cover
Contact Name
Winda Dwi Hudhana
Contact Email
windasruri@gmail.com
Phone
+6285728565000
Journal Mail Official
linguarima@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan I/33 Cikokol Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26211033     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/lgrm.v9i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan karya ilmiah dosen, mahasiswa, praktisi nasional maupun internasional yang berkontribusi dalam pembaharuan ide, konsep dan teori berkaitan dengan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian dapat berupa: 1. Hasil penelitian pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, 2. Penelitian tindakan kelas pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 3. Penelitian eksperimen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 4. Penelitian pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. 5. Hasil penelitian dibidang linguistik dan sastra Indonesia. 6. Hasil analisis linguistik dan sastra Indonesia.
Articles 685 Documents
REPRESENTASI PENGARANG DAN AJARAN TAMANSISWA DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN Siti Rochmiyati; Widowati Widowati; Desy Rufaidah
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i2.6646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan representasi pengarang dan ajaran Tamansiswa yang terdapat dalam novel Ibuk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian sosiologi sastra ini difokuskan pada sosiologi pengarang. Data berupa frasa, kalimat yang memuat aspek sosiologi pengarang dan ajaran Tamansiswa, bersumber dari novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Data dianalisis dengan analisis interaktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Ibuk, tidak lepas dari latar belakang pengarang meliputi latar belakang sosial budaya, status sosial, pendidikan, pekerjaan, dan riwayat kepengarangan. Dalam novel Ibuk memuat ajaran kehidupan berdasarkan ajaran Tamansiswa yang meliputi tripantangan, trisentra pendidikan, trijuang, trikon, dan tri-N. Pada novel Ibuk tripantangan meliputi pantangan menyalahgunakan kekuasaan, keuangan, dan kesusilaan. Trisentra pendidikan mencakup keluarga, sekolah, dan masyarakat. Trijuang meliputi perjuangan untuk membrantas kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan, sedangkan trikon mencakup konsentris dan konvergen. Tri-N dalam novel meliputi niteni, nirokke, dan nambahi.Kata kunci: Representasi pengarang, ajaran Tamansiswa, Novel
PUISI “BALADA PENYALIBAN” KARYA WS.RENDRA DAN PUISI “SAJAK PASKAH” KARYA NORMAN ADI SATRIA (KAJIAN INTERTEKSTUAL) Indah Pratiwi; Nani Solihati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i2.6647

Abstract

Puisi merupakan karya sastra yang mengandung makna dan tema. Makna merupakan isi yang mengandung nilai dan pesan yang ingin disampaikan oleh puisi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua puisi kalsik dan modern. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan Intertekstual. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif . Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kutipan puisi yang terdapat dalam Puisi Balada Penyaliban Karya WS Rendra dan Sajak Paskah Karya Norman Adi Putra. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan pembacaan heuristik atau hermaniutik, serta mencatat untuk proses perekaman pengumpulan data yang sistematis dan jelas pada suatu data. Hasil dalam penelitian ini yaitu kajian intertekstualitas puisi Balada Penyaliban Karya WS Rendra dengan puisi Sajak Paskah karya Norman Adi Satria memiliki perbandingan dari segi persamaan dan perbedaan. Perbandingan intertekstual persamaan antara puisi Balada Penyaliban Karya WS Rendra dengan puisi Sajak Paskah karya Norman Adi Satria meliputi : persamaan tema, latar tempat, gaya bahasa, suasana, tokoh, dan amanat. Sedangkan perbandingan perbedaanya meliputi : perbedaan dalam gaya bahasa, suasana, dan tokoh. Puisi Balada Penyaliban Karya WS Rendra  merupakan hipogram untuk puisi Sajak Paskah karya Norman Adi. Hal ini dibuktikan dengan kesamaan tema/ide maupun peristiwa yang terjadi pada cerita dalam puisi Balada Penyaliban Karya WS Rendra  yang sudah lebih dulu ada.Kata Kunci: Puisi, Intertekstual, W.S Rendra
ANALISIS GAYA BAHASA PADA POSTINGAN AKUN INSTAGRAM @KUMPULAN_PUISI Farid Ibnu Wahid; Ilmi Solihat; Irpa Anggriani Wiharja; Goziyah Goziyah; Herlina Pratiwi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i2.6675

