cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287861886493
Journal Mail Official
adetantri87@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Filsafat Indonesia
ISSN : 26207990     EISSN : 26207982     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3
Core Subject : Education,
Jurnal Filsafat Indonesia is a scientific journal published by LPPM Ganesha Educational University, which publishes scientific articles on the development and research in philosophy. Journal of Philosophy is published three times a year, in April, June, and September. Editorial Team Journal of Philosophy accepts manuscripts in the field of philosophy which have never been published in other media. The Editorial Team has the right to edit the text to the extent that it does not change the substance of its contents.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2021)" : 14 Documents clear
TINJAUAN FILSAFATI (ONTOLOGI, EPISTIMOLOGI, DAN AKSIOLOGI) DALAM MUATAN MATERI SASTRA DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VIII SERTA RELEVANSINYA DENGAN KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR nur vitria dwi
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.22841

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk untuk menggali landasan filsafati; ontologi, epistimologi, dan aksiologi dalam skripsi yang ditulis oleh Dewi Kinasih berjudul Muatan Materi Sastra Dalam Buku Teks Bahasa Indonesia  Kelas VIII serta Relevansinya Dengan Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar. Metode penelitian ini adalah analisis konten inferensial. Teknik analisis data penelitian ini dengan cara pengadaan data, pengurangan data, inferensi, dan analisis data. Hasil tinjauan menunjukkan aspek ontologi berupa hakikat buku teks adalah buku yang berisi petunjuk dalam sebuah pelajaran tertentu untuk mencapai tujuan instruksional. Buku teks bahasa Indonesia mencakup dua materi, yakni materi bahasa dan materi sastra. Materi sastra memiliki fungsi untuk menghibur diri dan bermanfaat. Setiap materi dalam buku teks mengandung beberapa kompetensi inti dan kompetensi dasar yang harus dicapai; sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pada aspek epistimologi, pemerolehan data telah menunjukkan kebermaknaan hasil penelitian. Namun, terdapat beberapa teknik yang tidak dikemukakan yaitu subjek penelitian, wawancara, kuesioner, dan kartu data. Aspek aksiologi, berkaitan dengan nilai pendidikan yang memiliki manfaat dari segi pembelajaran sastra dan segi sosial. Dalam pembelajaran dapat mengarahkan peserta didik memeroleh sesuatu nilai, sedangkan dari segi sosial, mampu meningkatkan kepekaan terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat dan mampu membentuk karakter peserta didik seperti religius, bertanggung jawab, percaya diri, kritis, berbudaya, berwawasan luas, halus budi pekerti, dan santun.  
ESOTERISME, TOLERANSI DAN DINAMIKA KEAGAMAAN Muhammad Nur Prabowo Setyabudi
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.24897

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan dan menganalisis dinamika toleransi beragama di Indonesia dari perspektif esoterisme-eksoterisme. Permasalahnnya adalah bahwa kecenderungan moralitas masyarakat muslim, setidaknya berdasarkan beberapa fenomena yang tampak di beberapa daerah di Indonesia mutakhir, menunjukkan gejala meningkatnya pemahaman keagamaan dan praktik yang cenderung eksoteris. Beberapa peneliti mengidentifikasi hal ini sebagai titik balik sosio-keberagamaan kepada menguatnya konservatisme dan fundamentalisme agama: Conservative Turn. Gerakan dan pemikiran konservatif menekankan pada praktik dan pemahaman keagamaan yang eksoteris daripada esoteris. Dominasi keberagamaan eksoteris ini memiliki implikasi yang serius terhadap praktik toleransi dan keberagaman, khususnya terkait hubungan mayoritas-minoritas agama dalam Islam maupun non-Islam di Indonesia. Meskipun demikian, beberapa agensi muslim yang masih masih melirik pentingnya praktik esoterisme menawarkan harapan yang bagi gerakan perdamaian, atau semacam membawa titik balik kembali kepada semangat esoterisme. Hal ini memiliki setidaknya dua signifikansi atau pesan moral, pertama memberikan justifikasi bagi praktik toleransi yang lebih mendalam bagi konteks keberagamaan Indonesia saat ini, dan kedua, penguatan diskursus wacana toleransi dan perdamaian yang lebih serius setara dengan tantangan diversitas agama di Indonesia.
INTELEGENSI MANUSIA SEBAGAI PROSES HIDUP: TINJAUAN FILSAFATI ATAS PEMIKIRAN FRITJOF CAPRA Althien John Pesurnay
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.28449

