cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
DESAIN EVAPORATOR PADA PRARANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT DENGAN KAPASITAS 400.000 TON/TAHUN Nur Rahma Setya Kusumaningsih; Mas'udah Mas'udah; Sandra Santosa
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.501

Abstract

Pada proses pembuatan biodiesel terdapat tahapan proses yaitu tahap persiapan, tahap transesterifikasi, tahap pemisahan mestil ester, tahap pencucian metil ester, dan tahap pemurnian metil ester. Pada tahap pemurnian dilakukan pemanasan metil ester dengan tujuan untuk menghilangkan sisa metanol dan air yang masih terkandung dalam metil ester. Oleh karena itu diperlukan desain evaporator yang sesuai untuk mendapatkan kemurnian produk metil ester yang akan berpengaruh pada kinerja mesin yang akan digunakan dalam jangka pendek maupun panjangn. Penelitian ini bertujuan untuk merancang evaporator pada prarancangan pabrik biodiesel dengan kapasitas 400.000 ton/tahun. Perhitungan desain evaporator mengacu pada buku process heat transfer dan buku equipment design menggunakan metode kern dan perhitungan menggunakan bantuan microsoft excel. Dari hasil perhitungan didapatkan dimensi evaporator dengan diameter luar 114 in, tebal silinder 3/8 in dan tinggi evaporator 245,7 in dengan alat pemanas tipe 1-shell dan 2-tube. Desain evaporator ini diharapkan dapat menjadi acuan analisis kebutuhan alat sebelum pabrik didirikan. Terdapat saran yaitu perlu adanya evaluasi kerja alat evaporator secara berkala guna meningkatkan proses agar lebih optimal.
PERHITUNGAN NERACA MASSA PADA STASIUN PEMURNIAN DENGAN KAPASITAS GILING 7000 TCD PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XI PG JATIROTO LUMAJANG Alvia Nurfaustina Brian Titasari; Eliza Firdausi; Safira Khairina; Yanty Maryanty; Arwan Agustulus Widodo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.444

Abstract

Proses pemurnian dalam pembuatan gula memegang peranan penting yaitu sebagai salah satu proses tercapainya produk gula kristal putih yang memiliki kualitas tinggi. Oleh karena itu, perlu diperhatikan secara benar dalam setiap proses yang terdapat di stasiun pemurnian. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan perhitungan massa bahan yang tepat dalam setiap tahapannya. Penelitian kali ini bertujuan untuk menghitung neraca massa pada proses pemurnian di Pabrik Gula Jatiroto Lumajang dengan harapan gula kristal putih yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi dengan cara penambahan susu kapur dan gas belerang (SO2) yang tepat. Penambahan susu kapur digunakan untuk menjernihkan dan memurnikan nira sedangkan penambahan gas belerang (SO2) bertujuan untuk menurunkan pH nira mentah yang telah ditambahkan susu kapur menjadi ± 7,2 -7,4; kedua bahan pembantu tersebut ditambahkan untuk menghasilkan gula produksi yang sesuai dengan SNI. Perhitungan neraca massa menggunakan prinsip pada buku Basic Priciples and Calculation in Chemical Engineering dan diperoleh hasil neraca massa masuk dan keluar sebesar 373,631 ton/jam, neraca massa brix dan pol yang masuk sama dengan neraca massa yang keluar yaitu sebesar 68,310 ton brix/jam dan 49,515 ton pol/jam, dan asam fosfat yang dibutuhkan sebesar 0,005 ton/jam, susu kapur sebesar 5,977 ton/jam, gas belerang sebesar 0,125 ton/jam, serta flokulan sebesar 0,023 ton/jam.
Pengaruh Suhu Terhadap Karakteristik Arang Hasil Pirolisis Kulit Kolang-Kaling (Arenga pinnata) Yuniarti Yuniarti; Eka Megawati; Ana Dewi; Debora Ariyani; Meita Rezki Vegatama; Ain Sahara
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.410

