cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 194 Documents
DEIKSIS PERSONA PERTAMA DALAM TAFSĪR SURAT AL-MULK BERBAHASA SUNDA RAUḌATUL IRFĀN FI MA’RIFATIL QUR’ĀN (Kajian Pragmatik) Alawi, Zamzam Mugni; Fachrullah, Tb. Ace; Sufyan, Abu
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 2 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.21193

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis deiksis persona pertama yang terdapat dalam surat Al-Mulk Tafsīr berbahasa Sunda Rauḍatul ‘Irfān Fī Ma’rifatil Qur’ān dan memaparkan tentang berbagai macam fungsi acuan dari setiap deiksis persona pertama yang ditemukan pada setiap data. Dalam data penelitian ini, peneliti menganalisis mengenai jenis dan fungsi acuan deiksis persona pertama sebagai objek penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dari analisis yang telah dilakukan, peneliti telah menemukan penggunaan berbagai jenis deiksis persona pertama tunggal (الإِشَارَةُ الشَّخْصِيَّةُ لِلْمُتَكَلِّمِ وَحْدَهْ) dan deiksis persona pertama jamak (الإِشَارَةُ الشَّخْصِيَّةُ لِلْمُتَكَلِّمِ مَعَ الغَيْرِ) yang terdapat dalam surat Al-Mulk Tafsīr berbahasa Sunda Rauḍatul ‘Irfān Fī Ma’rifatil Qur’ān di antaranya mencakup lima jenis, yaitu deiksis persona pertama jamak bermakna tunggal (Aing), deiksis persona pertama jamak bermakna jamak (Abdi Sadaya), deiksis persona pertama tunggal bermakna tunggal (Kaula), dan deiksis persona pertama jamak bermakna jamak (Kaula Sarerea). Sedangkan dalam hal bentuk di antaranya mencakup deiksis persona pertama bentuk terikat ‘Muttaṣilun’ (مُتَّصِلٌ) berjumlah 15 data dan deiksis persona pertama bentuk terpisah ‘Munfaṣilun’ (مُنْفَصِلٌ) berjumlah 1 data. Adapun fungsi acuan mengacu kepada Allah berjumlah 1 acuan, kepada Nabi Muhammad berjumlah 2 acuan, kepada orang-orang Kafir berjumlah 2 acuan, dan kepada Nabi Muhammad beserta ummatnya berjumlah 2 acuan.ABSTRACTThis study aims to describe the type of first person deixis contained in the Sundanese Surah Al-Mulk Tafsr Rauḍatul 'Irfān Fī Ma'rifatil Qur'ān and describe the various reference functions of each first person deixis found in each data. In this research data, the researcher analyzes the types and functions of the first person deixis reference as the object of research. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Based on the results of the analysis that has been carried out, researchers have found the use of various types of singular first person deixis (الإِشَارَةُ الشَّخْصِيَّةُ لِلْمُتَكَلِّمِ وَحْدَهْ) and plural first person deixis (الإِشَارَةُ الشَّخْصِيَّةُ لِلْمُتَكَلِّمِ مَعَ الغَيْرِ) contained in the Sundanese Surah Al-Mulk Tafsīr Rauḍatul F'Irfān. Ma'rifatil Qur'ān of which includes five types, namely the first person deixis plural singular (Aing), first person deixis plural meaning plural (Abdi Sadaya), first person deixis singular singular (Kaula), and first person deixis plural meaning plural (Kaula Sarerea). Meanwhile, in terms of form, it includes the first person deixis of the bound form 'Muttaṣilun' (مُتَّصِلٌ) totaling 15 data and the first personal deixis of the separate form 'Munfaṣilun' (مُنْفَصِلٌ) amounting to 1 data. The reference function refers to Allah in the amount of 1 reference, to the Prophet Muhammad there are 2 references, to the Kafirs there are 2 references, and to the Prophet Muhammad and his ummah there are 2 references.
DEGRADASI MORAL PADA MASYARAKAT MESIR DALAM NOVEL ARDH AL-NIFĀQ KARYA YUSUF AS-SIBA’I Wijayanto, Nabilah Wafa
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 2 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.22405

