cover
Contact Name
Nina Lisanty
Contact Email
agrinika@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285832787581
Journal Mail Official
agrinika@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No. 1 Bd. A-03 Agriculture Faculty, Kadiri University, Kediri City, East Java, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25793659     EISSN : 27212807     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrinika is a peer-review scholarly publication which publishes research articles and critical reviews from every area of agricultural sciences and plant science. Scope of the journal includes agricultural socioeconomics and management, agricultural extension, agricultural engineering, plant production, plant breeding, plant protection, food science and technology, and agricultural environment resources. Manuscripts on those fields are welcomed to be submitted and reviewed in this journal.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER" : 8 Documents clear
Respon Berbagai Varietas Padi pada Lahan Organik dengan System of Rice Intensification (SRI) di Sragen Barokah, Umi; Susanto, Untung
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1065

Abstract

Rice is the most essential staple food of Indonesian. The strategy to meet these food needs is through efforts to increase productivity by means of agricultural intensification. One of efforts to increase productivity is the application of integrated technology using the System of Rice Intensification (SRI) method and organic cultivation. The research was conducted from March to June 2017 in Sambirejo, Sukorejo, Sragen. Forty rice varieties originating from the Center for Rice Research, Sukamandi, Subang, West Java were tested in this study. Planting was carried out by transplanting using 1 seedlings of 15 days after dispersing (HSS) / planting hole on a plot measuring 2 m x 2 m with a spacing of 20 cm x 20 cm. The research was organized using a completely randomized block design with four replications. Cultivation techniques are carried out organically with guidelines for integrated plant management. Observations were made on the character of the agronomic performance and yield. The results of the analysis of variance showed that there were differences between the varieties tested on all agronomic characters and yields. Varieties that responded well to organic land with the SRI system at the study site were Membramo, Sintanur, Inpari 13, Inpari 32 and Inpari 5 Merawu varieties, while the varieties that responded poorly to the study were Batutegi and Lusi varieties.Padi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang mutlak harus terpenuhi. Strategi untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut yaitu dengan melakukan upaya peningkatan produktivitas dengan cara intensifikasi pertanian salah satunya adalah dengan penerapan teknologi terpadu menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI) dan budidaya secara organik. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni tahun 2017 di desa Sambirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Sragen. Sebanyak empat puluh varietas padi yang berasal Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Subang Jawa Barat diuji dalam penelitian ini. Penanaman dilakukan secara pindah tanam dengan menggunakan bibit berumur 15 Hari Setelah Sebar (HSS) sebanyak 1bibit/lubang tanam pada plot berukuran 2 m x 2 m dengan dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Penelitian ditata dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat ulangan. Teknik budidaya dilakukan secara organik dengan petunjuk pengelolaan tanaman terpadu. Pengamatan dilakukan terhadap karakter keragaan agronomis dan hasil. Hasil analisis varian menunjukkan terdapat perbedaan antar varietas yang diuji pada semua karakter agronomis dan hasil. Varietas yang memberikan respon yang baik pada lahan organik dengan sistem SRI di lokasi penelitian adalah Varietas Membramo, Sintanur, Inpari 13, Inpari 32 dan Inpari 5 Merawu sedangkan varietas yang memberikan respon kurang baik pada penelitian adalah varietas Batutegi dan Lusi.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Alpukat Wiwiek Andajani; Djoko Rahardjo
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1058