Abstract

Kecerdasan manusia atau yang juga disebut inteligensi sudah lama menjadi kajian ilmu-ilmu sosial, budaya dan filsafat.  Inteligensi sebagai satu kemampuan manusia berhubungan dengan kegiatan, sifat, objek dan hakikat dari manusia dan pengetahuan itu sendiri. Terdapat dua alasan filosofis kenapa inteligensi patut dikaji kembali. Pertama adalah untuk membuka kembali diskursus tentang manusia dan refleksinya atas realitasnya. Inteligensi manusia dalam karya Fritjof Capra menawarkan gagasan baru untuk memahami realitas dengan paradigma sistemik-holistik. Capra menyejajarkan mode memahami dunia secara saintifik lewat fisika modern dan intuisi dalam spiritualisme timur. Kedua, Inteligensi manusia meskipun berbeda pada modus memahami namun menjumpai dasar realitas yang sama. Realitas bersifat terhubung dalam jaringan relasi antar bagian dari keseluruham yang menyatu. Ada (being) merupakan objek inteligensi manusia yang bersifat esensial dan eksistensial. 
ANALISIS NILAI RELIGIUSITAS SEBAGAI PENGUATAN TOLERANSI DI DESA PANCASILA LAMONGAN JAWA TIMUR Fitri Alfariz
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.29957

Abstract

Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan, Jawa Timur menjadi salah satu desa di Indonesia yang dijuluki Desa Pancasila. Desa Pancasila merupakan nama yang diberikan kepada suatu desa yang menunjukkan keharmonisan nilai-nilai Pancasila. Desa yang berpenduduk lebih dari 4000 orang ini memiliki sikap-sikap toleransi dan kerukunan antar umat beragama yang sangat kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan nilai toleransi di dalam Desa Balun (Desa Pancasila) agar dipahami oleh masyarakat luas. Penelitian ini juga sebagai implementasi Pancasila karena desa yang menjaga kearifan lokal dan toleransi merupakan bentuk nyata dari membumikan Pancasila. Prosedur Penelitian dilakukan melalui studi pustaka, studi lapangan dan wawancara mendalam. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan sebagai grand design Penelitian tentang Desa Pancasila yang ada di Indonesia. Klasifikasi, analisis, dan interpretasi data dilakukan untuk memperoleh pandangan yang berimbang, objektif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai religiusitas sangat berpengaruh terhadap penguatan toleransi yang ada di Desa Balun (Desa Pancasila). Toleransi antarumat beragama dibangun dengan basis nilai instrumental (pedoman berperilaku), nilai sosial (pengikat masyarakat yang berbeda agama) dan komitmen moral (sikap alami dalam keseharian) masyarakat Desa Balun (Desa Pancasila). 
LGBT DALAM PERSPEKTIF DEONTOLOGI IMMANUEL KANT Agus Hamzah; Septiana Dwiputri Maharani
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.30335

Abstract

Kasus LGBT yang semakin ramai menjadi bahan perbincangan di dunia dan juga Indonesia. Selain berbagai kelompok yang kontra, tidak sedikit pihak yang pro dengan memberikan berbagai argumentasinya. Satu diantaranya adalah dengan berlandaskan pada teori etika Immanuel Kant. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kajian pustaka dengan menggunakan referensi teori yang relevan, yaitu teori Deontologi Immanuel Kant. Menurut perspektif Kant, dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. Dalam Teori Deontologi kewajiban itu tidak bisa ditawar lagi karena ini merupakan suatu keharusan. Berdasarkan analisis terhadap kajian kepustakaan tersebut didapat, bahwa Teori Deontologi meskipun dijadikan satu diantara landasan pembelaan terhadap LGBT dengan teori Hak, namun bahwa teori ini berlaku secara umum dan kondisi serta tempat yang sama, sehingga tidak sepenuhnya membenarkan keberadaan LGBT. 
MODERNISASI SAINS MENUJU PSIKOLOGI: STUDI ATAS PENGARUH PEMIKIRAN RENE DESCARTES (1596-1650) TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGI Abdul Rokhmat Sairah
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.30356

