cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 404 Documents
MENGGALI KREATIVITAS KARYA RADEN SALEH DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI SENI Didit Endriawan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v8i1.1201

Abstract

Raden Saleh was the only Indonesian famous as a European-style painter. His biography, works, polemics, controversies, etc, have been written within studies of  Indonesian visual art histories. Therefore, the writer attempts to investigate the acculturation process of culture or arts brought from Europe to Indonesia by him. During his long stay in Europe, Raden Saleh had gotten many experiences and refined his painting skills. In the context of Indonesian visual arts of 19th century, he was the only Indonesian painter recorded in Indonesian visual art history books. Later, history recorded Affandi, Sudjojono, Basuki Abdullah and other painters enlivened the world of Indonesian paintings in the 20th Century. Regarding this, viewed from the theories of Art Psychology, Raden Saleh had a remarkable sense of creativity. In this study, the writer seeks to explore Raden Saleh’s creativity values by using Art Psychology approach.Keywords: Raden Saleh, Visual Arts, Changes, Indonesia, Creativity________________________________________________________________ Raden Saleh, satu-satunya orang yang namanya populer di Indonesia sebagai tokoh seni lukis bergaya Eropa. Biografinya, karya-karyanya, polemik-polemiknya, kontroversinya, dan lain-lainnya banyak ditulis dalam kajian-kajian sejarah seni rupa Indonesia. Oleh karena itu, penulis mencoba melihat dari sisi lain terutama tentang proses akulturasi kebudayaan/ kesenian yang dibawa Raden Saleh dari Eropa ke Indonesia. Dari durasi yang lama di Eropa, Raden Saleh mendapatkan banyak pengalaman dan semakin matang dari sisi skill melukisnya. Dalam konteks seni rupa Indonesia, pada abad 19, dalam catatan buku-buku sejarah seni rupa Indonesia, Raden Saleh menempati 100% satu-satunya tokoh seni lukis Indonesia. Setelah Raden Saleh baru dicatat nama tokoh Affandi, Sudjojono, Basuki Abdullah dan seterusnya yang meramaikan dunia seni lukis Indonesia pada abad ke 20. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam teori Psikologi Seni, Raden Saleh memiliki daya kreatif yang luar biasa. Pada kajian ini, penulis mencoba menggali nilai-nilai kreativitas Raden Saleh dengan pendekatan Psikologi Seni.Kata Kunci: Raden Saleh, Seni Rupa, Perubahani, Indonesia, Kreativitas
ANALISA VISUAL MOTIF POLENG PADA DODOTAN BIMA WANDA LINDU PANON JOGJAKARTA Rizki Putri Rezna Hassan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v3i1.379

Abstract

This research aim is to divulge the idea of poleng pattern on one of the famous shadow puppet’s character, Bima. The research took a sample of Bima when he was in the condition of wanda lindu panon which origin is from Jogjakarta. The analysis of this research used the format of art critic’s writing method which is correlated with the completio oppositorum theory. In this research, also, has the explanations about the history of Bima in shadow puppet of Java, the overall visualization of Bima in wanda lindu panon, the format of wanda lindu panon on Bima Jogjakarta, the details of under outfit on Bima Lindu Panon, and dodotan on Bima Jogjakarta in wanda lindu panon. On the other hand, this research is also explains the origin of poleng pattern and its correlation with the system of beliefs in the society of Bali and the theory of completio oppositorum. All in all, this research leads to a conclution which the meaning of poleng’s pattern usage on Bima Jogjakarta in wanda lindu panon is for spiritual necessity.Keywords: Bima, Wanda, Shadow Puppet, Poleng___________________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dari motif poleng pada pakaian salah satu tokoh pewayangan terkenal, yaitu Bima. Sampel yang diteliti merupakan tokoh Bima dalam kondisi wanda lindu panon yang berasal dari Jogjakarta. Analisa dalam penelitian ini menggunakan metode penulisan kritik seni dikaitkan dengan teori Completio Oppositorum. Pada penelitian ini dijelaskan mengenai sejarah tokoh Bima pada pewayangan Jawa, visual Bima wanda lindu panon secara keseluruhan, pakem pada wanda lindu panon Bima Jogjakarta, detail pakaian bagian bawah Bima lindu panon, dan dodotan pada Bima Wanda Lindu Panon Jogjakarta. Selain itu, penelitian ini juga membahas asal usul motif poleng serta kaitannya dengan sistem kepercayaan masyarakat Bali dan teori Completio Oppositorum. Penelitian ini berujung pada kesimpulan bahwa penggunaan motif poleng pada Bima wanda lindu panon jogjakarta bermakna spiritual.Kata Kunci: Bima, Wanda, Wayang, Poleng
A BRIEF REVIEW OF MALAYSIAN BATIK DEVELOPMENTS FROM 1950s TO 1980s Pegah Jahangiri; Sabzali Musa Kahn; Syed Alwi Syed Abubakar; Mina Hedayat
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v1i3.395

