cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 311 Documents
Pengaruh Lama Pemaparan Pada Suhu Ruang Terhadap Total Bakteri, pH Dan Kandungan Protein Daging Ayam Di Pasar Tradisional Kabupaten Semarang Evi Wahyu Ristanti, Sri Kismiati dan Dian Wahyu Harjanti
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i1.192

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging ayam dengan lama waktu pemaparan pada suhu kamar di pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 lama waktu pemaparan (2, 4 dan 6 jam post mortem) sebagai perlakuan dan 6 pasar tradisional sebagai ulangan. Pasar dikelompokan berdasarkan dari kualitas higienis dan fasilitas : Kelompok A (Pasar Projo dan Sumowono), Kelompok B (Pasar Babadan dan Bandarjo) dan Kelompok C (Pasar Bandungan dan Jimbaran). Ayam broiler disembelih di rumah pemotongan umum dan langsung dibawa ke pasar. Pengambilan sampel daging ayam yang diperoleh berasal dari pasar tradisional pada 2, 4 dan 6 jam postmortem. Parameter dalam penelitian ini adalah total bakteri dengan metode Total Plate Count (TPC), pH dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukan bahwa kontaminasi bakteri daging ayam dari semua pasar berada di atas standar Indonesia (106 cfu/gr). Selain itu, jumlah bakteri dalam daging, yang terpapar pada suhu kamar untuk 4 dan 6 jam (18,73x107 cfu/gr dan 20,33x107 cfu/gr) lebih tinggi (P0,05) daripada 2 jam (15,8 x 107 cfu/gr). Lama waktu pemaparan tidak berpengaruh pada pH dan kadar protein daging (P0,05). Kesimpulan yang diperoleh bahwa daging ayam yang dipaparkan pada suhu kamar hingga 6 jam meningkatkan kontaminasi bakteri dalam daging, tetapi tidak mempengaruhi pH daging dan protein. Kata Kunci : Daging ayam, total bakteri, pH, kadar protein
PENGARUH PENGEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP TOTAL PLATE COUNT (TPC) MIKROBA TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK TEPUNG PISANG KEPOK GABLOK (Musa paradisiaca balbisiana) Andi Indrawan, Karyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 27, Nomor 2 Agustus 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v27i2.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1).pengaruh pengemasan terhadap total plate count (TPC) terhadap tekstur, rasa, dan aroma tepung pisang kepok gablok. 2). pengaruh lama penyimpanan terhadap total plate count (TPC) terhadap tekstur, rasa dan aroma tepung pisang kepok gablok. 3). Jenis kemasan yang tepat (kain, plastik polyetilena/PE tipis plastik polyetilena/PE tebal), terhadap uji organolektif agar kualitas tepung pisang gablok tidak berubah. Metode penelitian dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang dilanjutkan uji DMRT, dengan 2 (dua) faktor yaitu jenis kemasan (A1 /kain, A2 /plastik PE 1 lapis dan A3 /plastik PE rangkap) dan lama simpan (B1 /0 hari, B2 /7 hari, B3 /14 hari, B4 /21 hari, B5 /28 hari, B6 /35 hari dan B7 /42 hari) masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali. Pengamatan yang dilakukan yaitu jumlah total mikroba dalam pisang selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan pada perlakuan penggunaan jenis kemasan dapat diketahui bahwa penggunaan jenis kemasan (kain, plastik PE) tepung pisang selama penyimpanan menunjukkan pengaruh yang nyata (P0,05), terhadap jumlah mikroba. Penggunaan jenis kemasan (kain, plastik PE 1 lapis, plastik PE rangkap) tepung pisang yang dihasilkan menunjukan TPC yang dihasilkan dari perlakuan jenis kemasan terjadi penurunan. Perlakuan penggunaan jenis kemasan kain TPC sebesar 7,82 CFU/ gr, plastik PE 1 lapis (7,61 CFU/gr) dan plasik PE rangkap (7,49 CFU/gr). Penggunaan jenis kemasan (kain, plastik PE 1 lapis, plastik PE rangkap) terhadap uji organoleptik tepung pisang yang dihasilkan menunjukan: 1). Tekstur/kelekatan berturut-turut 3,77 (antara lekat dan kurang lekat), 3,78 (antara lekat dan kurang lekat), 3,98 (kurang lekat). 2). Aroma tertinggi sebesar 4,77 (antara kurang berbau apek dan tidak berbau apek) dan terendah sebesar 1,73 (sangat berbau apek). 3). skor organoleptik warna tertinggi sebesar 4,67 (antara sangat cerah dan sangat cerah sekali) terendah 2,20 (kurang cerah). Kata kunci: plastik polietilen (PE), total plate count(TPC), tepung pisang, pisang gablok
Strategi Pengembangan Agroindustri Kopi Pada Gapoktan Gunung Kelir Di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang Suwali, Syaiful Anwar, Agus Setiadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Vulume 35 No.2 September 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i2.208

