cover
Contact Name
Frainskoy Rio Naibaho
Contact Email
frainskoy.rio.naibaho@gmail.com
Phone
+6281263676722
Journal Mail Official
cultivation@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara email: info@iakntarutung.ac.id
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teologi Cultivation
ISSN : 25810499     EISSN : 25810510     DOI : https://doi.org/10.46965/jtc
Journal of Teologi Cultivation (JTC) Journal of Religion and Christian Theological Education, published by the Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Indonesia, which contains articles on scientific research in the fields of Theology, Missiology, Theology Education and Teaching, History of Theology, Homiletics, Church Science, Catechetics, and Cultivation. The JTC is published biannual in July and December.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022): JULI" : 11 Documents clear
Merekonstruksi Evangelion dan Sosio-Kultural Misiologi: Upaya Menggempur Urban Society Hesky Wauran; Stimson Hutagalung; Rolyana Ferinia
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.876

Abstract

Abstract:Various evangelistic studies have focused on remote areas and paid less attention to urban communities. Jakarta as the capital city of Indonesia presents a heterogeneous society. One of the elements of society that has significance for the cultural and social formation in Jakarta is the community of Chinese descent. The Seventh-day Adventist Church (GMAHK) has a challenge to construct a contextual mission model in order to reach the Chinese community in Jakarta. By using descriptive qualitative methods and analysis, this study tries to formulate a contextual model that is contributive to the service of the Seventh-day Adventist Church's mission. In conclusion, the appropriate construction of contextual evangelism for the Seventh-day Adventist Church is to present Christ as the main foundation of truth and appreciate God's manifestations in the cultural practices and personal experiences of the Chinese community in Jakarta.Abstrak:Berbagai kajian penginjilan terpusat pada daerah-daerah pelosok dan kurang memberikan perhatian terhadap masyarakat perkotaan. Jakarta sebagai ibu kota Indonesia menampilkan masyarakat yang heterogenik. Salah satu elemen masyarakat yang memiliki signifikansi terhadap pembentukan budaya dan sosial di Jakarta adalah masyarakat keturunan Tionghoa. Gereja Masehi Advent Hari Ke-tujuh (GMAHK) memiliki tantangan untuk mengkonstruksikan model misi kontekstual dalam rangka menjangkau komunitas Tionghoa di Jakarta. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis, penelitian ini mencoba mengformulasikan model kontekstual yang kontributif bagi pelayanan misi GMAHK. Sebagai kesimpulan, konstruksi penginjilan kontekstual yang tepat bagi GMAHK adalah menampilkan Kristus sebagai landasan utama kebenaran dan menghargai manifestasi Allah pada praktik budaya dan pengalaman pribadi masyarakat Tionghoa di Jakarta.
Nyanyian Jemaat Sebagai Upaya Menghadirkan Eklesiologi Yang Komunikatif Novenrik Tambunan
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.1193

Abstract

Abstract:The starting point of this paper is about how the congregation can understand and apply the ecclesiology of their church which has always been struggled, compiled and understood by those with a theological education background or those who have ordained positions in the church. Church members (lay) rarely touch this matter even though both ordinary church members and church officials are called together in the fellowship of believers to witness God's work for the world. This paper offers congregational singing as a way for the church to listen and accommodate the congregation's opinion on ecclesiology in their own way. Thus, the church is expected to instill a communicative understanding of ecclesiology act.Abstrak:Titik berangkat tulisan ini adalah tentang bagaimana jemaat dapat memahami dan mengaplikasikan eklesiologi gerejanya yang selama ini selalu digumuli, disusun dan dipahami oleh mereka yang berlatar-belakang pendidikan teologi atau mereka yang memiliki jabatan tahbisan di gereja. Anggota jemaat (awam) jarang sekali menyentuh hal ini padahal baik anggota jemaat biasa maupun para pejabat gereja dipanggil bersama dalam persekutuan orang percaya untuk mempersaksikan karya Allah bagi dunia. Tulisan ini menawarkan nyanyian jemaat sebagai cara gereja dalam menyimak dan mengakomodir pendapat jemaat mengenai eklesiologi dengan cara mereka. Dengan demikian, gereja diharapkan dapat menanamkan pemahaman eklesiologi yang komunikatif. 
Pengaruh Disiplin Rohani Terhadap Karakter Mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Ratna Saragih
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.1635