Abstract

رواية أرض النفاق ليوسف السباعي هي إحدى الأعمال التذكارية التي تصور حالة مصر في أواخر الأربعينيات. كان هناك العديد من المشاكل التي واجهها المجتمع المصري في ذلك الوقت. تشهد مصر تدهورًا في مختلف القطاعات ، بدءًا من القطاعات الاقتصادية والسياسية والاجتماعية. من هناك ، بدأ العديد من المصريين في ارتكاب أفعال منحرفة. يقوم المصريون بالعديد من الإجراءات التي لا تتفق مع الأعراف السائدة ، مثل السكر الذي ينتهي بارتكاب العنف و العنف المنزلى و المسؤولين الحكوميين الذين يتصرفون بشكل تعسفي و استخدام سلطتهم ، ولم يعد منفذ القانون عادلاً, المشاجرة و المظاهرات تحدث في كل مكان. بخلاف ذلك، مزيد من الأشخاص الذين يرتكبون أعمالًا إجرامية ، مثل النشل و الخداع. الهدف لهذا البحث هو لمعرفة أشكال التخقير الأخلاقي على معشر مصري في رواية أرض النفاق ليوسف السباعي و خلفية حدوثه.المنهج المستخدم في هذا البحث هو منهج وصفي نوعي بنظرية ظواهر لإدموند هوسرل تشرح الباحثة كيفية تطبيق نظرية هوسرل في رواية أرض النفاق ليوسف السباعي و أما النتائج من هذا البحث و هى ان ظاهرة التخقير الأخلاقي على معشر مصر في رواية أرض النفاق ليوسف السباعي. هناك تسعة أشكال ، و هي: المحسوبية و العنف و العنف المنزلي و الخداع و الاعتداءا و القتال و النشال و إساءة استخدام السلطة و الاهانة. و أما خلفية التخقير الأخلاقي على معشر مصر في رواية أرض النفاق ليوسف السباعى هناك عوامل داخلية وخارجية .
ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE BAHASA ARAB DALAM NOVEL CAHAYA CINTA PESANTREN KARYA IRA MADAN (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Syafa'ah, Eva Ma'atus; Amrullah, Nafis Azmi; Kuswardono, Singgih; Irawati, Retno Purnama
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 2 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.22418

Abstract

Alih kode adalah suatu peristiwa peralihan antar kode yaitu dari satu kode ke kode lainnya dalam suatu peristiwa tutur yang terjadi antar bahasa, antar ragam-ragam, dan antar gaya-gaya dalam suatu bahasa. Sedangkan campur kode merupakan sebuah kondisi dimana penutur memasukkan unsur – unsur bahasa lain ke dalam bahasa yang sedang dipakai untuk memperluas gaya bahasa Data berupa tuturan para tokoh pada novel yang di dalam tuturan tersebut terdapat alih kode, dan campur kode bahasa Arab.  Sedangkan sumber data nya adalah dokumen tertulis yang berupa naskah (teks) sastra yaitu novel yang berjudul Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madani. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dengan teknik analisis dokumen menggunakan teknik baca dan catat. Peneliti menemukan data berupa wujud alih kode, wujud campur kode, bentuk satuan bahasa alih kode, wujud campur kode, penyebab terjadinya alih kode, dan penyebab terjadinya campur kode.
ALIH MAKNA PUISI: TEKNIK DAN METODE PENERJEMAHAN ANTOLOGI PUISI IMAM SYAFI’I KARYA AS’AD SYAMSUL ARIFIN Gunawan, Indra; Heryani, Yani; Nurhasan, Muhammad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 1 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.23995

Abstract

Penerjemahan literatur kesusastraan, puisi misalnya, mempunyai ciri distingtif tersendiri. Puisi Arab klasik mempunyai struktur khas serta klasifikasi khusus atas korpusnya yang mendasarkan pada kesamaaan rima akhir bait. Makna puisi terkandung dalam satu bait atau lebih. Struktur puisinya diikat oleh aturan sintaksis yang ketat, sehingga analisis siktaktik mendasar diperlukan sebagai patronasi pemaknaan puisi. Penelitian ini menerapkan teori terjemah dengan analisis sintaksis terhadap bait puisi. Tujuan penelitian ini: 1). Mendeskripsikan teknik penerjemahan yang digunakan dalam terjemahan puisi Imam Asy Syafi’i oleh As’ad Syamsul Arifin. 2). Mendeskripsikan metode penerjemahan yang digunakan dalam terjemahan puisi Imam Asy Syafi’i oleh As’ad Syamsul Arifin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif; berlandaskan pendekatan ilmu penerjemahan dengan menerapkan teori teknik penerjemahan Syihabuddin dan teori metode penerjemahan Peter Newmark. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerjemah menggunakan 8 teknik dalam menerjemahkan puisi Imam Asy Syafi’i yaitu: Reduksi mencakup 3 pola. Eksplanasi mencakup 2 pola. Substitusi mencakup 14 pola. Transmutasi mencakup 4 pola. Ekspansi mencakup 10 pola. Transfer mencakup 11 pola Korespondensi mencakup 3 pola. Deskripsi mencakup 4 pola. Penerjemah juga menggunakan dua teknik sekaligus untuk menerjemahkan satu data yaitu: Transmutasi-Ekspansi mencakup 4 pola. Eksplanasi-Substitusi mencakup 1 pola. Metode penerjemahan yang digunakan penerjemah dalam menerjemah antologi puisi Imam Syafi’I mencakup tiga metode yaitu semantis, setia dan harfiyah.
RESPON NETIZEN TERHADAP NOVEL CYBERSASTRA “MAJDULIN“ DALAM APLIKASI E-READER ABJAD (Pendekatan Reader Response) Ibnit, Silmi; Muslikah, Siti
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 2 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i2.24928

