cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
EVALUASI PERHITUNGAN NERACA ENERGI FINISH MILL DI PT SEMEN INDONESIA PERSERO TBK TUBAN Dyatmiko, Arian Suryo; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.417

Abstract

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Multinasional Company di Indonesia bergerak dalam produksi semen dan non-semen. Semen adalah komoditas utama yang diproduksi pada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini. Pada proses pembuatan semen di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, produksi dilakukan dengan menggunakan proses kering. Teknologi ini memiliki keunggulan pada biaya operasi relatif rendah pada kapasitas produksi yang besar. Pembuatan semen memiliki beberapa tahapan, diantaranya adalah penyiapan bahan baku dan tambahan, pengolahan bahan, pembakaran dan pendinginan, penggilingan dan pengisian atau pengantongan semen. Sebelum memasuki tahap pengemasan, terdapat suatu unit alat bernama Finish mill. Finish mill merupakan unit penggilingan semen terakhir pada proses pembuatan semen. Pada alat ini, bahan pembentuk semen yaitu clinker digiling dan dicampur dengan gypsum dan trass. Jenis finish mill yang digunakan berupa horizontal ball mill yang didalamnya terdapat bola-bola penggiling untuk memperkecil ukuran partikel semen menjadi 325 mesh. Tujuan dari dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui banyaknya energi yang dibutuhkan finish mill pada proses pembuatan semen. Finish mill memiliki 5 buah aliran yang terbagi menjadi 3 aliran masuk dan 2 aliran keluar. Aliran masuk berupa aliran umpan (F1), water spray (F2), dan gas panas (F3) serta aliran keluar berupa produk semen (F4) dan gas buang (F5). Pada masing – masing aliran tersebut didapatkan hasil berturut – turut sebesar 233,00 ton/jam; 3,02 ton/jam; 900,74 ton/jam; 204,13 ton/jam; 932,63 ton/jam.
ANALISA PENGGUNAAN TANAH LIAT DAN TANAH LEMPUNG DALAM PEMBUATAN SUBSTRAT SOIL UNTUK AQUATIC PLANT Kusuma, Anggi Wahyu; Wibowo, Agung Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.360

Abstract

Substrate soil merupakan media tanam yang ada didalam aquascape yang mengandung unsur organik serta mineral yang penting bagi tumbuhan air. Bahan baku utama dari substrate soil bermacam-macam bisa dari pasir maupun tanah, tetapi penggunaan tanah dalam pembuatan substrate soil dinilai lebih efektif dibandingkan dengan pasir dikarenakan tanah memiliki sifat yang berat serta melekat dan mampu mengikat akar tanaman dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan bahan baku tanah liat dan tanah lempung pada pembuatan substrate soil terhadap ketahanan soil yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kering dengan bahan utama yaitu tanah liat dan tanah lempung sebanyak 500 gram, kotoran kambing dan arang sebanyak 50 gram. Dari hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa bahan baku tanah liat memiliki tingkat ketahanan bahan baku tanah liat lebih baik dibandingkan dengan bahan baku tanah lempung yang dibuktikan dengan hasil perendaman substrate soil di dalam air menunjukkan bahwa selama 7 hari substrate soil masih tahan terhadap air. Sedangkan untuk analisa pH penggunaan bahan baku tanah liat memiliki memiliki nilai pH yang sesuai yaitu sebesar 6,2 dihari pertama dan dihari ke tujuh pH air sebesar 7. Hasil dari analisa TDS bahan baku tanah liat memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan bahan baku tanah lempung yaitu dengan rentang 200-320 mg/l untuk tanah liat dan 298-400 mg/l untuk tanah lempung. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku tanah liat memiliki hasil analisa yang sesuai standar untuk kehidupan organisme akuatik.
PENGARUH PENGGUNAAN MOLASE DAN ARANG TERHADAP KETAHANAN DAN PH AIR SERTA KEJERNIHAN GRANULA PADA PEMBUATAN SOIL SUBSTRATE Amalia, Rizqi Putri; Wibowo, Agung Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.372