Abstract

Batik Malaysia adalah proses pemberian dekorasi dan pewarnaan kain dengan menggunakan teknik lilin sebagai perintang. Industri batik di Malaysia berumur kurang dari satu abad tetapi memiliki peran sebagai identitas nasional dan terus berkembang. Artikel ini bertujuan untuk melakukan ulasan singkat tentang perkembangan batik Malaysia dari tahun 1950 hingga 1980-an. Tahun 1970-an adalah titik balik dalam produksi batik dan sebuah awal baru dalam semua hal. Dengan mengadopsi  stylus atau canting, batik dianggap memiliki nilai seni tinggi daripada sekedar kriya di Malaysia dan terkenal dengan torehan lilin dari canting dengan isen garis-garis dan titik-titik yang terampil namun rumit di atas bentuk sarung.  Kain batik tidak lagi hanya dibuat menjadi sarung di Malaysia. Terlepas dari kenyataan bahwa batik tulis populer untuk pakaian dalam dua dekade terakhir pada abad kedua puluh ini, secara keseluruhan ada penurunan keunikan dan inovasi dalam industri batik. Tampaknya ada tidak banyak minat dalam pengembangan produk baru, teknik atau strategi pemasaran baru. Desain batik juga diciptakan tanpa mengamati tren pasar. Batik Malaysia terlokalisir dan tidak terekspos pada pasar global.Kata Kunci: Malaysian Batik, Developments, Hand Drawn, Wax Resist Technique________________________________________________________________Malaysian batik as a process of decorating and dyeing fabric by using wax-resist technique is no exception. The batik industry in Malaysia is less than century old but it has a role in national identity and it keeps improving. This article aims to do a brief review on the developments of Malaysian batik from 1950s to 1980s. The 1970s were a turning point in batik production and a fresh start in all ranges. With the enthusiastic adoption of the stylus or canting, batik has become more art and less a craft in Malaysia and it is famous for its masterful but laborious canting-drawn wax lines and dots on the sarong format. Lengths of batik are no longer simply made into sarongs in Malaysia. Despite the fact that hand drawn batik was popular for tailored clothing in last two decades of twentieth century but there was an overall decrease of uniqueness and innovation in the batik industry. There seemed to be not much interest in new product development, new techniques or marketing strategies. Batik designs were also being created without looking up the market trends. Malaysian Batik was localized and it was not exposed to the global markets.Keywords: Malaysian Batik, Developments, Hand Drawn, Wax Resist Technique
MEMBANGUN SUASANA MELALUI TATA CAHAYA PADA PANGGUNG PERTUNJUKAN Mohamad Tohir
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v1i2.413