Abstract

This research aims to determine the response of netizens as readers, who provide clauses, sentences, and discourse in the form of comments in one of the cyber literary novels "Magdalena (ماجدولين)" on the Abjad E-Reader application. The method used in this research is descriptive analysis with data collection techniques using library research on the data contained in the Abjad E-Reader application, while the theory used as an analysis tool is Rien T. Segers' reader response theory. The results of the research show that the focus of comments varies among the five netizens as readers of the 2023 data. It was concluded that four people commented positively and received cyber literature, the novel Magdalena (ماجدولين) with a good response and one other person was not a reader of this novel. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah netizen yang merupakan pembaca menerima cybersastra ini dengan respon dan tanggapan yang baik atau tidak. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengkategorikan peran - peran netizen sebagai pembaca yang memberikan klausa, kalimat serta wacana berupa komentar dalam salah satu novel cybersastra yang berjudul "Magdalena (ماجدولين)" pada aplikasi E-Reader Abjad dengan pendekatan reader response dan teori Rien T.Segers. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu teknik penjabaran secara detail dan rinci data yang sudah diakumulasikan. Adapun pengumpulan dan pengakumulasian data yang dilakukan adalah dengan teknik pustaka sumber tertulis. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat menjawab dan mengetahui point-point tujuan dan rumusan masalah.
القوافي في الشعر من تجارب الإمام مع الأيّام- مع النفس-مع القضاء للإمام الشافعي Nurcholis, Agung; Khoiry, Ulfi Usykuriyah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 2 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i2.25566

Abstract

الملخص هدفت هذه الدراسة إلى معرفة القوافي في شعر من تجارب الإمام مع الأيّام- مع النفس- مع القضاء للإمام الشافعي. أمّا منهج البحث فاختار الباحثان منهج البحث المكتبي هو إحدى من نوعية البحث الذي يستخدم في جمع البيانات والمعلومات من خلال الأدبيات، الكتب، الملاحظات، أو المراجع الأخرى لنيل الإجابة والنظرية مطابقا بالمسألة. وأما مصادر البيانات فهو الشعر "من تجارب الإمام مع الأيّام-مع النفس-مع القضاء للإمام الشافعي. وجمع الباحثان البيانات بتحديد المعلومات من الكتب، المقالة، أو الشبكة، أو المعلومات الأخرى المتعلّقة بالبحث. وحلّل الباحثان بشكل التحليل الوصفي أو هذا التحليل من سعي الباحثة في ترتيب البيانات ثمّ يحللّها والتحليل المحتوى أو يركز هذا التحليل في المحتوى حتى يتمكن الباحثة في تحليل التي يمكن تحليلها. مؤسسا بنتيجة البحث في علم القوافي المستخدم في الكلمة هي بعض الكلمة والكلمة، وفي الأحرف هو الراوي والردف، وفي الحركة هي المجرى والحذو، وفي نوع القوافي هو المطلقة المردوفة، ولا توجد عيب القافية، وفي اسم القافية هي المتواتر. الكلمات المقتاحيّة: القوافي، الشعر ، من تجارب الإمام مع الأيّام- مع النفس- مع القضاء للإمام الشافعي. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui qafiyah dalam syair “Min Tajarubi al- imam ma’a al- Ayyam ma’a an-Nafs ma’a al-Qadha’” dari Imam Syafi’i. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library research yaitu salah satu jenis penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data dan informasi melalui literature, buku, catatan atau referensi lain untuk mendapatkan jawaban dan teori yang sesuai dengan penelitian. Adapun sumber datanya adalah syair “Min Tajarubi al- imam ma’a al- Ayyam ma’a an-Nafs ma’a al-Qadha’” dari Imam Syafi’i. dalam mengumpulan data peneliti memilih berbagai informasi dari buku, artikel, website atau informasi lain yang berkaitan dengan penelitian. Analisis dalam penelitian ini dengan analisis deskriptif atau analisis dalam menyusun data kemudian menganalisis isi atau memfokuskan analisis pada isi sehingga dapat focus dengan analisis. Berdasarkan hasil penelitian dalam ilmu Qawafi yang dipakai dalam syair dari segi kata adalah sebagian kata dan satu kata,sedangkan dalam segi huruf adalah rawi dan ridf, dan dari segi harakat adalah majra’ dan hadwu, dan pada macam qafiyah adalah muthlaqoh mardufah dan tidak terdapat aib qafiyah, dan dari segi nama qafiyah yang digunakan adalah mutawatir. Kata Kunci: Qawafi, Syair, Min Tajarubi al- imam ma’a al- Ayyam ma’a an-Nafs ma’a al-Qadha
JENIS FRASA DAN MODUS DALAM NADZAM AL-MANDZUMAH AN-NAWAWIYYAH WA AL-KHASAIS AN-NAHDLIYAH KARYA K.H. ZULFA MUSTOFA Rino, Rino; Supriadi, Dedi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 2 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i2.26107

