cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 935 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM Α-AMILASE DAN GLUKOAMILASE PADA PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA DARI TEPUNG SAGU Shinta Laurensia Dewanti; Dwina Moentamaria; Ernia Novika Dewi; Noor Isnaini Azkiya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7728

Abstract

Sirup glukosa merupakan gula cair yang penting dalam industri makanan karena sifatnya yang tidak mudah mengkristal dan tanpa membutuhkan pelarutan. Meskipun memiliki kandungan pati tinggi, tepung sagu masih kurang dimanfaatkan padahal berpotensi besar sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan sirup glukosa. Pembuatan sirup glukosa dari tepung sagu dapat dilakukan melalui proses hidrolisis enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan enzim α-amilase dan glukoamilase terhadap karakteristik sirup glukosa yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan dalam tiga tahap yaitu gelatinisasi dengan pemanasan pada suhu 70°C, likuifikasi menggunakan enzim α-amilase pada suhu 90°C selama 1,5 jam, dan sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase pada suhu 60°C yang diinkubasi selama 72 jam. Variasi massa enzim yang digunakan adalah 0,08; 1; 2; dan 4 gram dengan rasio enzim enzim α-amilase dan glukoamilase 1:1. Parameter yang dianalisis meliputi kadar glukosa hasil likuifikasi dan sakarifikasi, kadar air, serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim hingga titik optimum meningkatkan kadar glukosa dan menurunkan kadar air, namun penambahan berlebih justru menurunkan kadar glukosa. Variabel terbaik dalam penelitian ini diperoleh pada penambahan enzim sebanyak 2 gram, yang menghasilkan kadar glukosa tertinggi sebesar 1,2776%, kadar air terendah sebesar 8,2%, serta karakteristik organoleptik sirup glukosa yang manis, berwarna bening kekuningan, dan tidak berbau.
PENGARUH FORMULASI TEPUNG SAGU DAN AIR TERHADAP KARAKTERISTIK SIRUP GLUKOSA Amalia Dwi Ardini Putri; Dwina Moentamaria; Ernia Novika Dewi; Noor Isnaini Azkiya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7732

Abstract

Sagu merupakan salah satu komoditas terbesar di Indonesia. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada produksi pati atau tepung sagu yang umumnya digunakan sebagai bahan pangan tradisional atau campuran dalam pembuatan kue dengan skala produksi yang relatif kecil. Padahal, sagu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu 79%–80%, berpotensi sebagai bahan baku pembuatan sirup glukosa. Sirup glukosa merupakan gula cair yang dihasilkan melalui proses hidrolisis pati baik secara enzimatis maupun asam. Proses hidrolisis pada penelitian ini dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi perbandingan tepung sagu dan air terhadap karakteristik sirup glukosa yang dihasilkan. Proses pembuatan sirup glukosa diawali dengan tahap gelatinisasi pada suhu 70°C dengan perbandingan tepung sagu dan air sebesar 1:2, 1:4, 1:6, dan 1:8 (b/v). Selanjutnya dilakukan liquifikasi menggunakan enzim α-amilase pada suhu 90°C, dilanjutkan dengan proses sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase pada suhu 50°C selama 72 jam dan dilakukan pemurnian menggunakan karbon aktif. Tahap terakhir yaitu analisa sirup glukosa menggunakan spektrofotometer UV-Vis . Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kadar glukosa yang diperoleh dari variasi perbandingan tepung sagu dan air berturut-turut sebesar 0,603%, 0,364%, 0,197%, dan 0,131%. Selain itu, kadar air sirup glukosa sebesar 13% telah memenuhi standar mutu berdasarkan SNI 01-2978-1992, dengan batas maksimum kadar air sebesar 20%.
EVALUASI PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUKSI EFEKTIF MESIN MASAKAN DAN PUTARAN DI PG. KREBET BARU II MALANG Jadzlan Ramadhan Dwiputra; Listiyana Candra Dewi; Duta Widya Nur Hudha
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7763

