cover
Contact Name
Johan Alfian Pradana
Contact Email
jurmatis@unik-kediri.ac.id
Phone
+62881036013360
Journal Mail Official
jurmatis@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No 1 Gedung H – 302 Kota Kediri – Jawa Timur (64115)
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURMATIS : Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri
Published by Universitas Kadiri
ISSN : -     EISSN : 29640792     DOI : https://doi.org/10.30737/jurmatis.v6i1.5128
1. Quality and Reliability Engineering (QRE) Includes tools and techniques for engineering products in the goods industry and service industry. QRE to prevent product errors or defects. While in the process of the service industry to avoid problems in providing the best service solutions to customers, includes: - Variable control charts (x-chart, r-chart, s-chart, exponentially, moving range) - Attribut control charts (p-chart, np-chart) - Rectifying inspection - Design of experiments (ANOVA, factorial design, random factors in experiments) - Response surface methodology (robust design, cross array design, taguchi method) - Lean six sigma (DPMO, DMAIC, DMADV) - Failure analysis, Maintenance (sensors applications, preventive maintenance, group replacement) - Machine learning methods for analysing degradation data 2. Facilities Engineering and Energy (FEC) untuk Facilitis Engineering about resources to support the optimal production and distribution of goods and services. Meanwhile, energy related to power / power sources is needed for production activities, such as renewable power, as well as waste innovation for energy in production, includes : - Material handling system design, Order picking methods - Warehouse layout models, Facilities maintenance management systems - Design for racks and blockstacking - Biomass energy, energy storage for production/ distribution - Enegy modelling, energy planning and life cycle energy for production/ distribution with linear or non linear programming 3. Operation Engineering (OE) deals with production engineering closely with mathematical models to achieve optimizing limited resources in meeting user needs, includes: - Life cycle product, service and process - Forecasting models, trend based, seasonal series - Aggregate planning and control for manufacturing systems - Job shops, Just in time, work schedules - Inventory management and control, voice of customer - Master production schedule, multiline optimizaton, enterprise resource planning - Green supply chain, supply chain 4.0, reverse logistics, supplier risk - Machine learning methods for operation - Operation modelling, transport algorithm, production scheduling algorithm - Optimization problems (linear, non liniear and constraint programming) in operation 4. Technology – Ergonomic and Human Factors (TEHF) closely with design, devices and equipment that are technologically compatible with the human body and cognitive, include: - Anthropometric (musculoskeletal disorders, human variability, designing for everyone) - Occupational biomechanic, cardiovascular system, physiology in work system - Ergonomic Cognitif 4.0 (task demand, mental capacity, usability engineering) - Vision, lighting, hearing, sound, noise, vibration in work system - Ergonomic interventions, psychological factors, risk factors, displays and controls system
Articles 140 Documents
Pengaruh Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada RSUD Ajibarang Banyumas (Studi Kasus Pembangunan IGD RSUD Ajibarang Banyumas) Pangestu, Rifki; Luthfianto, Saufik; Mirajhusnita, Isradias; Indrasari, Lolyka Dewi
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v3i2.1634

Abstract

Problems that occur in occupational safety and health (K3) based on a survey of the Ajibarang Hospital project location with 100 ± active workers are still many workers who do not obey the rules and appeals that have been implemented in the company regarding occupational health and safety. This study aims to determine the application of occupational safety and health in the implementation of the Ajibarang Banyumas Hospital project, which is carried out by PT. Linggar Jati, This research was conducted by using descriptive method with quantitative analysis. Meanwhile, data collection was carried out through field observations and interviews with the Site Manager and the workers. The data analysis of the questionnaire was carried out by testing the validity and reliability to determine whether the questions on the questionnaire were suitable for use. The data were analyzed and then carried out a significance test with partial testing, namely (t distribution) and simulations (F distribution). The results of this study are that simultaneously there is a significant effect of occupational safety and health on employee performance in the construction project employees of the IGD Ajibarang Hospital Banyumas with a calculated F value of 62.656> F table (3.24) and a significance value of 0.000 <0.05. which means that the hypothesis is accepted. Permasalahan yang terjadi dalam keselamatan dan kesehatan Kerja (K3) berdasarkan survey lokasi proyek RSUD Ajibarang dengan pekerja aktiv 100± orang pekerja masih banyak pekerja yang tidak menaati peraturan serta himbauan yang sudah diterapkan dalam perusahaan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada pelaksanaan proyek RSUD Ajibarang Banyumas, yang dikerjakan oleh PT. Linggar Jati, Peneliti ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan analisis kuantitatif. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi dilapangan serta wawancara terhadap Site Manager dan para pekerja. Analisis data kuisioner dilakukan dengan uji validitas dan relibilitas untuk mengertahui apakah pertanyaan pada kuisioner tersebut sudah layak untuk digunakan. Data yang dianalisis kemudian dilakukan uji signifikansi dengan pengujian parsial yaitu (Distribusi t) dan simulatan  (Distribusi F). Hasil dari penelitian ini adalah secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan pada karyawan proyek pembangunan Gedung IGD RSUD Ajibarang Banyumas dengan nilai F hitung yaitu sebesar 62,656 > F tabel (3,24) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya hipotesis diterima.
Analisa Optimalisasi Waktu Kerja Karyawan dengan Menggunakan Metode Hungarian (Studi Kasus Bengkel Jaya Battery Motor) Dewanta, Aria; Puspa Sari, Rianita
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v3i2.1708

Abstract

Jaya Battery Motor (JBM) is a workshop for two or more vehicles, and there are several services available in that place, such as servicing, changing oil, changing batterymulators, changing tires and others. The problem that is being faced by the workshop is that the distribution of tasks to employees is still carried out randomly, so that a lot of time is wasted. Workshop owners still do not know how to divide employee duties so that the time needed to do something can be said to be optimal. The purpose of this study is to determine the optimal time of work for employees using the Hungarian method, as well as to provide completion of employee placement in doing work. Based on the research that has been done, the results of the division of tasks for the Jaya Battery Motor workshop employees can be said to be optimal if the division of tasks is as follows: Ridwan changes the car oil in 15 minutes, Asep replaces the car accumulator with 20 minutes, Candra replaces the car spark plug with 30 minutes time. The results obtained in the form of a total work time before using the Hungarian Method is 75 minutes, while using the Hungarian Method is 65 minutes. So the time efficiency obtained is 10 minutes.Jaya Battery Motor (JBM) merupakan sebuah bengkel kendaraan dua atau lebih, dan terdapat beberapa pelayanan yang ada ditempat tersebut seperti melakukan servis, ganti oli, ganti akumulator, ganti ban dan lainnya. Permasalahan yang sedang dihadapi bengkel tersebut adalah pembagian tugas terhadap karyawan masih dilakukan secara acak, sehingga banyak waktu yang terbuang. Pemilik bengkel masih belum mengetahui bagaimana cara pembagian tugas karyawan agar waktu yang diperlukan untuk mengerjakan sesuatu bisa dikatakan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui waktu optimal pekerjaan para karyawan dengan menggunakan Metode Hungarian, serta memberikan penyelesaian penempatan karyawan dalam melakukan pekerjaan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan hasil pembagian tugas karyawan bengkel Jaya Battery Motor dimana sudah bisa dikatakan optimal apabila pembagian tugasnya adalah sebagai berikut: Ridwan mengganti oli mobil dengan waktu 15 menit, Asep mengganti akumulator mobil dengan waktu 20 menit, Candra mengganti busi mobil dengan waktu 30 menit. Didapatkan hasil berupa total waktu pekerjaan sebelum menggunakan Metode Hungarian yaitu 75 menit, sedangkan jika menggunakan Metode Hungarian yaitu 65 menit. Terjadi efisiensi waktu sebesar 10 menit.
Optimasi Penugasan Menggunakan Metode Hungarian Pada UMKM XYZ, Riau Kurnia, Mutiara; Suseno, Agustian
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v3i2.1711

Abstract

UMKM XYZ is a business that is engaged in snacks. This business is very famous, not only among young people, even parents and children also like this snack. The high demand creates new problems for these small businesses. Employees who are in charge of sending ready-to-process raw materials have different delivery times using the same facility. This causes a lack of time efficiency in the delivery of ready-to-process raw materials to outlets, not keeping pace with the growing demand. The purpose of this research is to find out the optimal time to distribute products to the destination and provide solutions using the Hungarian method and POM-QM software for Windows. Based on research that has been done on employee assignment analysis using the Hungarian method manually and POM QM software, the total delivery time of ready-to-process raw materials to each outlet before using the Hungarian method is 84 minutes or 1 hour 24 minutes. While the total delivery time of ready-to-process raw materials to each outlet after using the Hungarian method is 80 minutes or 1 hour 20 minutes. Thus, the allocation of employee assignments using the Hungarian method is more optimal with a time efficiency of 4 minutes.UMKM XYZ merupakan usaha yang bergerak dibidang makanan ringan. Usaha ini sangat terkenal, tidak hanya dikalangan anak muda saja bahkan orang tua dan anak-anak juga suka dengan makanan ringan ini. Tingginya demand membuat permasalahan baru bagi usaha kecil ini. Karyawan yang bertugas mengirimkan bahan baku siap olah ini memiliki waktu pengiriman yang berbeda-beda dengan menggunakan fasilitas yang sama. Hal ini menyebabkan kurangnya efisiensi waktu dalam pengantaran bahan baku siap olah ke gerai, tidak selaras dengan demand yang kian bertambah. Tujuan penelitian ini yaitu dapat mengetahui waktu optimal dalam mendistribusikan produk ke tujuan dan memberikan solusi dengan menggunakan Metode Hungarian dan software POM-QM for Windows. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap analisa penugasan karyawan dengan menggunakan metode Hungarian secara manual dan software POM QM, maka diperoleh hasil total waktu pengiriman bahan baku siap olah ke tiap gerai sebelum menggunakan metode Hungarian yaitu 84 menit atau 1 jam 24 menit. Sedangkan total waktu pengiriman bahan baku siap olah ke tiap gerai setelah menggunakan metode Hungarian yaitu 80 menit atau 1 jam 20 menit. Dengan demikian, alokasi penugasan karyawan dengan menggunakan metode Hungarian lebih optimal dengan efisiensi waktu sebesar 4 menit.
Analisis Postur Kerja Operator Produksi Tahu Dengan Menggunakan Metode Rappid Upper Limb Assessment (RULA ) Di UKM Suci Rizki Bekasi Ramadhan, Maulana Yusuf; Herwanto, Dene; Wahyudin, Wahyudin
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v3i2.1713

Abstract

Small industries or Small and Medium Enterprises (UKM) are generally labor intensive, so they require human labor to carry out their production. The application of ergonomics is very necessary and needs to be considered in this situation. Lack of attention to the application of ergonomics in the workplace is a problem that can result in workers not doing their job optimally. Work posture is a determinant of effectiveness analysis in doing work. If the work posture is ergonomically good, it can be ascertained that workers can do their work optimally, so that it has an impact on production results. This study aims to analyze static work postures in order to assess the work postures of operators. The method used in this study was the Rappid Upper Limb Assessment (RULA), while for subjective analysis of complaints using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. Based on NBM observations, it was found that 3 operators were in the moderate category, but needed immediate action as possible. Meanwhile, the calculation of body posture using the RULA method obtained a score of 7 against the three operators, which means that they fall into the high category and require immediate change action. The conclusion is that the work posture of the production operator at UKM Suci Rizki Bekasi is not ergonomic. The advice given is to provide improved work methods to reduce fatigue and increase productivity.Industri kecil atau Usaha Kecil Menengah (UKM) pada umumnya bersifat padat karya sehingga memerlukan  tenaga manusia dalam melakukan produksinya. Penerapan ergonomi saangat diperlukan dan perlu diperhatikan dalam situasi ini. Kurangnya perhatian terhadap penerapan ergonomi di tempat kerja menjadi masalah yang dapat berakibat pekerja tidak maksimal dalam melakukan pekerjaannya. Postur kerja menjadi penentu analisis keefektifan dalam melakukan pekerjaan. Jika postur kerja suda baik ergonomis maka dapat dipastikan pekerja dapat maksimal melakukan pekerjaannya, sehingga berimbas terhadap hasil produksi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja yang bersifat statis guna menilai postur kerja yang dilakukan operator. Metode  yang digunakan  dalam penelitian ini adalah Rappid Upper Limb Assessment (RULA), sedangkan untuk analisis subjektif keluhan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM).Berdasarkan pengamatan NBM ditemukan 3 orang operator dalam kategori  sedang, akan tetapi memerlukan tindakan segera mungkin. Sedangkan perhitungan postur tubuh menggunakan metode RULA didapatkan skor 7 terhadap ketiga operator  yang artinya masuk kedalam kategori tinggi dan memerlukan tindakan perubahan segera mungkin. Kesimpulan yang didapatkan adalah postur kerja operator produksi pada UKM Suci Rizki Bekasi sangat tidak ergonomis. Saran yang diberikan adalah memberikan perbaikan metode kerja untuk mengurai kelelahan dan meningkatkan produktifitas.
Pengukuran Kinerja Pada UKM Kerudung Menggunakan Metode Supply Chain Operator Reference (SCOR) Dan AHP Yusrianafi, Nadifa; Salim Dahdah, Said
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v3i2.1774

Abstract

The supply chain is very important in the sustainability of an industry. Not only large-scale industries, an SME must be able to run and develop its business supply chain well in order to have good sustainability. Because SMEs operate in a limited manner and have a flat structure, the level of complexity in implementing the supply chain model is also simple but also complex. Measurement of supply chain performance will be very helpful for SMEs in running and developing their supply chains. The purpose of this study is to measure the supply chain performance of the veil SMEs with the make to stock type in order to develop their performance and be able to compete with other competitors. In this performance measurement, Supply Chain Operation Reference (SCOR) version 12.0 and Analytical Hierarchy Process (AHP) are used for the development of performance measurementmodels and decision making. There are 30 matrix indicators for KPI (Key Performance Indicator). Creating an appropriate initial hierarchical model for SMEs Kerudung, then calculating the normalization of the normalization and calculation of AHP to determine the weight using the Expert Choice 11 Software. In the core process, which has the greatest influence is the source performance value of 28.65918439 and the lowest value is the enable performance value of 4.7.Rantai pasok menjadi suatu hal yang sangat penting dalam keberlangsungan sebuah industri. Tidak hanya industri skala besar, sebuah UKM harus dapat menjalankan dan mengembangkan rantai pasok bisnisnya dengan baik supaya mempunyai keberlanjutan yang baik. Karena UKM beroperasi terbatas dan memiliki struktur yang datar, sehingga tingkat kerumitan dalam pelaksanaan model rantai pasok nya juga sederhana tapi juga kompleks. Pengukuran kinerja rantai pasok akan sangat membantu bagi UKM dalam menjalankan dan mengembangkan rantai pasoknya. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kinerja rantai pasok pada UKM kerudung dengan tipe make to stok agar dapat mengembangkan kinerjanya dan dapat bersaing dengan kompetitor lainnya. Dalam pengukuran kinerja ini, Supply Chain Operation Reference (SCOR) versi 12.0 dan Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk pengembangan model pengukuran kinerja dan pengambilan keputusan. Penentuan KPI (Key Performance Indicator) ada 30 indikator matrik. Membuat model hierarki awal yang sesuai pada UKM Kerudung, kemudian dilakukan perhitungan normalisasi snorm de boer dan perhitungan AHP untuk menentukan bobot dengan Software Choice Expert 11. Hasil dari pengukuran kinerja Supply Chain didapatkan nilai akhir yaitu 81,23 yang termasuk kategori Good. pada proses inti, yang memiliki pengaruh terbesar yaitu nilai kinerja source sebesar 28,65918439 dan memiliki nilai terendah yaitu nilai kinerja enable sebesar 4,7. 
Perbaikan Kualitas Pada Proses Produksi Kabel Type NYA dengan Metode Quality Control Circle (QCC) Pada Perusahaan Manufaktur Kabel di Banyumas Annai Nashida, Aulia; Syahrullah, Yudi
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v3i2.1792

Abstract

Cable Manufacturer Company (PT. XYZ) is one of electronic companies which produce frequency cable, low voltage, audio video, and power cable. The production of cable certainly needs good quality control in order to become a superior competitor thus increasing the customer loyalty. The aim of this research is to control the quality of NYA cable by using the method of Quality Control Circle (QCC). The QQC method is a method which controls the quality of structured product, consists of 8 steps to make continuous improvements. At the step of searching for the defect type, it uses seven tools, namely the Pareto diagram. The highest defect type on 1,5 mm2 NYA cable caused by lumps and illegible printings. Then, target is determined based on the reject ratio data of 1,5 mm2 NYA cable which is equal to 0,50%. The target achievement could be done by knowing cause and effect of defect cable using fishbone diagram and lFailure lMode lEffect lAnalysis (FMEA). The QCC implementation result in PT. XYZ is product quality improvement due to illegible defect printing caused by human and machine factors so that becomes a main priority to be repaired. Perusahaan Manufaktur Kabel (PT. XYZ) adalah salah satu perusahaan elektronik yang memproduksi kabel frekuensi, low voltage, audio video, dan kabel power. Produksi kabel tentunya membutuhkan pengendalian kualitas yang baik agar dapat menjadi kompetitor yang unggul sehingga meningkatkan loyalitas pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengendalian kualitas kabel NYA dengan menggunakan metode Quality lControl lCircle (QCC). Metode QCC merupakan metode lpengendalian lkualitas produk yang terstruktur, terdiri dari 8 langkah untuk melakukan perbaikan yang berkesinambungan. Pada tahap pencarian jenis defect,  menggunakan alat bantu seven tools yaitu diagram pareto. Jenis defect tertinggi pada kabel NYA 1,5 mm2 disebabkan karena adanya gembung dan printing tidak terbaca. Kemudian target ditentukan berdasarkan data reject ratio kabel NYA 1,5 mm2 yaitu sebesar 0,50%. Pencapaian target dapat dilakukan dengan mengetahui sebab akibat defect kabel menggunakan diagram fishbone dan Failure Mode lEffect lAnalysis (FMEA). Hasil implementasi QCC di PT. XYZ adalah perbaikan kualitas produk akibat defect printing tidak terbaca disebabkan oleh faktor manusia dan mesin sehingga menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan. 
Penerapan Algoritma Dijkstra untuk Mencari Rute Terpendek pada Pengiriman Produk Wafer di PT. XYZ Ahadi, Ikhsan; Habibah, Mimi Nur; Deria, Popy Primaviani Desi; Fauzi, Muchammad
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 4 No. 1 (2022): January
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v4i1.1838

Abstract

Dijkstra's algorithm is used to find the shortest path based on the smallest weight from one point to another, then Dijkstra's Algorithm calculates all possible smallest weights from each point. Dijkstra's algorithm in this study is used as a tool to calculate all possible smallest weights from the distribution line of PT. XYZ to retailer point. The problems faced by PT. XYZ, the company wants to save shipping time by finding the shortest route that must be passed. The purpose of this study is to determine the shortest route that must be traversed and how far must be taken by PT. XYZ to ship its products to retailers. Based on the analysis of Dijkstra's Algorithm, the results of the shortest route pass through the points 0-3-5-4-6, where point 0 is the starting point or PT. XYZ, point 3 is Jalan Raya Curug – Kosambi, point 5 is Cilangkap, Purwakarta, point 4 is Kalihurip, Cikampek and point 6 is the destination retailer in Dian Anyar, Purwakarta with a total distance of 42.9 km.Algoritma Dijkstra digunakan untuk menemukan lintasan terpendek berdasarkan bobot terkecil dari satu titik ke titik lainnya, maka Algoritma Dijkstra melakukan kalkulasi terhadap semua kemungkinan bobot terkecil dari setiap titik. Algoritma Dijkstra dalam penelitian ini digunakan sebagai alat untuk mengkalkulasikan semua kemungkinan bobot terkecil dari jalur distribusi produsen PT. XYZ ke titik retailer. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. XYZ yaitu perusahaan ingin menghemat waktu pengiriman dengan cara mencari rute terpendek yang harus dilewati. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui rute terpendek yang harus dilalui dan berapa jarak yang harus ditempuh oleh PT. XYZ untuk mengirimkan produknya ke retailer. Berdasarkan analisis Algoritma Dijkstra didapatkan hasil rute terpendek melewati titik-titik 0-3-5-4-6, dimana titik 0 sebagai titik awal atau PT. XYZ, titik 3 sebagai Jalan Raya Curug – Kosambi, titik 5 sebagai Cilangkap, Purwakarta, titik 4 sebagai Kalihurip, Cikampek dan titik 6 sebagai retailer tujuan yang berada di Dian Anyar, Purwakarta dengan total jarak yang harus ditempuh yaitu sebesar 42,9 km.
Penjadwalan Pengiriman Produk Minuman Kemasan Dengan Menggunakan Metode Shipping Operation Diagram Pada PT.XYZ Hidayanti, Ashry Amalia; Fauzan, Fadhil Hafidz; Damanik, M. Farhan Algifari; Fauzi, Muchammad
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 4 No. 1 (2022): January
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v4i1.1882

Abstract

Companies in serving consumers must comply with the requested orders such as timeliness in delivery and product quality is very important. PT. XYZ has problems in scheduling deliveries to avoid delays. Delays in product delivery will cause consumers to feel disadvantaged and will experience a buildup of goods in the storage area, this can happen because the delivery schedule has not been well structured. The purpose of this study is expected to be an initial solution in handling product delivery cases so that there are no delays in the delivery process. The method used in this research to overcome problems in scheduling is the Shipping Operation Diagram method in determining the arrival pattern of goods transport vehicles arrive at a predetermined time, calculating the length of time delays in delivery, and improving information tools so that the delivery schedule is on time. Based on the results obtained, deliveries will be made from 08.00 to 16.00, with a break time of only one hour from 12.00 – 13.00. The truck carrying capacity is 2261. There are 4 shipments of products to each destination for 1 day. Subsequent deliveries will be made at 08.30 the next day. The expected results using the Shipping Operation Diagram method can be used to adjust the arrival time of goods transport vehicles and arrange so that there is no buildup in the storage area.Perusahaan dalam melayani konsumen harus sesuai berdasarkan pesanan yang diminta seperti ketepatan waktu dalam pengiriman dan kualitas produk sangatlah penting. PT. XYZ mengalami permasalahan dalam penjadwalan pengiriman untuk menghindari adanya keterlambatan. Keterlambatan dalam pengiriman produk akan menyebabkan konsumen merasa dirugikan serta akan mengalami penumpukan barang didalam area penyimpanan, hal itu bisa terjadi dikarenakan jadwal pengiriman belum tersusun dengan baik. Tujuan penelitian ini diharapkan bisa menjadi solusi awal dalam menangani kasus pengiriman produk agar tidak terjadinya keterlambatan dalam proses pengiriman. Metode yang digunakan dalam penilitian ini untuk mengatasi permasalan dalam penjadwalan yaitu metode Shipping Operation Diagram dalam menentukan pola kedatangan kendaraan angkutan barang untuk tiba pada waktu yang telah ditentukan, menghitung lama waktu keterlambatan dalam pengiriman, dan memperbaiki alat informasi agar jadwal pengiriman tepat waktu. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh pengiriman akan dilakukan pada pukul 08.00 hingga pukul 16.00, dengan break time hanya satu jam pada pukul 12.00 – 13.00. Kapasitas angkut truknya sebanyak 2261. Pengiriman produk ke masing-masing tujuan selama 1 hari terdapat 4 kali pengiriman. Pengiriman selanjutnya dilakukan pada pukul 08.30 keesokan harinya. Hasil yang diharapkan dengan menggunakan metode Shipping Operation Diagram bisa dijadikan untuk mengatur waktu kedatangan kendaraan angkutan barang dan mengatur agar tidak terjadi penumpukan didalam area penyimpanan.
Mengoptimalkan Biaya Transportasi Menggunakan Metode North West Corner (NWC) Dan Software Lingo Amaluna, Muhammad Iqbal; Alamsyah, Nopendra; Khofia, Rifa; Fauzi, Muchammad
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 4 No. 1 (2022): January
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v4i1.1889

Abstract

The process of distributing goods is very influential on the profits that will be obtained by the company. This makes it important to plan the product distribution process so that the transportation costs incurred are kept to a minimum. PT.X is a company engaged in the food and soft drink industry and is included in the fast moving consumer goods (FCMCG) category which focuses more on distributing its products in supermarkets. Comprehensive marketing is PT. X's strategy so that their products can be closer to consumers. Products will be sent from distributors according to demand to retailers spread across various cities and regencies in West Java. The transportation method used is the North West Corner (NWC) method as the initial solution and Lingo Software as the optimal solution. The application of the initial solution using the North West Corner (NWC) method obtains a shipping cost of Rp.20,702,219. From the results of these calculations, then proceed to find out the optimal solution using Lingo software. The results obtained using Lingo software are Rp. 20,700,920. These results get optimal results because the value obtained is lower than using the North West Corner method.Proses distribusi barang sangat berpengaruh pada keuntungan yang akan diperoleh oleh perusahaan. Hal itu membuat pentingnya melakukan perencanaan terhadap proses distribusi produk agar biaya transportasi yang dikeluarkan seminimum mungkin. PT.X merupakan perusahaan yang bergerak di industri makanan dan minuman ringan serta termasuk ke dalam kategori fast moving consumer goods (FCMCG) yang lebih memfokuskan untuk mendistribusikan produknya di toko swalayan.  Pemasaran yang dilakukan secara menyeluruh menjadi strategi PT.X supaya produk mereka bisa   lebih   dekat   dengan   konsumen. Produk akan dikirim dari distributor sesuai dengan permintaan menuju retailer yang tersebar diberbagai kota dan kabupaten di Jawa barat. Metode Transportasi yang digunakan yaitu metode North West Corner (NWC) sebagai solusi awal dan Software Lingosebagai solusi optimal. Penerapan solusi awal menggunakan metode North West Corner (NWC) memperoleh biaya pengiriman yaitu sebesar . Dari hasil perhitungan tersebut, kemudian dilanjutkan untuk mengertahui solusi optimalnya menggunakan Software Lingo. Hasil yang didapat menggunakan Software Lingo senilai Rp. 20.700.920. Perolehan tersebut mendapat hasil yang optimal karena nilai yang diperoleh hasilnya lebih minimum dibandingkan dengan menggunakan metode North West Corner (NWC).
Analisis Sistem Kerja Untuk Meningkatkan Produktivitas Pegawai Negeri Sipil Dengan Pendekatan Macroergonomic Analysis And Design Putra, Rizky; Wahyudin, Wahyudin; Herwanto, Dene
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 4 No. 1 (2022): January
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v4i1.1969

Abstract

The work system greatly affects the performance of employees until it finally results in the employee being productive or not. A good work system will provide security and comfort to employees when doing work. From this, it is expected that employees can work more actively and can achieve the targets that have been set. This study aims to identify the work system applied to the Community and Village Empowerment Service, and evaluate the work system in order to get a better system to increase productivity. Macroergonomics Analysis and Design (MEAD) approach is used to evaluate the work system with structured and systematic steps. From the results obtained, it is known that the work system implemented by the DPMD has been running effectively and efficiently in accordance with the established vision and mission. While the factors that affect productivity are the physical environment, work equipment, working conditions, and organizational systems. From the calculation of %HR Reserve and Cardiovascular Load (%CVL) the value is 56.34% while the rest time is -0.083. From these results, it is known that the rest time given is sufficient and there is no need for additional rest periods.Sistem kerja sangat mempengaruhi kinerja pegawai hingga akhirnya menghasilkan pegawai tersebut produktif atau tidak. Suatu sistem kerja yang baik akan memberikan keamanan dan kenyamanan pada pegawai saat melakukan pekerjaan. Dari hal tersebut diharapkan pegawai bisa bekerja lebih aktif dan dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem kerja yang diterapkan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta mengevaluasi sistem kerja tersebut guna mendapatkan sistem yang lebih baik untuk dapat meningkatkan produktivitas. Digunakan pendekatan Macroergonomics Analysis and Design(MEAD) untuk mengevaluasi sistem kerja dengan langkah terstruktur dan sistematis. Dari hasil yang didapatkan, diketahui sistem kerja yang diterapkan oleh DPMD sudah berjalan efektif dan efisien sesuai dengan visi dan misi yang sudah ditetapkan. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu ada lingkungan fisik, peralatan kerja, kondisi pekerjaan, dan sistem organisasi. Dari perhitungan % HR Reserve dan Cardiovaskuler Load (% CVL) di dapatkan nilai 56,34% sedangkan waktu istirahat -0,083. Dari hasil tersebut diketahui waktu istirahat yang diberikan sudah cukup dan tidak perlu adanya penambahan waktu istirahat.

Page 10 of 14 | Total Record : 140