cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
ANALISA EKONOMI PABRIK KIMIA HANDSANITIZER GEL DARI EKSTRAK DAUN KELOR DENGAN KAPASITAS 950 TON/TAHUN Pangestuti, Novia Ardarini; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.296

Abstract

Kondisi pandemi ini menyebabkan kesehatan dan imunitas menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Banyak cara dilakukan untuk menghindarkan diri dari berbagai penyakit, salah satunya adalah dengan menjaga tangan supaya tetap bersih. Suatu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat handsanitizer organik dari ekstrak daun kelor. Pendirian pabrik handsanitizer semakin meningkat dengan harapan dapat mengurangi penyebaran virus covid-19 dalam kondisi pandemi. Pabrik handsanitizer ini menggunakan bahan baku utama dari daun kelor dengan kapasitas 950 ton/tahun. Pabrik ini direncanakan didirikan di Blora, Jawa Tengah dan beroperasi selama 330 hari per tahun, 24 jam per hari. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa nilai Total Capital Investment (TCI) yang dibutuhkan adalah sebesar Rp34.742.173.897,90, dengan nilai Total Production Cost (TPC) sebesar Rp132.522.210.653,47. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai laba kotor pabrik ini adalah sebesar Rp33.727.789.346,53per tahun. Apabila prosentase pajak yang harus dibayarkan adalah sebesar 40%, maka akan diperoleh laba bersih sebesar Rp20.236.673.607,92 per tahun. Laju pengembalian modal Rate of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar Rp337.277.893,47; sedangkan setelah pajak sebesar Rp20.236.673.607,92. Lama pengembalian modal Pay Out Time (POT) sebesar 1,8 tahun. Break Event Point (BEP) sebesar 44%, sehingga diperoleh Internal Rate of Return (IRR) sebesar 25,72%. Nilai ini lebih besar dari prediksi bunga bank pada tahun 2021, yaitu sebesar 8% . Dengan demikian, berdasarkan tinjauan ekonomi, pabrik handsanitizer dengan bahan baku ekstrak daun kelor layak untuk didirikan.
SELEKSI PROSES EKSTRAKSI DAUN SIRIH PADA PRA RANCANGAN PABRIK HAND SANITIZER DAUN SIRIH DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 480 TON/TAHUN Yulinar, Farah; Suharti , Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.305

Abstract

Penggunaan hand sanitizer oleh masyarakat di era pandemi Covid-19 semakin meningkat sebagai salah satu protokol Covid-19 pengganti cuci tangan. Zat antiseptik yang ada pada kandungan Hand sanitizer membantu mengatasi berbagai virus yang menempel pada permukaan tangan yang mempunyai kandungan alkohol dan berwujud gel. Penggunaan alkohol yang terlalu sering akan menyebabkan kulit menjadi kering. Daun sirih hijau memiliki sifat antiseptik karena memiliki minyak atsiri yang mengandung +30% fenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan proses terbaik yang akan digunakan dalam masing-masing tahapan pembuatan hand sanitizer gel tersebut. Tujuan dari seleksi itu sendiri adalah untuk mendapatkan proses yang terbaik dari dua pilihan alternatif proses yang mungkin dari segi teknis dan ekonomis. Seleksi proses ekstraksi daun sirih pada proses pembuatan hand sanitizer ini mencakup serangkaian jenis proses produksi dengan membandingkan penggunaan metode maserasi dan soxhletasi. Soxhletasi adalah teknik ekstraksi secara berkesinambungan dengan alat soxhletasi menggunakan pelarut organik pada suhu didih. Metode soxhletasi dilakukan dengan cara melarutkan sampel dalam pelarut soxhletasi yang telah dipanaskan, sehingga semua komponen yang diinginkan dalam sampel dapat terisolasi dengan sempurna. Proses ekstraksi yang dipilih yaitu metode soxhletasi dengan produk yang dihasilkan berupa minyak atsiri. Waktu proses ekstraksi adalah 4 sampai 6 jam untuk mencapai sirkulasi dengan suhu ekstraksi 60-80°C.
ANALISIS PENGARUH TEKANAN UAP BEKAS TERHADAP KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS SISTEM EVAPORATOR 5 EFEK PADA PG KEDAWOENG, PASURUAN Ardiansyah, Moch. Ichsan; Wijaya, Agung Suwandi; Wulan, Dyah Ratna; Suwito, Agus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.320