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan merumuskan strategi pilihan dan menentukan strategi pilihan prioritas pengembangan agroindustri kopi menggunakan metode survei sejak bulan Mei sampai Juli 2016 pada Gapoktan Gunung Kelir Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, pengambilan sampel dengan judgement sampling. Responden dibagi menjadi dua kelompok: pengrajin kopi 48 orang; responden pakar 11 orang  (pemerintah, akademisi, masyarakat). Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner dan FGD (Focus Group Discussion). Analisa data menggunakan analisis SWOT dan analisis AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan alat bantu program Expert Choice versi 9.0. Hasil  penelitian menunjukkan strategi pilihan yang tepat diterapkan adalah strategi W-O. Strategi W-O terdiri dari delapan rumusan: Peningkatan promosi; Pendaftaran SNI produk kopi dan sertifikat Halal dari MUI; Bekerjasama dengan mitra kerja dalam hal permodalan (koperasi dan perbankan); Peningkatan kapasitas produksi dan memanfaatkan teknologi tepat guna; Mengoptimalkan lembaga dan saluran pemasaran yang berorientasi pasar nasional dan internasional; Aplikasi teknologi dari panen sampai paskapanen sehingga tercipta produk inovatif dan bervariatif / beragam; Menjaga kelestarian sumber daya alam (SDA); dan Mengoptimalkan kopi sebagai produk unggulan daerah setempat. Strategi pilihan prioritas dalam pengembangan agroindustri kopi pada Gapoktan Gunung Kelir di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang adalah peningkatan promosi. Kata Kunci : Strategi, Pengembangan, Agroindustri dan Kopi
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI TEBU (Saccharum officinarum Linn) VARIETAS PS. 864 DENGAN SISTEM REYNOSO DAN SISTEM LAHAN KERING DI KECAMATAN TRANGKIL KABUPATEN PATI Moch Nur Islam Sumardi 2), Rumiyadi Sumardi, Rumiyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 29, Nomor 2 September 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v29i2.36

Abstract

Desa Pasucen dan Desa Mojoagung merupakan salah satu desa di Kecamatan Trangkil yang mayoritas penduduknya memiliki usaha perkebunan tebu dengan sistem reynoso maupun lahan kering sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di desa tersebut. Varietas yang sering ditanam petani di Desa Pasucen dan Desa Mojoagung adalah PS. 864 karena varietas ini cocok dikembangkan di tanah aluvial bertipe iklim C2, baik di lahan sawah (sistem reynoso) maupun tegalan (lahan kering). Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui perbedaan pendapatan varietas tebu PS. 864 dengan sistem reynoso dan sistem lahan kering, 2) mengetahui kelayakan usaha tebu varietas PS. 864 dengan sistem reynoso dan sistem lahan kering. Penelitian menggunakan metode deskriptif analisis. Analisis data menggunakan uji t dan uji kelayakan usahatani melalui RCR, BEP, dan ROI. Jumlah seluruh responden sebanyak 51 orang yang terdiri dari 25 orang petani dengan sistem reynoso dan 26 orang petani dengan sistem lahan kering. Hasil penelitian : 1) RCR usahatani tebu sistem reynoso 1,59 sistem lahan kering 1,48. ROI sistem reynoso 59,67% lahan kering 48,27%. BEP(PK) sistem reynoso Rp. 15.862.491 sistem lahan kering Rp. 15.241.669 sedangkan BEP(Q) sistem reynoso 64,29 ton, sistem lahan kering 59,64 ton. BEP(Rp) sistem reynoso 270.251,79 per ton sistem lahan kering 291.378,59 per ton. Ada perbedaan yang signifikan antara usahatani tebu sistem reynoso dengan usahatani tebu sistem lahan kering (p = 0,000), kedua usahatani sistem reynoso dan sistem lahan kering layak untuk diusahakan. Namun sistem reynoso lebih layak diusahakan. Kata kunci : Tebu, kelayakan usahatani reynoso dan lahan kering
Efisiensi Alokatif Dan Pendapatan Pada Industri Tempe Di Kabupaten Klaten Prastiwi Dewi Anggraini Edy Prasetyo, Bambang Mulyatno Setiawan
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.2, September 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v36i2.224