Abstract

Soil substrate adalah media tanam aquascape yang merupakan bagian dasar dari aquascape yang bersentuhan langsung dengan akar tanaman. Fungsi dari soil susbstrat selain untuk media tanam yaitu untuk menutrisi tumbuhan. Pembuatan soil substrate menggunakan bahan baku tanah dan humus. Untuk meningkatkan ketahanan bentuk granula soil substrate, pada penelitian ini digunakan molasses sebagai perekat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengunaan molase dan arang terhadap kejernihan dan pH air serta ketahanan granula pada pembuatan soil substrate. Proses pembuatan substrate soil diawali dengan pencampuran bahan baku tanah humus dan tanah taman kemudian dicampur dengan bahan tambahan perekat berupa molase yang dispreykan. Variabel yang digunakan yaitu molase 10 mL, 20 mL dan 30 mL dengan pengenceran dengan air 1 : 10 dengan variasi persen arang 5%, 10% dan 15% dengan metode wet granulation. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin banyak kadar molase memiliki ketahanan bentuk granula yang lebih baik dibandingkan dengan sampel blangko. Semakin banyak arang maka kejernihan air dalam aquascape semakin jernih walaupun granula dalam keadaan hancur.
STUDI LITERATUR: PENETAPAN LOKASI PABRIK PADA PRA RANCANGAN PABRIK VCO DI BEBERAPA ALTERNATIF LOKASI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN METODE FACTOR RATING Maulana, Muhammad Ravly; Lusiani , Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.511

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan bentuk olahan daging buah kelapa yang memiliki banyak manfaat terutama di bidang kesehatan dan industri kecantikan serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Dalam proses pendirian pabrik VCO banyak faktor yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah penetapan lokasi pabrik. Pemilihan lokasi pabrik ditentukan oleh beberapa hal yaitu ketersediaan bahan baku, pemasaran, utilitas, keadaan geografis dan masyarakat, transportasi, tenaga kerja, sistem penanganan dan pengolahan limbah pabrik, site dan karakteristik lokasi, serta peraturan perundang-undangan. Tujuan daristudi literaturini adalah untuk menetapkan lokasi pabrik pada pra- rancangan pabrik VCO dengan kapasitas 50.000 ton/tahun di beberapa alternatif lokasi Jawa Timur dengan menggunakan metode factor rating. Metode ini dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing-masing faktor yang telah dipertimbangkan untuk mendapatkan lokasi pendirian pabrik yang tepat. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode factor rating maka didapatkan bahwa Daerah Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur adalah lokasi yang cukup strategis dan memiliki peluang terbesar untuk pendirian pabrik pada pra-rancangan pabrik VCO dengan kapasitas 50.000 ton/tahun. Daerah Banyuwangi memiliki beberapa kelebihan yaitu faktor ketersediaan bahan baku, pemasaran, utilitas, keadaan geografis dan masyarakat, transportasi, tenaga kerja, serta peraturan buangan limbah yang baik untuk pendirian pabrik VCO.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA SABUN CAIR BERBASIS MINYAK KELAPA SAWIT KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN Qomariah, Nur Laila; Dewajani, Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.474

Abstract

Saat ini jaman semakin berkembang dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Dalam menjaga kebersihan serta kesehatan diri, sabun berperan sebagai pembersih kulit dari kotoran, minyak maupun bakteri. Sabun adalah sebuah produk dari campuran senyawa kimia dengan berbagai bentuk yang digunakan untuk bahan pembersih tubuh. Sabun yang sering dijumpai dikalangan masyarakat berupa sabun mandi, sabun cuci, dan sabun kecantikan. Penelitian ini membahas penentuan kapasitas produksi dan seleksi proses pada sabun cair berbasis minyak kelapa sawit dengan katalis kalium hidroksida sebagai bahan baku utama pembuatan sabun. Tujuan dari penelitian ini menentukan kapasitas produksi dan seleksi proses pembuatan sabun cair berbasis minyak kelapa sawit yang digunakan pada prarancangan pabrik sabun cair tahun 2024. Kapasitas produksi dihitung dengan menggunakan metode linier, dimana cara yang digunakan ialah menghitung rata-rata kebutuhan produk dalam 5 tahun terakhir yaitu 2016-2020 untuk memperkirakan hasil pada tahun 2024. Selanjutnya seleksi proses, ditentukan untuk mendapatkan proses pembuatan dan komposisi sabun yang menghasilkan produk paling cocok untuk kebutuhan masyarakat dengan penekanan dalam biaya produksi. Hasil dari penelitian ini adalah kapasitas produksi pabrik sabun cair ditahun 2024 sebanyak 40.000 ton/tahun. Dan metode yang terpilih saponifikasi trigiserida dengan kondisi proses panas. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kapasitas produksi pabrik sabun cair ditahun 2024 sebanyak 40.000 ton/tahun. Metode yang terpilih yakni saponifikasi trigiserida dengan kondisi proses panas. Dapat disimpulkan bahwa dengan kebutuhan sabun masyarakat yang besar dan hasil produk penelitian ini yang berkualitas, maka layak didirikan sebuah pabrik sabun pada tahun 2024.
PENGARUH SUHU PIROLISIS DAN KONSENTRASI AKTIVATOR NaCl TERHADAP KUALITAS ADSORBEN ARANG AKTIF BERBAHAN DASAR LIMBAH TEMPURUNG KELAPA Hanavia, Millenina Sulung; Meliati, Cokorda Istri Anjani; Rubianto, Luchis
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.325