Abstract

ABSTRACTSugar palm plants are included in the top ten plantation commodities in East Kalimantan. So far, kolang-kaling   fruit peel waste has not been widely used, except for fertilizer. Palm peel waste has a non-uniform texture, but the inside is hard, so it can be used to make charcoal. Charcoal is made by pyrolysis process and can be used as raw material for briquettes as a new renewable energy source. This study aims to obtain biochar as a raw material for making briquettes with the highest calorific value through the pyrolysis process. The manufacture of biochar begins with the drying process of the raw materials and then proceeds with heating the sample in a pyrolysis reactor for 1 hour. The process takes place with the constant variable is the sample weight of 500 g and the heating time for 1 hour, and the variable that changes is the combustion temperature. Pyrolysis was carried out at temperatures of 200 °C, 250 °C, 300 °C, 350 °C, and 400 °C. The mass of charcoal obtained was 487.23 g, 438.37 g, 402.03 g, 318.1 g and 278.84 g. The resulting calorific value is 4158.7 cal/g, 4432.5 cal/g, 4620.2 cal/g and 4840.7 cal/g. The ash content were 12.01%, 14.64%, 14.99%, 15.25% 21.98%, respectively. Volatile Matter obtained 76.50%, 69.67%, 61.68%, 56.71%, 47.15%. While the fixed carbon biochar is 0.80%, 8.93%, 9 78%, 11.30%, 16.31%. The characteristics of the pyrolysis biochar are seen by proximate testing. Biochar with the highest calorific value was obtained at a temperature of 400 °C, namely 4840.7 cal/g.Keywords: Palm fruit peel, Calorific value, Pyrolysis, Charcoal
ANALISA EKONOMI PABRIK SABUN MANDI CAIR DARI VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN KAPASITAS 16.000 TON/TAHUN Muhammad Zufar Rusdi; Heny Dewajani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.415

Abstract

Sabun cair merupakan produk yang strategis karena saat ini masyarakat modern cenderung menyukai produk yang praktis dan ekonomis. Sabun merupakan garam natrium dari asam lemak yang berasal dari lemak hewani atau minyak nabati. Dalam pembuatan sabun banyak sekali jenis minyak yang dapat digunakan sebagai bahan baku, contohnya adalah minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan VCO. Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar kedua di dunia dan hal ini menjadi peluang untuk pengembangan kelapa menjadi aneka produk yang bermanfaat, salah satunya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). VCO memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku utama sabun mandi cair karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit. Pendirian pabrik sabun mandi cair dengan bahan baku VCO diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan memenuhi kebutuhan sabun masyarakat Indonesia. Pabrik direncanakan didirikan di Gresik, Jawa Timur  dengan kapasitas produksi 16.000 ton/tahun dan beroperasi selama 345 hari/tahun, 24 jam per hari. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa Total Capital Investment (TCI) yang dibutuhkan sebesar Rp 30.445.740.189,79, dan Total Production Cost (TPC) sebesar  Rp. 619.493.036.350. Laba kotor sebesar Rp 23.075.935.677,95, dan laba bersih sebesar Rp 16.208.154.974,57. Laju pengembalian modal (ROI) sebesar 53,2362 dan jangka waktu pengembalian modal (POT) selama 1,539 tahun. Breakeven Point (BEP) sebesar 54,1956%, Shutdown Point (SDP) pada 8.366,938 kg/tahun, dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 85,1087%.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA SOIL SUBSTRATE UNTUK AQUATIC PLANT DENGAN KAPASITAS 500 TON/TAHUN Aldi Prastyo Bramasto; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.420

Abstract

Soil substrate adalah bagian dasar dari aquascape yang merupakan media tanam dan bersentuhan langsung dengan akar tanaman. Agar tidak mempengaruhi kualitas air dan biota air lainya, soil yang digunakan dalam aquascape sudah melalui pengolahan secara detail. Analisa ekonomi ini berfungsi untuk menunjukkan kelayakan didirikan pabrik dan juga dapat mengetahui keuntungan pabrik. Pertama yang harus dilakukan yaitu melakukan riset mengenai produksi, impor, dan ekspor dari Pupuk Organik. Selanjutnya yaitu tahap perhitungan kapasitas pabrik dan membentuk sistem manajemen pabrik. Terakhir yang dilakukan analisa ekonomi pabrik. Pabrik Soil substrate yang didirikan memiliki kapasitas 500 ton/tahun sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar. Besar nilai Break Even Point (BEP) (63,81)%/tahun, besar nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak (33,49)%/tahun dan besar nilai setelah pajak (20,09)%/tahun, besar nilai Pay Out Time (POT) setelah pajak 4,97 tahun dan besar nilai Shut Down Point (SDP) (46,95)%.Berdasarkan nilai analisa ekonomi menunjukkan bahwa pabrik Soil Substrate untuk Aquatic Plant layak untuk didirikan.
GREEN DIESEL: BAHAN BAKAR CAIR TERBARUKAN PENGGANTI BIODIESEL Fidelia Helga Yudhistira; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.486