Abstract

Avocado fruit is one of 10 fruits that can relieve stress, because it contains hormones and nutrients that can have a calming effect on the body. East Java Province is one of the centers for fruit production in Indonesia, including avocado fruit center, precisely in Ngliman Village, Sawahan District, Nganjuk Regency. However, this does not guarantee the high income of avocado farmers, which is caused by, among other things, price fluctuations during the harvest season, unoptimal farming management, pest attacks, and others. The purpose of this study was to determine the farmer income of avocado farming, and the factors that influence it, as well as the factors that most influence the income of avocado farming. Using quantitative descriptive research methods and deliberately choosing the research area in Ngliman Village, the research was conducted in a leading area of avocado farming in Sawahan District, Nganjuk Regency. Sampling method employed a simple random sampling of avocado farmers who have been producing for more than 10 years. From the results of the analysis, it can be seen that the income of avocado farmers in one year per hectare was IDR 9,624,550, and the land area factor affecting the income of avocado farming.Buah alpukat adalah salah satu dari 10 macam buah-buahan yang dapat meredakan stress, karena mengandung hormon dan nutrisi yang dapat memberikan efek tenang pada tubuh. Propinsi Jawa Timur adalah salah satu sentra produksi buah-buahan di Indonesia, diantaranya sentra buah alpukat, tepatnya yaitu di Kabupaten Nganjuk, Kecamatan Sawahan, Desa Ngliman. Namun demikian belum menjamin tingginya pendapatan petani alpukat, yang disebabkan antara lain, fluktuasi harga pada musim panen, belum maksimalnya pengelolaan usahataninya, adanya serangan hama, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani alpukat, dan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhinya, serta untuk mengetahui faktor produksi (umur, tingkat pendidikan, pengalaman atau lama usahatani, dan luas lahan) yang paling berpengaruh terhadap pendapatan usahatani alpukat. Menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, dan secara sengaja memilih daerah penelitian di Desa Ngliman, karena merupakan daerah unggulan penghasil buah alpukat di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Pengambilan sampel secara simple random sampling terhadap petani alpukat yang sudah berproduksi lebih dari 10 tahun. Dari hasil analisis dapat diketahui pendapatan petani alpukat dalam satu tahun per hektarnya sebesar Rp9.624.550-, dan faktor luas lahan saja yang berpengaruh terhadap pendapatan usahatani alpukat.
Peranan Penyuluh Pertanian Terhadap Keberhasilan Penerepan Sistem Tanam Padi Jajar Legowo di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Satriya Bayu Aji; Tutut Dwi Sutiknjo; Elma Dinawati
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1075

Abstract

Acceleration of food self-sufficiency, especially rice, can be performed by providing optimal means of production, mechanization, technology, and intensive assistance to farmers. In order for these activities to be successful as expected, the government has intensively involved various parties to provide escort and assistance. One of the factors that determine the success of escorting and mentoring farmers is the involvement of agricultural extension agents. The speed of application of technological innovations and the way of working in agriculture can be channeled properly through extension activities. “Jajar Legowo” rice planting system is one of the innovations in the rice planting model. This system has been being implemented intensively in Pagung Village, Semen District, Kediri Regency. The successful application of “Jajar Legowo” planting system was the object of the study, especially in terms of the involvement of agricultural extension agents in assisting farmers in this village. This research employed descriptive quantitative and qualitative methods through survey. In addition, the research also utilized descriptive analysis and scoring through a Likert scale approach and simple linear regression. The results revealed that the role of agricultural extension agents was quite successful in encouraging farmers and their groups to apply the “Jajar Legowo” rice planting system.Percepatan swasembada pangan, khususnya padi dapat dilakukan dengan menyediakan sarana produksi secara optimal, mekanisasi, teknologi, dan pendampingan petani secara intensif. Supaya kegiatan tersebut berhasil sesuai dengan harapan, pemerintah secara intensif telah melibatkan berbagai pihak untuk melakukan pengawalan dan pendampinga. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengawalan dan pendampingan petani adalah dengan melibatkan penyuluh pertanian. Karena kecepatan penerapan inovasi teknologi maupun cara kerja di bidang pertanian bisa tersalurkan dengan baik melaui aktifitas penyuluhan. Sistem tanam padi jajar legowo merupakan salah satu inovasi dalam model penanaman padi. Sistem ini mulai dilakukan secara intensif di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Keberhasilan penerapan sistem tanam jajar legowo menjadi obyek dalam penelitian. Terutama dalam hal keterlibatan penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di desa ini. Penggunaan metode penelitian yaitu secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui teknik survei. Selain itu juga menggunakan analisa deskriptif dan skoring melalui pendekatan skala Likert dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peran penyuluh pertanian cukup berhasil dalam mendorong petani dan kelompoknya untuk menerapkan sistem tanam padi jajar legowo.
Pengembangan Ekonomi Desa melalui Kampung Garam (Studi Kasus Desa Bunder Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Madura) Wahyurini, Endang Tri; Hamidah, Emmy
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1064