Abstract

The purpose of this study  is to know the types of phrases contained in material objects  , namely nadzam Al-Manẓumah An-Nawawiyyah Wa Al-Khasā'is An-Nahḍiyyah and to know the type of mode contained in these objects. In his discussion, researchers borrowed the theory proposed by Abdul Chaer, namely the categorization of phrases into four types, including exocentric, endocentric, coordinative and apositive phrases. In addition, Abdul Chaer also divided the mode into seven types, including indicative (declarative), optative, imperative, interrogative, obligative, desiderative and conditional modes.  The method used is a descriptive qualitative method.  The results of this study describe a number of phrases and modes found in material objects, including: (1) The phrases contained in this material object are 187 with 64 endocentric types, 98 exocentric types, 22 coordinate types and 3 apositive types. (2) The modes contained in this material object are 50 with 42 declarative types, one optative type, six imperative types and one conditional type. Tujuan dari penelitian ini yang antara lain mengetahui jenis frasa yang terdapat dalam objek material yaitu nadzam Al-Manẓumah An-Nawawiyyah Wa Al-Khasā’is An-Nahḍiyyah serta mengetahui jenis modus yang terdapat dalam objek tersebut. Dalam pembahasannya peneliti meminjam teori yang dikemukakan oleh Abdul Chaer yaitu pengkategorian frasa menjadi empat jenis, antara lain frasa eksosentrik, endosentrik, koordinatif dan apositif. Selain itu Abdul Chaer juga membagi modus ke dalam tujuh jenis antara lain modus indikatif (deklaratif), optatif, imperatif, interogatif, obligatif, desideratif dan kondisional. Adapun metode yag digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini memaparkan sejumlah frasa dan modus yang tedapat pada objek material antara lain: (1) Frasa yang terdapat dalam objek material ini berjumlah 187 dengan 64 jenis endosentrik, 98 jenis eksosentrik, 22 jenis koordinatif dan 3 jenis apositif. (2) Modus yang terdapat dalam objek material ini berjumlah 50 dengan 42 jenis deklaratif, satu jenis optatif, enam jenis imperatif dan satu jenis kondisional.
AKAR REALISME SOSIALIS DALAM SASTRA ARAB JAHILIYAH ANALISIS KRITIS HISTORIS TERHADAP KOMUNITAS PENYAIR AS-SHA’ALIK Zulhelmi, Zulhelmi; Razak, Abdul
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 2 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i2.30330