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (i) faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi tempe; (ii) efisiensi alokatif; dan (iii) pendapatan pengrajin tempe di Kabupaten Klaten. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Penentuan sampel dilakukan secara purpossive, dengan kriteria responden adalah pengrajin tempe bungkus daun dengan batasan penggunaan kedelai 10-100 kg per produksi. Analisis data menggunakan model fungsi produksi Cobb-Douglas dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi tempe adalah kedelai, ragi, dan pembungkus daun. Industri tempe bungkus daun di Kabupaten Klaten belum mencapai efisiensi alokatif dalam menggunakan faktor-faktor produksinya berdasarkan rasio NPMx/Px. Rasio NPMx/Px input kedelai dan ragi lebih dari satu sehingga penggunaanya perlu ditambah untuk memaksimalkan keuntungan. Rasio NPMx/Px pembungkus daun, kayu bakar, dan tenaga kerja kurang dari satu sehingga penggunaanya perlu dikurangi. Nilai R/C ratio atas biaya tunai maupun atas biaya total adalah sebesar 1,36 dan 1,23 yang berarti industri tempe di Kabupaten Klaten menguntungkan dan layak dijalankan. Kata kunci: Cobb-Douglas, Efisiensi, Pendapatan, Produksi Tempe
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) USAHA PETERNAKAN ITIK DI KOTA TEGAL DAN KABUPATEN BREBES Suci Andanawari A. Setiadi L. D. Mahfudz
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.59

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Break Even Point (BEP) usaha peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Setelah mengetahui nilai BEP sebuah usaha, maka pengembangan usaha peternakan itik dapat diperhitungkan secara optimal. Metode penelitian dan pengumpulan data adalah survei, observasi, dan wawancara. Lokasi penelitian adalah peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, dipilih dengan metode Purposive Sampling. Jumlah responden 110 peternak, yaitu 80 peternak di Kota Tegal dan 30 peternak di Kabupaten Brebes, yang dipilih melalui metode Accidental Sampling. Analisis data secara deskriptif, menggunakan formulasi Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BEP harga untuk usaha peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes adalah sebesar Rp 3.260.021,91 per bulan, atau penjualan minimal adalah 99 butir telur per hari, dengan rerata harga telur Rp 1.100,00 per butir. BEP unit usaha peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes adalah pemeliharaan 142 ekor itik, dengan persentase produksi telur 70% total pemeliharaan. Kata kunci : break even point, usaha peternakan itik, Tegal, Brebes
Pengaruh Konsentrasi IBA (Indole-3-Butyric Acid) dengan Aplikasi Silika Terhadap Pertumbuhan Stek dan Hasil Bunga Krisan (Chrysantemummorfolium) Hani Atur Rosyidah, Budi Adi Kristanto dan Widyati Slamet
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 37 No. 1 Maret 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v37i1.240

Abstract

ABSTRAK            Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi IBA (Indole-3-Butyric Acid) dengan aplikasi silika terhadap pertumbuhan stek dan hasil bunga krisan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – April 2018 di Kampung Krisan Clapar, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor pertama adalah konsentrasi IBA, terdiri atas 0, 25 dan 50 ppm dan faktor kedua adalah aplikasi silika, yaitu tanpa aplikasi silika (S0), aplikasi silika seminggu sebelum diambil stek (S1) dan aplikasi silika pada saat distek (S2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi IBA dengan aplikasi silika terhadap parameter panjang akar, jumlah akar, dan kadar air daun. Konsentrasi IBA berpengaruh pada semua parameter kecuali diameter bunga. Aplikasi silika meningkatkan panjang, jumlah dan berat akar bibit stek, kadar air daun. Aplikasi silika meningkatkan kinerja IBA dan meningkatkan mutu bibit krisan. Kata kunci: krisan, IBA, silika, stek pucuk krisan
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI GULA AREN DI KABUPATEN KENDAL Leni Sugiyowati, Karno, Titik Ekowati
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 33, Nomor 1 Maret 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v33i1.98