Abstract

The purpose of this research was to obtain an overview and analyze the patterns of economic development in the village of Bunder, Pademawu Pamekasan District. The research employed descriptive analytical-qualitative methods. The research illustrated that the village of Bunder was a village on the coast with considerable salt potential. The majority of the people earned their living as salt farmers. Based on the Pamekasan Regent program to facilitate the management and economic development in the village, a thematic village was formed, the formation of these thematic villages based on the local potential of the region. Therefore, the village of Bunder was designated as "Village of Salt". The wealth and beautiful panorama of salt in this village motivated the community to build a "Salt Edu-tourism", a tourist destination besides conducting salt recrystallization efforts with a boiled salt system. The conclusion of the research was that the economic development of the village through the salt village was a form of competitive economic development.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan menganalisis pola pengembangan ekonomi desa di Desa Bunder Kecamatan Pademawu Pamekasan. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis kualitatif. Penelitian ini menggambarkan bahwa Desa Bunder merupakan   desa di pesisir dengan potensi garam yang cukup besar. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani garam. Berdasarkan program Bupati Pamekasan untuk memudahkan dalam pengelolaan dan pengembangan ekonomi di desa perlu dibentuk desa tematik, pembentukan desa tematik ini berbasis potensi lokal wilayah tersebut. Oleh karena maka Desa Bunder ditetapkan sebagai “Kampung Garam”. Kekayaan dan panorama garam yang indah di desa ini memberikan motivasi kepada masyarakat untuk membangun sebuah destinasi “Eduwisata Garam” selain itu juga dilakukan usaha rekristalisasi garam dengan sistem garam rebus. Simpulan penelitian bahwa pengembangan ekonomi desa melalui kampung garam adalah sebagai bentuk pembangunan ekonomi yang berdaya saing.
Analisis Pemasaran Usahatani Cabai Merah Keriting dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang Zuriah Wirya, Yudhi; Novitarini, Endah; Fahrurozi, M.
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1056

Abstract

The purpose of this study was to 1) identify the marketing channels, analyze marketing costs, marketing margins, and farmer's share of curly red chilies, and 2) calculate the magnitude of the income contribution of curly red chili farming to household income. This research was conducted in Sei Selincah Subdistrict, Kalidoni District, Palembang City in January 2020. The research method used was a survey. The sampling method was carried out purposively with a total sample of 20 farmers from 215 members of the curly red chili farmer population, while the sampling method of the marketing agencies used snowball sampling to marketing institutions in the research location. The results showed that there were 3 marketing channels of curly red chili in Sei Selincah Subdistrict, namely a) farmers-collecting merchants-consumers, b) farmer-wholesalers-retailers-consumers, and c) farmers-large collecting merchants-Lemabang markets-retailers-consumers. The costs of each marketing channel, respectively, was IDR570, IDR740, and IDR733 with a marketing margin of IDR5,000, IDR6,500, and IDR7,667. Farmer’s shares were consecutively 85.7 percent, 71.1 percent, and 58.8 percent. Furthermore, the contribution of income from curly red chili farming to household income of 89.6 percent was classified as a large criterion.Tujuan penelitian ini untuk 1) mengidentifikasi saluran pemasaran cabe merah keriting, menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran dan farmer’s share cabai merah kertiting, dan 2) menghitung besarnya kontribusi usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang pada bulan Januari 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode penarikan contoh dilakukan secara sengaja dengan jumlah sampel sebanyak 20 petani contoh dari 215 anggota populasi petani cabai merah kerting, sedangkan metode pengambilan lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling terhadap lembaga pemasaran di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 saluran pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah, yaitu a) petani -pedagang pengumpul-konsumen, b) petani-pedagang besar-pedagang pengecerkonsumen, c) petani-pedagang pengepul besar-pasar Lemabang-pedagang pengecerkonsumen. Biaya pemasaran masing-masing adalah Rp570, Rp740, dan Rp733 dengan margin pemasaran berturut-turut Rp5000, Rp6.500, dan Rp7.667. Farmer’s share secara berurutan adalah 85,7 persen, 71,1 persen, dan 58.8 persen. Selanjutnya kontribusi pendapatan usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga sebesar 89.6 persen tergolong kriteria besar.
Kajian Kesesuaian Lahan Perkebunan Kopi Rakyat Kawasan Lereng Gunung Arjuna Kabupaten Malang Widayani, Dimas Prakoswo; Usodri, Kresna Shifa
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1036