Abstract

Pabrik Gula Kedawoeng memiliki kapasitas produksi 2.400 TCD. Kristal gula diperoleh dari evaporasi nira bertingkat 5 efek (quintuple-effect evaporator) bersuplai pemanas berupa uap bekas ketel. Parameter keberhasilan unit evaporator adalah konsentrasi nira produk 64% brix. Namun, pada kondisi tertentu ditemukan nira 58% brix yang diakibatkan perubahan tekanan uap bekas dari 0,6 kg/cm2 menjadi 0,4 kg/cm2. Tujuan penelitian ini menganalisis karakteristik perpindahan panas akibat perubahan tekanan uap bekas terhadap konsentrasi nira tiap efek. Penelitian dilakukan dengan perhitungan neraca panas dengan data eksperimental: brix nira, temperatur uap, laju uap, dan titik didih nira. Didapatkan panas total sistem pada tekanan 0,6 kg/cm2 dan 0,4 kg/cm2 berturut-turut 470.823,06 kJ/kg dan 453.088,55 kJ/kg. Tren nilai U semakin turun tiap efek, dengan tekanan uap bekas lebih yang lebih rendah. Hal yang sama ditemui pada laju perpindahan panas, dengan beda nilai yang insignifikan. Area pemanas tiap efek dihitung pada tekanan 0,4 kg/cm2 berturut-turut sebesar 1806,095 m2; 900,37 m2; 943,45 m2; 941,33 m2; 438,68 m2, sedangkan tekanan 0,6 kg/cm2 area pemanas sebesar 1650,63 m2; 816,08 m2; 806,7 m2; 757,78 m2; 679,37 m2. Area pemanas pada tekanan 0,4 kg/cm2 bernilai lebih tinggi dari keadaan aktual sebesar 1800 m2 untuk efek 1 dan 900 m2 untuk efek 2 – 5, berdampak pada transfer panas yang tidak maksimal. Area pemanas dan panas total sistem pada tekanan 0,6 kg/cm2 diharapkan dapat menjadi parameter kontrol proses tambahan untuk mencapai konsentrasi nira produk 64% brix.
PEMANFAATAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI ADSORBEN TERHADAP PENURUNAN KADAR MANGAN PADA AIR TANAH Dewantara, Damar Pietradagya; Hutabarat, Dicky Morina; Sudarminto , Hadi Priyo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.468

Abstract

Air tanah merupakan sumber persediaan air yang penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia salah satunya yaitu digunakan sebagai konsumsi air minum. Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Pembuangan lumpur lapindo menimbulkan dampak terhadap kualitas air tanah dimana salah satunya menimbulkan kenaikan kadar mangan. Hal ini sangat memprihatinkan karena kadar mangan (Mn) pada air tanah yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi sebagai air minum. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan yaitu memanfaatkan lumpur lapindo sebagai adsorben untuk menurunkan Kadar Mn, sehingga dapat memenuhi standard mutu. Pada peneletian ini digunakan variabel massa lumpur lapindo sebanyak 40, 60, 80 gram dengan waktu pengadukan selama 60, 80,dan 100 menit menggunakan metode adsorpsi batch dengan kecepatan pengadukan sebesar 200 rpm. Hasil Penelitian menunjukkan banyaknya massa adsorben lumpur lapindo berpengaruh terhadap penurunan logam mangan yang ada. Semakin tinggi massa adsorben lumpur lapindo yang digunakan daya adsorpsi untuk menjerap logam Mn semakin menurun. Hasil terbaik ditunjukkan oleh sampel 3 (massa adsorben lumpur lapindo 40 gram dengan lama pengadukan 100 menit) dengan daya serap 80%.
STUDI EFEKTIVITAS DISINFEKTAN ALAMI DARI EKSTRAK DAUN PULAI (ALSTONIA SCHOLARIS) UNTUK MENGHAMBAT JUMLAH BAKTERI DI TOILET UMUM Maya, Poppy Puspa; Rahmadhani, Fania Ayu; Dewi, Anisa Rahma; Suryandari, Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.313