Abstract

Psikologi ilmiah dewasa ini cenderung bersifat positivistik. Dominasi kaum behavioris pada beberapa dekade dalam fase perkembangan psikologi telah mereduksi makna disiplin ini. Psikologi seakan mengalami perubahan arah dalam perkembangannya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kajian untuk memahami hakekat psikologi. Langkah yang dapat ditempuh ialah dengan melacak kembali persoalan pokok dalam psikologi. Salah satu persoalan utama dalam psikologi adalah hubungan antara perilaku dan keadaan mental yang dalam sejarah pemikiran dicetuskan oleh Rene Descartes (1596-1650). Ia dipandang sebagai pionir sains modern karena meletakkan dasar-dasar penyelidikan ilmiah yang pada gilirannya berpengaruh dalam pengembangan psikologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap latar belakang historis psikologi dalam pemikiran Rene Descartes. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan menggunakan metode analisis hermeneutik kefilsafatan. Penelitian dilakukan dengan melacak kembali pemikiran Rene Descartes pada abad ke-17 M. Data berupa pemikiran Descates kemudian dianalisis melalui pemahaman secara kontekstual terhadap karakteristik psikologi saat ini. Hasil penelitian ini menemukan unsur-unsur pemikiran Rene Descartes yang berpengaruh dalam perkembangan psikologi antara lain konsep hubungan tubuh-pikiran, prinsip mekanisme dalam teori ’animal machine’, dan fungsi-fungsi mental dalam diri manusia. Hal itu membuktikan bahwa kajian psikologi tidak melulu terbatas hanya pada perilaku manusia yang dapat diamati melalui observasi tetapi juga wilayah proses mental.   
PEMIKIRAN FOUCAULT DAN BARON: KEKUASAAN DAN PENGETAHUAN DALAM PENDIDIKAN DAN BAHASA Refaldi Andika Pratama
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.30543

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pemikiran yang diajukan oleh dua toloh filsuf yang berbeda, yakni Foucault tentang kekuasaannya dan juga Baron tentang kuasa pengetahuannya. Menggabungkan pemikiran kedua tokoh filsuf tersebut dapat ditarik korelasi antara bagaimana sebuah kuasa mampu mendefinisikan ilmu pengetahuan dan juga bagaimana ilmu pengetahuan mendatangkan kekuasaan. Artikel ini berfokus pada bagaimana pemikiran ala dua tokoh tersebut dapat terbentuk dan bagaimana wujudnya serta dengan contoh kasus pada bidang pendidikan khususnya sejarah dan juga ilmu kebahasaan. Mempelajari filsafat dapat merumuskan bagaimana kekuasaan dan ilmu pengetahuan dapat dikaji begitu pula dengan artikel ini yang berusaha untuk mengkaji antara ilmu pengetahuan, bahasa, dan bagaimana sebuah kuasa mengekang kedua hal tersebut. 
FILSAFAT SEBAGAI ILMU YANG MENJADI LANDASASAN BAGI ILMUWAN DALAM MENGEMBANGKAN SAINS Imro'atun Istikhomah; Abdul Wachid Bambang Suharto
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.31192

