cover
Contact Name
Partini
Contact Email
partiniprasetia2@gmail.com
Phone
+6281378522370
Journal Mail Official
unisiagribisnis@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri Jl. Provinsi Parit 1, Tembilahan Hulu Indragiri Hilir, Riau
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 23015330     EISSN : 2598733x     DOI : https://doi.org/10.32520/agribisnis
Jurnal Agribisnis fokus mempublikasikan artikel artikel dalam bidang ilmu sosial ekonomi pertanian yang meliputi agribisnis mulai dari pengadaan sarana produksi, usahatani, agroindustri, pemasaran dan sarana penunjang termasuk sektor kelembagaan Agribisnis, serta penyuluhan pertanian, perencanaan pembangunan wilayah pertanian, pemberdayaan masyarakat petani dan kebijakan pembangunan pertanian . Scope/Ruang lingkup kajian jurnal Agribisnis mencakup hasil penelitian atau artikel review yang berkaitan dengan pertanian mulai dari hulu sampai hilir serta seluruh sektor pendukungnya.
Articles 138 Documents
Analisis Usaha Pembesaran Ikan Nila di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Studi Kasus Pembesaran Ikan Nila Bapak Rudi Hartono) Nasabiyah; Partini; Yuslizar
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i1.4410

Abstract

Tingginya tingkat konsumsi ikan nila Indragiri Hulu berpengaruh pada permintaan ikan di pasar. Tingginya tingkat konsumsi ikan nila menjadikan peluang bagi pembubidaya pembesaran ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi, pendapatan, efesiensi usaha dan break even point(BEP) pada usaha pembesaran ikan nila Bapak Rudi Hartono. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai November 2024. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi sebesar Rp. 533.866.960/periode, total penerimaan sebesar Rp 864.000.000/periode, pendapatan bersih diperoleh sebesar Rp. 330.133.040/periode, RCR sebesar 1,62, BEP produksi 153 kg, BEP penerimaan sebesar Rp 4.911.323. The high consumption of tilapia in Indragiri Hulu has an impact on the demand for fish in the market. The high level of consumption of tilapia creates an opportunity for tilapia fish farmers. This study aims to determine the production costs, income, business efficiency and break even point (BEP) in Mr. Rudi Hartono's tilapia fish farming business. This study was conducted from August to November 2024. The data analysis method used is descriptive quantitative. The results of the study showed that the production cost was IDR 533,866,960/ period, total revenue was IDR 864,000,000/period, net income was IDR 330,133,040/period, RCR was 1.62, BEP production was 153 kg, BEP price was IDR 4,911,323.
Analisis Efisiensi Penggunaan Modal dan Profitabilitas Usaha Keripik Singkong Cutella Presto di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember Fara Adelia; Riska Safitri; Theodore Ivan Demousa
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4207

Abstract

Keripik singkong merupakan salah satu produk olahan yang cukup diminati dan berkembang melalui agroindustri rumah tangga, salah satunya adalah Cutella Presto di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Sebagai usaha berskala rumah tangga, Efisiensi penggunaan modal menjadi aspek penting untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing usaha. Cutella Presto menghadapi tantangan dalam pengelolaan modal yang terbatas sehingga penting bagi penelitian ini untuk dilakukan sehingga membantu keputusan bisnis Usaha Keripik Singkong Cutella Presto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunaan modal pada usaha keripik singkong Cutella Presto.. Data untuk penelitian ini meliputi biaya, pendapatan, R/C ratio dan B/C ratio diperoleh dari wawancara dengan pemilik usaha pada Bulan April Tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp 64.997.082 dan pendapatan sebesar Rp 86.202.918/ bulan, Usaha ini mengeluarkan biaya penyusutan untuk alat sebesar Rp 127.082/bulan. R/C ratio yaitu sebesar 2,23, B/C ratio yaitu sebesar -0,5 dan profit rate sebesar 132%. Adapun banyaknya unit dan harga untuk mencapai titik BEP adalah 453 kemasan dan Rp 6.359.649. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa usaha keripik singkong Cutella Presto layak diusahakan jangka panjang karena nilai R/C lebih dari 1. Cassava chips are one of the processed products that are quite in demand and developed through household agro-industry, one of which is Cutella Presto in Kaliwates District, Jember Regency. This agro-industry processes local cassava into ready-to-eat chips with various flavors and utilizes the pressure cooker technique in its production process. As a household-scale business, Cutella Presto faces challenges in managing limited capital. Efficient use of capital is an important aspect to ensure the sustainability and competitiveness of the business. This study aims to analyze the level of capital efficiency in the Cutella Presto cassava chips business. The research method used is qualitative descriptive with data analysis including costs, income, R/C ratio and B/C ratio. The results of the study showed that the total cost is Rp 64,997,082, revenue is Rp 86,202,918 per month, the R/C ratio is 2.23, the B/C ratio is -0.5, and the profit rate is 132%. The number of units and the price to reach the BEP point is 453 packages and Rp 6,359,649. Based on the results of the study, it was concluded that the Cutella Presto cassava chips business was feasible to be run in the long term because the R/C value was more than 1
Analisis Usahatani Nanas Madu di Desa Suka Jadi Kecamatan Kuala Cenaku Ekosudarmaji, Kristian; Yeni Afiza; Syahrantau, Gunawan
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4501