Abstract

Penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil hingga saat ini masih meningkat. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan kelangkaan dan ketersediaannya di lapangan semakin menipis. untuk itu, perlu adanya sebuah inovasi yaitu produksi energi alternatif.  Green diesel adalah solusi untuk mengatasi kebutuhan bakan bakar diesel yang terus meningkat. Green diesel juga sering disebut sebagai biofuel yang dianggap sebagai diesel terbarukan yang berasal dari minyak nabati. Diesel jenis ini memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan diesel yang memiliki bahan baku dari fosil karena ramah lingkungan dan tidak menimbulkan akumulasi karbon dioksida (CO₂) di atmosfer. Saat ini terdapat beberapa proses yang dapat digunakan untuk menghasilkan green diesel seperti: hydroprocess trigliserida dan pirolisis bahan lignoselulosa yang berasal dari bahan yang mengandung karbohidrat. Pada setiap proses dibahas kondisi operasi untuk hasil produksi maksimum. Selain itu penggunaan katalis yang sesuai juga mempengaruhi hasil produksi. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang green diesel serta teknik produksi yang digunakan. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan, didapatkan bahwa tidak semua teknologi produksi menggunakan bahan serta katalis yang sama. Perlu adanya pertimbangan pemilihan teknologi produksi sesuai dengan tujuan dan penerapannya. Kata kunci: biomassa, energi terbarukan, green diesel, teknologi produksi
SELEKSI BAHAN BAKU DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI PABRIK SHOWER GEL DENGAN PENAMBAHAN MINYAK SAKURA (ESSENTIAL OIL CHERRY BLOSSOMS) Rossa Oliviana Putri; Heny Dewajani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.491

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan sehari-hari. Salah satu kebutuhan sehari-hari yang mengalami peningkatan permintaan adalah sabun. Terdapat beberapa jenis sabun mandi yakni sabun mandi batang, sabun mandi cair, dan shower gel. Salah satu perbedaan sabun mandi cair dan shower gel berada dalam penggunaan jenis minyak sebagai bahan baku utamanya. Sabun mandi cair menggunakan minyak kelapa murni (VCO) sedangkan shower gel menggunakan pencampuran surfaktan, betaine, dan air sebagai bahan baku utamanya. Seleksi bahan baku dan penentuan kapasitas produksi harus dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pada umumnya essential oil digunakan sebagai aromaterapi dalam berbagai produk seperti produk kecantikan, personal care. Manfaat yang dihasilkan dari essential oil adalah memberikan relaksasi dan sensasi menenangkan saat pemakaian produk. Bunga Sakura atau Japanese cherry blossoms mempunyai khasiat yang tinggi antioksidan yang membantu membersihkan atau menangkal radikal bebas yang merusak kulit. Penambahan essential oil sakura pada shower gel memiliki keunggulan karena dapat memberikan efek relaksasi dan aroma yang menyegarkan. Perhitungan kapasitas pertumbuhan rata-rata pertahun pada proses produksi sabun mandi cair dilakukan untuk menentukan kapasitas produksi. Penggunaan data ekspor dan impor pada tahun 2014-2020 untuk mendapatkan hasil perkiraan 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi shower gel dengan penambahan essential oil sakura yang akan didirikan pada tahun 2024 di Karawang, Jawa Barat adalah sebesar 75.000 ton/tahun.
PENGARUH VARIASI NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) TERHADAP PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT SARI MENTIMUN Eliza Firdausi Agustin; Nanik Hendrawati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.471