Abstract

Keniscayaan hadirnya cahaya pada penataan panggung pertunjukan memungkinkan penonton menikmati sajian yang disuguhkan di atasnya, tak terkecuali pada pertunjukan teater, bahkan lebih dari itu, cahaya yang ditata dengan apik dapat membantu mengembangkan imajinasi penonton sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Tata cahaya merupakan bagian tanda yang melengkapi tanda-tanda yang tersusun secara sintagmatik dari pilihan arah, ruang, warna dan intensitasnya dalam konteks pertunjukan teater secara utuh. Tata cahaya hadir sekaligus memberi makna denotatif dari sebuah keadaan, namun setelah berinteraksi melalui relasinya dengan tanda-tanda lainnya (seperti penataan ruang, dialog dan akting para pemain), ia akan memberi makna konotatif dalam imajinasi penonton. Melalui analisis semiotik, diharapkan pembaca bisa melihat bagaimana tata cahaya dapat memberikan makna konotatif yang membantu terciptanya suasana yang bisa membangkitkan imajinasi penonton sehingga pertunjukan dapat dinikmati secara utuh.Kata Kunci: Semiotika, Tata Cahaya, Denotasi, Konotasi
KARYA SENI PATUNG: “KEGELISAHAN WANITA TERHADAP KANKER SERVIKS” Putri Lestari; Joko Dwi Avianto; Bambang Sapto Hutomo
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v6i1.579

Abstract

PENGAPLIKASIAN TEKNIK SHIBORI DENGAN EKSPLORASI MOTIF DAN TEKSTUR TAKTIL PADA PRODUK FASHION Tria Yusrina; Mochammad Sigit Ramadhan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v6i3.598

Abstract

Nowadays motif in textile grow in vary, but still it can be expanded by the application of textile techniques. The methods used in this research were doing observation and literature review of shibori techniques to gain it’s potential. Shibori techniques have chances and potentials to be expanded by using textile techniques. The method in shibori technique can create other elements such as tactile texture besides creating simple motifs such as jumputan, fold, and tie. By the chances of the development of shibori techniques, this research made an experiment by adopting the process of shibori techniques in textile material in order to give a new variation in shibori textile. The result of exploration in this research are sheet of fabrics with tactile texture that made its high-quality product, explorative, and applicable to women’s clothing product with simple design in order to optimize motifs and tactile textures resulting from shibori technique’s processing.Keywords: Shibori, Motifs, Textures, Fashion________________________________________________________________ Saat ini motif pada tekstil sudah semakin beragam, namun masih bisa dikembangkan dengan berbagai penerapan teknik tekstil. Metode dalam penelitian ini melakukan observasi dan studi pustaka terlebih dahulu untuk mendapatkan potensi dari teknik shibori. Terdapat peluang atau potensi dari teknik shibori untuk dikembangkan lebih lanjut dengan memanfaatkan berbagai teknik tekstil. Metode yang ada dalam teknik shibori dapat menghasilkan unsur lain seperti tekstur taktil, selain menghasilkan motif sederhana seperti jumput, lipat, dan ikat. Dengan adanya peluang akan pengembangan teknik shibori, maka dalam penelitian ini dilakukan eksperimen berupa adaptasi proses dari teknik-teknik shibori pada material tekstil sebagai upaya untuk memberikan varian baru dalam tekstil shibori. Hasil eksplorasi dalam penelitian ini adalah berupa lembaran kain yang tidak hanya motif, namun terdapat tekstur taktil agar membuat nilai produk menjadi lebih tinggi, eksploratif, dan diaplikasikan ke dalam produk busana wanita dengan desain sederhana untuk mengoptimalkan motif dan tekstur taktil hasil dari pengolahan teknik shibori.Kata Kunci: Shibori, Motif, Tekstur, Fesyen
SEREN TAUN DAN MODERNISASI DALAM EKSPRESI DRYWALL Gina Novi Ambia
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i1.913