Abstract

Produksi nanas di Kecamatan Kuala Cenaku mencapai 361.421.000 Kwintal pada Tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan tingkat efisiensi usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu. Metode analisis yang digunakan adalah analisi biaya produksi, penerimaan, penyusutan alat, pendapatan, pendapatan kerja keluarga, dan analisis kelayakan usahatani. Hasil penelitian ini adalah Pendapatan per hektar per satu kali panen dalam melakukan usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi sebesar Rp47.582.948. Hasil analisis kelayakan usahatani pada usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi sebesar 3,10 yang artinya setiap biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp1 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp3,10. Dari hasil analisis ini menunjukkan bahwa biaya lebih kecil dari rata-rata penerimaan sehingga usahatani layak untuk dilanjutkan. The pineapple production in Kuala Cenaku Sub-district reached 361.421.000 quintals in 2022. This study aims to assess the income and efficiency level of honey pineapple farming in Suka Jadi Village, Kuala Cenaku Sub-district, Indragiri Hulu Regency. The analytical methods employed include production cost analysis, revenue calculation, equipment depreciation, net income, family labor income, and farm feasibility analysis. The results indicate that the income per hectare per harvest cycle for honey pineapple farming in Suka Jadi Village amounts to IDR 47,582,948. The farm feasibility analysis yields a value of 3.10, meaning that for every IDR 1 of cost incurred, the farmer receives IDR 3.10 in return. This finding demonstrates that the production costs are lower than the average revenue, thereby confirming that honey pineapple farming is economically viable and feasible to continue.
Analisis Peran Penyuluh Pertanian Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Petani Jagung Di Kecamatan Gentuma Raya Kabupaten Gorontalo Utara Femi Umar; Yusriyah Atikah Gobel; Moh Muchlis Djibran; Merita Ayu Indrianti
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas kerja petani jagung dan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas peran penyuluh pertanian dengan produktivitas kerja petani di Kecamatan Gentuma Raya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh di Kecamatan Gentuma Raya dinilai cukup efektif, dengan penyuluh memberikan pelatihan, bimbingan teknis, dan informasi mengenai teknik pertanian modern yang dapat meningkatkan produktivitas kerja petani. Namun, meskipun penyuluhan dilakukan dengan baik, masih terdapat kendala seperti terbatasnya akses terhadap teknologi dan biaya tinggi, yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi baru oleh petani. Efektivitas penyuluhan memiliki hubungan positif yang signifikan dengan produktivitas kerja petani, meskipun faktor-faktor lain seperti perubahan cuaca dan ketidaktersediaan sarana produksi juga mempengaruhi hasil pertanian. Oleh karena itu, penyuluhan berkelanjutan sangat penting untuk mengatasi kendala tersebut dan dapat meningkatkan produktivitas kerja petani jagung secara lebih optimal. This study aims to determine the work productivity of corn farmers and to examine the relationship between the effectiveness of agricultural extension workers' roles and the work productivity of farmers in Gentuma Raya District. The study employs a qualitative descriptive method, collecting data through in-depth interviews and field observations. The findings indicate that the role of extension workers in Gentuma Raya District is considered quite effective, with extension workers providing training, technical guidance, and information on modern agricultural techniques that can enhance work productivity among farmers. However, despite effective extension services, there are still challenges such as limited access to technology and high costs, which affect farmers' ability to adopt new technologies. The effectiveness of extension services shows a positive and significant relationship with work productivity, although other factors, such as climatic changes and lack of production resources, also impact agricultural yields. Therefore, continuous extension services are crucial to overcoming these barriers and optimizing the work productivity of corn farmers.
Kinerja Keuangan dan Kepuasan Anggota Koperasi Sawit (Kopsa) Usaha Manunggal Desa Seresam Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Aris Triyono; Sri Indrastuti S; Ujang Paman Ismail
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4741