Abstract

Salah satu penerapan protokol kesehatan di era pandemi COVID-19 adalah proses desinfeksi menggunakan disinfektan. Menyemprotkan disinfektan pada permukaan benda berguna untuk mematikan spora bakteri. Disinfektan dari bahan kimia sintetis dapat mereduksi bakteri dengan cepat. Namun menyisakan residu yang sulit terurai. Maka penggunaannya perlu dikurangi. Salah satu bahan alami yang dapat dijadikan disinfektan adalah daun pulai (Alstonia scholaris). Selain ketersediaannya melimpah di alam, efektivitas daun pulai sebagai antibakteri berhubungan dengan kandungan alkaloidnya. Metode penelitian ini, diawali dengan sampling menggunakan metode cotton swab yang kemudian dilakukan uji antibakteri dengan metode difusi agar Kirby Bauer. Media yang digunakan yaitu lactose broth dan nutrient agar. Dengan bantuan cakram disc yang diinokulasikan ekstrak daun pulai variabel konsentrasi ekstrak daun pulai yaitu 0, 25%, 50% 75% dan 100% di atas media berisi biakan bakteri. Kemudian diinkubasi dengan inkubator pada suhu 37°C selama 24 jam. Efektivitas disinfektan dapat terlihat dari ukuran diameter zona hambat yang terbentuk yang diiukur dengan jangka sorong. Didapatkan efektivitas zona hambat bakteri terbesar pada konsentrasi 100% yaitu sebesar 8,8 mm. Studi ini membuktikan bahwa ekstrak daun pulai (Alstonia scholaris) efektif digunakan sebagai bahan alami disinfektan untuk menghambat jumlah bakteri di toilet umum.
PENGARUH KONSENTRASI ETILEN GLIKOL TERHADAP EFEKTIVITAS PERPINDAHAN PANAS PADA ALAT DOUBLE PIPE HEAT EXCHANGER Pradita, Naufal ‘Azmi; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.527

