cover
Contact Name
Partini
Contact Email
partiniprasetia2@gmail.com
Phone
+6281378522370
Journal Mail Official
unisiagribisnis@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri Jl. Provinsi Parit 1, Tembilahan Hulu Indragiri Hilir, Riau
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 23015330     EISSN : 2598733x     DOI : https://doi.org/10.32520/agribisnis
Jurnal Agribisnis fokus mempublikasikan artikel artikel dalam bidang ilmu sosial ekonomi pertanian yang meliputi agribisnis mulai dari pengadaan sarana produksi, usahatani, agroindustri, pemasaran dan sarana penunjang termasuk sektor kelembagaan Agribisnis, serta penyuluhan pertanian, perencanaan pembangunan wilayah pertanian, pemberdayaan masyarakat petani dan kebijakan pembangunan pertanian . Scope/Ruang lingkup kajian jurnal Agribisnis mencakup hasil penelitian atau artikel review yang berkaitan dengan pertanian mulai dari hulu sampai hilir serta seluruh sektor pendukungnya.
Articles 165 Documents
Peran Penyuluh Pertanian dalam Pendampingan Usahatani Cabai Merah Pada Kelompok Tani Perjuangan Sejati di Desa Rumbai Jaya Muryono; Partini; Gunawan Syahrantau
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/hyxyeb33

Abstract

Penyuluh memiliki peran penting untuk mendampingi kelompok tani dalam melakukan usahatani. Penyuluh berperan memberikan motivasi, memfasilitasi dan melakukan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian pada Kelompok Tani Perjuangan Sejati Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2024, dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 22 petani cabai merah yang aktif melakukan usahatani cabai merah. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam usahatani cabai merah baik sebagai fasilitator, motivator, dan inovator tergolong tinggi, namun untuk perannya dalam pengadaan sarana prasarana dan kreativitas peran penyuluh perlu ditingkatkan. Agricultural extension workers play a crucial role in supporting farmer groups and enhancing their farming activities. Their contributions include serving as facilitators, motivators, and innovators in agricultural development. This study aims to analyze the role of agricultural extension workers in the Perjuangan Sejati Farmer Group located in Rumbai Jaya Village, Kempas District, Indragiri Hilir Regency. The research was conducted in September 2024 using a descriptive quantitative approach. A total of 22 red chili farmers who were actively engaged in red chili cultivation were selected as respondents. Primary data were collected through structured interviews using questionnaires. The findings reveal that the role of agricultural extension workers in red chili farming is generally high, particularly in their functions as facilitators, motivators, and innovators. Nevertheless, their contributions to the provision of agricultural infrastructure and the promotion of farmers' creativity still require further improvement.
Peran Kelompok Tani Dalam Usahatani Padi Sawah di Desa Sanglar Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Anang Marlis; Gunawan Syahrantau; Yeni Afiza
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/qkvng682

Abstract

Sektor pertanian sangat strategis dalam mendukung perekonomian Nasional, mewujudkan ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja, agroindustri dan ekspor komoditas pertanian. Kelompok tani adalah kumpulan petani untuk mencapai tujuan bersama, berbagi informasi, teknologi dan sumberdaya serta sarana untuk memperjuangkan kepentingan. Desa Sanglar merupakan wilayah potensial penghasil padi sawah di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan sawah pasang surut seluas 790 hektar, 17 kelompok tani dengan anggota 530 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok tani dalam usahatani padi sawah di Desa Sanglar, berdasarkan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, responden dipilih secara ditentukan yaitu petani dengan garapan minimal 1 hektar dan merupakan pemilik lahan. Menggunakan data primer dan sekunder, pengumpulan data dengan observasi, wawancara, kuesioer dan dokumentasi. Analisa data dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata peran kelompok tani dalam usahatani padi sawah di Desa Sanglar termasuk kategori sangat berperan (83,13%). Nilai rata-rata tertinggi yaitu pada peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama (85,25%), dan yang terendah pada peran kelompok tani sebagai unit produksi (81,72%). The agricultural sector is very strategic in supporting the national economy, realizing food security, employment, agro-industry and export of agricultural commodities. Farmer groups are groups of farmers to achieve common goals, share information, technology and resources and means to fight for interests. Sanglar Village is a potential area for producing paddy fields in Indragiri Hilir Regency, with tidal rice fields covering an area of ​​790 hectares, 17 farmer groups with 530 members. This study aims to determine the role of farmer groups in paddy farming in Sanglar Village, based on their function as learning classes, cooperation facilities and production units. The sampling technique used purposive sampling, respondents were selected in a determined manner, namely farmers with a minimum cultivation of 1 hectare and are land owners. Using primary and secondary data, data collection through observation, interviews, questionnaires and documentation. Data analysis using a quantitative descriptive approach. The results of this study indicate that the average value of the role of farmer groups in paddy farming in Sanglar Village is included in the very important category (83.13%).  The highest average value is in the role of farmer groups as a means of cooperation (85.25%), and the lowest is in the role of farmer groups as production units (81.72%).
Analisis Usahatani Cabai Merah (Capsicum annum L.) pada Kelompok Tani Sumber Makmur Desa Sungai Ara Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir Eko Pirmanto; Yeni Afiza; Yuslizar
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/84j7zp71