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan, kepuasan anggota dan upaya meningkatkan kinerja keuangan dan kepuasan anggota Koperasi Sawit (Kopsa) Usaha Manunggal. Metode survey. Sampel sederhana (Simple Random Sampling) yaitu terhadap 41 orang anggota KOPSA. Model analisis yang digunakan dalam mengukur kinerja keuangan adalah Rasio Likuditas, Rasio Solvabilitas dan Rasio Profitabilitas. Untuk menganalisis kepuasan anggota model IPA dan CSI. Hasil, Analisis kinerja keuangan KOPSA Usaha Manunggal dari tahun 2020-2024 menunjukkan kemampuan yang baik dalam membayar kewajiban jangka pendek. Rata-rata current ratio adalah 108,11, quick ratio 104,00, dan cash ratio 0,20. Ini mengindikasikan kemampuan koperasi membayar utang jangka pendek dengan aset lancar. Namun, rasio solvabilitas menunjukkan sebagian besar aset dibiayai utang (Total Asset To Debt Ratio 80,61%), Dept to Equity Ratio 415,96% ini mengindikasikan bahwa untuk setiap satu rupiah modal yang dimiliki oleh anggota (ekuitas), koperasi memiliki lebih dari empat rupiah utang. Dari segi rentabilitas, koperasi mampu menghasilkan laba bersih 1,13% dari aset (ROA) dan 8,47% dari modal sendiri (ROE) Net Profit Margin 10,09%. Hasil IPA mengidentifikasi beberapa atribut dengan prioritas rendah yang perlu diperbaiki, yaitu penampilan pengurus, kelengkapan fasilitas, kemudahan akses informasi, ketepatan waktu pembayaran hasil penjualan, kejujuran pengurus, dan biaya sosial. Nilai CSI mencapai 80,78%, menunjukkan kepuasan yang Puas terhadap kinerja keuangan Koperasi Sawit (KOPSA) Usaha Manunggal. Upaya peningkatan kinerja keuangan dan kepuasan anggota dengan mengurangi jumlah piutang tidak tertagih, penghematan dalam pengalokasian biaya, meningkatkan kualitas produk yang dijual (Tandan Buah Segar-TBS)This study aims to analyze the financial performance, member satisfaction, and efforts to improve the financial performance and satisfaction of members of the Palm Oil Cooperative (Kopsa) Usaha Manunggal. The survey method. Simple Random Sampling, namely 41 KOPSA members. The analytical models used in measuring financial performance are the Liquidity Ratio, Solvency Ratio, and Profitability Ratio. To analyze member satisfaction, the IPA and CSI models were used. Results: Analysis of KOPSA Usaha Manunggal's financial performance from 2020-2024 shows a good ability to pay short-term obligations. The average current ratio is 108.11, quick ratio 104.00, and cash ratio 0.20. This indicates the cooperative's ability to pay short-term debt with current assets. However, the solvency ratio shows that most of the assets are financed by debt (Total Asset To Debt Ratio 80.61%), Dept to Equity Ratio 415.96% indicates that for every one rupiah of capital owned by members (equity), the cooperative has more than four rupiah of debt. In terms of profitability, the cooperative is able to generate a net profit of 1.13% of assets (ROA) and 8.47% of equity (ROE) Net Profit Margin 10.09%. The IPA results identified several low priority attributes that need to be improved, namely the appearance of the management, completeness of facilities, ease of access to information, timeliness of payment of sales proceeds, honesty of management, and social costs. The CSI value reached 80.78%, indicating Satisfaction with the financial performance of the Palm Oil Cooperative (KOPSA) Usaha Manunggal. Efforts to improve financial performance and member satisfaction by reducing the number of uncollectible receivables, saving on cost allocation, and improving the quality of products sold (Fresh Fruit Bunches - FFB).
Analisis Usaha Tani Cabai Merah di Desa Seberida Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu Danu Kusuma Wardoyo; Nina Sawitri; Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4223