Abstract

Industri perkebunan di Indonesia, khususnya pabrik gula, memeliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Tingginya kebutuhan gula nasional mendorong perusahaan produsen gula seperti PG. Krebet Baru II untuk selalu mengoptimalkan proses produksi. Penggunaan mesin yang melebihi kapasitasnya dapat menyebabkan ketidak berhasilan proses pabrikasi sehingga evaluasi atas kapasitas efisien mesin perlu dilakukan. Kondisi optimal terjadi jika kapasitas aktual lebih kecil atau sama dengan kapasitas efektif. Kualitas produk dan performa mesin akan berkurang seiring berjalannya waktu ketika mesin bekerja tidak pada kondisi optimal. Kendala performa tersebut, utamanya pada stasiun masakan dan putaran yang sistem kerjanya berlangsung secara berkesinambungan dapat mengganggu proses produksi secara keseluruhan sehingga diperlukan proses evaluasi. Proses evaluasi dilakukan dengan perolehan data aktual secara observasi langsung yang melibatkan nilai volume, luas permukaan, massa input, dan volume output dari setiap mesin. Data tersebut digunakan untuk proses perhitungan data penunjang sehingga diperoleh nilai masing-masing kapasitas mesin produksi. Hasil evaluasi menunjukkan kapasitas efektif kedua stasiun sudah memenuhi kapasitas aktual proses sehingga peningkatan kapasitas tidak diperlukan.
ANALISIS PENGARUH SUGAR CONTENT DALAM INJEKSI OUT TERHADAP LAJU KOROSI PADA PERPIPAAN SISTEM COOLING TOWER DI INDUSTRI GULA INDONESIA Amalia Hadiatul Faidah; Anang Takwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7923

Abstract

Korosi pada perpipaan sistem cooling tower merupakan salah satu permasalahan umum di lingkungan industri karena dapat menyebabkan penurunan ketebalan pipa, kebocoran, dan gangguan pada keberlangsungan proses produksi. Salah satu faktor yang diduga mempercepat laju korosi adalah kontaminasi gula (sugar content) dalam air pendingin, khususnya di industri gula Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi gula terhadap laju korosi pada logam besi menggunakan metode kehilangan berat (weight loss). Eksperimen ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan larutan gula sebagai media simulasi untuk mempresentasikan kondisi aliran injeksi out pada cooling tower yang berpotensi terkontaminasi residu gula dari proses produksi. Variasi konsentrasi larutan gula yang digunakan adalah 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10000 ppm, dengan waktu perendaman selama empat hari (96 jam) pada kondisi terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar gula berbanding lurus dengan peningkatan laju korosi terhadap waktu. Nilai laju korosi tertinggi diperoleh pada konsentrasi 10.000 ppm sebesar 34,4435 miles per year, disertai penurunan pH dan peningkatan konduktivitas akibat degradasi gula menjadi asam organik. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberadaan gula dalam air pendingin dapat berpotensi mempercepat laju korosi, sehingga diperlukan pengendalian kualitas air yang efektif untuk menjaga kinerja sistem perpipaan cooling tower.
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN ASAM SITRAT DAN WAKTU PENGADUKAN PADA GETAH PINUS TERHADAP KUALITAS GUM ROSIN Nasya Pingki Febriani; Asalil Mustain; Desta E.D. Prasetya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7197

Abstract

PT Inhutani V Unit Industri Trenggalek merupakan salah satu industri penghasil gum rosin berbahan baku getah pinus merkusii, yang sebagai komoditas ekspor Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gum rosin melalui variasi konsentrasi asam sitrat dan waktu pengadukan pada proses pencucian getah, dengan menggunakan konsentrasi asam sitrat terbaik sebagai acuan. Pengujian dilakukan untuk menganalisis pengaruh kedua variabel terhadap mutu produk berdasarkan parameter warna (colour), bilangan asam (acid value), titik lunak (softening point / melting point), dan komponen tidak menguap (non-volatile). Proses diawali dengan pencucian getah menggunakan asam oksalat dan variasi konsentrasi asam sitrat 4%; 6%; dan 8% terhadap massa getah, serta waktu pengadukan selama 15; 30; dan 45 menit, yang menghasilkan Oleo Pine Resin (OPR). OPR kemudian dilakukan distilasi untuk memperoleh gum rosin, yang selanjutnya diuji parameter kualitas. Hasil penelitian meunjukkan bahwa kondisi terbaik diperoleh pada konsentrasi asam sitrat 6% dengan waktu pengadukan selama 15 menit, menghasilkan titik lunak (softening point / melting point) sebesar 83℃ dan komponen tidak menguap (non-volatile) mencapai 98,6%.
PREDIKSI KESETIMBANGAN UAP - CAIR SISTEM BINER ASETON + n-PENTANOL MENGGUNAKAN MODEL UNIFAC Vira Cintya Ramadhani; Asalil Mustain
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7222