Abstract

Abstract  This study aims to determine the effect of spiritual discipline on the character of students at the Tarutung State Institute of Christian Religion (IAKN). This research uses quantitative research with survey research and questionnaires as a data collection tool. The sample in this study were students of the Christian Religious Education Study Program, totaling 112 people and the sampling technique was through the Random Sampling system. The results of the research hypothesis test state that there is a low influence of Spiritual Discipline on Student Character with the calculation that the value of r2 = 0.008 = 0, so it can be concluded that the research hypothesis (Ho) is accepted, meaning that there is a low influence of Spiritual Discipline on Student Character. Thus it can be said that students have not fully accustomed themselves to living with spiritual disciplines, so it is found that the influence of Spiritual Discipline on Student Character is low.Keywords: Spiritual Discipline;Character;Students AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin rohani terhadap karakter mahasiswa di Insititut Agama Kristem Negeri (IAKN) Tarutung. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif  dengan  penelitian tipe penelitian survei dan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Sampel  pada penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Kristen yang berjumlah 112 orang dan teknik pengambilan sampel melalui sistem Random Sampling. Hasil uji hipotesis penelitian  menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang rendah Disiplin Rohani terhadap Karakter Mahasiswa dengan hasil perhitungan  bahwa nilai r2 = 0,008 = 0, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis  penelitian (Ho) diterima artinya terdapat pengaruh yang rendah Disiplin Rohani terhadap Karakter Mahasiswa.  Dengan demikian dapat dikatakan bahwa belum sepenuhnya mahasiswa membiasakan diri hidup dengan displin rohani, sehingga ditemukan rendahnya pengaruh  Disiplin Rohan terhadap Karakter Mahasiswa. Kata kunci : : Disiplin Rohani;Karakter; Mahasiswa
Mengenal Allah Lewat Energi Tidak Dengan Esensi Pasra Alfrianus Waruwu; Nikolaus Samongantinungglu
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.770

Abstract

Abstract:The energy of God is the radiance of divine love bestowed upon every human being who acts in accordance with what God has spoken and desired. But it cannot be denied that on the part of man there are still some people who are constantly trying to explain the essence of God through ratio and reason, resulting in man doubting his faith in God. But it cannot be denied that on the part of man there are still some people who are constantly trying to explain the essence of God through ratio and reason, resulting in man doubting his faith in God. This study aims to explain that human limitations cannot explain God who is not limited by time and space, but because of His grace God reveals himself to man through incarnation so that man can feel God's love at every moment. In writing this article, the author uses a literature review method that is carried out based on data in the form of Bible studies, journals, and opinions of Church Fathers. The results of this study prove that the knowledge of the true God is only through the word of God who has been incarnated into man.Abstrak:Energi Allah merupakan pancaran kasih ilahi yang di anugerahkan kepada setiap manusia yang bertindak sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah dan dikehendaki Allah. Namun tidak bisa di pungkiri bahwa di pihak manusia masih terdapat beberapa orang yang terus berusahan menjelaskan esensi Allah melalui rasio dan akal budi, sehingga mengakibatkan manusia ragu akan imannya terhadap Allah. Penelitian ini bertujuan untuk memberi penjelasan bahwa keterbatasan manusia tidak bisa menjelaskan Allah yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, namun oleh karena anugerah-Nya Allah menyingkapkan diri kepada manusia melalui inkarnasi sehingga manusia bisa merasakan kasih Allah disetiap saat. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode kajian literatur yang dilakukan berdasarkan data berupa telaah Alkitab, jurnal, dan pendapat para Bapa Gereja. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengenalan Allah yang benar hanya melalui firman Allah yang telah berinkarnasi menjadi manusia.
Berdampak Dengan Moralitas: Sebuah Tawaran Peran Misional Dalam Politik Praktis di Indonesia Grets Janialdi Apner
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.709

Abstract

Kondisi perpolitikan di Indonesia beberapa tahun terakhir telah menampilkan dinamika kemajemukan yang ada dalam ruang publik. Salah satu faktor dinamika tersebut adalah penggunaan agama melalui politik praktis untuk mendapatkan kekuasaan politis yang berdampak pada proses komunikasi dan relasi masyarakat Indonesia yang heterogen. Oleh sebab itu, Artikel ini menawarkan sebuah rekonstruksi peran teologis-politik dari gereja di dalam politik praktis dengan menggunakan kritik Agustinus dalam civitas Dei dan konsep kehadiran Kristiani dalam ruang publik. Kekristenan di Indonesia memang tidak secara aktif terlibat dalam politik praktis, namun penulis berargumen bahwa peran kehadiran gereja dalam ruang publik politik melalui pembangunan moralitas yang bertanggung-jawab terhadap kemajemukan merupakan kehadiran Kristiani yang relevan dan efektif dalam politik praktis di Indonesia. Penulis akan melakukan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi politik dalam perspektif teologis dengan menelusuri pemikiran Agustinus dan teologi kehadiran Kristiani untuk mendapatkan usulan pembangunan spiritualitas serta moralitas yang membangun negara. Berdasarkan seluruh pembahasan tersebut, penulis membutikan bahwa Kekristenan dapat berkontribusi besar terhadap negara melalui pembangunan moralitas berbangsa yang menjaga pluralitas masyarakat Indonesia.
Makna ἐν Χριστῷ Menurut Paulus dalam Surat 2 Korintus 5:17 Bagi Orang Percaya Tami Tami
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.640

Abstract

Abstract:Phrase “It is in Christ (ἐν Χριστῷ)” appears a great many times in the New Testament especially in the books written by Paul. "It is in Christ" is no longer a foreign thing to Christianity today. So this becomes an important topic to be interpreted well; lived and lived earnestly in other words until it became an expression or lifestyle of a true Christian faith. For the significance of living faith is that which leads one to the knowledge of the true Jesus Christ that is; in His death, burial, and resurrection. And this is the saving faith. To be a follower of Jesus Christ is to continue the process of purifying oneself by the work of the Holy Spirit through baptism, repentance every day. From there it was later refined and became a new creation. The new creation in Jesus (ἐν Χριστῷ), that is, to leave "the old" (the old man) and "the new one has come" into the "new man". This new creation is closely related to a change in action, a change in mindset or a Christ-centered perspective. Just as it was Christ who became the center of life and came to life with Christ or achieved the theosis that was the purpose of God creating man.Abstrak:Frasa “berada di dalam Kristus (ἐν Χριστῷ)” ada banyak sekali muncul di dalam Perjanjian Baru khususnya dalam kitab-kitab yang ditulis oleh Paulus. “Ada di dalam Kristus” bukan lagi hal yang asing bagi Kekristenan dewasa ini. Sehingga ini menjadi suatu topik penting untuk dimaknai dengan baik; dihayati dan dihidupi dengan sungguh-sungguh dengan kata lain sampai menjadi sebuah ekpresi atau gaya kehidupan iman Kristen yang sejati. Karena signifikansi daripada iman yang hidup adalah iman yang menuntun seseorang pada pengenalan akan Yesus Kristus yang benar yaitu; di dalam kematian, penguburan, dan kebangkitan-Nya. Dan inilah iman yang menyelamatkan. Menjadi pengkut Yesus Kristus berarti terus berproses menyucikan diri oleh karya Roh Kudus melalui baptisan, pertobatan setiap hari. Dari situlah kemudian dilahirbarukan dan menjadi ciptaan baru. Ciptaan baru di dalam Yesus (ἐν Χριστῷ), yaitu meninggalkan “yang lama” (manusia lama) dan “yang baru sudah datang” menjadi “manusia baru”. Ciptaan baru ini berkaitan erat dengan perubahan tindakan, perubahan pola pikir (mindset) atau cara pandang yang berpusat pada Kristus. Sebagaimana Kristuslah yang menjadi pusat hidup dan manunggal dengan Kristus atau mencapai theosis itulah tujuan Allah menciptakan manusia.
Keprihatinan Kristen Terhadap Realitas Kemiskinan Dunia Abad Kelaparan Menurut Telaah Ronald Sider Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.1189

Abstract

Abstract:This study examines the reality of poverty in certain communities in the third world on the one hand and economic abundance in capitalist societies, especially in the Western world, including Western Europe and the United States. It is well known that socio-historically, the Western world is widely known as the place where Christianity took root and grew there according to Ronald James Sider in his book “Rich Christians in an Age of Hunger: Moving from Affluence to Generosity”. This research is a qualitative research by describing the substance of the book's description which emphasizes the complete Christian concern for every human being and society as taught by the Bible and becomes the principle and practice of the ministry of the Lord Jesus Christ who is the incarnation of God and carries out the work of salvation. Thus, today's Christianity is called to serve marginalized communities as a whole as a form of love and obedience to God in the Lord Jesus Christ. Abstrak:Kajian ini mengulas mengenai kenyataan kemiskinan masyarakat tertentu di belahan dunia ketiga pada satu sisi dan kelimpahan ekonomi pada masyarakat kapitalis, terutama di dunia Barat, diantaranya Eropa Barat dan Amerika Serikat. Telah banyak diketahui bahwa secara sosio historis, dunia Barat dikenal secara luas sebagai tempat kekristenan berakar dan bertumbuh di sana menurut Ronald James Sider dalam bukunya “Rich Christians in an Age of Hunger: Moving from Affluence to Generosity”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan substansi dari uraian buku tersebut yang menekankan kepada keprihatinan Kristen yang utuh kepada setiap manusia dan masyarakat seperti yang diajarkan oleh Alkitab dan menjadi prinsip dan praksis pelayanan dari Tuhan Yesus Kristus yang adalah inkarnasi Allah dan melaksanakan karya keselamatan. Dengan demikian kekristenan masa kini, dipanggil untuk melayani masyarakat marginal dengan utuh sebagai wujud kasih dan ketaatan kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Hukum Kasih Sebagai Fondasi Hidup Kristen Sejati Iwan Setiawan Tarigan; Maria Widiastuti; Warseto Freddy Sihombing
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.1597

Abstract

Hukum kasish dalam Matius 22:37-40 adalah satu topik yang penting dalam pembicaraan dan juga pelayanan Yesus. Yesus menyimpulkan bahwa di dalam hukum ini tergantung seluruh hukum Taurat dan Kitab para nabi. Artimya bahwa jika seseorang ingin mengerti dengan sederhana apa isi firman Tuhan, maka simpulan kesemuanya ada dalam hukum ini. Yesus di dalam hidupnya mencoba memaparkan ulang bahwa hukum yang terutama dan yang utama adalah mengasihi Tuhan dan sesama. Hal ini diaplikasikan di dalam hidup-Nya sendiri selama Ia di bumi ini. Kasih kepada Allah diwujudnyatakan melalui penggenapan rencana Allah di dalam hidup-Nya, dan juga memberitakan Injil kerajaan Sorga. Ini merupakan hal yang utama dilakukan Yesus. Namun dalam pelayanan-Nya juga, kasih kepada sesama bgitu nyata, dimana hal ini diaplikasikan melalui mengajar orang banyak dengan berbagai pengajaran yang menolong seseorang hidup berkenan kepada Allah. Ia juga memenuhi kebutuhan orang banyak melalui penyembuhan berbagai penyakit dan memberi makan orang banyak. Tidak hanya itu, semua pelayanan yang Ia lakukan terhadap orang banyak, kesemuanya didasari oleh belas kasihan yang ada pada-Nya. Hidup dan pelayanan yang dilakukan oleh Yesus menjadi teladan dan standar hidup Kristen sejati.
Memahami Allah dalam Perspektif Teologis Bencana Banjir dan Implikasinya Bagi Orang Kristen di Desa Patila Agung Jaya; Daud Patana; Deni Baso'
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.696

Abstract

Abstract:In this paper, the author describes understanding God in the theological perspective from the flood disaster that occurred in Patila Village. The problem of flooding that occurred there was due to the swampy soil structure and the government's attitude which was slow and did not pay attention to this event. In this paper, the author uses a qualitative method by conducting a literature study on various reliable sources such as journals, books and so on. God wants to show His sovereignty and omnipotence to humans. This indicates that God's wisdom is far beyond human. God wants to show His existence that humans are creatures who cannot live without relying on God's love and care. Christians in Patila Village must always reflect on maintaining the quality of their faith with authentic trust and true obedience. Abstrak:Pada tulisan ini penulis menguraikan tentang memahami Allah dalam perspektif teologi dari bencana banjir yang terjadi di Desa Patila. Masalah banjir yang terjadi disana dikarenakan struktur tanah yang berawa-rawa dan sikap pemerintah yang lamban dan kurang memperhatikan peristiwa ini. Dalam tulisan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi pustaka terhadap berbagai sumber-sumber  yang terpercaya seperti jurnal, buku-buku dan sebagainya. Allah hendak menunjukkan kedaulatan dan kemahakuasaanNya pada diri manusia. Ini menandakan bahwa hikmat Allah jauh melampaui manusia. Allah ingin memperlihatkan eksistensiNya bahwa manusia merupakan ciptaan yang tidak bisa hidup tanpa mengandalkan kasih dan pemeliharaan Tuhan. Orang Kristen di Desa Patila harus senantiasa berefleksi dalam menjaga kualitas iman mereka dengan kepercayaan yang otentik dan ketaatan yang sungguh.
Makna Teologis Hari Raya Yahudi Dalam Injil Yohanes Elim Simamora; Dedi Bastanta; Edy Syahputra Tarigan
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.1194

Abstract

Abstract:Feasts are important in the Jewish tradition. In this study, the writer highlights the theological meaning of the Jewish holidays recorded by the writer of the Gospel of John. The main reason for conducting this study is to see the theological meaning contained in this section and which is considered important for Christians to understand considering that in the history of the development of Christian theology, there is still a connection between OT Judaism and New Testament theology. Easter is a Jewish tradition that is still preserved and celebrated in Christianity, where Easter is closely related to Christ's sacrifice in saving human sins. Through this exegesis study approach, it will be found the depth of the meaning of the Jewish holiday and is associated with theological and practical meanings that can be drawn. In-depth study of the text is indeed a step taken by the author.Abstrak:Hari raya merupakan hal yang penting dalam tradisi Yahudi. Dalam kajian ini penulis menyoroti makna teologis hari raya Yahudi yang dicatat oleh penulis Injil Yohanes. Alasan utama dalam melakukan studi ini adalah untuk melihat makna teologis yang terkandung di dalam bagian ini dan yang dianggap penting untuk dipahami oleh orang-orang Kristen mengingat memang dalam sejarah perkembangan teologi Kristen, tetap saja ada kaitan antara Yudaisme PL dengan teologi Perjanjian Baru. Paskah merupakan tradisi Yahudi yang tetap dipelihara dan dirayakan dalam kekristenan, dimana paskah erat kaitannya dengan korban Kristus dalam menyelamatkan dosa manusia. Melalui pendekatan study eksegesis ini, maka akan didapati kedalaman arti dari hari raya Yahudi tersebut dan dikaitkan dengan makna teologis dan praktis yang bisa ditarik. Studi mendalam atas teks memang merupakan langkah yang diambil oleh penulis.

Page 1 of 2 | Total Record : 11