Abstract

Seren Taun is a tradition who author still preserve because of this tradition have purpose to have a gratitude about what God give to mankind in this earth. Not only that, The Seren Taun teach a mankind to have a sense of care to fellow of us, care of the nature, and the most important thing is to make us become more obedient to our faith of our God according our each faith. In this modern age, mostly a mankind forgotten about a tradition so much of them lost their identity and impact to the their life, such as individuality character an less of care to their environment or nature so disaster of nature is everywhere, and less care of fellowship who impact to much of hostility and action of immorality and then the author critize about that point with creating a artworks with the technique of drywall art sculpture. The vizual who displayed is a figure of mankid with Seren Taun tradition and figure of mankid in modern of age, so are displayed a figure in myth that is Godess Sri Pohaci and added with a modern elements. Keywords: Seren Taun, Modernization. Drywall, Gypsum________________________________________________________________ Tradisi Seren Taun bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur terhadap apa yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia di bumi ini, bukan hanya itu tetapi Seren Taun juga mengajarkan manusia untuk lebih peduli terhadap sesama manusia, terhadap alam, dan menjadikan manusia lebih taat  kepada Tuhan. Di zaman modern ini manusia banyak yang sudah melupakan tradisi sehingga banyak pula yang kehilangan jati diri dan berdampak pada kehidupan seperti sikap individualis dan tidak peduli kepada sesama manusia, selain itu juga kurang peduli dengan lingkungan sehingga banyak terjadi bencana. Berdasarkan fenomena yang ada, maka dibuatlah karya dengan teknik drywall art sculpture sebagai bentuk kritik terhadap fenomena tersebut. Visual yang ditampilkan yaitu figur manusia dengan tradisi Seren Taun dan figur manusia di zaman modern, serta menampilkan sosok mitos Dewi Sri Pohaci dengan menambahkan unsur modern.Kata Kunci: Seren Taun, Modernisasi, Drywall, Gypsum
RANCANGAN PRODUK URBAN ACTIVEWEAR UNTUK PEREMPUAN BERTUBUH BESAR Michaela Rouli Margareta Siahaan; Faradillah Nursasari
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v5i3.341

Abstract

Activewear is a casual clothing style designed for sport or recreation activities. According to an article released by Global Business Guide Indonesia, activewear is one of the most dynamic categories in selling its products globally. In Indonesia, activewear has recorded a 10% increase since 2013 and is predicted to increase over the next few years. This activewear trend develops in all walks of life in urban society, regardless of their body shapes and social levels. However, major retail brands still focus on selling their products to small and medium size (S and M). Research conducted by Sanjaja and Sudikno (2012) on Prevalence of Overweight and Obesity of Adult Population in Indonesia, concluded that urban people have BMI (Body Mass Index) above average where women aged 20-30 years old have higher excess body weight than men. At this point, the author read the market trends for plus-size women with the size of L-XXL who need a variety of appearances by creating a fashionable urban activewear collection that is inspired by the sub-trend "Affix" taken from Indonesia Trend Forecasting book 2017-18. "Affix" trend is a variety of atttachment and joint techniques to combine different materials; a fashion trick that can enrich the look with neutral color composition. This collection is expected to help plus-size women in expressing themselves with mixing and matching activewear that consists of outer garment that can be attached or joined into tops and bottoms and give stylish looks. The final product designed is aimed for urban women with daily various activities who need clothes that can be used for any situations.Keywords: Urban, Activewear, Plus Size, Fashion___________________________________________________________________Activewear adalah style pakaian kasual yang didesain untuk kegiatan berolahraga atau rekreasi.  Menurut artikel yang dikeluarkan oleh Global Business Guide Indonesia, activewear adalah salah satu kategori paling dinamis dalam penjualan produk-produknya secara global. Di Indonesia, activewear mencatat peningkatan nilai 10% sejak tahun 2013 dan diprediksi akan semakin meningkat hingga beberapa tahun ke depan. Trend activewear ini berkembang di segala lapisan masyarakat urban, apapun bentuk tubuh dan tingkat sosial mereka. Namun merek-merek retail besar masih menitikberatkan penjualan produk mereka pada size kecil dan sedang (S dan M). Penelitian yang dilakukan oleh Sanjaja dan Sudikno (2012) mengenai Prevalensi Gizi Lebih dan Obesitas Penduduk Dewasa di Indonesia, menyimpulkan bahwa masyarakat di perkotaan memiliki IMT (Indeks Massa Tubuh) di atas rata-rata dimana perempuan berusia 20-30 tahun memiliki tingkat berat badan berlebih yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Dari sini penulis membaca trend pasar untuk perempuan bertubuh besar dengan ukuran L-XXL yang membutuhkan variasi penampilan dengan membuat koleksi urban activewear yang  fashionable dengan inspirasi yang diambil dari sub-trend “Affix” yang diambil dari buku Indonesia Trend Forecasting 2017-18. Trend “Affix” ini adalah variasi teknik pasang dan sambung untuk menggabungkan material yang berbeda, permainan olah bahan yang dapat memperkaya penampilan dengan komposisi warna netral. Koleksi ini diharapkan dapat membantu mereka dalam mengekspresikan diri dengan padu-padan busana activewear yang terdiri dari luaran yang dapat di bongkar pasang untuk menjadi atasan dan bawahan dan dapat menunjukkan penampilan stylish. Produk akhir yang  dirancang ditujukan untuk perempuan urban yang memiliki kegiatan bervariatif setiap harinya sehingga mereka membutuhkan pakaian yang dapat dipergunakan untuk beberapa situasi.Kata Kunci: Urban, Activewear, Plus Size, Fashion
SECERCAH AKSI DESAIN ANTI CYBERBULLYING BAGI REMAJA Hendy Yuliansyah
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i2.895