Abstract

Pada hakikatnya, manusia akan selalu berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini dilakukan karena dengan pengetahuan akan menimbulkan kepuasan tersendiri sesuai tuntutan zaman. Tidak hanya sebatas pengetahuan semata, tetapi lebih kepada pengetahuan dan kebenarannya. Mempelajari segala sesuatu dengan ilmu, pada dasarnya merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mendapatkan suatu kebenaran. Kebenaran merupakan keadaan dimana sesuatu sesuai dengan objek yang sesungguhnya. Dengan demikian, mempelajari sesuatu hal melalui pengetahuan (filsafat) merupakan sebuah lankah untuk mendapatkan pengetahuan yang benar dan objektif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hakikat filsafat sebagai landasan ilmu dalam pengembangan sains. Kebenaran merupakan inti dari filsafat menjadi pijakan atau landasan bagi setiap ilmu pengetahuan. Seperti ilmu fisika pada awalnya adalah filsafat alam, ilmu ekonomi yang mulanya adalah filsafat moral. IPA atau sains yang di dalamnya meliputi fisika, kimia, biologi menggunakan langkah ilmiah, berfikir ilmiah, dan menggunakan kerangka-kerangka ilmiah. Dari sinilah filsafat sains digunakan untuk mempelajari, mengungkap, dan menyelesaikan permasalahan sains bagi kehidupan manusia. Penelitian ini membahas perihal keharusan seorang ilmuan dalam mengembangkan sains agar; 1) menguasai pengetahuan dasar tentang sains sebagai ilmu penegetahuan bidang garapannya, 2) memahami keterkaitan ilmu sains dengan ilmu-ilmu yang lain, 3). memahami dengan sepenuhnya bahwa sikap ilmiah merupakan komponen dalam sains yang harus dipatuhi 
DIMENSI ETIS PELAKSANAAN KURSUS TES PSIKOLOGIS (PSIKOTES) Adellia Aulia Raganiz; Sumaryati Sumaryati
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.31318

Abstract

Artikel ini membahas tentang dimensi etis pelaksanaan kursus tes psikologi (Psikotes). Tes psikologi ini sering kita temukan pada tahap seleksi di bidang pendidikan atau pekerjaan dengan tujuan untuk menyaring kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian tes psikologi harus dilakukan dengan baik dan benar. Namun berdasarkan hasil observasi peneliti, masih banyak lembaga yang mengadakan kursus psikotes, agar para peserta dapat lolos pada tahap psikotes ini. Tetapi sebenarnya dalam mengikuti tes psikologi tidak diperlukan persiapan apapun. Kajian ini bertujuan untuk membuktikan implementasi kode etik dalam pelaksanaan kursus psikotes. Jenis penelitian library research. Objek dalam penelitian ini ialah buku dan artikel yang berkaitan dengan etika dan pelaksanaan tes psikologi. Informasi dikumpulkan dengan melakukan studi pustaka. Subjek penelitian adalah peneliti sendiri. Hasil kajian pelaksanaan kursus tes psikologi belum mengimplementasikan norma-norma yang berlaku. 
ETIKA PSIKOLOG DALAM PENGUMPULAN DAN PENYAMPAIAN HASIL PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS (TINJAUAN AKSIOLOGI) Windar Ningsih
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.31344

Abstract

Dalam pandangan filsafat, etika adalah suatu nilai dan evaluasi tentang baik buruknya diri manusia, etika juga merupakan bagian dari kajian aksiologi. Dalam setiap ilmu memiliki kajian aksiologi yang bertujuan untuk pemanfaatan dalam kemakmuran hidup manusia. Etika ini akan membantu semua pihak merasa nyaman dan terlindungi ketika sedang melakukan atau mengkonsumsi jasa dari profesi psikolog. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisa artikel yang berhubungan dengan etika psikolog dalam menyampaikan hasil pemeriksaan psikologis. Metode yang digunakan adalah literature review, artikel dikumpulkan dengan menggunakan mesin pencari seperti EBSCO, Sciencedirect, Google Scholar dan buku kode etik oleh HIMPSI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika psikolog dalam menyampaikan hasil pemeriksaan psikologis dapat berupa menjaga kerahasiaan data, pertanggungjawaban data dan memahami batas kerahasiaan data. Dalam praktik psikologi etika sangatlah penting karena jika terjadi pelanggaran dari etika sangat mungkin pasien akan merasakan rasa malu, tidak berharga, atau beban-beban psikologis lainnya. Salah satu penekanan nilai profesionalisme seorang psikolog terletak pada etika dalam mengumpulkan data dan menyampaikan data. 

Page 1 of 2 | Total Record : 14