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk melacak gagasan awal kemunculan aliran realisme sosialis di dunia Arab. Melalui penelitian ini, peneliti membuktikan bahwa meskipun aliran realisme sosialis itu muncul di Eropa pada masa modern, namun sesungguhnya di kalangan sastrawan Arab sejak era jahiliah, gagasan atau ide yang sejalan dengan aliran realisme sosialis sudah ditemukan di kalangan para sastrawan yang bergabung dalam sebuah komunitas yang diberikan nama sebagai as-Sha’alik. Dengan demikian, melalui penelitian ini, peneliti menarik kesimpulan bahwa para sastrawan Arab sejak periode awal sudah menerapkan nilai-nilai realisme sosialis dalam kreatifitas sastranya, walaupun mereka saat itu belum menamakannya dengan istilah tertentu. Di antara bukti-bukti untuk mendukung kesimpulan tersebut adalah bahwa ide yang diusung dalam karya sastra bukan hanya untuk mengeksplorasi tentang perasaan ataupun ide si penulis secara personal, namun juga merepresentasi aspirasi kelompok masyarakat lemah yang termarjinalkan. Artinya, gagasan yang diusung oleh para sastrawan as-Sha’alik ini lebih cenderung pada respon mereka terhadap persoalan sosial kemasyarakatan, kritik terhadap orang-orang kaya yang kikir ataupun penguasa dan pembelaan terhadap kaum lemah yang tertindas. Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun metode pengumpulan datanya dilakukan dengan tehnik penelitian pustaka (library research) dengan cara pembacaan terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, baik dalam bentuk buku ataupun jurnal, yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah analisis kritis historis yang bertujuan untuk melacak akar realisme sosialis dalam tradisi sejarah sastra Arab era jahiliyah. Dengan demikian melalui penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa orientasi karya sastra yang cenderung pada pembelaan terhadap kaum yang lemah merupakan fakta sejarah yang tidak dapat dinafikan keberadaannya dalam tradisi sastra Arab di era jahiliyah, sehingga ketika terjadi persentuhan dua tradisi sastra, Arab dan Eropa, di era modern maka dengan mudah realisme sosialis bisa diserap sekaligus diterapkan oleh para sastrawan Arab era modern, bahkan era kontemporer.  
BILINGUALISME DALAM PROSES PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB DI PONDOK PESANTREN ISLAMIC CENTER LIMBANGAN Triana, Hetty Waluati; Ritonga, Mahyudin; Zulyatmi, Yuke Alfi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7 No 2 (2024): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i2.39820

Abstract

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui bagaimana adanya proses bilingualisme dalam pembeljaran keterampilan berbicara bahasa Arab di Pondok Pesantren Islamic Center Limbangan, Di Pondok ini para santri dan santriwati diwajibkan untuk berbicara bahasa Arab dan tahap awal daripada keterampilan berbicara bahasa Arab adalah pembentukan lingkungan dan pembiasaan. Untuk meneliti bagaimana terjadinya proses bilingualisme dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab di pondok ini, peneliti menggunakan metode deskriptif untuk menemukan data-data melalui observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada para beberapa pihak terkait, ditemukan beberapa hasil, diantaranya bahwa memang benar dalam proses pembelajaran bahasa Arab di pondok ini terdapat perpaduan bahasa atau bilingualisme yaitu bahasa Arab dan bahasa Indonesia dalam berbicata sehari-hari, namun hal ini menjadi suatu yang utama untuk membentuk pembiasaan dan menciptakan lingkungan berbahasa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan bilingualisme tidak terjadi dengan sengaja melainkan bagian daripada proses pembelajaran bahasa di Pondok ini.
PENGEMBANGAN TEORI SEMANTIK BAHASA ARAB & AL-QUR’AN DALAM BINGKAI WAHYU MEMANDU ILMU TAUFIQ, WILDAN; LISTIANI, TONENG
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 8 No 2 (2025): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v8i2.44058

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan teori sarjana Arab klasik, salah satunya teori Semantik al Amidiyy dalam karya monumentalnya al-Ihkām fi Ushūl al-Ahkām. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil analisis pada karya al Amidiy ditemukan teori asal-usul bahasa yaitu teori wadh’i – tauqifi (bahasa diciptakan oleh manusia/Allah). Menurut al Amidiy Perbedaan struktur bunyi akan menghasilkan makna (dilālah) bagi tuturan. Tanda  bahasa menurutnya terbagi dua: bunyi dan isyarat tubuh. Menurut Al-Amidiy bahasa bersifat “arbitrer” (wadh’u ikhtiyāriy). Menurut al Amidiy makna suatu kata tidak otomatis menunjukan benda-benda tertentu, melainkan tergantung pada maksud penutur. Teori referensial, menurutnya terdiri dari tiga aspek: makna (madlul), kata (dāl/lafazh) dan interpretrant (mutakallim/wādhi’) yang menentukan dāl dan madlūl-nya. Hubungan antar makna menurutnya terbagi tiga: musytarak (polisemi), mutaradif (sinonim) dan mutabayin (kata biasa).  Adapun jenis makna menurut al Amidiy adalah sebagai berikut: Muthlaq & Muqayyad, Mujmal & Bayan, Hakikat (pokok) & Majāz (Cabang), Dilalāh Manzhūm; Dilālah ghair manzhūm. Kata Kunci: Bahasa Arab, Teori Semantik, al-Amidi, Ushul Fiqh.