Abstract

Mount Arjuna is a mountainous area with forests and several cultivated plants located in Malang Regency, East Java. The forest is a complex area that is used as a protected area, research and production forest for agricultural commodities. The complex is located in the forest resulted in highly varied environmental conditions. The forest consists of several areas, namely protected forest, production forest, coffee plantation, and seasonal plantations. The Arjuna mountain area has several stands including pine and mahogany, but most of it is filled with pines by 90% and mahogany trees around 10%. Most of the coffee plants found in the Arjuna mountain forest area are Arabica coffee, while the rest is robusta coffee. This research was conducted on the slopes of Mount Arjuna, located in Sumbersari Village, Karangploso District, Malang Regency, East Java. This research was conducted from July to October 2017. This research employed a survey method by taking several sample points that represent the coffee plants in the area. Several sampling plots for land suitability analysis were identified in the area: The observation stages were carried out by taking air temperature data using a thermohygrometer by taking the minimum and maximum temperature data, taking air humidity using a thermohigrometer as well as minimum and maximum data and light intensity data using lux meters, taking soil samples to measure nutrients and soil fertility, and measuring the height and slope of the land. The results of the observations that have been made will be analyzed using the land suitability analysis method, by adjusting the area's data with the land suitability level for robusta and arabica coffee plants.Gunung Arjuna merupakan kawasan pegunungan dengan hutan serta beberapa tanaman budidaya yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hutan tersebut merupakan kawasan kompleks yang dimanfaatkan sebagai kawasan lindung, riset dan juga hutan produksi untuk komoditas pertanian. Kondisi hutan yang kompleks mengakibatkan kondisi lingkungan tersebut sangat bervariatif. Hutan terdiri dari beberapa kawasanya, yaitu hutan lindung, hutan produksi, perkebunan kopi serta kawasan tanaman semusim. Kawasan gunung Arjuna memiliki beberapa tegakan diantaranya pinus dan mahoni namun sebagian besar dipenuhi oleh pinus sebesar 90% dan pohon mahoni berkisar 10%. Sebagian besar tanaman kopi yang terdapat pada kawasan hutan gunung Arjuna adalah jenis kopi arabika sedangkan sisanya adalah kopi robusta. Penelitian ini dilakukan di kawasan lereng Gunung Arjuna, Terletak di Desa Sumbersari, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli–Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengambil beberapa titik sampel yang mewakili yang mewakili tanaman kopi di kawasan tesebut. Beberapa plot sampel pengambilan sampel untuk analisis kesesuaian lahan diidentifikasi pada kawasan: Adapun tahapan pengamatan yang dilakukanya itu pengambilan data suhu udara menggunakan termohigrometer dengan mengambil data suhu minimum dan maksimum, pengambilan kelembapan udara dengan alat termohigrometer juga data minimum dan maksimum serta data intensitas cahaya menggunakan lux meter, pengambilan sampel tanah untuk mengukur hara serta kesuburan tanah, mengukur ketinggian serta tingkat kelerengan lahan. Hasil pengamatan yang telah dilakukan akan dianalisis menggunakan metode analisis kesesuaian lahan, dengan menyesuaikan data kawasan tersebut dengan tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman kopi robusta dan arabika.
Aktivitas dan Tingkat Partisipasi Anggota dalam Usahatani Ternak Sapi Perah di Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu Gunungpati, Kota Semarang Prasetyo, Agus Subhan; Sumekar, Wulan; Kurniasari, Dwiyana Anela; Musabikin, Ali
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1053