Abstract

Penelitian ini mengkaji gaya bahasa yang terdapat pada postingan akun instagram @kumpulan_puisi . Adapun tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan jenis gaya bahasa yang terdapat pada postingan akun instagram @kumpulan_puisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu postingan akun instagram @kumpulan_puisi periode Agustus-Desember 2021 yang mengandung jenis gaya bahasa. Adapun data penelitian ini adalah kata atau kalimat pada postingan akun instagram @kumpulan_puisi periode Agustus-Desember 2021 yang mengandung jenis gaya bahasa. Teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka, dokumentasi, simak dan catat. Teori yang digunakan yaitu teori yang dimukakan oleh Tarigan mengenai jenis-jenis gaya bahasa, meliputi gaya bahasa perbandingan, pertentangan, dan perulangan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 33 data gaya bahasa dengan rincian gaya bahasa perbandingan 13 data, terdiri dari 7 buah data gaya bahasa perumpamaan, 4 buah data gaya bahasa metafora, dan 2 buah data gaya bahasa personifikasi. Selanjutnya, terdapat Gaya bahasa pertentangan berjumlah 7 data, terdiri dari 4 buah data gaya bahasa hiperbola, dan 3 buah data gaya bahasa ironi, dan yang terakhir ditemukan 13 data Gaya bahasa perulangan, terdiri dari 2 buah gaya bahasa aliterasi, 9 buah data gaya bahasa anafora, dan 2 buah data gaya bahasa Epizeukis.Kata kunci: Stilistika, majas, akun instagram
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VIII SMP N 7 KOTA JAMBI Salsabila Rohadatul Aisy; Imam Suwardi Wibowo; Larlen Larlen
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i2.6676

Abstract

Kesantunan berbahasa sangatlah penting terutama di lingkungan pendidikan, karena siswa adalah cikal bakal penerus bangsa indonesia. Jika seorang siswa tidak menggunakan bahasa yang santun maka akan lahirlah generasi yang arogan, kasar dan tidak mempunyai nilai-nilai dalam beretika. Oleh karena itu, guru harus membina dan mengarahkan siswa untuk berbicara secara santun pada saat proses pembelajaran berlangsung agar siswa terbiasa dan menjadi sebuah kebiasaan dalam berbicara santun di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kesantunan guru ke siswa, siswa ke guru dan siswa ke siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP N 7 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini terdapat maksim-maksim yang menaati kesantunan berbahasa yaitu pada tuturan deklaratif terdapat maksim 1. Pujian 2. Kearifan 3. Kemufakatan 4. Kedermawanan 5. Kemufakatan 6. Simpati. Tuturan interogatif terdapat maksim 1. Kearifan 2. Pujian 3. Simpati. Tuturan imperatif terdapat maksim kearifan. Tuturan ekslamaif terdapat maksim kearifan. Dan juga di temukan beberapa tuturan yang melanggar maksim kearifan, karena nya guru dan siswa harus lebih mengoptimalkan lagi dalam berbicara santun agar terciptanya suasana belajar yang lebih menyenangkan. Kata kunci : kesantunan berbahasa, maksim, tuturan
PEMEROLEHAN BAHASA DAN ASPEK FONOLOGI ANAK USIA 2 TAHUN 10 BULAN MELALUI TEKNIK MEAN LENGTH OF UTTERANCE Izzatun Nisa Syahidah; Hendra Setiawan
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i2.6901

Abstract

Penelitian ini untuk memahami pemerolehan bahasa anak dan aspek fonologinya melalui teknik Mean Length of Utterance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah anak yang berusia 2 tahun 10 bulan.Teknik pengambilan data menggunakan teknik simak dari rekaman. Teknik analisis data tersebut menggunakan teknik penghitungan menggunakan tenik MLU. reduksi data, penyajian data dan penarikan simpilan. Hasil penelitian yaitu pengiraan Min Panjang Ujaran atau Mean Length of Utterance (MLU) mengikuti Brown’s Stages of Development digunakan untuk menentukan tahapan tumbuh kembang anak. Penelitian ini memperlihatkan bahwa seorang anak tersebut telah menguasai huruf vokal yaitu ( a, u, i, e, dan o). Sedangkan, huruf konsonan yang telah dikuasai yaitu (b, c, d, g, h, j, k, m, n, p, dan y). Faktor yang memepengaruhi ujaran tersebut adalah ketidaksempurnaan ujaran dalam alat ucapnya. Huruf-huruf yang belum dikuasi oleh seorang anak usia 2 tahun 10 bulan dengan inisial Z ini adalah ( r,s,z,l,). Jika dilihat dari penelitian pemerolehan bahasa anak berdasarkan fonologi ini belum mampu dikatakan bertutur dengan sempurna, karena masih ada bebarapa bunyi yang belum tepat pelafalannya di usia 2 tahun 10 bulan tersebut.Kata kunci: pemerolehan bahasa, MLU, aspek fonologi.
EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN MEDIA AUDIOVISUAL POWTOON DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Siti Rochmiyati; Desy Rufaidah; Mukhlish Mukhlish; Dita Surwanti; Linda Septi Widiani Sari; Sri Mulyati Umasugi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan hasil validasi dan keefektifan media audiovisual powtoon yang dikembangkan. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif dengan data hasil belajar menulis teks laporan hasil observasi di SMK Diponegoro Depok dan anekdot di SMKN 6 Kepulauan Sula dengan media powtoon sebagai data primer. Data diperoleh dengan tes dan dokumentasi. Data dianalisis secara statistik deskriptif. Media yang dikembangkan divalidasi oleh expert dan stakeholder. Dari hasil validasi, diketahui bahwa media audiovisual powtoon pada materi laporan hasil observasi dan anekdot berkategori sangat baik. Berdasarkan hasil ujicoba media audiovisual powtoon pada materi menulis laporan hasil observasi dan anekdot berkategori sangat baik atau sangat efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Menurut hasil validasi ahli media powtoon teks laporan hasil observasi dinyatakan rerata skor 4,2 menurut expert dan 4,4 menurut stakeholder yang berarti sangat baik. Hasil validasi ahli media powtoon teks anekdot dinyatakan rerata skor 4,8 menurut expert dan 5 menurut stakeholder yang berarti sangat baik. Hasil efektivitas media Powtoon laporan hasil observasi Laporan hasil observasi dalam kontrol yaitu 3,1 berkategori sangat baik, uji terbatas yaitu 3,6 berkategori sangat baik, dan uji luas mendapat rerata 3,6 berkategori sangat baik. Sedangkan teks anekdot dalam kontrol yaitu 2,48 berkategori rerata cukup, uji terbatas yaitu 3,2 berkategori baik, dan uji luas mendapat rerata 3,5 berkategori sangat baik.Kata kunci: media, audiovisual, powtoon, menulis
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT MASYARAKAT BUNGO DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Oki Surhadi; Nazurty Nazurty; Warni Warni
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7186