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui a) aspek teknis produksi, aspek finansial, aspek pemasaran gula aren, b) alternatif strategi pengembangan agroindustri gula aren dan c) prioritas strategi pengembangan agroindustri gula aren di Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Lokasi penelitian di Kecamatan Limbangan, Kecamatan Boja dan Kecamatan Singorojo. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2013 sampai dengan bulan Februari 2014. Sampel pengrajin gula aren yaitu 90 pengrajin yang ditentukan dengan proporsional random sampling, sampel pedagang 36 pedagang dengan snowball sampling, responden sebagai key person yaitu 15 pengrajin dan 12 key person pada FGD (Forum Group Discussion) ditentukan secara purposive. Metode analisis data meliputi analisis finansial dengan menghitung biaya produksi dan pendapatan usaha pengolahan gula aren. Analisis aspek pemasaran dengan menghitung nilai marjin pemasaran, farmer’s share dan nilai efisiensi pemasaran. Analisis alternatif strategi dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa proses pengolahan gula aren di Kabupaten Kendal masih bersifat sederhana. Analisis aspek finansial yaitu rata-rata biaya yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi adalah Rp 89.960 dengan rata-rata produksi 10,48 kg. Penerimaan yang diperoleh yaitu Rp 108.157, sehingga pendapatan yang diperoleh adalah Rp 18.196. Analisis kelayakan usaha nilai R/C ratio 1,2 dan B/C ratio 0,2 yaitu usaha ini layak dan menguntungkan. Analisis aspek pemasaran farmer’s share dan nilai efisiensi pemasaran pada semua saluran pemasaran gula aren di Kabupaten Kendal sudah berjalan efisien. Berdasarkan analisis SWOT, posisi usaha pengolahan gula aren berada pada kuadran I. Alternatif strategi pengembangan agroindustri gula aren dengan menggunakan strategi S-O yaitu mendukung pertumbuhan agresif. Kata Kunci : gula aren, finansial, pemasaran, SWOT.
Analisis Teknis Dan Ekonomis Terapi Kasus Hipofungsi Ovarium Pada Sapi Potong Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Indonesia Ahyuni Indahwati, Enny Tantini Setiatin, dan Agus Setiadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 37 No. 2 September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v37i2.256

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis aspek teknis dan ekonomis terapi kasus hipofungsi ovarium pada sapi potong di Kabupaten Rembang. Manfaat penelitian adalah agar dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para stakeholder di bidang peternakan dan kesehatan hewan dalam melakukan terapi kasus hipofungsi ovarium pada ternak sapi potong sehingga dapat mendukung peningkatan populasi ternak sapi potong di Kabupaten Rembang melalui kegiatan penanganan penyakit atau gangguan reproduksi. Parameter yang diamati adalah waktu yang dibutuhkan untuk kesembuhan kasus hipofungsi ovarium yang ditandai dengan terjadinya estrus serta total biaya bahan dan obat yang dipergunakan untuk terapi. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji beda Mann-Whitney untuk membandingkan antara status sapi (dara dan induk), jenis hipofungsi (unilateral dan bilateral), status laktasi sapi (sedang laktasi dan tidak laktasi) serta uji korelasi Spearman’s untuk membandingkan antara kondisi sapi (BCS tinggi dan BCS rendah) dan umur sapi (muda dan tua).  Sapi yang mengalami hipofungsi ovarium dan diberikan terapi yang tepat (sesuai dengan SOP) memberi dampak yang nyata dilihat dari bangsa sapi, status sapi, jenis hipofungsi ovarium, BCS dan umur sapi serta memberi keuntungan yang lebih tinggi bagi peternak.  Aspek status laktasi sapi tidak berpengaruh pada hasil analisis secara teknis, tetapi memberikan hasil yang lebih menguntungkan secara ekonomis. Kata kunci : Analisis teknis dan ekonomis, sapi potong, terapi hipofungsi ovarium.
Pengaruh Penambahan Serbuk Biji Jambe (Areca catechu L.) dan Daun Binahong (Anredera cordifolia) dalam Ransum terhadap Profil Lemak Darah Ayam Petelur Fase Layer Miranti Wahyuningati, R. Murwan dan Isroli
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 38 No. 1 Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v38i1.267

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk biji jambe (Areca catechu L.) dan daun binahong (Anredera cordifolia) dalam ransum terhadap kadar kolesterol, high density lipoprotein (HDL) dan Trigliserida serum darah ayam petelur fase layer. Materi yang digunakan adalah ayam petelur dengan strain Isa Brown umur 45 minggu sebanyak 24 ekor. Penelitian ini menggunakan pakan komersil dengan tambahan serbuk biji jambe (Areca catechu L.) dan daun binahong (Anredera cordifolia). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan adalah dengan penambahan serbuk biji jambe (Areca catechu L.) dan daun binahong (Anredera cordifolia) sebagai berikut: T0 = 0%, T1 = 0,025%, T2 = 0,05% dan T3 = 0,1% dari jumlah pakan yang diberikan pada setiap ayam. Penambahan serbuk biji jambe dan binahong dilakukan secara bergantian setiap 3 hari, yaitu 3 hari pertama penambahan jambe dan 3 hari kedua penambahan binahong selama 3 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biji jambe dan daun binahong tidak berpengaruh terhadap kadar HDL dan trigliserida (P0,05) namun meningkatkan kadar kolesterol darah pada ayam petelur fase layer (P0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian serbuk biji jambe dan daun binahong pada taraf 0,05% dapat meningkatkan kadar kolesterol serum darah ayam petelur fase layer dan pemberian ekstrak pada taraf 0,05% tidak disarankan. Kata kunci: Jambe dan daun binahong, profil lemak darah, ayam petelur fase layer