Abstract

Pencemaran air akibat limbah cair berwarna merupakan masalah serius. Masalah ini disebabkan oleh limbah tersebut tidak dapat terurai secara alami. Salah satu metode yang mudah digunakan dalam pengolahan limbah adalah dengan cara adsorpsi menggunakan arang aktif yang dibuat dari limbah tempurung kelapa. Arang aktif ini dibuat dari arang hasil proses pirolisis dan diimplementasikan untuk menyerap warna pada limbah cair berwarna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pirolisis dan konsentrasi aktivator larutan NaCl terhadap kualitas arang aktif dengan memperhatikan proses pirolisis yang dilakukan pada variasi suhu 300℃, 325℃, dan 350℃ selama 120 menit. Lalu diaktivasi dengan larutan NaCl sebesar 30%, 35%, dan 40% selama 24 jam. Variasi suhu pirolisis dan konsentrasi aktivator tersebut dapat ditentukan kualitas arang aktif yang baik dalam penyerapan limbah cair berwarna dengan proses adsorpsi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kualitas arang aktif (sesuai SNI.06-3730-1995) yang dipengaruhi oleh suhu pirolisis dan konsentrasi aktivator larutan NaCl memberikan pengaruh terhadap penurunan warna limbah. Hasil penelitian menunjukkan arang aktif terbaik dihasilkan pada suhu 325oC dengan konsentrasi aktivator larutan NaCl 35%, daya serap warna pada limbah cair berwarna terbaik sebesar 99,78%.
ANALISA KELAYAKAN PABRIK PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS MIKROORGANISME LOKAL DARI LIMBAH CAIR TAHU KAPASITAS 4200 TON/TAHUN Fajaria, Annisa Nuris; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.377

Abstract

Analisa kelayakan digunakan untuk mengetahui pra rancangan pabrik pupuk organik cair berbasis mikroorganisme lokal dari limbah cair tahu telah melengkapi aspek produk layak diperjualbelikan, lokasi strategis, dan keuntungan ekonomi. Tahapan analisa kelayakan adalah tinjauan pendirian pabrik meliputi lokasi pabrik, ketersediaan bahan baku, pemasaran dan utilitas, uraian proses pra rancangan pabrik, analisa ekonomi. Tinjauan pendirian pabrik berada di kabupaten Pasuruan dikarenakan ketersediaan bahan baku utama limbah cair tahu berada di kota Probolinggo, serta kemudahan dalam transportasi dan pemasaran. Uraian proses pra rancangan pabrik pupuk oganik cair terdapat 6 unit proses, yaitu unit persiapan, unit fermentasi, unit pemisahan, unit nitrifikasi I, unit nitrifikasi II, unit evaporasi. Hasil analisis ekonomi, nilai Return On Invesment sebelum pajak sebesar 25,51% dan setelah pajak 22,94%. Nilai Pay Out Time sebelum pajak diperoleh 3,9 tahun dan sesudah pajak 4,4 tahun. Nilai Break Even Point adalah 50,51% dan nilai Shut Down Point diperoleh 27,65%. Nilai dari Internal Rate of Return sebesar 27%.
MANAJEMEN PENGELOLAAN WAKTU MENGGUNAKAN SMART DIAGRAM PERT PADA INDUSTRI YOGHURT Khairina, Safira; Moentamaria, Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.422