Abstract

One of many activities of members in Rejeki Lumintu’s Cattle Farmers Group is farming of dairy cows. This study aimed to describe and analyze the activities and levels of members participation in Rejeki Lumintu’s Cattle Farmers Group, Gunungpati, Semarang City. Participation is the level of an individual’s willingness to participate in activities organized by the group in an effort to achieve group goals. This study employed a descriptive analysis approach using a Likert scale. The results showed that the dairy farming activities started from upstream to downstream. Meanwhile, the level of participation of members in dairy farming obtained a score of 12.61 with a presentation of 84.09% into the high category. This meant that members of Rejeki Lumintu’s Cattle Farmers Group have participated well in every activity carried out by the group.Kegiatan anggota dalam Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu mengandung beberapa aktivitas berupa kegiatan usahatani dibidang sapi perah. Partisipasi merupakan tingkat kemauan individu dalam mengikuti kegiatan yang diselanggarakan oleh kelompok dalam upaya untuk mencapai tujuan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganlisis aktivitas dan tingkat partisipasi anggota dalam usahatani sapi perah di Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu, Gunungpati, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas usatani sapi perah mulai dari hulu sampai hilir. Sedangkan untuk tingkat partisipasi anggota dalam usahatani sapi perah memperoleh skor 12,61 dengan presentasi 84,09 % masuk kedalam kategori tinggi. Artinya anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu telah berpartisipasi dengan baik dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh kelompok. 
Analisis Pendapatan Usaha Pembibitan Sengon di Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek Christa Hermylina; Yuniar Hajar Prasekti; Ida Syamsu Roidah
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1088

Abstract

The sengon nursery business is inseparable and is related to business income and marketing channels in this activity. To achieve maximum effort in income, it is also considered in the marketing process to make it more optimal. The purpose of this study was to determine the cost of the sengon seed in one production, the amount of income received by farmers, and the amount of R/C in the sengon seed. The research method used direct interviews with sengon seed farmers. Sampling was random sampling and obtained as many as 35 respondents. This research was conducted in Kedunglurah Village, Pogalan District, Trenggalek Regency for approximately 1 month in May-June 2020. The data analysis method used is total costs, revenue, and R/C ratio. The results that the cost of the sengon seed was a fixed cost of Rp552.750,00 and variable costs of Rp212.770.650,00 and the total cost of Rp217.323.400,00. The revenue from the sengon seed is Rp1.034.000.000,00 with an income of Rp826.676.600,00 with an average of Rp23.333.617,10. Meanwhile, the R/C Ratio yielded a result of 4.76, which means that the sengon plant breeding business is profitable for farmers.Usaha pembibitan sengon ini tidak terlepas dan berkaitan dengan pendapatan usaha dan juga saluran pemasaran dalam kegiatan ini. Untuk mencapai usaha yang maksimal dalam pendapatan juga diperhatikan juga dalam proses pemasaran agar lebih optimal. Tujuan penelitian ini mengetahui besaran biaya dari usaha pembibitan sengon dalam satu kali produksi, besaran pendapatan yang diterima petani, dan besaran R/C dalam usaha pembibitan sengon. Metode penelitian menggunakan wawancara langsung petani pembibitan sengon. Pengambilan sampel secara random sampling dan didapatkan sebanyak 35 responden. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek selama kurang lebih 1 bulan pada bulan Mei-Juni 2020. Metode analisis data yang digunakan biaya total, pendapatan, penerimaan, R/C ratio. Hasil penelitian bahwa biaya usaha pembibitan tanaman sengon yaitu biaya tetap sebesar Rp552.750,00 dan biaya variabel sebesar Rp212.770.650,00 serta biaya total keseluruhan sebesar Rp217.323.400,00. Penerimaan usaha pembibitan tanaman sengon sebesar Rp1.034.000.000,00 dengan pendapatan sebesar Rp826.676.600,00 dengan rata-rata Rp23.333.617,10. Sedangkan R/C Ratio didapatkan hasil sebesar 4,76 yang dapat diartikan bahwa usaha pembibitan tanaman sengon ini menguntungkan untuk para petani pembibitan

Page 1 of 1 | Total Record : 8