Abstract

Teknologi penukar panas sekarang ini telah diaplikasikan pada berbagai bidang teknologi. Salah satunya pada teknologi otomotif khususnya pada radiator. Salah satu contoh untuk meningkatkan konduktivitas termal fluida adalah dengan merekayasa fluida pendingan. Coolant adalah cairan pendingin yang berbahan dasar etilen glikol digunakan untuk mengurangi atau mengatur suhu suatu sistem. Pada penelitian ini dilakukan percobaan menggunakan alat Double Pipe Heat Exchanger untuk mengetahui pengaruh laju alir dan konsentrasi etilen glikol terhadap efektivitas perpindahan panas menggunakan metode Effectiveness. Variabel tetap yang digunakan dalam penelitian ini adalah etilen glikol sebagai fluida dingin dan air sebagai fluida panas dengan suhu fluida panas 75°C dan suhu fluida dingin 25°C, menggunakan jenis aliran Countercurrent. Sedangkan variabel bebasnya adalah konsentrasi fluida dingin (etilen glikol) yang masuk: 100, 80, 60, 40, 20, dan 0 % dan laju alir yaitu 3, 6, 9, 12 liter/ menit. Variabel terikat adalah suhu fluida panas keluar dan suhu fluida dingin keluar. Untuk mendapatkan nilai efektivitas dilakukan perhitungan nilai Qav, ΔTLMTD, U, NTU dan efektivitas. Dari penelitian ini diperoleh hasil laju alir fluida dingin berpengaruh terhadap efektivitas perpindahan panas, dimana semakin besar laju alir fluida dingin mengakibatkan meningkatnya Uav dan efektivitas. Konsentrasi etilen glikol juga mempengaruhi efektivitas, dimana semakin tinggi konsentrasi maka akan semakin tinggi efektivitasnya, namun pada konsentrasi 80% dan 100% mengalami penurunan efektivitas dikarenakan pada konsentrasi tersebut viskositas fluida menjadi lebih besar sehingga menyebabkan turunnya efektivitas. Nilai efektivitas terbaik diperoleh pada konsentrasi 60 % etilen glikol dengan laju alir 12 liter/menit yaitu sebesar 0,7072.
STUDI PERHITUNGAN HEAT EXCHANGER TIPE DOUBLE PIPE SEBELUM REAKTOR PADA PRA-RANCANGAN PABRIK KIMIA CUCUMBER SOAP KAPASITAS PRODUKSI 6.300 TON/TAHUN Ainursyiam, Intan Mahrissa; Hendrawati , Nanik
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.378

Abstract

Pada situasi dan kondisi pandemi seperti ini, memicu orang-orang untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dengan melakukan cuci tangan menggunakan sabun. Sabun merupakan sufraktan yang berguna sebagai zat pembersih dan berasal dari reaksi saponifikasi trigliserida. Keberhasilan produk sabun, didapatkan dari reaksi antara trigliserida (minyak) dan larutan alkali secara sempurna. Proses saponifikasi terjadi didalam reaktor dengan kondisi operasi 90°C. Untuk mengurangi penggunaan steam dan beban dari reaktor maka, diperlukan pemanasan awal sebelum memasuki reaktor terhadap larutan minyak dari suhu 30°C mencapai 70°C dengan menggunakan alat penukar panas yaitu heat exchanger. Agar tercapai efisiensi yang lebih baik, maka diperlukan perancangan sesuai dengan kebutuhan pemanasan. Upaya terhadap perancangan ini, dilakukan dengan cara memilih jenis heat exchanger, dan melakukan perhitungan terhadap dimensi dari heat exchanger. Dari perhitungan menggunakan aplikasi microsoft exceel, didapatkan data berupa panjang pipa 12 ft, luas perpindahan panas 50,754 ft2, dan juga menghasilkan fouling factor sebesar 0,003 Btu/jam.ft2.F yang mana hasil tersebut sudah sama dengan nilai fouling factor ketentuan. Hal ini menunjukkan bahwa heat exchanger dalam keadaan aman dan layak beroperasi tanpa adanya hambatan.
PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR DARI MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN METODE HOT DAN COLD PROCESS Rachmawati, Masita; Dewajani , Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.437