Abstract

Indonesia adalah negara multikultural dengan adanya keragaman suku, ras, bahasa, agama dan budaya yang dikemas dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Salah satu keragaman budaya Indonesia terdapat dalam bidang sastra, termasuk cerita rakyat. Sastra lisan digunakan untuk mengungkapkan suatu peristiwa yang mengandung nilai-nilai mulai dari nilai moral, nilai agama, adat istiadat, fantas peribahasa, nyanyian, cerita rakyat dan mantra-mantra. Salah satu genre yang termasuk dalam sastra lisan adalah folklor, cerita lisan yang hidup dan bertahan dalam suatu lingkungan masyarakat dan diturunkan secara lisan dari satu generasi ke generasi lain dalam masyarakat tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Bungo. Sebutkan dan jelaskan relevansi nilai pendidikan karkter dalam cerita rakyat Bungo terhadap pembelajaran apresiasi sastra sekolah menengah pertama. Metodologi penelitian ini meliputi: (1) Konteks penelitian dibagi menjadi 2 yaitu lokasi dan waktu penelitian, (2) bentuk dan strategi penelitian, (3) data dan sumber data, teknik pengumpulan data, (4) teknik pengambilan sampel, ( 5) validitas data penelitian, (6) teknik analisis data.. Temuan dari penelitian ini antara lain: Cerita rakyat Bungo relevan terhadap pembelajaran apresiasi sastra karena dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk pembelajaran.Kata kunci : Pendidikan, Cerita Rakyat, Relevansi, SekolaH
KEKUATAN BAHASA MAGIS DALAM PRAKTEK PENGOBATAN ALTERNATIF COVID-19 : SEBUAH KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN SIKKA Bertholomeus Jawa Bhaga; Darmawan Darmawan; Hadian Hadian
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7192

Abstract

Setiap daerah memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda. Bentuk kearifan selalu bermacammacam baik dalam bahasa, laku upacara, praktek pengobatan tradisional dan lainnya. Covid19 yang telah merebak dan mendatangkan banyak efek ikutannya. Hal penting sebagai akibanya adalah masalah kesehatan. Berbagai cara dan metode pengobatan telah dianjurkan dan dilaksanakan oleh lembaga kesehatan dunia yang resmi. Namun, sebagai masyarakat yang tumbuh dan hidup dalamadat kebiasaan serta kepercayaan tertentu memiliki "cara lain" dalam hal pengobatan covid-19. Dan hal tersebut dapat dengan memanfaatkan berbagai tanaman serta tumbuhan yang ada di sekitar kita dengan turut pula memanfaatkan keyakinan akan kekuatan bahasa pada adat kebiasaan masyarakat diKabupaten Sikka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, makna dan fungsi bahasa magis yang dipakai dalam praktek pengobatan alternatif covid-19 di Kabupaten Sikka.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang berusaha mendeskripsikan bentuk-bentuk Bahasa magis yang digunakan oleh masyarakat pemakai bahasa. Teknik analisis data berupa mengumpulan data, data direduksi, data disajikan lalu dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata terdapat beberapa bentuk, makna dan fungsi yang terkandung dalam kata-kata magis yang digunakan dalam praktek pengobatan alternatif covid-19.Kata kunci: Magis, pengobatan alternatif, kearifan lokal
EKRANISASI PADA NOVEL ANANTA PRAHADI KARYA RISA SARASWATI DENGAN FILM ANANTA KARYA RIZKI BALKI Rin Rin Riani; David Setiadi; Asep Firdaus
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7193