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi, cadangan bahan bakar fosil mengalami penurunan sehingga perlu adanya energi alternatif sebagai pengganti. Salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil adalah bioetanol. Bioetanol diproduksi dengan cara fermentasi dengan produk utama yang dihasilkan yaitu campuran etanol dan air serta produk samping berupa fusel oil. Kandungan pada fusel oil harus dipisahkan supaya mendapatkan etanol dengan kemurnian yang tinggi, salah satunya yaitu dengan distilasi. Dalam perancangan dan pengoptimalan proses distilasi maka diperlukan berbagai macam informasi, salah satunya yaitu data kesetimbangan uap - cair dari pasangan komponen yang akan dimurnikan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi data kesetimbangan uap - cair menggunakan model UNIFAC pada tekanan 20, 50, dan 101,325 kPa. Prediksi kesetimbangan uap - cair sistem biner aseton + n-pentanol dilakukan menggunakan model UNIFAC dengan variabel yang digunakan yaitu tekanan 20, 50, dan 101,325 kPa dan fraksi mol fase cair pada rentang 0 – 1 dengan interval 0,05. Hasil prediksi kesetimbangan uap - cair sistem biner aseton + n-pentanol tidak menunjukkan adanya azeotrop sehingga pemisahan dapat dilakukan secara distilasi sederhana.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN BAKU ALTERNATIF TERHADAP KUALITAS DAN EFISIENSI PRODUKSI SEMEN DI PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK Nabila Priska Permadani; Luchis Rubianto; Jaenuri Jaenuri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7293

Abstract

Industri semen merupakan salah satu penyumbang emisi CO₂ global sebesar 5-8%, sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi proses dan keberlanjutan melalui pemanfaatan bahan baku alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi bahan baku alternatif terhadap kualitas dan efisiensi produksi semen di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Metode penelitian menggunakan analisis data sekunder yang diperoleh dari unit Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), dan Perencanaan Bahan Produksi (PBP) di Plant Tuban Unit Section of RKC 1 selama periode September-Desember 2024. Variabel yang dikaji meliputi komposisi kimia klinker, parameter fisika semen, efisiensi produksi, konsumsi energi, serta faktor klinker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan fly ash, bottom ash, dan paper sludge memberikan pengaruh positif terhadap kualitas klinker dengan nilai Lime Saturation Factor (LSF) sebesar 99,26%-101,71%, Silica Ratio (SR) rata-rata 2,2, dan Alumina Ratio (AR) rata-rata 1,62. Parameter fisika menunjukkan waktu ikat awal 140-207 menit dan kuat tekan maksimum 489 kg/cm². Efisiensi produksi berkisar 54,04%-83,52% dengan efisiensi energi rata-rata 79,98% dan efisiensi klinker 66,18%-69,86%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku alternatif mampu meningkatkan efisiensi produksi, mempertahankan kualitas semen, serta mendukung keberlanjutan melalui penurunan faktor klinker dan emisi karbon.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA PROSES PEMBUATAN SEMEN DI PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK Adinda Sabrina Maharani; Luchis Rubianto; Jaenuri Jaenuri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7297

Abstract

Penggunaan batu bara sebagai bahan bakar utama dalam industri semen telah menimbulkan permasalahan lingkungan dan efisiensi energi, terutama karena emisi karbon dioksida (CO₂) yang tinggi. Penelitian ini dilakukan di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk mengkaji pengaruh penambahan bahan bakar alternatif (alternative fuel/AF) terhadap konsumsi batu bara dan emisi CO₂ dalam proses produksi semen. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data konsumsi bahan bakar, nilai kalor, dan emisi gas CO₂ sebelum dan sesudah penggunaan AF selama tiga bulan (Agustus–Oktober 2023). Variabel utama dalam penelitian ini adalah volume batu bara dan bahan bakar alternatif, serta besaran emisi CO₂. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan bahan bakar alternatif seperti sekam padi, serbuk kayu, dan limbah tembakau secara signifikan mampu menurunkan konsumsi batu bara hingga 40.605 ton dan mengurangi emisi CO₂ sebesar 97.452 ton. Kesimpulannya, substitusi sebagian batu bara dengan bahan bakar alternatif terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan dampak lingkungan proses produksi semen, serta mendukung transisi industri menuju produksi yang lebih berkelanjutan.
ANALISIS KEBUTUHAN LUAS PERMUKAAN PEMANAS PADA CALANDRIA PAN UNTUK PROSES KRISTALISASI MASAKAN A DENGAN UMPAN 7.000 KUINTAL Alfina Nur Izza Awdiyah; Arief Rahmatulloh; Pandu Jati Ramadhan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7340