Abstract

Sejalan dengan perkembangan zaman yang pesat dan kebutuhan manusia yang semakin kompleks, penggunaan sabun mandi padat yang biasa saja tidaklah cukup. Pertimbangan pemilihan sabun tidak selalu berdasarkan pada segi harga saja, tetapi juga kandungan bahan alami dan manfaat dari produk tersebut. Salah satu bahan alami yang kaya akan manfaat adalah mentimun. Mentimun merupakan buah yang mengandung banyak zat antioksidan yang sangat bagus untuk merawat kesehatan kulit. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan mengkaji tentang pembuatan sabun mandi padat yang menggunakan bahan tambahan sari buah mentimun. Metode pembuatan sabun pada penelitian ini menggunakan hot process dengan memvariasikan NaOH mulai dari 20; 30; 40 % (b/v) serta variasi sari mentimun 0; 1; 1,5 ml. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi NaOH akan menaikkan nilai pH, kestabilan busa, alkali bebas, dan kadar air. Sedangkan volume mentimun berpengaruh terhadap kenaikan nilai pH dan kestabilan busa serta menurunkan nilai kadar alkali bebas. Sabun mandi padat yang memenuhi standar SNI sabun 3532:2016 didapatkan pada konsentrasi NaOH 30% (b/v) dan volume sari mentimun 1 ml. Pada variabel tersebut dihasilkan pH sabun 8; kestabilan busa 5,5 cm; kadar alkali 0,05%; dan kadar air 7,7%.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI H2SO4 TERHADAP KADAR GLUKOSA PADA PEMBUATAN BIOETANOL DARI TONGKOL JAGUNG Chandra Maulana Juniar Kiswanto; Luchis Rubianto
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.452

Abstract

Tingginya konsumsi energi masyarakat menyebabkan ketersediaan bahan bakar semakin menipis. Alternatif terbaru sebagai pengganti minyak bumi yang dibutuhkan salah satunya adalah bioetanol. Sumber pembuatan bioetanol berasal dari bahan yang banyak mengadung struktur gula yang dapat diubah menjadi etanol. Bahan baku bioetanol berasal dari biomasa berupa sumber selulosa dari tongkol jagung. Tongkol jagung sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber bioetanol, karena kandungan senyawa tongkol jagung yaitu selulosa 41%, hemiselulosa 36%, lignin 6% dan komponen lainnya 17% . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tongkol jagung sebagai bahan baku bioetanol dan mengetahui pengaruh waktu fermentasi serta pengaruh konsentrasi H 2 SO4 terhadap kadar bioetanol dari tongkol jagung. Langkah utama yang paling penting dalam penelitian ini adalah pretreatment , langkah ini diperlukan untuk mendegradasi lignin dengan menggunakan basa berupa NaOH. Tahap selanjutnya adalah hidrolisis asam, pada tahap ini terjadi pemecahan polisakarida lignoselulosa yaitu selulosa menjadi glukosa. Hidrolisis asam dilakukan dengan menggunakan H2SO4 dengan variasi konsentrasi 0,2; 0,5; dan 1N. Kadar glukosa terbaik kemudian divariasikan dengan waktu fermentasi yang optimal. Pada penelitian ini dihasilkan kadar glukosa paling tinggi pada konsentrasi 0,25% dengan waktu fermentasi selama 5 hari sebesar 13%.Hal ini menunjukan bahwa tongkol jagung masih kurang optimal sebagai bahan baku pembuatan bioetanol.
EFEKTIVITAS COOLER 703E02 PADA SECTION 703 SEBAGAI PENDINGIN METHYL ESTER DI PT. ECOGREEN OLEOCHEMICALS BATAM PLANT Aditia Fian Nugraha; Abdul Chalim; Anderson Lie
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.445

Abstract

Shell and Tube Heat Exchanger 703E02 digunakan sebagai pendingin untuk campuran Methyl Ester-Gliserin agar mempermudah proses pemisahan pada separator. Alat pendingin beroperasi secara kontinyu, sehingga perlu dilakukan perhitungan efektivitas untuk mengetahui seberapa baik alat melakukan pertukaran panas, dan sebagai evaluasi perlu atau tidaknya dilakukan maintenance pada alat. Metode perhitungan yang dilakukan berdasarkan data yang didapatkan pada plant, dengan melakukan pengukuran suhu fluida secara manual menggunakan Thermogun pada suhu masuk dan keluaran fluida dingin, sedang untuk fluida panas digunakan data dari indikator temperatur yang sudah terpasang pada jalur. Flowrate pada pendingin tidak diketahui dan dilakukan perhitungan menggunakan persamaan perpindahan panas. Untuk spesifikasi bahan yang digunakan didapat melalui perpustakaan Process Engineering. Dari hasil perhitungan yang didapatkan efektivitas alat yang didapatkan sebesar 0,4450 dengan NTU 0,7288. NTU menjadi tolok ukur besarnya perpindahan panas yang dilepas oleh alat sehingga dengan hasil tersebut energi yang dilepas kecil dan efektivitas alat rendah. Perlu dilakukan pengecekan secara berkala dan maintenance agar berjalan dengan baik. Kata kunci: Efektivitas, Shell and Tube, NTU