Abstract

Kebijakan dan manajemen waktu memegang peran yang penting dalam kesuksesan suatu proses produksi. Penjadwalan merupakan salah satu solusi agar proses produksi dapat berjalan baik dan lancar. Pada industri yoghurt tangki seeding dan fermentor beroperasi secara batch dan menghabiskan waktu yang cukup lama. Proses secara batch ini dapat menghambat proses produksi jika tidak dilakukan manajemen waktu yang tepat. Manajemen waktu dengan diagram PERT (Program Evaluation and Review Technique) dapat menjadi metode penjadwalan yang tepat untuk mengefisiensikan waktu produksi industri yoghurt. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang pengelolaan waktu di industri yoghurt dengan metode diagram PERT serta menganalisa efisiensinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan waktu industri dengan metode diagram PERT dapat digunakan untuk menyelesaikan sebuah penjadwalan proses produksi di industri yoghurt terutama pada bagian tangki seeding dan fermentor yang beroperasi secara batch. Manajamen pengelolaan waktu dengan metode diagram PERT ini terbukti efisien untuk penjadwalan proses produksi industri yoghurt.
PERHITUNGAN EFISIENSI HIGH PRESSURE HEATER PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP PT POMI UNIT 3 Ifvournamasari, Adinda Dwi; Sukmawanta, Shafara Najla Marinda; Maryanty, Yanty; Yulianto, Erwan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.373

Abstract

PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (PT POMI) Probolinggo merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan bahan bakar batu bara. Perusahaan ini merupakan penyuplai listrik untuk wilayah Jawa dan Bali. Pada industri pembangkit listrik, High Pressure Heater (HPH) merupakan alat penukar kalor yang berfungsi sebagai pemanas air umpan sebelum masuk ke boiler. Kerusakan pada HPH dapat mengurangi umur, efektifitas dan performa dari HPH serta suhu air pengisi boiler pada inlet economizer akan turun, sehingga butuh pemanasan yang lebih besar. Hal ini mengakibatkan konsumsi bahan bakar pada boiler akan naik sehingga menyebabkan penurunan pada efisiensi siklus Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan peningkatan biaya produksi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung efisiensi HPH pada PT POMI Unit 3 sehingga dapat dilakukan perawatan (maintenance) yang baik secara berkala untuk menghemat biaya operasional harian pada alat tersebut. Perhitungan efisiensi HPH pada PT POMI Unit 3 dilakukan dengan metode perhitungan neraca massa dan neraca panas. Variabel yang digunakan yaitu perbedaan suhu masuk pada Unit HP FWH 8A yaitu sebesar 256,9oC dan pada Unit HP FWH 8B yaitu sebesar 256,1oC. Dari hasil perhitungan didapatkan efisiensi pada Unit HP FWH 8A yaitu sebesar 94,76% sedangkan pada Unit HP FWH 8B yaitu sebesar 94,33%. Hasil efisiensi didapatkan dari perbandingan Qsteam dan Qwater di mana semakin besar suhu maka semakin besar perbandingan Qsteam dan Qwater sehingga semakin besar pula efisiensi pada alat heater begitu pula sebaliknya semakin kecil suhu maka semakin kecil perbandingan Qsteam dan Qwater sehingga semakin kecil efisiensi pada alat heater.
PENGARUH PENGGUNAAN KOTORAN SAPI DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIK SUBSTRAT SOIL UNTUK AQUASCAPE Azizah, Avana Zulfi; Wibowo, Agung Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.465

Abstract

Aquascape belakangan ini sangat digemari oleh kalangan masyarakat. Akan tetapi banyak masyarakat yang kesulitan dalam penanaman tanaman hidup pada aquascape dikarenakan media tumbuh yang susah. Substrat soil adalah media tanam yang dapat digunakan sebagai media tanam pada tanaman air. Substrat soil terbuat dari tanah yang dibentuk menjadi granul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kotoran sapi dan suhu operasi pada sifat fisik substrat soil untuk aquascape. Variabel dari penelitian ini adalah konsentasi kotoran sapi dengan jumlah rasio perbandingan bahan antara kotoran sapi dan tanah humus. Rasio perbandingan 5% (b/b) kotoran sapi : 95% (b/b) tanah humus dari jumlah massa total sampel, 10% : 90%, 15% : 85%, 20% : 80% dan 25% : 75%. dan suhu pengeringan yaitu low heat temperature (30°C), medium heat temperature (60°C), dan high heat temperature (120°C). Hasil terbaik dalam penelitian ini adalah pada perbandingan kotoran sapi dengan tanah humus 5% (b/b) : 95% (b/b) dari jumlah massa total sampel pada suhu pengeringan terbaik high heat temperature (120°C).