Abstract

This study aims to analyze the cost, income, and efficiency of red chili (Capsicum annum L.) farming managed by the Sumber Makmur Farmer Group in Sungai Ara Village, Kempas District, Indragiri Hilir Regency, Riau Province. The research employed a descriptive quantitative approach using survey methods. Data were collected through interviews with 20 farmers using structured questionnaires. The results showed that the average profit earned per planting season was IDR 54,208,850. The R/C ratio of 2.49 indicates that red chili farming in the study area is efficient and profitable. These findings suggest that red chili farming has strong potential as a source of income for farmers. This research is expected to serve as a reference for farmers and stakeholders in making decisions related to the development of horticultural agribusiness.
Analisis Usaha Budidaya Sayuran Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT) pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Jaya Asri, Desa Petaling Jaya Kecamatan Batang Cenaku Adi Karno; Nina Sawitri; Partini Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/9pa7v450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar CPO Indonesia dengan Malaysia sebagai pesaing utama di pasar dunia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan data sekunder untuk produk CPO kode HS 151110, dengan periode analisis 2014–2023 pada lima negara tujuan ekspor utama, yaitu India, Belanda, Italia, Spanyol, dan China. Analisis data dilakukan menggunakan metode pangsa pasar (Sij) serta konsentrasi pasar (CRn dan HHI) untuk menentukan karakteristik struktur pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa India merupakan pasar dominan bagi ekspor CPO Indonesia dan Malaysia sepanjang periode penelitian. Indonesia memiliki rata-rata pangsa pasar sebesar 64,03% dengan laju pertumbuhan 6,90% per tahun, sedangkan Malaysia memiliki rata-rata pangsa pasar 57,30% dengan pertumbuhan 3,57% per tahun. Di kawasan Eropa (Belanda, Italia, dan Spanyol) pangsa pasar ekspor CPO kedua negara menunjukkan tren fluktuatif namun cenderung menurun. Sementara itu, di pasar China, pangsa pasar ekspor CPO Indonesia dan Malaysia relatif kecil, yaitu kurang dari 0,1% terhadap total ekspor. Nilai rata-rata konsentrasi pasar menunjukkan bahwa struktur pasar CPO Indonesia dan Malaysia sangat terkonsentrasi dengan karakteristik oligopoli ketat, ditunjukkan oleh nilai CR5 Indonesia sebesar 82,50% dan Malaysia 85,46%, serta nilai HHI masing-masing sebesar 4.421,88 dan 3.802,53. This study aims to analyze the structure of the Indonesian CPO market with Malaysia as its main competitor in the global market. The method used was a literature study utilizing secondary data for CPO products with HS code 151110, with an analysis period of 2014–2023 in five major export destination countries, namely India, the Netherlands, Italy, Spain, and China. Data analysis was conducted using market share (Sij) and market concentration (CRn and HHI) methods to determine market structure characteristics. The results show that India was the dominant market for Indonesian and Malaysian CPO exports throughout the study period. Indonesia has an average market share of 64.03% with a growth rate of 6.90% per year, while Malaysia has an average market share of 57.30% with a growth rate of 3.57% per year. In Europe (the Netherlands, Italy, and Spain), the export market share of CPO from both countries showed fluctuating trends but tended to decline. Meanwhile, in the Chinese market, the market share of Indonesian and Malaysian CPO exports is relatively small, at less than 0.1% of total exports. The average market concentration value indicates that the CPO market structure in Indonesia and Malaysia is highly concentrated with characteristics of a tight oligopoly, as indicated by Indonesia's CR5 value of 82.50% and Malaysia's 85.46%, as well as HHI values of 4,421.88 and 3,802.53, respectively.
Analisis Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan di Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat (Studi Kasus Peternakan Erik Persada Ginting) Fuad Udiono; Partini Partini; Yuslizar
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/fdxmy638

Abstract

Ayam broiler kini menjadi salah satu komoditas unggas yang sangat baik untuk dikembangkan karna di dukung oleh karateristik produknya yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Perubahan harga jual sering terjadi selama usaha peternakan berjalan, hal ini disebabkan oleh penentuan harga jual yang didasari harga pasar. Kenaikan harga pakan juga kerap ditemui peternakan dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usha mulai dari komposisi biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan  peternakan ayam broiler pola kemitraan di Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu. Pola kemitraan memberikan kemudahan dalam aspek produksi dan pemasaran melalui dukungan perusahaan inti. Studi dilakukan pada Peternakan Erik Pesada Ginting yang bermitra pada PT. Phokpan. Metode penelitian berupa studi kasus, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini layak dijalankan dengan nilai R/C ratio 1,129 dan BEP produksi 6.843,78 kg, BEP harga 14.371. Penerimaan per siklus sebesar Rp 1.080.000.000 dan pendapatan Rp 123.584.760. Risiko terbesar berasal dari fluktuasi harga pakan dan harga jual ayam broiler. Dari penelitian ini menunjukkan menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam broiler tersebut cukup efisien dan menguntungkan. Peternak masih mendapatkan keuntungan, tetapi ada ruang untuk meningkatkan efisiensi atau mengurangi biaya agar keuntungan lebih tinggi. Broiler chickens are now one of the best poultry commodities to develop because they are supported by product characteristics that are acceptable to all levels of society. Changes in selling prices often occur during the livestock business, this is due to the determination of selling prices based on market prices. Increases in feed prices are also often encountered by livestock in running their businesses. This study aims to analyze the business starting from the composition of costs, revenues, income and feasibility of broiler chicken farming with a partnership pattern in Tanah Datar Village, Rengat Barat District, Indragiri Hulu Regency. The partnership pattern provides convenience in terms of production and marketing through the support of the core company. The study was conducted at Erik Pesada Ginting Farm which is a partner of PT. Phokpan. The research method is in the form of case studies, observations, interviews, and documentation. The results of the study indicate that this business is feasible to run with an R/C ratio of 1.129 and a BEP production of 6,843.78 kg, BEP price of 14,371. The income per cycle is Rp 1,080,000,000 and the income is Rp 123,584,760. The biggest risk comes from fluctuations in feed prices and broiler chicken selling prices. This study shows that the broiler chicken farming business is quite efficient and profitable. Farmers still make a profit, but there is room to improve efficiency or reduce costs for higher profits