cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PENGARUH RASIO STARTER TERHADAP SUBSTRAT DALAM PRODUKSI BIOGAS Hafsah, Diana Sayyidah; Z., Dini Arina Fasa; Prayitno, Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.14

Abstract

Limbah cair tahu merupakan limbah yang memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi. Jika langsung dibuang tanpa pengolahan limbah terlebih dahulu akan menyebabkan pencemaran lingkungan, maka dengan pemanfaatan limbah cair tahu sebagai bahan baku produksi biogas untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Produksi biogas dari limbah cair tahu di proses secara fermentasi selama 25 hari dengan bantuan bakteri metanogenik yang berasal dari kotoran sapi menggunakan reaktor UASB dengan kapasitas ± 20 liter. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rasio volume starter kotoran sapi dengan volume limbah cair tahu terhadap produksi biogas yang dihasilkan. Rasio tersebut berdasarkan perbandingan volume dengan variasi 2:10, 4:10 dan 6:10. Selanjutnya campuran tersebut dimasukkan ke dalam reaktor. Hasil karakteritik limbah cair tahu menggunakan metode botol winkle menunjukkan kandungan BOD sebesar 2.905,2 mg/l. Pengamatan terhadap produksi biogas dilakukan dengan melihat volume biogas setiap 5 hari serta melihat kandungan gas metana (CH4) menggunakan multi gas monitor AS8900. Kondisi operasi terbaik diperoleh pada rasio volume starter kotoran sapi dengan volume limbah cair tahu 4:10 (R2) dengan volume biogas yang dihasilkan sebesar 666 ml. Volume gas metana yang terbaik diperoleh dari rasio 6:10 (R3) dengan volume sebesar 0,7 ml.
PENGARUH PENGUMPANAN LINDI TERHADAP PENINGKATAN NILAI KALOR PRODUK PADA LIMBAH KULIT PISANG MENGGUNAKAN PROSES BIODRYING Putri, Vionadhiah R.; Densiana, Widianti; Santosa, Sandra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.45

Abstract

Sampah kulit pisang yang terdekomposisi menghasilkan lindi dan bau yang busuk, sehingga diperlukan penanganan secara tepat. Salah satu metode pengolahan sampah organik adalah biodrying yang merupakan teknik pengeringan yang mengandalkan aktivitas biologis mikroorganisme baik bakteri ataupun jamur, untuk mengurangi kadar air (moisture content) dari sampah basah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh laju alir aerasi terhadap nilai heating value yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan sampai lindi yang dihasilkan habis dengan alat biodrying tipe batch menggunakan 3 buah reaktor dengan massa kulit pisang 1 kg dengan heating value sebesar 163,76 cal/gram dan dengan laju alir aerasi 0,7 L/menit, 1,5 L/menit dan 3 L/menit menghasilkan heating value sebesar 2241,22 cal/gram, 3243,93 cal/gram, dan 4588,18 cal/gram dengan pengumpanan lindi. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar laju alir aerasi dan adanya pengumpanan lindi menyebabkan temperatur semakin tinggi, kandungan air semakin rendah, dan nilai kalor semakin besar.
PENGARUH JUMLAH KAPUR DAN PAC TERHADAP PENURUNAN KADAR Cu, TSS, TURBIDITY DAN pH PADA AIR ASAM TAMBANG Jadid, Maudy. M. E.; A., Ummatrasa. R.; Widiono, Bambang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.30

Abstract

Kegiatan penambangan merupakian suatu komoditas devisa Negara. Namun dampak negative dari kegiatan penambangan sendiri diantaranya adalah sebagai penghasil air limbah yang mengandung bahan-bahan berbahaya, terlebih jika kegiatan penambangan tersebut dekat dengan pemukiman penduduk serta ekosistem lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak lingkungan yang disebabkan kegiatan penambangan khususnya dampak dari air limbah yang dihasilkan dari proses penambangan serta pengolahan limbahnya. Analisis data yang dilakukan terdiri atas analisis pH, Total Suspended Solid (TSS), kandungan Cu, dan Turbidity yang merujuk pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Limbah Kegiatan Penambangan Bijih Emas dan Tembaga untuk keluaran pengolahan limbah cair air asam tambang. Berdasarkan hasil analisis laboratorium didapatkan hasil uji kualitas air kondisi terbaik untuk pH limbah 8,57 (kenaikan pH sebesar 62,54%) dengan TSS sebesar 7 mg/l (penurunn TSS sebesar 70,46%) , Turbidity sebesar 2.45 mg/l (penurunan Turbidity sebesar 31,02%) dan kadar Cu sebesar 0,37 mg/l (penurunan Cu sebesar 91,2%).
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK DAN KERTAS DI JURUSAN TEKNIK KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEKOMPOSISI TERMAL SISTEM INDIRECT Agustin, Shelly D.P; Rasyada, Fina; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.48