Abstract

Manajemen energi dan efisiensi proses kristalisasi merupakan aspek fundamental dalam industri gula modern yang berdampak signifikan terhadap produktivitas dan keberlanjutan produksi. Kristalisasi menggunakan calandria pan atau vacuum pan menjadi tahap krusial yang memerlukan optimasi transfer energi panas untuk mengontrol kualitas gula dan konsumsi energi. Penelitian ini bertujuan menentukan jumlah vacuum pan yang dibutuhkan untuk mengolah masakan A dan menganalisis perbandingan kebutuhan luas permukaan pemanas teoritis dengan spesifikasi aktual calandria pan. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental analitis dengan analisis kuantitatif perpindahan panas, mengumpulkan data spesifikasi teknis peralatan, parameter operasional (tekanan dan temperatur uap, temperatur masakan), serta variabel proses (kapasitas giling 6000 TCD, brix masakan A 93,57%). Analisis dilakukan menggunakan metode Log Mean Temperature Difference (LMTD) dan perhitungan koefisien perpindahan panas. Hasil menunjukkan kebutuhan luas permukaan pemanas untuk mengolah masakan A dengan umpan 7.000 kuintal adalah 436,733 m², sementara tersedia 6 unit calandria pan dengan total luas 1.326 m². Surplus kapasitas sebesar 889,27 m² (67,1%) mengindikasikan proses dapat dilaksanakan optimal dengan mengoperasikan hanya 2 unit calandria pan, memberikan potensi signifikan untuk optimasi manajemen energi dan peningkatan efisiensi operasional dalam industri gula.
EVALUASI EFISIENSI BOILER UNIT 2 PADA PT. PLN NUSANTARA POWER UP TANJUNG AWAR – AWAR Veiza Mutiara Aliffia Putri Artianti; Anang Takwanto; Abdul Latif
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7357

Abstract

Evaluasi ini mengkaji perhitungan efisiensi operasional Unit boiler 2 yang beroperasi di PT PLN Nusantara Power Unit Pelaksana Tanjung Awar-Awar,  yang menggunakan bahan bakar batu bara dan serbuk kayu. Evaluasi kinerja boiler diperlukan, karena penggunaan boiler secara berkepanjangan dapat menimbulkan banyak permasalahan, seperti penurunan kemampuan pemanasan dan terjadinya slagging, yang akhirnya dapat menghambat kinerja boiler serta menurunkan efisiensinya. Akibatnya, evaluasi ini berusaha untuk menilai kinerja boiler. Pendekatan yang digunakan mencakup metode langsung dan metode tidak langsung, yang kedua metodenya merujuk pada standar yang telah ditetapkan oleh American Society of Mechanical Engineers melalui Performance Test Codes (ASME PTC 4.1). Evaluasi ini memperoleh data dan hasil yang menunjukkan laju aliran massa sebesar 1.143.066 kg/jam ke dalam boiler dan 1.132.080 kg/jam keluar. Selain itu, total input energi tercatat sebesar 2.120.643.259,10 kJ dan output energi sebesar 1.924.790.357,00 kJ. Berdasarkan analisis yang digunakan, metode langsung menghasilkan efisiensi sebesar 90,76%, sedangkan metode tidak langsung menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi sebesar 91,32%. Hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi boiler dapat bervariasi tergantung pada metode evaluasi yang digunakan. Dengan demikian, menjaga kualitas bahan bakar serta kondisi operasional boiler sangat penting untuk mengoptimalkan efisiensinya. Evaluasi ini merekomendasikan pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan rutin guna meminimalkan kehilangan energi dan meningkatkan kinerja boiler secara keseluruhan.

Filter by Year

2019 2026