Abstract

Karya sastra merupakan karya imajinasi yang lahir bukan atas kekosongan jiwa namun juga atas realitas yang terjadi di sekeliling pengarang. Hal ini tentu tidak lepas dari unsur yang membangun karya sastra tersebut yang meliputi unsur intrinsik, unsur yang membangun karya sastra dari dalam dan unsur ekstrinsik, unsur yang membangun karya sastra dari luar. Ekranisasi adalah pelayar putihan atau pemindahan atau pengangkatan sebuah novel ke dalam film. Dalam proses ekranisasi tentu akan menimbulkan berbagai perubahan. Proses perubahan tersebut misalnya terjadi pada perubahan alat-alat yang dipakai yakni mengubah dunia kata-kata menjadi dunia gambar-gambar yang bergerak secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk Transformasi Novel Ananta Prahadi karya Risa Saraswati menjadi film Ananta karya Rizki Balki. Penelitian dilakukan untuk mengetahui penciutan, penambahan, dan perubahan atau variasi yang terdapat pada film Ananata karya Rizki Balki yang diangkat dari novel Ananta Prahadi karya Risa Saraswati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu kesamaan dan perbedaan berupa unsur intrinsik pada Novel Ananta Prahadi karya Risa Saraswati dan film Ananta karya Rizki Balki.Teknik pengumpulan data yakni membaca, menonton, mencatat, dan menganalisis. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Adapun hasil dari penelitian yang sudah peneliti lakukan menggunakan metode pendekatan kualitatif bahwa ekranisasi dari novel Ananta Prahadi karya Risa Saraswati dan film Ananta karya Rizki Balki terdapat penciutan pada latar, dan penciutan pada alur. Sedangkan penambahan terdapat pada penambahan tokoh penokohan, dan penambahan pada alur. Dan perubahan atau variasi yang ditemukan terdapat pada perubahan tokoh penokohan, dan perubahan pada alur. Kata kunci: ekranisasi, novel, film.
TARIAN SEBAGAI WADAH UNTUK MENJELAJAHI IDENTITAS PEREMPUAN BERKACA PADA NOVEL PADA SEBUAH KAPAL, SAMAN, DAN TARIAN BUMI Lee Yeon
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7195

Abstract

Berkenaan dengan wacana tubuh perempuan yang marak dibahas dalam karya penulis perempuan Indonesia. Tarian dan persoalan jati diri perempuan dari perspektif feminisme. Dalam karya-karya itu, para tokoh perempuan secara aktif dan bebas menggunakan tubuh mereka melalui tarian untuk mengekpresikan subyektivitas dan rasa identitas mereka sebagai seorang perempuan. Terkait hal ini, penelitian ini bertujuan untuk membahas makna tarian tokoh perempuan dalam karya penulis perempuan dari perspektif feminisme pada tiga karya yang mengangkat isu tarian perempuan, yaitu Pada Sebuah Kapal oleh Nh. Dini, Saman oleh Ayu Utami, dan Tarian Bumi oleh Oka Rusmini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian yaitu teks-teks yang berkaitan dengan kutipan membahas makna tarian tokoh perempuan dalam karya penulis perempuan dari perspektif feminisme. Sumber data penelitian ini yaitu Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini, Saman karya Ayu Utami, dan Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik baca dan catat. Peneliti melakukan pembacaan naskah teks novel. Selanjutnya, peneliti mencatat hal-hal berkaitan dengan data penelitian. Teknik analisis data menggunakan 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan simpulan. Berdasarkan hasil pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa tarian dalam ketiga karya tersebut dimaknai sebagai ekspresi untuk memaparkan identitas gender sebagai perempuan, hak perempuan atas tubuhnya, dan hasrat terhadap kekuasasan yang tidak diperbolehkan untuk perempuan dalam masyarakat yang bertatanan patriarkis. Para tokoh perempuan dalam ketiga karya ini secara aktif  mencoba memperlihatkan kesadaran dan jati diri sebagai perempuan melalui tarian. Selain itu, tarian juga ditawarkan sebagai suatu wadah untuk menjelajahi identitas gender sebagai seorang perempuan. Kata Kunci: Tarian, Identitas Perempuan, Novel