Abstract

Sampah merupakan permasalahan global yang dapat mencemari lingkungan. Indonesia memproduksi sebanyak 65 juta ton sampah pada tahun 2017, di Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang memproduksi campuran sampah plastik dan kertas sebanyak ±30 kg per hari. Sampah plastik dan kertas dapat diolah dengan metode dekomposisi termal. Dekomposisi termal adalah proses perubahan senyawa kimia kompleks menjadi senyawa kimia yang lebih sederhana yang disebabkan adanya panas. Tahapan proses dalam degradasi termal adalah drying, pirolisis, gasifikasi dan pembakaran. Penelitian ini menghasilkan energi panas yang dapat digunakan untuk memanaskan air dengan tujuan mengetahui pengaruh laju alir udara dan pengaruh perbandingan rasio kertas plastik terhadap energi panas yang dihasilkan. Variabel yang digunakan adalah rasio massa kertas : plastik yaitu 1:4, 1:3, 1:2, 1:1 dengan variabel 2 L/Min, 3 L/Min, 4 L/Min, 5 L/Min, 6 L/Min. Laju alir udara yang terbaik dalam proses dekomposisi termal adalah 2 L/min dengan rasio 1:3 yang dapat memanaskan air hingga suhu 75 oC
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK DAN KERTAS DI JURUSAN TEKNIK KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEKOMPOSISI TERMAL SISTEM DIRECT Rasyada, Fina; Agustin, Shelly D.P.; Naryono , Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.35

Abstract

Sampah merupakan permasalahan global yang dapat mencemari lingkungan. Indonesia memproduksi sebanyak 65 juta ton sampah pada tahun 2017, di Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang memproduksi campuran sampah plastik dan kertas sebanyak ±30 kg per hari. Pengolahan sampah plastik dan kertas dapat dilakukan dengan metode dekomposisi termal. Dekomposisi termal adalah proses perubahan senyawa kimia kompleks menjadi senyawa kimia yang lebih sederhana yang disebabkan adanya panas. Tahapan proses dalam degradasi termal adalah drying, pirolisis, gasifikasi dan pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju alir udara dan pengaruh perbandingan rasio kertas plastik terhadap energi panas yang dihasilkan yang dapat digunakan untuk memanaskan air. Variabel yang digunakan adalah rasio massa kertas : plastik yaitu 1:4, 1:3, 1:2, 1:1 dengan variabel laju alir udara 2 L/min, 3 L/min, 4 L/min, 5 L/min, 6 L/min. Laju alir udara yang terbaik dalam proses dekomposisi termal adalah 6 L/min dengan rasio 1:4 yang dapat memanaskan air hingga temperatur 90oC.
PENGARUH WAKTU REAKSI DEKARBOKSILASI PADA PEMBUATAN GREEN DIESEL DARI SABUN PALM STEARIN DENGAN KATALIS CA-ZN Palupi, Destiana R. A.; Sari, Chintya A. P.; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.17

Abstract

Proses dekarboksilasi sabun Ca dari palm stearin merupakan salah satu metode pembuatan green diesel sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Proses dekarboksilasi diawali dengan proses saponifikasi dengan katalis NaOH dan kombinasi logam berupa Ca-Zn sebagai katalis. Logam Ca digunakan sebagai katalis karena logam bervalensi dua membantu dalam pembentukan n-alkana. Logam Zn merupakan logam transisi yang mempercepat proses dekarboksilasi. Proses dekarboksilasi dilakukan selama rentang waktu 0,5 – 2 jam dengan suhu 350 °C dengan rasio mol katalis 9:1. Hasil penelitian menunjukkan senyawa hidrokarbon yang terbentuk merupakan alkana rantai panjang dengan variasi komposisi karbon yaitu antara C2-C24. Dengan komposisi karbon terbesar pada C8-C11, seperti komposisi green diesel. Jenis komposisi karbon yang dihasilkan yaitu senyawa alkane (-CH), senyawa karbonil (-COH), dan senyawa karboksilat (-COOH). Jenis senyawa yang terbesar dalam produk yaitu senyawa alkane (-CH) dan senyawa karboksilat (-COOH). Produk gas yang dihasilkan yaitu gas CO dan CO2 menunjukan bahwa reaksi perengkahan katalitik terdiri dari reaksi hidrogenasi, dehidrogenasi, dekarboksilasi, dan dekarbonilasi
PENGARUH RASIO MASSA KATALIS CaO DAN RASIO MOL MINYAK DENGAN METANOL PADA PROSES TRANSESTERIFIKASI MINYAK RANDU MENJADI BIODIESEL Retnaningtyas, Herawati; Nugroho, Khoirunnisa S.; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.28

