasi bahan pencemara secara keseluruhan masing - masing sebesar: BOD (87,04%), COD (88.97%), kekeruhan (96,55%).
EVALUASI EKONOMI STEAM TRIPPLE EFFECT EVAPORATOR PADA PROSES PRODUKSI PUPUK AMMONIUM SULFAT II (ZA II) DI INDUSTRI PUPUK Kartikasari, Arum; Pratiwi, Febrianti U. D.; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 1 (2019): February 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i1.7

Abstract

Tripple effect evaporator merupakan salah satu alat terpenting yang digunakan dalam proses produksi pupuk  ZA II. Proses evaporasi bertujuan untuk mendapatkan produk akhir berupa kristal dengan cara menguapkan  kandungan air dalam pupuk ZA II yang menggunakan bahan baku phospo gypsum. Evaluasi proses pada tripple  effect evaporator diperlukan untuk mengetahui kinerja evaporator karena pengotor yang terdapat pada  evaporator akan mempengaruhi produksi pupuk ZA II. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari jumlah  laju alir massa masuk dan keluar pada proses evaporasi dan untuk mempelajari ekonomi steam pada proses  evaporasi dalam proses produksi pupuk ZA II. Perhitungan ekonomi steam diperoleh melalui persamaan neraca massa dan neraca panas. Nilai ekonomi steam yang dihasilkan sebesar 1,40 kg uap air/kg steam, sesuai dengan  teori yaitu ekonomi steam dari tripple effect evaporator selalu lebih dari 1 kg uap air/kg steam.
EVALUASI KINERJA FUEL OIL PUMP UNTUK SISTEM COMBUSTION TURBINE GENERATOR Ahsan, Muhammad H.; Hadiantoro, Sigit
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 1 (2019): February 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i1.8

Abstract

Combustion Turbine Generator merupakan salah satu power generator yang menggunakan sebuah turbin untuk  menghasilkan energi listrik. CTG mengonversikan energi mekanik menjadi energi listrik. Untuk mendapatkan  udara dengan tekanan yang tinggi, maka udara intake dibakar dalam combustion chamber dengan firing system  berupa fuel oil dan fuel gas. Fuel oil ditampung pada tangki penyimpanan bahan bakar. Untuk memindahkan  fluida dari tangki ke dalam sistem 3 unit CTG diperlukan sebuah pompa berjenis Centrifugal pump sebanyak 2  unit. Namun dengan alasan reliability maka ditambahkan sebuah pompa yang memiliki spesifikasi berbeda.  Penelitian dilakukan untuk mengamati performa pompa dengan menghitung efisiensi aktual dan dibandingkan  dengan efisiensi desain. Data-data diambil dari control room serta pengamatan langsung di lapangan. Hasilnya  efisiensi terbaik terjadi pada load CTG 18 mW dengan nilai pompa A sebesar 25,6%, pompa C sebesar 24,62%.
PERSEN YIELD (%YIELD) SEBAGAI PARAMETER EVALUASI PROSES KINERJA RAW MILL PADA INDUSTRI SEMEN Aulia R. Ramadhanti; Santosa, Sandra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 1 (2019): February 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i1.11

Abstract

Salah satu alat yang digunakan dalam proses produksi semen adalah raw mill yang digunakan untuk mencampur, menggiling, dan mengeringkan bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi semen. Material dengan ukuran maksimum 10 cm akan diturukan lagi ukurannya (size reduction) hingga ± 90 mikron di dalam raw mill. Evaluasi proses pada raw mill diperlukan untuk mengetahui kinerja raw mill karena kerusakan yang terjadi pada raw mill akan mempengaruhi produksi semen. Hal ini berhubungan dengan proses produksi dan kecepatan produksi. Semua perhitungan didasarkan pada hukum kekekalan massa, massa masuk sistem = massa keluar sistem. Diperoleh %yield sebesar 89,31 % yang menunjukan bahwa raw mill masih befungsi dengan baik.
ANALISA JUMLAH STAGE TEORITIS PADA KOLOM DISTILASI PABRIK PLASTICIZER Amalia, Yufrida; Erdiyanti, Fannania Setyo; Dewajani , Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 1 (2019): February 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i1.9

Abstract

Proses finishing merupakan salah satu proses yang dilakukan di pabrik plasticizer dan bertujuan untuk mendapatkan hasil produk yang bebas dari pengotor. Pada proses ini digunakan steam distillation untuk memisahkan crude ester (produk) dari garam-garam hasil reaksi, sisa octanol, dan air. Selama ini di pabrik tersebut belum ada yang melakukan analisa jumlah stage secara teori pada kolom distilasi yang digunakan. Perhitungan jumlah stage diperoleh dari grafik menggunakan metode McCabe Thiele. Selanjutnya dibandingkan antara hasil secara teori dengan keadaan aktual pada pabrik. Jumlah stage pada kolom distilasi secara teoritis telah sesuai dengan kondisi aktual pabrik yaitu sebanyak 8 stage. Letak stage umpan secara teoritis pada stage ke- 5 tetapi pada kondisi aktual di pabrik terletak pada stage pertama.
ANALISA EFISIENSI KINERJA TRIPPLE EFFECT EVAPORATOR PADA PRODUKSI PUPUK AMMONIUM SULFAT II (ZA II) DI INDUSTRI PUPUK Pratiwi, Febrianti U.D.; Kartikasari, Arum; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 1 (2019): February 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i1.12