Abstract

Research focusing on the design of anti-cyberbullying campaign was conducted to give a solution to the problem of cyberbullying. The design  can be used to  prevent cyberbullying by displaying visual content of the negative effects of cyberbullying, and also to raise both teenagers and  their parents’ awareness if they  become victims of cyberbullying. It provides them with information about what to do or who should be contacted if cyberbullying happens. Its visual contents are designed for social media and use  use flat design with bright colors that match the target audience. It tells people to be careful in communicating on social media and aware of the adverse effects of cyberbullying.Keywords : Design, Cyberbulliying, Teenagers, Visual________________________________________________________________ Penelitian tentang perancangan kampanye anti cyberbullying ini dibuat untuk memberikan solusi terhadap munculnya fenomena cyberbullying. Perancangan yang dibuat dapat digunakan untuk membantu pencegahan aksi cyberbullying dengan cara menampilkan konten visual dampak negatif dari cyberbullying, dan juga penyadaran bagi remaja juga orang tua apabila anak menjadi korban cyberbullying. Serta tindakan yang harus dilakukan atau pihak yang harus dihubungi. Kegiatan penelitian difokuskan pada kegiatan perancangan konten visual mengenai cyberbullying untuk disebarkan di media sosial. Gaya visual yang akan digunakan adalah flat design dengan warna-warna cerah yang sesuai dengan target audience. Pesan yang akan disampaikan adalah berhati-hati dalam berkomunikasi di media sosial, serta kesadaran tentang dampak buruk cyberbullying. Kata Kunci: Desain, cyberbullying, Reamaja, Visual
PERANCANGAN ARTISTIK PANGGUNG PERTUNJUKAN MUSIK DIGITAL DENGAN GAYA MEDITERANIAN “PYRAMID” Cep Boby Hartanto; Gerry Rachmat; Ari Winarno
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v5i1.358

Abstract

The background of this stage design making is the writer’s interest to digital music that was heard and seen either through live performance or taped video. Generally, digital music performance with ancient Egypt concept is set on an outdoor stage. Thus, the writer tried to present another atmosphere in a digital music performance combined with ancient Egypt fantasy concept on a proscenium indoor stage. The style of ancient Egypt was selected based on rational that the modern development, especially in the field of music, could be be presented on the stage that has historical elements. It is aimed at harmonizing modern development and historic heritage without changing or reducing the historical values.Keywords: Digital Music, Egypt Concept________________________________________________________________Latar belakang perancangan ini adalah  ketertarikan penulis pada musik digital yang didengar dan dilihat baik secara langsung maupun melalui rekaman video. Pertunjukan musik digital pada umumnya  menggunakan latar belakang konsep mesir kuno pada panggung outdoor. Oleh karena itu, penulis mencoba nuansa lain pada tampilan pertunjukan musik digital yang digabungkan dengan fantasi mesir kuno di  panggung indoor prosenium. Pemilihan gaya mesir kuno berdasarkan pertimbangan bahwa perkembangan modern, khususnya pada bidang music, bisa dikemas dengan suguhan set panggung yang memiliki unsur sejarah. Hal ini dimaksudkan untuk menyelaraskan antara perkembangan modern dengan peninggalan sejarah tanpa mengubah atau mengurangi nilai sejarah tersebut.Kata Kunci: Musik Digital, Gaya Mesir Kuno

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue