cover
Contact Name
Frainskoy Rio Naibaho
Contact Email
frainskoy.rio.naibaho@gmail.com
Phone
+6281263676722
Journal Mail Official
cultivation@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara email: info@iakntarutung.ac.id
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teologi Cultivation
ISSN : 25810499     EISSN : 25810510     DOI : https://doi.org/10.46965/jtc
Journal of Teologi Cultivation (JTC) Journal of Religion and Christian Theological Education, published by the Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Indonesia, which contains articles on scientific research in the fields of Theology, Missiology, Theology Education and Teaching, History of Theology, Homiletics, Church Science, Catechetics, and Cultivation. The JTC is published biannual in July and December.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER" : 13 Documents clear
Wajah Baru Danau Toba: Kajian Teologi, Ekologi, Ekonomi PT. Aquafarm Nusantara dan Masyarakat di Danau Toba Gultom, Josua Gesima
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2293

Abstract

Danau Toba merupakan lingkungan alam bagi setiap makhluk hidup berinteraksi. Danau Toba yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Keindahannya yang mempesona tidak terbantahkan, dengan hamparan air yang dikelilingi oleh pegunungan hijau, dan pulau Samosir yang eksotis berada ditengah-tengahnya. Namun sistem ekologi, ekonomi, dan sosial semakin memprihatinkan di Danau Toba yang tidak menghadirkan keseimbangan, kesejahteraan bersama, keadilan sosial-ekonomi, dan keberlangsungan ekologis, sehingga kajian yang penulis lakukan dalam tulisan ini memakai teori Bioregionalisme-Transaksional Evanoff untuk meneliti krisis yang terjadi di Danau Toba. Dengan menggunakan pandangan Evanoff dapat menjadi tawaran dalam menganalisa permasalahan keseimbangan teologi, ekologi, dan ekonomi di Danau Toba.
Menikmati Harmoni Kehidupan: Meninjau Korelasi Teodisi Ala Leibniz dan Teologi Proses dalam Memaknai Penderitaan Neonufa, Russal Reindy
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2231

Abstract

 Penderitaan sering kali dipahami sebagai realitas kehidupan yang mengandaikan penyangkalan akan eksistensi Allah. Penderitaan juga merupakan akibat perbuatan dosa atau kejahatan manusia. Leibniz berupaya menantang pandangan tersebut melalui konsep teodisi yang cenderung mempertahankan kemahakuasaan Allah dalam setiap penderitaan umat-Nya. Kendati demikian, teodisi terlampau teoretis dan abstrak sehingga Allah digambarkan tidak menghiraukan setiap proses penderitaan yang dialami manusia. Pada titik inilah, teologi proses dibutuhkan untuk memahami kehadiran Allah di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mendiskusikan kedua konsep di atas. Melalui diskusi tersebut, ditemukan bahwa eksistensi Allah perlu dimaknai tidak sekadar sebagai Penguasa yang mengarahkan manusia kepada kebahagiaan, melainkan Ia turut hadir dalam ciptaan-Nya yang menderita.
Resonansi Iman Jarak Jauh: Getaran Iman yang Berkeadilan (Sebuah Tafsir Mazmur 123) Sihombing, Salomo; Sidabutar, Benny Anton; Sihombing, Warseto Freddy
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2392

Abstract

Kitab Mazmur dibagi ke dalam lima jilid, yaitu: Mazmur 1-41; 42-72; 73-89; 90-106 dan 107-150. Mazmur 123 merupakan bagian dari jilid ke lima atau jilid terakhir. Mazmur ini menarik untuk ditafsir ulang, karena memiliki urgensi baik secara biblis-teologis maupun praksis. Karenanya, artikel ini berfokus pada resonansi iman dari Pemazmur pada “konteks saat itu” dengan iman orang percaya pada “konteks saat ini.” Dengan demikian, kegelisahan yang diangkat tim penulis dalam tulisan ini merujuk kepada bagaimana menjembatani “gap” antara ekspresi beriman dari zaman Pemazmur ke zaman ini. Untuk mencapai hasil dari kegelisahan tersebut, maka tim penulis menggunakan metode penafsiran ulang (hermeneutika biblis) yang berdasar atau bersumber pada studi kepustakaan. Hasil yang ditemukan melalui proses tafsir ulang Mazmur 123 adalah soal ekspresi iman yang mengemuka dari para Pemazmur/Peziarah dalam kondisi terjadinya penindasan dan ketidakadilan. Ekspresi iman itu kemudian terungkap dalam permohonan yang mengarah kepada Tuhan yang menunjukkan perlindungan dan pertolongan/pembelaan. Karenanya, resonansi iman jarak jauh antarkonteks dari kehidupan Pemazmur/Peziarah dengan kehidupan orang percaya masa kini memberikan getaran yang sama soal iman yang berkeadilan.
Memahami pertobatan menurut St. Isaac the Syrian Hia, Living Jovieli
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2232

Abstract

By seeing that there are many Christians who ignore repentance, this article explains the concept of repentance from the point of view of St. Isaac The Syrian who said that repentance is not what we see, but tears that flow in a person through his encounter with God. In this study, the authors used the literature or library research method, which means studies that study various reference books and the results of previous research to answer the problem being studied. Therefore, repentance is a regret that brings a stream of tears and is maintained by being vigilant in prayer so that it reaches the perfection that needs to be offered to believers.
Identitas Baru dalam Kristus Sebagai Pemahaman Dasar Untuk Memotivasi Kaum Muda dalam Melayani Tuhan Sagala, Bayu Kelvin; Waruwu, Anwar Three Millenium
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2258

Abstract

Identitas baru dalam Kristus adalah konsep yang mendalam dan esensial dalam kehidupan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran identitas baru dalam Kristus sebagai pemahaman dasar yang memotivasi kaum muda dalam melayani Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas baru dalam Kristus memiliki pengaruh yang kuat bagi kaum muda dalam melayani Tuhan. Pemahaman akan identitas mereka sebagai ciptaan baru, ditebus dan diberdayakan oleh kasih karunia Tuhan memberikan dasar yang kokoh bagi kaum muda untuk terlibat aktif dan penuh semangat dalam pelayanan gereja. Identitas baru dalam Kristus membantu kaum muda mengatasi tantangan dan tekanan dalam pelayanan. Dengan keyakinan akan identitas mereka dalam Kristus, mereka memiliki keberanian, kepercayaan diri, dan kekuatan Roh Kudus untuk menghadapi segala hambatan yang mungkin muncul. Penerapan pemahaman tentang identitas baru dalam Kristus dalam kehidupan sehari-hari bagi kaum muda menjadi penting dalam memotivasi mereka dan melayani Tuhan. Membaca dan mempelajari Firman Tuhan, membangun komunitas yang mendukung, dan mengintegrasikan pemahaman ini dalam kegiatan sehari-hari merupakan strategi yang dapat membantu kaum muda memperkuat identitas mereka dalam Kristus dan mendapatkan motivasi yang lebih dalam pelayanan.Kata Kunci: Identitas Baru dalam Kristus; Kaum Muda; Motivasi; Pelayanan Gereja
Konsep Ketetapan Allah Dalam (Kejadian 21:1-7) Esra, Cange; Lugu, Suryaman
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.1994

Abstract

Discussion about God's decrees in this increasingly modern era, of course, may not be interesting anymore, because each person must have a different perspective on God's decrees. There are those who accept all the facts that occur as God's decrees, but there are also those who insist that these things happened because of mere human actions. Some say that God's decree is the best for humans, and God's decree was not made at the push of any events or history. This study uses the chiastic structure method with a literary analysis approach, especially in analyzing the structure of the pericope. First of all the author determines the structure of the texts in the passage (Genesis 21:17) begins by analyzing the literal translation in the original language of the text, then conducts word studies in the text being discussed. As a result of this research, the authors found that, God's decree is a decree that is not influenced by anything and anyone and cannot be canceled by anyone for any reason. This article was written to provide insight for readers who are still confused about the concept of God's decree, and this article can also be a reference for writers of scientific papers that discuss the topic of this article. So, God's decree can be said as a journal of life which is then lived by humans.
Kesetaraan Gender Berbasis Kejadian 1:26-27; 2:18 Upaya Rekonstruksi Konseptual Kedudukan Laki-laki dan Perempuan di Tengah-tengah Gereja Ambarita, Eka Agustina; Tarigan, Iwan Setiawan; Silaban, Berton Bostang H.
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2339

Abstract

The purpose of this research is to describe gender equality based on Genesis 1:26-27; 2:18 and to reconstruct the conceptual position of men and women in the center of the church. The research method of this paper is a qualitative method with a library research approach. This research is explored using the principles of hermeneutics, exegesis and exposition in describing gender equality based on Genesis 1:26-27; 2:18 and reconstruct the conceptual position of men and women in the center of the church. The research was carried out by observing various literary texts according to the topics discussed in the research, then compiling them in a holistic, comprehensive and coherent manner. From the results of hermeneutic studies, exegesis and exposition of Genesis 1:26-27; 2:18, the paradigm which considers that women are lower than men when examined more deeply, turns out that this assumption is refuted, because the Bible teaches the principle of gender equality. Men and women are equal before God as creator. So that no one is looking for a way to determine the truth on their own. They are different to complement each other in order to realize the perfect humanity as God wills. The inequality of men and women is a view that contradicts the message of equality between men and women in Genesis 1:26-27 and 2:18. Keywords: Equality; Gender; Reconstruction; Conceptual; Position
Gerakan Pembebasan Allah Melalui Kristus dalam Roma 8 : 31-39 Sebagai Dasar Berpolitik Orang Kristen Lontoh, Andheralvi Isaiah; Tangel, Kristi Esandra
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2275

Abstract

Artikel ini membahas tentang partisipasi orang-orang Kristen dalam bidang politik di Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman latar belakang seperti ras, suku dan agama. Partisipasi di bidang politik ini harus didasari pada nilai-nilai Kekristenan yang dalam artikel ini diambil dari bagian kitab Roma 8 : 31-39. Penyusunan artikel ini menggunakan penelitian kualitatif, pendekatan studi Pustaka dan juga menggunakan kerja tafsir historis kritis terhadap teks yang digunakan. Melalui Roma 8 : 31-39 ditemukan cara pandang yang lain sebagai sebuah dasar partisipasi politik baru yang berangkat dari keprihatinan terhadap penderitaan orang-orang lalu bergerak menuju kepada pemberlakuan kasih Allah yang lebih personal, inklusif, dialogis dan transformatif.
Konsep Penanaman dan Pertumbuhan Gereja: Menabur dengan Cerdik dan Menuai dengan Tulus Halawa, Ririn Valentina
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2265

Abstract

A church does not exist in an empty space, but it exists in the midst of a multi-problematic world and environment. In general, the church is known by Christians who are centered on the figure of Jesus Christ. However, the problem of the church is that it does not experience growth in the church and worship. The purpose of writing this article is to provide strategies for planting and growing the Church with the principle of sowing cleverly and reaping sincerely. The writing of this article utilizes the literature method, which uses books, journal articles and Bible texts as references in solving the concept of church planting and growth. The result of the research of this article states that the church will experience growth, if the leaders and congregation can work together to improve the spiritual experience.  
Kitab Yunus Sebagai Kritik Ideologi Eksklusif Israel (Yunus 4:1-11) Simatupang, Anita Rushadi
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2288

Abstract

Yunus masuk ke dalam daftar kitab nabi-nabi kecil, namun berbeda dari kitab nabi-nabi pada umumnya. Kitab ini memuat narasi tentang kisah seorang yang bernama Yunus, bukan rekaman khotbah yang ia wartakan seperti kitab nabi-nabi pada umumnya. Penafsiran terhadap kisah Yunus seringkali berorientasi pada kesetiaan tugas pelayanan. Dengan menggunakan metode sosio-ideologis, ada hal lain yang dapat dilihat melalui kisah Yunus. Dialog dalam Yunus 4:1-11 memperlihatkan kritik Allah terhadap ideologi eksklusif Israel. Narasi memperlihatkan kritik terhadap ideologi agama nasionalistik tradisional Yunus. Corak ekslusivisme Yunus mereprentasikan orang-orang pada pasca-pembuangan yang membatasi diri sebagai ‘umat pilihan’. Dengan metode sosio-ideologis, tulisan ini mengulas bagaimana konteks ideologis yang dipengaruhi oleh pengalaman pembuangan.

Page 1 of 2 | Total Record : 13