Abstract

Tripple effect evaporator merupakan salah satu alat yang digunakan dalam proses produksi pupuk ZA II yang fungsinya untuk mendapatkan hasil produk akhir berupa kristal dengan cara menguapkan kandungan air dalam proses produksi pupuk ZA II dengan bahan baku phospo gypsum. Evaluasi proses pada tripple effect evaporator diperlukan untuk mengetahui kinerja evaporator karena pengotor yang terdapat pada evaporator akan mempengaruhi produksi pupuk ZA II. Evaluasi ini menghitung konsumsi steam pada proses produksi pupuk ZA II sesuai dengan perhitungan teoritis yang ada. Perhitungan konsumsi steam diperoleh dari kebutuhan steam aktual. Dari hasil tersebut dibandingkan kondisi aktual dengan desain awal. Konsumsi steam pada tripple effect evaporator sebesar 132,06% menunjukkan konsumsi steam melebihi kebutuhan steam desain awal. Penurunan efisiensi kinerja dari 100% menjadi 75,723% dikarenakan terbentuknya kerak pada evaporator.
PENGARUH RASIO MASSA KATALIS CaO DAN SUHU PADA PROSES TRANSESTERIFIKASI MINYAK RANDU MENJADI BIODIESEL Nugroho, Khoirunnisa S.; Retnaningtyas, Herawati; Hardjono , Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.32

Abstract

Keberadaan tanaman randu yang cukup melimpah serta kurangnya pemanfaatan minyak randu merupakan kesempatan besar untuk dikembangkan menjadi bahan dalam pembuatan biodiesel. Biodiesel dapat diperoleh dengan cara mereaksikan minyak nabati dengan alkohol menggunakan katalis pada suhu dan komposisi tertentu. Penggunaan katalis heterogen, salah satunya CaO, dalam pembuatan biodiesel karena sifatnya yang lebih stabil, ramah lingkungan, korosi pada peralatan yang rendah, dan mudah untuk dipisahkan dari campuran reaksi, serta dinilai lebih ekonomis jika dibandingkan dengan katalis homogen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rasio massa katalis CaO dari cangkang kerang darah dengan CaO murni (1:0; 3:1; 1:1; 1:3; 0:1) terhadap %massa FAME yang dihasilkan serta mempelajari pengaruh suhu transesterifikasi (55oC, 60oC, 65oC) terhadap %massa FAME yang dihasilkan. Cangkang kerang darah, melalui proses kalsinasi pada suhu 900oC selama 3 jam akan terdekomposisi menjadi CaO sehingga dapat dimanfaatkan sebagai katalis heterogen. Pembuatan biodiesel dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari degumming, esterifikasi, dan transesterifikasi. %Massa FAME tertinggi didapatkan pada variabel rasio massa CaO CKD dengan CaO murni 0:1 serta suhu transesterfikasi 65oC yakni sebesar 98,54%.
PREDIKSI KESETIMBANGAN UAP-CAIR SISTEM BINER TERSIER BUTANOL + ISOAMIL ALKOHOL MENGGUNAKAN HUKUM RAOULT Erdiyanti, Fannania S.; Mustain, Asalil
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.24

Abstract

Prediksi Kesetimbangan Uap-Cair bertujuan untuk mengetahui kesetimbangan uap-cair sistem biner Tersier Butanol + Isoamil Alkohol pada tekanan 101,3 kPa dan mengkorelasikan sistem biner tersebut dengan model Universal Quasi-Chemical (UNIQUAC). Prediksi diawali dengan menentukan fraksi mol campuran biner tersier butanol + isoamil alkohol dengan menggunakan persamaan Hukum Raoult pada tekanan 101,3 kPa, dimana tekanan uap total campuran cairan biner tergantung pada tekanan uap komponen murni dan fraksi molnya dalam campuran. Kemudian, data kesetimbangan yang didapat dikorelasikan dengan perhitungan model Universal Quasi-Chemical (UNIQUAC). Hasil prediksi dan korelasi menunjukkan hasil yang baik dikarenakan root mean square deviation (RMSD) dari hasil prediksi dan korelasi UNIQUAC diperoleh hasil yang relatif kecil. Parameter interaksi biner yang diperoleh dari hasil korelasi sangat berguna untuk optimasi kolom distilasi dalam proses pemurnian bioetanol.
PENGARUH SUHU REAKSI DEKARBOKSILASI PADA PEMBUATAN GREEN DIESEL DARI SABUN PALM STEARIN DENGAN KATALIS Ca-Zn Sari, Chintya A. P.; Palupi, Destiana R. A.; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.20

Abstract

Proses dekarboksilasi sabun Ca dari palm stearin merupakan salah satu metode pembuatan green diesel sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Proses dekarboksilasi diawali dengan proses saponifikasi. Kombinasi logam Ca-Zn digunakan sebagai katalis pada reaksi dekarboksilasi. Logam Ca digunakan sebagai katalis karena logam bervalensi 2 berpengaruh dalam pembentukan n-alkana. Logam Zn merupakan logam transisi yang mempercepat proses dekarboksilasi. Rasio katalis yang digunakan yaitu rasio mol Ca-Zn 9:1. Proses dekarboksilasi dilakukan dengan rentang suhu reaksi 275-350⁰C. Hasil penelitian menunjukkan senyawa hidrokarbon yang terbentuk merupakan alkana rantai panjang dengan variasi komposisi karbon mulai rantai C2 sampai C24. Komposisi karbon terbesar rantai C8 sampai C11, seperti komposisi green diesel. Jenis senyawa merupakan senyawa alkana, karbonil, dan karboksilat. Senyawa terbesar yaitu alkana. Produk gas CO dan CO2 menunjukan reaksi perengkahan katalitik terdiri dari reaksi hidrogenasi, dehidrogenasi, dekarboksilasi, dan dekarbonilasi