Abstract

Cabai merah merupakan salah satu komoditas utama yang menjadi bahan baku penting dalam industri pangan nasional. Seperti halnya jenis usaha lainnya, budidaya cabai merah juga memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Saat ini, tanaman cabai merah semakin diminati oleh para petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, pendapatan, keuntungan, tingkat efisiensi, serta risiko produksi dan harga dari usaha tani cabai merah di Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode Simple Random Sampling, dengan alasan bahwa wilayah ini merupakan penghasil cabai merah dengan luas panen dan volume produksi terbesar. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 petani.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Total biaya rata-rata yang dikeluarkan sebesar Rp 23.325.050/0,23/MT atau Rp. 99.964.500,00/Ha/MT Sedangkan rata-rata total penerimaan dari usahatani cabai merah mencapai Rp.55.582.500/Grpn/MT atau 238.210.714,00/Ha/MT dan Keuntungan yang diperoleh adalah Rp. 32.257.450/0,23/MT atau Rp. 138.246.214,00/Ha/MT. (2) Tingkat efisiensi usahatani cabai merah per musim adalah 2.38, sehingga dinyatakan layak untuk dijalankan. (3) Risiko produksi pada usahatani cabai merah di Desa Seberida memiliki koefisien variasi (CV) sebesar 0,25. Nilai ini lebih kecil dari 0,5 yang menunjukkan bahwa risiko produksi yang dihadapi petani tergolong rendah. Red chili is one of the main commodities that is an important raw material in the national food industry. Like other types of businesses, red chili cultivation also has a fairly high level of risk. Currently, red chili plants are increasingly in demand by farmers. This study aims to analyze the amount of costs, income, profits, efficiency levels, and production and price risks of red chili farming in Seberida Village, Batang Gansal District, Indragiri Hulu Regency. This study uses observation, interview, and documentation methods. Data collection was carried out using the Simple Random Sampling method, on the grounds that this area is a producer of red chili with the largest harvest area and production volume. The number of samples in this study was 30 farmers. The results of the study showed that (1) The average total cost incurred is Rp. 23,325,050/0.23/MT or Rp. 99,964,500.00/Ha/MT. Meanwhile, the average total income from red chili farming reaches Rp. 55,582,500/Grpn/MT or 238,210,714.00/Ha/MT and the profit obtained is Rp. 32,257,450/0.23/MT or Rp. 138,246,214.00/Ha/MT. (2) The efficiency level of red chili farming per season is 2.38, so it is declared feasible to run. (3) The production risk in red chili farming in Seberida Village has a coefficient of variation (CV) of 0.25. This value is smaller than 0.5, which indicates that the production risk faced by farmers is relatively low.
Persepsi Peternak Terhadap Teknologi Inseminasi Buatan di Kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu Gunawan, Gunawan; Yeni Afiza; Nina Sawitri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4323

Abstract

Inseminasi Buatan (IB) merupakan salah satu teknologi reproduksi buatan yang diperkenalkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas genetik dan produktivitas ternak, khususnya sapi potong. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi peternak terhadap teknologi IB di Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 40 peternak sapi potong yang telah mengadopsi teknologi IB. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak secara umum berada dalam kategori baik, dengan total skor persepsi sebesar 4.170. Peternak menilai teknologi IB memberikan berbagai manfaat, seperti peningkatan kualitas dan kuantitas ternak, efisiensi biaya, serta penghematan waktu dan tenaga. Meskipun demikian, peternak juga menghadapi kendala seperti kesulitan dalam mendeteksi birahi dan tingkat keberhasilan kebuntingan yang masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan penyuluhan, serta peningkatan akses terhadap inseminator terlatih untuk mendukung keberhasilan adopsi teknologi IB. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam pengembangan sektor peternakan sapi potong secara berkelanjutan. Artificial Insemination (AI) is a reproductive technology introduced by the government to improve the genetic quality and productivity of livestock, particularly beef cattle. This study aims to examine the perceptions of beef cattle farmers toward AI technology in Lubuk Batu Jaya District, Indragiri Hulu Regency, Riau Province. A descriptive quantitative approach was used, employing a survey method involving 40 beef cattle farmers who had adopted AI technology. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires. The results indicate that farmers' overall perception of AI is categorized as positive, with a total perception score of 4,170. Farmers recognized the benefits of AI, including improved livestock quality and quantity, cost efficiency, and savings in time and labor. However, they also encountered challenges such as difficulties in estrus detection and relatively low conception rates. Therefore, efforts are needed to enhance farmers’ capacity through training and extension services, as well as improve access to skilled inseminators to support the successful adoption of AI. The findings are expected to serve as a basis for policymaking in the sustainable development of the beef cattle sector.
Analisis Usahatani Ubi Kayu di Kelurahan Sekar Mawar Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu Novriandi; Afiza, Yeni; Yuslizar
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, pendapatan dan efesiensi dalam usahatani ubi kayu di Kelurahan Sekar Mawar Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu. Analisis data digunakan deskriptif kuantitatif, yaitu menghitung total biaya, pendapatan dan Return Cost Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa per luas lahan 0,24 Ha rerata biaya sebesar Rp 10.722.267, penerimaan sebesar Rp. 30.519.800 dan R/C Ratio adalah sebesar Rp 2,85 berarti untuk setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan, diperoleh penerimaan sebesar Rp 2,85. Ini menunjukkan bahwa usaha tersebut menguntungkan, karena penerimaan lebih besar dari biaya. R/C Ratio. This study aims to determine the cost, income, and efficiency of cassava farming in Sekar Mawar Village, Pasir Penyu District, Indragiri Hulu Regency. The data were analyzed using a quantitative descriptive method by calculating the total cost, income, and Return Cost Ratio (R/C Ratio). The results of the study showed that for an average land area of 0.24 hectares, the total cost was IDR 10,722,267, the revenue was IDR 30,519,800, and the R/C Ratio was 2.85. This means that for every IDR 1 of cost incurred, the revenue obtained was IDR 2.85. This indicates that the farming business is profitable, as the revenue exceeds the cost.