Abstract

Pembuatan biodiesel pada umumnya dihasilkan melalui transesterifikasi minyak nabati yang dikatalisis oleh katalis basa atau asam homogen dengan cara dilarutkan di dalam metanol. Namun, penggunakan katalis homogen bersifat korosif dan sukar dipisahkan dari campuran reaksi sehingga penggunaan katalis ini tidak dapat di-recycle. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut adalah menggunakan katalis heterogen seperti CaO. Limbah cangkang kerang darah sangat berpotensi untuk dijadikan sumber katalis heterogen karena melalui proses kalsinasi kandungan CaO pada cangkang kerang darah sebesar 99,09%. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh rasio mol minyak dengan metanol dan pengaruh rasio massa katalis CaO dari cangkang kerang darah dengan CaO murni terhadap %massa FAME yang dihasilkan. Katalis yang dihasilkan melalui proses kalsinasi dianalisis menggunakan metode XRD dan SEM-EDX. Variabel yang dipelajari adalah rasio mol minyak dengan metanol 1:5, 1:7, dan 1:9 dan rasio massa katalis CaO dari cangkang kerang darah dengan CaO murni 0:1, 1:3, 1:1, 3:1, dan 1:0. Berdasarkan hasil penelitian, %massa FAME maksimal didapatkan sebesar 98,37% pada kondisi rasio mol minyak dengan metanol 1:7 dan rasio massa katalis CaO dari cangkang kerang darah dengan CaO murni 0:1.
Pengaruh Waktu Hidrasi dan Methyl Cellulose terhadap Kuat Tekan dan Water Retension dalam Pembuatan Semen Instan Fadilah, Muhammad F.; Purnama, Deffa; Zamrudy , Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.43

Abstract

Perkembangan yang terjadi di dunia konstruksi juga berdampak pada bahan-bahan konstruksi itu sendiri, seperti perkembangan yang terjadi pada semen instan.Semen instan didefinisikan sebagai campuran material yang terdiri dari agregat halus (aditif), semen, dan air dengan komposisi tertentu. Setiap konstruksi bangunan yang menggunakan beton, selalu menggunakan semen instan, baik itu sebagai bahan perekat, plesteran, maupun acian untuk pembangunan konstruksi tersebut. Untuk mempercepat kerja kontruksi bangunan diperlukan bahan yang cepat,ringkas dan siap pakai. Dengan tambahan zat aditif pada plesteran menambah kekuatan dan kualitas dari plester tembok Aditif merupakam bahan tambah yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan. Bahan tambahan lebih banyak bersifat penyemenan jadi cocok digunakan untuk memperbaiki kinerja kekuatannya.
PENGARUH SUHU DAN KONSENTRASI GUM ARAB TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN (IC50) PADA PROSES SPRAY DRYING BAYAM HIJAU (AMARANTHUS HYBRIDUS L.) Awaliyah, Ita N; Machfudloh, Maziyatul; Takwanto, Anang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.34

Abstract

Sayur memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, kurang mengonsumsi sayur dapat mengakibatkan kekurangan zat gizi seperti mineral, vitamin, terutama senyawa yang berperan sebagai antioksidan sehingga dapat menimbulkan terjadinya berbagai penyakit. Pentingnya mengonsumsi sayur masih kurang disadari oleh masyarakat Indonesia khususnya pada anak berusia dibawah 5 tahun. Salah satu tumbuhan yang memiliki antioksidan antara lain adalah sayur bayam hijau (Amaranthus hybridus L.). Sayur bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) berpotensi dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas pemicu terjadinya penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh suhu udara pengering dan konsentrasi gum arab terhadap aktivitas antioksidan sayur bayam hijau dengan menggunakan spray drying. Sayur bayam hijau yang telah diolah menjadi serbuk menggunakan suhu udara pengering 120°C, 150°C, dan 180°C serta konsentrasi gum arab 8%, 10% dan 12%. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1 difenil-2-pikrihidrazil) berdasarkan nilai IC50. Uji aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik dari semua variabel terdapat pada suhu udara pengering 120°C dengan konsentrasi gum arab 8% yang memilki nilai IC50 sebesar 41,63 ppm dan tergolong memiliki aktivitas antioksidan aktif atau kuat.
STUDI PENGARUH ELECTROPLATING PADA SEPESIMEN KERAMIK DENGAN PELAPIS TEMBAGA Mahadhika, Dresta; Maulana, Ridho A.; Udjiana, Sigit
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.23

Abstract

Proses electroplating biasa dilakukan pada produk berbahan logam yang bertujuan untuk membentuk permukaan logam dasar dengan sifat atau dimensi yang berbeda. Proses electroplating dapat dilakukan pada spesimen non logam dengan melakukan pretreatment terlebih dahulu pada spesimen tersebut. Penelitian ini melakukan studi pengaruh proses electroplating logam tembaga pada material non logam berupa keramik sebagai alternatif dari logam untuk meghasilkan produk yang memiliki konduktivitas yang sama dengan logam aslinya. Proses electroplating diawali dengan proses pemolesan, lalu melapisi keramik dengan cat karbon konduktif untuk selanjutnya dilakukan elctroplating dengan pelapis logam tembaga. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah tegangan, waktu pelapisan dan suhu. Tegangan yang digunakan adalah 5 volt dan 7,5 volt dan 10 volt selama 1200, 1500, dan 1800 detik pada suhu 40 °C, 50 °C dan 60°C. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelapisan terbaik didapatkan pada kombinasi suhu 60°C, tegangan 7.5V dan waktu 1200 s dengan pertambahan massa sebesar 0.33 g.