Abstract

Di era pandemi, menjaga kebersihan tubuh dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terpapar penyakit. Dalam menjaga kebersihan tubuh, sabun mandi cair sangat membantu untuk bisa secara maksimal membersihkan kotoran dan kuman di kulit. Sabun mandi cair dapat dibuat melalui proses saponifikasi antara minyak (trigliserida) dengan basa alkali berupa KOH. Tahapan pembuatan sabun mandi cair meliputi pembuatan soap base, pemanasan soap base, pelarutan soap base, dan penetralan serta penambahan zat aditif. Metode pembuatan soap base terdapat metode cold process dan hot process. Selain itu, jenis minyak dan konsentrasi basa alkali yang digunakan dapat beragam serta penambahan zat aditif, seperti pewarna dan pewangi. Pada penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan sabun mandi cair menggunakan minyak kelapa sawit dengan metode cold dan hot process lalu melakukan variasi konsentrasi KOH pada metode yang terbaik pada percobaan sebelumnya. Produk sabun mandi yang dihasilkan akan diuji terhadap parameter yang ada di SNI 06-4085-1996 Tentang Syarat Mutu Sabun Mandi Cair. Hasil penelitian menunjukkan produk sabun mandi yang terbaik dihasilkan dari metode hot process dengan menggunakan konsentrasi KOH 40% b/b memiliki tekstur soap base yang lebih lembut, lebih cepat memadat, memiliki pH 9, berbentuk cair kental, berbau khas, berwarna kuning jernih, memiliki rendemen sebesar 98%, viskositas 21,0121 cSt, dan massa jenis 1,0215 g/ml.
EFFECT OF BAGASSE PARTICLE SIZE AND CORNSTARCH COMPOSITION ON BAGASSE BRIQUETTE PRODUCTION AS COOKING FUEL IN SUMBUL VILLAGE Azizah, Tiara Nur; Sindhuwati , Christyfani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagasse is one of the potential sources of biomass in Sumbul Village which is very abundant. This bagasse waste is accumulated on the side of the road which disturbs the aesthetics because it looks scattered and brings odor. The objective of this research was to make bagasse waste as briquettes for cooking fuel. This study used 2 variables, bagasse particle size (20, 40, and 60 mesh) and starch composition as an adhesive (10%, 20%, and 30% w/v). The parameters tested in this study were water content, ash content, calorific value, and ignition time. The results obtained were briquettes have a water content of 1.32% and ash content of 0.37%. Meanwhile, the best results were obtained on a variation of 60 mesh bagasse particles with 20% w/v corn starch composition which has a heating value of 3,215 J/g and an ignition time of 132 minutes.
PENGARUH LAMA MASERASI KULIT JERUK NIPIS TERHADAP ANTISEPTIK PADA PEMBUATAN HAND SANITIZER GEL Wasilah , Qasimatul; Suharti , Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.517

Abstract

Hand sanitizer merupakan antiseptic dengan kandungan alkohol 60-80%. Bahan aktifnya adalah alkohol yang memiliki efektivitas tertinggi terhadap virus, bakteri, dan jamur serta tidak menyebabkan resistensi bakteri. Hand sanitizer pada penelitian ini menggunakan penambahan bahan alami yaitu ekstrak kulit jeruk nipis. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh variasi lama maserasi kulit jeruk nipis pada pembuatan hand sanitizer. Penggunaan alkohol terus menerus pada kulit dirasa kurang aman karena alkohol merupakan pelarut organic yang dapat melarutkan sebum pada kulit, maka dilakukan penambahan bahan alami berupa ekstrak kulit jeruk nipis. Jeruk nipis merupakan tanaman yang mudah didapatkan masyarat. Jeruk nipis mengandung minyak atsiri yang mempunyai fungsi sebagai antibakteri. Jeruk nipis juga mengandung flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan staphylococcus aereus (kuman pada kulit). Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu lama perendaman maserasi dengan variasi tidak maserasi, 1 hari maserasi dan 2 hari maserasi. Pengujian karakteristik ekstrak kulit jeruk nipis dapat dilakukan terhadap uji flavonoid dan uji alkaloid sedangkan untuk analisis hand sanitizer dapat dilihat dari hasil analisis organoleptik dan analisis homogenitas. Adanya senyawa flavonoid ditunjukkan pada variabel 1 hari maserasi konsentrasi pelarut 70%, 2 hari maserasi konsentrasi pelarut 65%, dan 2 hari maserasi pada konsentrasi pelarut 70% yaitu dengan adanya warna jingga pada hasil uji, akan tetapi tidak diketahui kadar flavonoid tersebut. Hasil dari uji antibakteri menunjukkan hasil terbaik pada 2 hari maserasi konsentrasi pelarut 70% dengan zona hambat 15mm.